Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.763 views

Agama, Sains, dan Corona

 

Oleh:

Ahmad Choirul Rofiq

Dosen IAIN Ponorogo

 

PERHATIAN umat manusia di seluruh dunia saat ini tertuju pada virus corona yang mewabah di banyak negara sejak ditemukannya kasus wabah Corona di Tiongkok pada sekitar bulan Nopember - Desember 2019. Lembaga WHO (World Health Organization), sebagai Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa virus Corona atau COVID-19 (Coronavirus Desease 2019) merupakan pandemi yang telah merenggut nyawa ribuan orang. Media-media massa memberitakan 24 jam terus menerus mengenai perkembangan kasus virus Corona itu. Tanggapan mengenai fenomena corona bermunculan dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, ilmuwan dan bahkan agamawan. Kemajuan sains ditantang untuk mengatasi dan menemukan obatnya, sedangkan otoritas keagamaan pun dituntut untuk dapat memberikan respon akurat dalam menghadapi permasalahan global tersebut.

Berdasarkan fitrah penciptaan manusia, akal merupakan modal penting yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia sejak kehadirannya di muka bumi. Dengan mengoptimalkan potensi akalnya, manusia mampu menciptakan peradaban yang sangat mengagumkan. Berkat adanya akal itulah kemajuan sains atau ilmu pengetahuan dapat terwujud. Namun keunggulan akal tersebut kadang justru diselewengkan manusia untuk melakukan tindakan-tindakan destruktif karena dorongan hawa nafsunya yang menjerumuskannya kepada kejahatan kemanusiaan. Akibatnya, dehumanisasi terjadi dan manusia kehilangan harkat mulia kemanusiaannya. Selanjutnya, kerusakan alam mendatangkan malapetaka dan penderitaan massif setelah kekayaan alam dieksploitasi besar-besaran oleh tangan-tangan serakah manusia.

Kini sains berpacu dengan waktu untuk menemukan obat mujarab penangkal virus Corona itu. Terlepas dari berbagai pendapat mengenai asal muasal secara pasti virus Corona dan beberapa teori konspirasi terkait penyebab kemunculan virus Corona, maka apresiasi kita patut disampaikan kepada para ilmuwan kesehatan yang telah menjelaskan rinci perihal virus Corona. Demikian pula penghargaan kepada para tenaga medis yang berhasil menyembuhkan pasien-pasien penderita Corona. Informasi kesehatan yang memadai berkaitan dengan Corona sudah dapat diakses masyarakat luas sehingga dapat digunakan untuk melakukan pencegahan melalui peningkatan imunitas tubuh, penjagaan kebersihan, penerapan social distancing, dan berupaya meminimalisasi penyebaran virus Corona.

Tidak hanya kalangan medis yang berjibaku dengan virus Corona. Kaum agamawan pun turut berupaya serius dalam memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat dengan pandangan-pandangan keagamaannya, walaupun ada sebagian pihak yang malah melontarkan narasi keagamaan secara salah kaprah terkait fenomena virus Corona, misalnya, dengan mengatakan bahwa takdir kematian seseorang itu sudah ditentukan Tuhan, dan tidak perlu takut kepada Corona karena yang harus ditakuti hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bersikap Proporsional

Dalam kajian agama Islam memang terdapat sikap keagamaan yang fatalistik dan ada pula yang logis rasional ketika memahami, meyakini, dan menyikapi takdir Tuhan. Sikap fatalistik cenderung pasif dan menyerahkan segala hal yang terjadi di alam semesta kepada ketetapan Tuhan sehingga meniadakan kewenangan manusia di dalamnya. Manusia yang dikuasai fatalisme biasanya tidak mau memberdayakan potensi akalnya yang dianugerahkan Tuhan kepadanya untuk mengatasi permasalahan kehidupannya. Pandemi Corona dihadapi dengan hanya modal pemahaman keagamaan dan keimanan secara sempit, tanpa peduli pada informasi dan saran-saran kesehatan. Menurutnya, penanggulangan virus Corona dipasrahkan kepada takdir Tuhan sebab terkena virus Corona maupun terhindar dari virus itu sudah ditakdirkan Tuhan.

