Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.599 views

Serangan Liberalis pada Kerudung, Serangan pada Ajaran Islam

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

"Agama itu hal yang pribadi," cuit akun dw_indonesia. Selang beberapa lama, ia kembali berkicau mempertanyakan, "Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ia kenakan?"

Akun dw_indonesia pun diserbu netizen. Banyak yang tak setuju dengan pernyataannya. Satu waktu bilang agama hal pribadi, tapi ia sendiri menyerang orangtua yang mengajari anak-anaknya menutup aurat dengan memakai kerudung. Bukankah ini dua hal yang bertentangan?

Tampak bahwa Deutsche Welle (Gelombang Jerman) ini menyerang muslim yang sedang berusaha mempraktikkan ajaran agamanya. Bahkan menyambungkan pernyataannya dengan pendapat beberapa psikolog yang mendukung cuitannya. Seolah pendapat mereka berdasarkan ilmu, bukan serangan tanpa dasar. Tapi, dari pendapat-pendapat yang ada itu, mereka tak meminta tanggapan ulama.

Liberalisme dan Islamophobia

Bukan kali pertama ajaran Islam diserang. Perihal menutup aurat bagi wanita, bepergian tanpa mahram, hak talak, sampai masalah warisan sudah pernah diserang. Jadi, tak aneh jika persoalan berpakaian bagi kaum muslim pun kembali diserang. Serangan ini sengaja dilontarkan oleh mereka agar muslim benci, tak suka pada agamanya sendiri. Juga agar muslim enggan mempraktikkan ajaran agamanya. Semakin jauhlah muslim dari agamanya, dan semakin dekat dengan ide-ide kebebasan yang rusak dan merusak.

Islamophobia pun muncul dari hasil serangan ini. Monsterisasi ajaran islam. Seolah hal yang buruk jika menutup aurat, dan hal yang baik jika bertelanjang atau berpakaian tapi minim bahan. Seolah pemaksaan kala muslimah menutup auratnya, mengekang dan membelenggu dengan pakaiannya. Parahnya, mereka menjual ide ini dengan disandingkan ilmu psikologi yang sumbernya mereka buat sendiri. Sehingga mereka katakan hal buruk akan terjadi kala anak-anak di pakaikan jilbab sejak dini, perkembangannya akan terganggu, dan sebagainya. Padahal, itu hanya asumsi dan spekulasi.

Pembiasaan Taat vs Pembiasaan Bebas

Semua orang sepakat butuh waktu untuk membiasakan diri berbuat baik. Butuh waktu tuk kita bisa terbiasa bangun pagi. Butuh waktu bagi kita tuk bisa sholat tepat waktu. Butuh waktu bagi kita tuk malu kalau membuka aurat. Salah satu hasil studi menyatakan dibutuhkan sekitar 18-254 hari bagi orang untuk membentuk kebiasaan.

Berbuat baik butuh pembiasaan, berbuat tidak baik pun berdasarkan pembiasaan. Terserah kita mau ikut pembiasaan baik atau buruk. Mari kita bandingkan. Jika sejak dini sudah diedukasi jika muslimah itu mulia di hadapan Allah, muslimah itu istimewa dalam Islam. Karena kemuliaan dan keistimewaannya inilah ada aturan untuk menutup aurat. Memakai pakaian yang sopan, rapi, tidak membentuk lekuk tubuh. Insyaallah, jika istiqomah dibiasakan hingga baligh, maka ketika baligh ia takkan tergoda untuk mencicipi baju seksi untuk dipakai keluar rumah. Malu kala aurat terbuka, malu jika auratnya terlihat yang lain. Itulah yang tertanam dalam diri anak-anak.

Lain halnya jika dibiasakan memakai pakaian seksi atau kurang bahan sejak kecil. Biasa memperlihatkan lekuk tubuhnya. Biasa memperlihatkan lengan, juga pahanya. Maka, ketika usia remaja, usia dewasa, ia pun akan biasa saja memperlihatkan lekuk tubuhnya kepada orang lain.

Zaman sekarang, zaman penuh kemaksiatan, bahaya akan datang menghampiri mereka yang terbiasa berpakaian minim. Ada pedofilia mengintai. Setelah remaja dan dewasa konsep bebas dan suka-suka gue jadi pembenaran dalam beraktivitas. Sehingga peluang gaul bebas semakin terbuka lebar. Atau bisa jadi korban pelecehan seksual. Na'udzubillah.

Menutup Aurat, Benarkah Paksaan?

Mungkin kaum liberal ini lupa, saat kecil apa saja yang dibiasakan oleh orangtuanya. Bayangkan jika anak kecil diminta untuk memilih makanan. Maka, mereka akan lebih memilih es krim, coklat, permen dibandingkan sayur, buah, lauk lainnya. Tapi, orangtua kita mendidik kita bahwa tak baik jika makan terlalu banyak es krim, coklat atau permen. Bisa mengakibatkan kerusakan gigi, jadi "sugar rush", dan sebagainya. Akhirnya, walau pun terpaksa, kita tetap makan sayur, buah dan lauk.

Begitu pun dengan menutup aurat. Orangtua yang sayang anaknya, akan membiasakan anaknya tuk taat sejak dini. Karena mereka paham bahwa ketaatan butuh pembiasaan. Walau bisa jadi awalnya mengeluh, tapi dengan kesabaran orangtua, akhirnya anak-anak sendiri yang akan merasa malu, tak nyaman jika tak menutup auratnya di hadapan orang.

Tentu orangtua perlu ilmu dalam berbahasa, berkomunikasi dengan anak-anak. Mendidik tanpa mata yang melotot atau teriakan. Karena Rasul pun mencontohkan mendidik dengan kasih sayang dan Cinta. Jangan lupakan usapan, belaian lembut pada ananda. Juga do'a dalam setiap sujud kita.

Akhiri Serangan Liberalis

Serangan semacam ini akan terus bergulir karena mereka berlindung dalam prinsip kebebasan berpendapat yang dipayungi hukum negara ini. Lain cerita jika pemerintah menyandarkan pembuatan aturan kepada Allah. Standar halal haram perbuatan, peraturan pun lahir dari sini.

Islam mewajibkan negara menjaga aqidah umat, termasuk menjaga umat kala melaksanakan ajaran agama.

Serangan terhadap agama akan ditindak tegas, karena mengkriminalisasi ajaran Islam sama artinya dengan mengingkari islam. Penindakan tegas ini akan membuat yang lain berpikir seribu kali untuk menyerang agama Islam.

Teringatlah dengan suatu kisah, kala negeri Perancis berniat akan mengadakan teatrikal yang isinya menyerang Rasul dan Islam. Segera, Khalifah saat itu mengirimkan utusan dan memberikan peringatan. Jika Perancis tidak membatalkan rencananya mengadakan teatrikal tersebut, maka bersiaplah untuk berperang melawan pasukan muslim. Hasilnya, Perancis pun mengundurkan niatnya menyerang Rasul dan ajaran Islam lewat teatrikal.

Rindu kami pada sistem yang bisa menjamin dalam pelaksanaan ajaran Allah, sang Pencipta semesta alam. Semoga segera datang kemenangan bagi kaum muslimin dengan diterapkannya Islam sebagai sistem kehidupan. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Rabu, 20 Jan 2021 22:28

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Rabu, 20 Jan 2021 20:35

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Rabu, 20 Jan 2021 20:01

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Rabu, 20 Jan 2021 15:59

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Rabu, 20 Jan 2021 14:08

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11


MUI

Must Read!
X