Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.503 views

Buah Masak Tak Jatuh Dijuluk

Oleh: Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

Riak yang ditimbulkan oleh pernyataan Puan agar Sumatera Barat (Sumbar) mendukung Pancasila, ternyata bersusun menjadi gelombang yang disambut oleh badai yang menghadang sehingga sauh yang sudah terkaitkan, terpaksa harus diangkat kembali.

Nakhoda memerintahkan putar haluan. Kapal tak jadi berlabuh karena pelabuhan juga enggan menerima. Itulah dahsyatnya dampak dari kata-kata. Apalagi bagi masyarakat Minangkabau.

Memahami bahasa yang tersirat merupakan "kepiawaian" yang terasah semenjak pandai berkata-kata. Orang Minang terlatih melihat "bayangan kata" yang meliputi cakupan dan rangkaian dari makna kata serta isyarat dari kata yang meliputi mafhum baik mukhalafah maupun muwafaqah.

Dengan kepekaan yang telah mendarah-daging tersebut, tidaklah rumit bagi masyarakat Minang untuk memahami kalimat Puan. Karena "bayang kata" Puan bukan dalam katagori yang tersuruk dari yang tersirat tapi sebatas yang tersirat dari yang tersurat. Bahkan kalau diperjelas lagi, ia adalah makna implisit dalam kedudukan eksplisit.

Menyuruh orang Sumbar mengikuti Pancasila, tak bisa dihindari dari dua keadaan yang tercetak dalam fikiran Puan. Orang Sumbar selama ini belum ikut Pancasila atau Orang Sumbar telah ikut Pancasila tapi bukan Pancasila dalam konsep Puan dan Partainya.

Dalam konteks demikian, maka kalimat Puan tidaklah bisa difahami sebagai bagian dari penegasan bahwa Puan mengakui Pancasilaisnya orang Sumbar.

Menggeser pernyataan Puan ke dalam "arahan internal partai", malah semakin menegaskan bahwa memang berbahaya indoktrinasi yang dijalankan dalam partai banteng itu tentang Sumbar! Kemana pun akan dialih, tidak akan menyelamatkan! Kata sudah terucap dengan susunan yang tidak bijak dan bunyi bertingkah tak harmonis serta di tempat yang tidak patut dan layak.

Apakah reaksi masyarakat Minang di ranah dan di rantau bisa dikategorikan "berlebihan" terhadap pernyataan Puan? Saya melihat, "tidak" bahkan itu adalah reaksi yang "wajar" dan "sepatutnya demikian".

Walaupun ada yang memperhalus reaksi itu dengan memakai pituah "bersilang kayu dalam tungku, makanya api hidup" namun pituah itu tak difahami oleh yang mengucapkannya. Perhatikanlah kata demi kata pituah tersebut dan fokus dengan kalimat "dalam tungku"!

Pernyataan Puan bukan dalam kategori "dalam tungku" tapi sudah "di luar tungku"! Begitu pula contoh-contoh adanya tokoh-tokoh yang saling berseberangan di ranah Minang termasuk tokoh komunis. Jangan dilihat sebatas itu!

Sejauh yang berseberangan itu tidak bertikai pada pondasi dasar "Keminangan", orang Minang sangatlah berlapang dada dalam perbedaan pandangan. Tapi bila perbedaan itu menyentuh perkara prinsip, padamlah nama itu dalam catatan masyarakat Minang walaupun dalam catatan sejarah, mereka tetap tertulis. Karena itu, orang Minang akan menyebut tokoh-tokoh komunis yang pernah ada di Minangkabau dengan menyunggingkan sebelah ujung bibir mereka.

Kenapa reaksi masyarakat Minang begitu keras terhadap pernyataan Puan?

Karena nilai-nilai Pancasila bagi Minangkabau telah menjadi pakaian hidup sebelum dia menjadi dasar negara. Karena itu masyarakat Minangkabau memiliki tafsir Pancasila yang telah teruji sepanjang sejarah perjalanan bangsa.

Tafsir itulah yang mengisi dada para pejuang Minang mulai dari Harimau Nan Salapan, Tuanku Imam Bonjol, Angku Hatta, Inyiak Agus Salim, Muh. Yamin, Sutan Syahrir, Buya Hamka, Buya Natsir dan lainnya.

Lima nilai mendasar yang ada di dalam Pancasila itu adalah pakaian Minangkabau. Ketauhidan, kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan dan Keadilan merupakan pondasi sosial masyarakat Minang.

Menyangsikan ketundukan masyarakat Sumbar yang merupakan daerah berpusatnya masyarakat Minang kepada nilai-nilai itu, sama saja menuduh mereka terlepas dari ciri khas keminangan mereka. Ada pameo yang terdengar dimana-mana "bila minang sudah tanggal maka kabaulah yang tinggal".
Inilah yang menjadi pantangan hidup seorang Minang.