Sebaliknya, sikap keagamaan rasional berupaya maksimal untuk memanfaatkan karunia akal yang diberikan Tuhan agar menemukan solusi persoalan-persoalan kehidupan yang dialaminya dengan mengkombinasikan petuah-petuah keagamaan dan panduan-panduan ilmu pengetahuan (sains) secara proporsional. Musibah kemanusiaan merupakan takdir Tuhan yang tidak lepas dari hukum kausalitas (sebab-akibat) di dalamnya. Hukum kausalitas itulah yang harus dianalisis dengan seksama. Fenomena tersebarnya virus Corona yang telah menjangkiti banyak orang dan mengakibatkan kematian ribuan jiwa tersebut disebabkan kelalaian manusia yang bertentangan dengan tuntunan Tuhan maupun hukum alam semesta. (“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia”. QS. al-Rum [30]: 41). Tetapi kelalaian tersebut kadang tidak disadari oleh manusia. Di samping itu, sikap rasional itu diperlihatkan dengan menaati prosedur kesehatan yang ditetapkan oleh ahli kesehatan untuk penanggulangan pandemi virus Corona dan sekaligus menyertainya dengan kesungguhan dalam berdoa kepada Tuhan YME agar segera menghentikan musibah ini.  Setiap kejadian adalah atas kehendak Tuhan, sebagaimana firman-Nya:“Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman harus bertawakkal." (QS. al-Taubah [9]: 51). Dengan respon proporsional inilah, nalar keagamaan dan nalar sains dapat berjalan seimbang.

Hikmah sejarah masa lalu dapat dijadikan pedoman umat Islam dalam bersikap proporsional menghadapi pandemi virus Corona. Rasulullah SAW bersabda bahwa apabila terdengar kabar valid mengenai adanya wabah penyakit yang sedang berjangkit di suatu negeri, maka kita dilarang memasuki negeri itu. Apabila telah ada yang terjangkit wabah, maka tidak boleh mencampurkan antara orang sehat dengan orang sakit.Umar bin al-Khaththab pun pernah membatalkan kunjungannya ke Syam karena telah terjadi pandemi penyakit di Syam saat itu. Dengan demikian, wabah penyakit itu tidak semakin tersebar luas dan penyebarannya dapat dibatasi. Kematian manusia telah ditentukan oleh Tuhan, namun manusia diberikan kebebasan memilih untuk berusaha menghindari suatu bencana (“Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.QS. al-Baqarah [2]: 195) dan mengutamakan keselamatan jiwa (hifdhun nafs).

Pandemi virus Corona semestinya disikapi secara proporsional. Orang-orangyang beragama dituntut untuk menyelaraskan antara keimanan di hatinya dan rasionalitas akalnya dalam menyikapi permasalahan kehidupan. Kongkretnya, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kebijakan pemerintah terkait penanggulangan virus Corona harus dipatuhi. Orang-orang yang ahli di bidang sains diwajibkan menggunakan temuan ilmiahnya untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk kesenangan segelintir individu maupun kelompok tertentu.

Sedangkan aparat negara diharuskan menerapkan kebijakan responsif dan akurat yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas, termasuk pemberlakuan lockdown terhadap suatu wilayah terjangkit, memberikan pemahaman keagamaan yang rasional kepada publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi demi terciptanya kedamaian kehidupan manusia dan alam semesta dengan membuat regulasi yang tidak memberi peluang kepada eksploitasi sumber daya alam yang dapat mengakibatkan kemarahan Tuhan dan kemurkaan alam (bencana ekologis).*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

Sabtu, 19 Jun 2021 10:47

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Sabtu, 19 Jun 2021 09:49

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Jum'at, 18 Jun 2021 20:35

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Jum'at, 18 Jun 2021 20:22

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Jum'at, 18 Jun 2021 19:30

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

Jum'at, 18 Jun 2021 18:44

Legislator PKS Minta Sanksi Tegas Oknum Lurah dan Kades yang Terbukti Selewangkan Bansos

Legislator PKS Minta Sanksi Tegas Oknum Lurah dan Kades yang Terbukti Selewangkan Bansos

Jum'at, 18 Jun 2021 11:51

Baitul Wakaf Gagas Wakaf Laboratorium Halal

Baitul Wakaf Gagas Wakaf Laboratorium Halal

Jum'at, 18 Jun 2021 11:26

Peluang Usaha Covid 19! Raih Puluhan Juta Hanya dengan 3 Jenis Sauce ini

Peluang Usaha Covid 19! Raih Puluhan Juta Hanya dengan 3 Jenis Sauce ini

Jum'at, 18 Jun 2021 11:00


MUI

Must Read!
X