Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.941 views

Buah Masak Tak Jatuh Dijuluk

Oleh: Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

Riak yang ditimbulkan oleh pernyataan Puan agar Sumatera Barat (Sumbar) mendukung Pancasila, ternyata bersusun menjadi gelombang yang disambut oleh badai yang menghadang sehingga sauh yang sudah terkaitkan, terpaksa harus diangkat kembali.

Nakhoda memerintahkan putar haluan. Kapal tak jadi berlabuh karena pelabuhan juga enggan menerima. Itulah dahsyatnya dampak dari kata-kata. Apalagi bagi masyarakat Minangkabau.

Memahami bahasa yang tersirat merupakan "kepiawaian" yang terasah semenjak pandai berkata-kata. Orang Minang terlatih melihat "bayangan kata" yang meliputi cakupan dan rangkaian dari makna kata serta isyarat dari kata yang meliputi mafhum baik mukhalafah maupun muwafaqah.

Dengan kepekaan yang telah mendarah-daging tersebut, tidaklah rumit bagi masyarakat Minang untuk memahami kalimat Puan. Karena "bayang kata" Puan bukan dalam katagori yang tersuruk dari yang tersirat tapi sebatas yang tersirat dari yang tersurat. Bahkan kalau diperjelas lagi, ia adalah makna implisit dalam kedudukan eksplisit.

Menyuruh orang Sumbar mengikuti Pancasila, tak bisa dihindari dari dua keadaan yang tercetak dalam fikiran Puan. Orang Sumbar selama ini belum ikut Pancasila atau Orang Sumbar telah ikut Pancasila tapi bukan Pancasila dalam konsep Puan dan Partainya.

Dalam konteks demikian, maka kalimat Puan tidaklah bisa difahami sebagai bagian dari penegasan bahwa Puan mengakui Pancasilaisnya orang Sumbar.

Menggeser pernyataan Puan ke dalam "arahan internal partai", malah semakin menegaskan bahwa memang berbahaya indoktrinasi yang dijalankan dalam partai banteng itu tentang Sumbar! Kemana pun akan dialih, tidak akan menyelamatkan! Kata sudah terucap dengan susunan yang tidak bijak dan bunyi bertingkah tak harmonis serta di tempat yang tidak patut dan layak.

Apakah reaksi masyarakat Minang di ranah dan di rantau bisa dikategorikan "berlebihan" terhadap pernyataan Puan? Saya melihat, "tidak" bahkan itu adalah reaksi yang "wajar" dan "sepatutnya demikian".

Walaupun ada yang memperhalus reaksi itu dengan memakai pituah "bersilang kayu dalam tungku, makanya api hidup" namun pituah itu tak difahami oleh yang mengucapkannya. Perhatikanlah kata demi kata pituah tersebut dan fokus dengan kalimat "dalam tungku"!

Pernyataan Puan bukan dalam kategori "dalam tungku" tapi sudah "di luar tungku"! Begitu pula contoh-contoh adanya tokoh-tokoh yang saling berseberangan di ranah Minang termasuk tokoh komunis. Jangan dilihat sebatas itu!

Sejauh yang berseberangan itu tidak bertikai pada pondasi dasar "Keminangan", orang Minang sangatlah berlapang dada dalam perbedaan pandangan. Tapi bila perbedaan itu menyentuh perkara prinsip, padamlah nama itu dalam catatan masyarakat Minang walaupun dalam catatan sejarah, mereka tetap tertulis. Karena itu, orang Minang akan menyebut tokoh-tokoh komunis yang pernah ada di Minangkabau dengan menyunggingkan sebelah ujung bibir mereka.

Kenapa reaksi masyarakat Minang begitu keras terhadap pernyataan Puan?

Karena nilai-nilai Pancasila bagi Minangkabau telah menjadi pakaian hidup sebelum dia menjadi dasar negara. Karena itu masyarakat Minangkabau memiliki tafsir Pancasila yang telah teruji sepanjang sejarah perjalanan bangsa.