Jadi, ketika banyak orang di Nusantara mungkin membutuhkan jabaran dari Pancasila, masyarakat Minangkabau malah memandang Pancasila adalah rumusan dari yang telah dijabarkan oleh mereka dalam praktek kehidupan.
Bagi siapa saja yang memahami suasana bathin tersebut, akan mengerti latar belakang kerasnya reaksi masyarakat Minang terhadap pernyataan Puan.

Bagaimana semestinya Puan dan para "parewa"nya menanggapi reaksi masyarakat Minang?

Saya pakai istilah "parewa" untuk menggambarkan mereka yang mencoba mendudukkan kalimat Puan tidak pada tempatnya karena yang dikedepankan mereka adalah "mahariek mahantam tanah" bukannya "gayung bersambut, kata berjawab".

Kalimat yang jelas maksud dan tujuannya, kalau dialihkan lagi tak lebih bagaikan "menegakkan benang basah". Masyarakat sudah memahami dengan benar makna dan maksud dari kata dan mereka sudah faham "bayang kata sampai". Semestinya para "parewa" itu sudah memahami ungkapan:
"Bakato Sapatah  Dipikiri, Bajalan  Salangkah  Madok Suruik" (Berkata separah difikiri, berjalan selangkah berpeluang surut ke belakang).

Kalau kearifan "berkata sepatah difikiri" telah tertinggalkan oleh Puan, maka kearifan kedua yaitu "berjalan selangkah menghadap surut" harus dipakaikan. Dengan mundurnya partai banteng dari medan nan bapaneh dalam PILKADA Sumbar, itu sudah resiko yang harus ditempuh dan bukanlah pilihan yang punya alternatif lain.

Namun di balik itu, ada yang dilupakan oleh Puan dan "Parewa"nya bahwa :
"Kaki tataruang inai padahannyo, Lidah tataruang ameh padahannyo" (Kaki tertarung inai tebusannya, lidah tertarung emas tebusannya).

Sebagian masyarakat Minang ketika menyikapi pernyataan Puan, ada yang dengan bijak secara cepat berharap Puan bisa meminta maaf. Sayang sekali para "parewa" Puan malah bereaksi seolah-olah itu adalah seperti meminta "sisiak ka limbek" (meminta sisik kepada ikan lele).

Mereka lupa bahwa sebenarnya maaf itu bukanlah karena diminta tapi kesadaran atas kesalahan yang melahirkan penyesalan dan membuahkan permintaan keridhaan dari orang yang dizhalimi. Namun sayang, kesombongan dan kekentalan pertimbangan politik membuat "permintaan maaf" menjadi area terlarang bagi Puan dan para "parewa"nya.

Mereka lupa bahwa itu adalah saran dari mereka yang ingin agar "cabiak jan manjadi kuyak dan ratak jan sampai pacah" (sobek jangan sampai koyak, retak jangan sampai pecah). Mereka juga lupa bahwa maaf itu bukanlah "jatuah bajuluak" (jatuh karena dijuluk).

Akibat dari kelupaan tersebut, tampillah "parewa-parewa" dengan bahasa-bahasa "menegakkan benang basah" yang juga mengaku sebagai orang Minang. Tentu reaksi seperti itu bukannya "mengumpulkan yang terserak, merekat yang retak" tapi malah semakin "memperseraikan yang terserak dan membuat percah berderai yang sudah retak".

Bagaimana sikap masyarakat Minang menghadapi reaksi para "parewa" tersebut?

Masyarakat Minang telah mencoba menguji keadilan hukum negeri ini dengan mengadukan pelecehan Ade Armando terhadap Minangkabau. Proses hukum yang entah bagaimana geraknya? Sering dipertanyakan kenapa masyarakat Minang diam saja setelah mengadu?

Berhati-hatilah dengan sikap diam tersebut! Karena dengan melaporkan kasus itu, orang Minang sedang mencoba dan menguji banyak hal. Diam di Minangkabau bisa lebih berdampak berat di kemudian hari. Pernahkan mendengar ungkapan, "diam mako bagarak, lumpuah mako bajajak" (diam makanya bergerak, lumpuh makanya berjejak).

Karena itu, setiap kata yang terlontar dari mulut para "parewa" Puan, tak akan dilayani lagi oleh orang Minang yang arif. Saatnya mengajari mereka dengan sikap dan perangai.

