Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.197 views

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

 

Oleh

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

MASIH hangat menjadi bahan diskursus mengenai UU KPK. Sebagian ada yang kontra hingga mendesak untuk diterbitkannya Perppu KPK. Ada pula yang pro dengan UU KPK. Fraksi  PDIP menolak presiden menerbitkan Perppu KPK (www.jurnalmuslim.com, Rabu 9/10/2019). Begitu pula koalisi pendukung presiden bersikap negatif atas wacana Perppu.

Di tengah kegamangan presiden dalam diskursus ini, adalah seorang pengamat politik hukum, Bambang Saputra menyatakan bahwa presiden harus tetap maju guna mensahkan UU KPK. Saat memutuskan presiden sudah yakin bahwa UU ini bisa menyelesaikan persoalan korupsi. Akhirnya Bambang mengutip sebuah kaidah fiqih yang menyatakan bahwa “sesuatu yang yakin itu tidak dapat hilang hanya dengan keraguan” (www.aktual.com, 12/10/2019). Menurutnya, desakan – desakan untuk menerbitkan Perppu itu adalah sebuah keraguan.

Cukup menarik pernyataan Bambang ini. Dalam diskursus KPK ini hingga ada kutipan kaidah fiqih yang menjadi dasar argumentasinya. Alangkah indahnya bila para pemangku negeri tatkala merumuskan regulasi undang – undang mendasarkan pada hukum – hukum fiqih Islam, tidak hanya sebatas pada kaidah fiqih.

Mengenai kaidah fiqih yang dikutip dalam konteks diskursus KPK ini, ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian sebagai berikut ini.

Dari aspek paradigmatik. Sebuah kaidah fiqih itu bukanlah sebuah dalil hukum. Keberadaan kaidah fiqih merupakan bagian dari hukum Islam yang disimpulkan dari dalil. Sedangkan yang disebut dalil hukum itu adalah ayat al – Qur’an, hadits Nabi, ijmak shohabat dan qiyas syar’i. Jadi kaidah fiqih itu adalah sebuah produk hukum. Oleh karena itu, penggunaan kaidah fiqih sebagai landasan dalil sebuah argumentasi, tentunya merupakan kesalahan paradigmatik.

Sebagai contoh, ada sebuah kaidah tentang hukum benda, yang menyatakan:

الاصل في الاشياء الاباحة مالم يرد دليل التحريم

Artinya: Hukum asal benda itu adalah boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.

Jika kaidah ini dijadikan dalil, tentu akan terjebak dalam polemik intelektual dengan beberapa pertanyaan, diantaranya: apakah semua benda hukumnya boleh? Dalilnya mana? Benda ini itu hukumnya apa, boleh atau haram?

Yang dikuatirkan adalah dengan hanya mendasarkan pada kaidah ini, lantas diambil kesimpulan bahwa semua benda itu hukumnya boleh, dengan alasan tidak ditemukannya dalil yang mengharamkan benda – benda tertentu.

Walhasil kaidah fiqih itu fungsinya sebagai sebuah kerangka berpikir untuk bisa digunakan dalam menggali hukum yakni wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram dari dalil – dalilnya secara terperinci. 

Dari aspek metodologi. Mengenai tindak pidana korupsi, pastinya hukumnya haram. Dalam sebuah hadits Nabi SAW menyatakan:

من استعملناه على عمل ورزقناه رزقا فما اخذ بعد ذلك فهو غلول

Artinya: Barangsiapa yang kami pekerjakan untuk suatu hal dan kami sudah memberikan gaji kepadanya, maka apa saja yang diambilnya selain gaji tersebut, itu adalah harta khianat (hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan al Bazar; statusnya hasan).

Ketika sudah maklum diketahui bahwa perbuatan korupsi itu haram, maka untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang bersih dari korupsi, di dalam Islam ada kemaslahatan takmiliyyah. Suatu kemaslahatan penyempurna yang menutup celah dilakukannya sebuah pelanggaran. Hal demikian didasarkan kepada hadits Nabi SAW yang menyatakan:

الدين النصيحة لمن يا رسول الله؟ لله ولرسولهولائمة المؤمنين وعامتهم

Artinya: Agama itu adalah nasehat. Bagi siapa ya Rasulullah? Rasul saw menjawab : Untuk Alloh, RasulNya, para pemimpin dan bagi keseluruhan kaum mukmin (HR Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut, bahwa memberikan nasehat dan koreksi kepada para pemimpin merupakan kewajiban agama. Adapun yang merupakan aktifitas memberi nasehat kepada penguasa adalah dengan membantu mereka dalam kebenaran, mentaatinya dalam kebenaran, dan mengingatkan dengan kebenaran (kitab jamiul ulum wal hikam halm. 97, cet ke-2 Dar Kutub ilmiyyah, Beirut).