Tafsir itulah yang mengisi dada para pejuang Minang mulai dari Harimau Nan Salapan, Tuanku Imam Bonjol, Angku Hatta, Inyiak Agus Salim, Muh. Yamin, Sutan Syahrir, Buya Hamka, Buya Natsir dan lainnya.

Lima nilai mendasar yang ada di dalam Pancasila itu adalah pakaian Minangkabau. Ketauhidan, kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan dan Keadilan merupakan pondasi sosial masyarakat Minang.

Menyangsikan ketundukan masyarakat Sumbar yang merupakan daerah berpusatnya masyarakat Minang kepada nilai-nilai itu, sama saja menuduh mereka terlepas dari ciri khas keminangan mereka. Ada pameo yang terdengar dimana-mana "bila minang sudah tanggal maka kabaulah yang tinggal".
Inilah yang menjadi pantangan hidup seorang Minang.

Jadi, ketika banyak orang di Nusantara mungkin membutuhkan jabaran dari Pancasila, masyarakat Minangkabau malah memandang Pancasila adalah rumusan dari yang telah dijabarkan oleh mereka dalam praktek kehidupan.
Bagi siapa saja yang memahami suasana bathin tersebut, akan mengerti latar belakang kerasnya reaksi masyarakat Minang terhadap pernyataan Puan.

Bagaimana semestinya Puan dan para "parewa"nya menanggapi reaksi masyarakat Minang?

Saya pakai istilah "parewa" untuk menggambarkan mereka yang mencoba mendudukkan kalimat Puan tidak pada tempatnya karena yang dikedepankan mereka adalah "mahariek mahantam tanah" bukannya "gayung bersambut, kata berjawab".

Kalimat yang jelas maksud dan tujuannya, kalau dialihkan lagi tak lebih bagaikan "menegakkan benang basah". Masyarakat sudah memahami dengan benar makna dan maksud dari kata dan mereka sudah faham "bayang kata sampai". Semestinya para "parewa" itu sudah memahami ungkapan:
"Bakato Sapatah  Dipikiri, Bajalan  Salangkah  Madok Suruik" (Berkata separah difikiri, berjalan selangkah berpeluang surut ke belakang).

Kalau kearifan "berkata sepatah difikiri" telah tertinggalkan oleh Puan, maka kearifan kedua yaitu "berjalan selangkah menghadap surut" harus dipakaikan. Dengan mundurnya partai banteng dari medan nan bapaneh dalam PILKADA Sumbar, itu sudah resiko yang harus ditempuh dan bukanlah pilihan yang punya alternatif lain.

Namun di balik itu, ada yang dilupakan oleh Puan dan "Parewa"nya bahwa :
"Kaki tataruang inai padahannyo, Lidah tataruang ameh padahannyo" (Kaki tertarung inai tebusannya, lidah tertarung emas tebusannya).

Sebagian masyarakat Minang ketika menyikapi pernyataan Puan, ada yang dengan bijak secara cepat berharap Puan bisa meminta maaf. Sayang sekali para "parewa" Puan malah bereaksi seolah-olah itu adalah seperti meminta "sisiak ka limbek" (meminta sisik kepada ikan lele).

Mereka lupa bahwa sebenarnya maaf itu bukanlah karena diminta tapi kesadaran atas kesalahan yang melahirkan penyesalan dan membuahkan permintaan keridhaan dari orang yang dizhalimi. Namun sayang, kesombongan dan kekentalan pertimbangan politik membuat "permintaan maaf" menjadi area terlarang bagi Puan dan para "parewa"nya.

Mereka lupa bahwa itu adalah saran dari mereka yang ingin agar "cabiak jan manjadi kuyak dan ratak jan sampai pacah" (sobek jangan sampai koyak, retak jangan sampai pecah). Mereka juga lupa bahwa maaf itu bukanlah "jatuah bajuluak" (jatuh karena dijuluk).

Akibat dari kelupaan tersebut, tampillah "parewa-parewa" dengan bahasa-bahasa "menegakkan benang basah" yang juga mengaku sebagai orang Minang. Tentu reaksi seperti itu bukannya "mengumpulkan yang terserak, merekat yang retak" tapi malah semakin "memperseraikan yang terserak dan membuat percah berderai yang sudah retak".