Ada ungkapan yang patut jadi renungan para "parewa" tersebut:

"Kok bagak, indak ka kami ajak bacakak. Kok cadiek, indak kami ka batanyo. Kok kayo, indak kami ka mamintak. Kok bagak, bagaklah surang. Kok cadiek, cadieklah surang. Kok kayo, kayolah surang"

(Kalau jagoan, tak akan diajak berantam. Kalau cerdik, tak akan ditanyai. Kalau kaya, tak akan dimintai. Jagoan, jagoan sajalah sendiri. Cerdik, cerdiklah sendiri. Kaya, kayalah sendiri)

Akibat yang timbul dari pengajaran dengan sikap dan perangai itu adalah "menganggap keberadaan Puan dan para "parewa"nya seperti tiada atau wujuduhum ka 'adamihim.

Menjadikan mereka bagaikan "mentimun bungkuk". Dimasukkan ke dalam karung tapi tidak masuk dalam hitungan.

Saya melihat, itulah buah yang memang patut dituai oleh mereka yang tegak dengan ego kepongahan tanpa memakai "raso jo pareso"(rasa dan periksa) sebagaimana tercakup dalam makna sila ke-2 Pancasila.

Akhirnya sebagai khitam, saya melihat peristiwa ini semakin membuktikan kebenaran firman Allah SWT:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران : 118]

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya". (QS. Ali 'Imran 3:118)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Latest News
Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Jum'at, 30 Oct 2020 12:34

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Jum'at, 30 Oct 2020 11:56

Dokter Gamal Berbagi Kisah Sukses Sociopreneurship pada Aksi Wakaf Fest 2020

Dokter Gamal Berbagi Kisah Sukses Sociopreneurship pada Aksi Wakaf Fest 2020

Jum'at, 30 Oct 2020 11:24

FUI: Tindakan Macron Bodoh dan Berbahaya

FUI: Tindakan Macron Bodoh dan Berbahaya

Jum'at, 30 Oct 2020 11:22

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Garut

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Garut

Jum'at, 30 Oct 2020 11:15

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Jum'at, 30 Oct 2020 08:38

Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad: 'Muslim Berhak Bunuh Jutaan Orang Prancis'

Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad: 'Muslim Berhak Bunuh Jutaan Orang Prancis'

Jum'at, 30 Oct 2020 06:00

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta, PII: Fokus Selesaikan Masalah Pelajar Bersama

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta, PII: Fokus Selesaikan Masalah Pelajar Bersama

Jum'at, 30 Oct 2020 05:52

Ikrar Sumpah Pemuda Muslim Siap Bela Nabi

Ikrar Sumpah Pemuda Muslim Siap Bela Nabi

Jum'at, 30 Oct 2020 04:54

Ini Jam TIdur Terbaik di Malam Hari Menurut Hasil Studi

Ini Jam TIdur Terbaik di Malam Hari Menurut Hasil Studi

Kamis, 29 Oct 2020 23:48

Pantas Khawatir Diboikot, Volume Perdangangan Prancis dengan Negara Muslim 100 Miliar USD Lebih

Pantas Khawatir Diboikot, Volume Perdangangan Prancis dengan Negara Muslim 100 Miliar USD Lebih

Kamis, 29 Oct 2020 22:05

PM Pakistan Imran Khan Minta Muslim Bersatu Melawan Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Muslim Bersatu Melawan Islamofobia

Kamis, 29 Oct 2020 21:15

Warga Saudi Bersenjatakan Pisau Serang Kedubes Prancis di Jeddah, Satu Penjaga Terluka

Warga Saudi Bersenjatakan Pisau Serang Kedubes Prancis di Jeddah, Satu Penjaga Terluka

Kamis, 29 Oct 2020 20:45

Legislator: Pemerintah Harus Tegas Hadapi Freeport

Legislator: Pemerintah Harus Tegas Hadapi Freeport

Kamis, 29 Oct 2020 20:18

Instagram Perpanjang Durasi Live Dari 1 Jam Menjadi 4 Jam

Instagram Perpanjang Durasi Live Dari 1 Jam Menjadi 4 Jam

Kamis, 29 Oct 2020 18:28

DDII Serukan Ikuti Boikot terhadap Produk-produk Perancis dari Berbagai Tokoh Umat Islam Sedunia

DDII Serukan Ikuti Boikot terhadap Produk-produk Perancis dari Berbagai Tokoh Umat Islam Sedunia

Kamis, 29 Oct 2020 18:10

Twitter Sempat 'Down' di Asia Karena Masalah Jaringan

Twitter Sempat 'Down' di Asia Karena Masalah Jaringan

Kamis, 29 Oct 2020 16:40

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

Kamis, 29 Oct 2020 16:20

Maulid Nabi Muhammad SAW, Muhammadiyah Dorong Maksimalkan Syi’ar Islam

Maulid Nabi Muhammad SAW, Muhammadiyah Dorong Maksimalkan Syi’ar Islam

Kamis, 29 Oct 2020 16:15

Abu Janda Lagi

Abu Janda Lagi

Kamis, 29 Oct 2020 16:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X