Menilik diskursus UU KPK, apakah adanya UU KPK ini bisa memperkuat KPK dan fungsinya sebagai lembaga anti rasuah ataukah justru melemahkannya? Di sinilah perlu adanya pengkajian. Kalau memang di dalamnya UU KPK itu ditemukan potensi – potensi pelemahan KPK maka tentunya wajib dilakukan aktivitas untuk mengingatkan dan mengoreksi penguasa. Dan dalam konteks ini sudah banyak kajian tentang potensi pelemahan KPK melalui UU KPK, misalnya dari ICW yang menurunkan hasil kajiannya bahwa ada 10 konsekwensi buruk bila disahkannya UU KPK tersebut (www.//kabar24.bisnis.com/read/20191008/1156638/10-konsekwensi-buruk-bila-jokowi-tak-terbitkan-perppu-kpk).

Dari aspek penggunaan kaidah fiqih. Sebuah kaidah fiqih menyatakan bahwa:

اليقين لا يزال بالشك

Sesuatu yang yakin itu tidak bisa hilang karena keraguan.

Dalil yang mendasari kaidah tersebut adalah hadits Nabi SAW yang artinya: “apabila kamu menemukan sesuatu di perutmu sesuatu hal, maka tunggulah hingga keluar darinya, jangan keluar dari masjid hingga kamu mendengar bunyi atau bau” (HR bukhori dan tirmidzi).

Konteks dari kaidah tersebut adalah persengketaan dalam sebuah masalah hingga persoalannya menjadi jelas di dalam proses pembuktian perkara, dan atau terkait dengan keraguan untuk menentukan hukumnya dalam suatu perkara.

Sebagai contoh penerapan kaidah tersebut, misalnya ada seseorang yang akan mendengar cumbu rayu antar muda mudi dari balik dinding, atau ia melihat mereka berdua berada di dalam sebuah kamar. Maka tidaklah bisa dengan persaksian seperti itu lantas ditetapkan pada pelaku dengan sangsi zina. Dalam hal ini harus ada bukti akan perzinahan mereka, yakni disaksikannya masuknya dzakar kepada vagina si wanita layaknya timba yang masuk ke dalam sumur, dan atau melalui pengakuan dari pelakunya. Ada sebuah kaidah yang bisa diterapkan dalam hal ini yakni;

الظاهر الغالب وهو ما يغلب على الظن

Yang tampak secara dhohir itu adalah apa apa yang mengalahkan atas yang meragukan.

Mari sekarang kita melihat realitas yang terindera, sebelum ada UU KPK, secara masif KPK telah berhasil melakukan ott terhadap para pejabat yang melakukan korupsi. Baru – baru ini praktek jual beli jabatan di lingkungan Kemenag yang melibatkan Rommy, begitu pula Menag, juga tersangkut. Menpora Imam Nahrawi juga terjerat kasus korupsi dan terkena OTT KPK. Lantas, muncul revisi terhadap UU KPK, yang selanjutnya melahirkan gelombang protes yang meluas.

Dikatakan bahwa UU KPK itu adalah sesuatu yang yakin akan memperbaiki kinerja pemberantasan korupsi. Akan tetapi secara dhohir yang nampak di dalam UU KPK tersebut ada upaya pelemahan KPK. Buktinya KPK dalam melakukan penyadapan wajib ijin kepada dewan pengawas, dan status KPK menjadi bagian eksekutif, petugas KPK statusnya sebagai ASN. Ini bentuk pengekangan terhadap independensi KPK. Kesimpulannya yang dhohir itu harus dikuatkan.

Tinggal satu persoalan lagi, jika memang konsisten dengan kaidah al yaqiinu laa yuzaalu bi syak, maka konsekwensinya adalah harus dihentikan upaya – upaya mempersekusi ulama, ustadz, dan aktivis Islam, termasuk kriminalisasi terhadap ajaran Islam.

Bukankah tuduhan radikalisme dan intoleran yang ditujukan kepada mereka tidak berdasarkan bukti kecuali hanya sebuah propaganda. Apakah mereka terbukti korupsi? Apakah mereka terbukti menjual aset negara? Apakah mereka terbukti memecah belah bangsa dan umat? Yang pasti, mereka hanya menyampaikan ajaran Islam yang baik dari Dzat Yang Maha Baik.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Selasa, 25 Feb 2020 22:46

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:39

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:04

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Selasa, 25 Feb 2020 21:50

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

Selasa, 25 Feb 2020 21:45

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Selasa, 25 Feb 2020 21:20

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Selasa, 25 Feb 2020 21:14

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Selasa, 25 Feb 2020 20:35

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Selasa, 25 Feb 2020 19:49

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

Selasa, 25 Feb 2020 17:58

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Selasa, 25 Feb 2020 15:29

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Selasa, 25 Feb 2020 12:42

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Selasa, 25 Feb 2020 11:58

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 10:13

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Selasa, 25 Feb 2020 09:50

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Selasa, 25 Feb 2020 09:37

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Selasa, 25 Feb 2020 09:31

Tips Sholat Khusyuk

Tips Sholat Khusyuk

Selasa, 25 Feb 2020 08:41

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Selasa, 25 Feb 2020 08:26

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Selasa, 25 Feb 2020 08:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X