Bagaimana sikap masyarakat Minang menghadapi reaksi para "parewa" tersebut?

Masyarakat Minang telah mencoba menguji keadilan hukum negeri ini dengan mengadukan pelecehan Ade Armando terhadap Minangkabau. Proses hukum yang entah bagaimana geraknya? Sering dipertanyakan kenapa masyarakat Minang diam saja setelah mengadu?

Berhati-hatilah dengan sikap diam tersebut! Karena dengan melaporkan kasus itu, orang Minang sedang mencoba dan menguji banyak hal. Diam di Minangkabau bisa lebih berdampak berat di kemudian hari. Pernahkan mendengar ungkapan, "diam mako bagarak, lumpuah mako bajajak" (diam makanya bergerak, lumpuh makanya berjejak).

Karena itu, setiap kata yang terlontar dari mulut para "parewa" Puan, tak akan dilayani lagi oleh orang Minang yang arif. Saatnya mengajari mereka dengan sikap dan perangai.

Ada ungkapan yang patut jadi renungan para "parewa" tersebut:

"Kok bagak, indak ka kami ajak bacakak. Kok cadiek, indak kami ka batanyo. Kok kayo, indak kami ka mamintak. Kok bagak, bagaklah surang. Kok cadiek, cadieklah surang. Kok kayo, kayolah surang"

(Kalau jagoan, tak akan diajak berantam. Kalau cerdik, tak akan ditanyai. Kalau kaya, tak akan dimintai. Jagoan, jagoan sajalah sendiri. Cerdik, cerdiklah sendiri. Kaya, kayalah sendiri)

Akibat yang timbul dari pengajaran dengan sikap dan perangai itu adalah "menganggap keberadaan Puan dan para "parewa"nya seperti tiada atau wujuduhum ka 'adamihim.

Menjadikan mereka bagaikan "mentimun bungkuk". Dimasukkan ke dalam karung tapi tidak masuk dalam hitungan.

Saya melihat, itulah buah yang memang patut dituai oleh mereka yang tegak dengan ego kepongahan tanpa memakai "raso jo pareso"(rasa dan periksa) sebagaimana tercakup dalam makna sila ke-2 Pancasila.

Akhirnya sebagai khitam, saya melihat peristiwa ini semakin membuktikan kebenaran firman Allah SWT:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران : 118]

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya". (QS. Ali 'Imran 3:118)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Ahad, 28 Feb 2021 18:20

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Ahad, 28 Feb 2021 18:18

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Ahad, 28 Feb 2021 16:45

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Ahad, 28 Feb 2021 15:48

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Ahad, 28 Feb 2021 10:52

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Ahad, 28 Feb 2021 10:48

Tolak Dibukanya Investasi Miras, Almuzzammil Yusuf: Membahayakan Masa Depan Generasi Bangsa!

Tolak Dibukanya Investasi Miras, Almuzzammil Yusuf: Membahayakan Masa Depan Generasi Bangsa!

Ahad, 28 Feb 2021 10:18

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Sabtu, 27 Feb 2021 21:22

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Sabtu, 27 Feb 2021 21:05

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Sabtu, 27 Feb 2021 20:56

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Sabtu, 27 Feb 2021 20:47

Menyoal Modifikasi Kurikulum SMK

Menyoal Modifikasi Kurikulum SMK

Sabtu, 27 Feb 2021 20:38

Regenerasi Kepemimpinan, Forum Jurnalis Muslim Akan Gelar Munas II

Regenerasi Kepemimpinan, Forum Jurnalis Muslim Akan Gelar Munas II

Sabtu, 27 Feb 2021 18:53

Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Sabtu, 27 Feb 2021 15:15

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 27 Feb 2021 13:42

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Sabtu, 27 Feb 2021 10:30

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Sabtu, 27 Feb 2021 10:29

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Sabtu, 27 Feb 2021 01:20

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Jum'at, 26 Feb 2021 20:30


MUI

Must Read!
X