Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.767 views

Bahaya Slogan “NKRI Harga Mati”

Oleh:

Yons Achmad
Kolumnis, tinggal di Depok, Jawa Barat

 

PATRIOTISME, dalam arti cinta tanah air itu baik. Tapi, politik patriotisme, dalam arti menebar slogan plus serampangan memberikan stigma (cap) kepada kelompok tertentu sebagai anti NKRI itu amat berbahaya? Kenapa, dengan alasan patriotisme, seseorang atau kelompok tertentu bisa seenaknya memberangus aktivitas, kegiatan bahkan seringkali merasa boleh melakukan kekerasan terhadap kelompok yang dinilai anti NKRI itu.

Spirit ini saya dapatkan ketika mendengar komentar Eep Saefullah Fatah dalam acara ILC yang disiarkan TV One. Dalam kesempatan itu, dia mengomentari soal politik identitas yang salah kaprah. Dia menyesalkan bagaimana misalnya seorang muslim berkeyakinan terhadap agamanya kemudian mengambil sikap atas dasar agama dianggap bahaya. Dipersoalkan kebenarannya. Dituntut untuk melepaskan diri dari argumen-agumen agama dalam politik.

Dalam kesempatan itu, diutarakan pula, justru yang sangat berbahaya adalah politik partiotisme. Saya kira ini benar adanya, kita mesti membaca ulang beragam slogan-slogan nasionalisme serta patriotisme yang saat ini marak digembar-gemborkan. Yang paling sering digunakan adalah slogan “NKRI Harga Mati”.

Saya kira, slogan ini kurang tepat. Pilihan kata “harga” itu problematis. Lebih tepat misalnya dengan istillah “NKRI Jangan Mati”. Kenapa? Slogan “NKRI Harga Mati” berdimensi statis, bernada ancaman, menakut-nakuti. Sementara, “NKRI Jangan Mati” punya daya hidup, dinamis dan berpotensi menyerap beragam kreativitas demi pengembangan dan pemajuan bangsa. Ini baru kita bahas kulit luarnya.

Sementara, dalam ranah yang lebih substantif, kita bisa bidik dimensi yang lebih mendalam. Dalam kajian arus informasi, fenomena di atas boleh dikata sebagai bentuk patriotisme semu (pseudo patriotism). Atau dalam bahasa Jean Baudrilard seperti dikutip Yasraf Amir Piliang dalam buku “Hantu-Hantu Politik dan Matinya Sosial” dinamakan simulacra, model realitas yang tidak berkaitan sama sekali dengan realitas yang sesungguhnya. Artinya apa, slogan “NKRI Harga Mati” tak lebih sebagai omong kosong belaka.

Mengikuti tafsir demikian, dapat dikatakan bahwa dalam proses simulasi, melahirkan sebuah proses penciptaan realitas yang melampaui, artinya pula, sebenarnya realitas demikian tidak ada alias realitas palsu. Yang namanya realitas palsu, maka kemudian yang terjadi adalah pendistorsian, pelencengan atau pemalsuan realitas. Hasilnya, lahirlah individu atau komunitas yang bertindak pura-pura (pseudo) atau seolah-olah (as if).

Misalnya dimunculkan isu seolah-olah ada kelompok, ormas yang ingin mengganti Pancasila dan menggoyang NKRI. Seolah-olah pula ada kelompok yang paling begitu cinta NKRI. Padahal reputasi mutakhirnya hanya spesialis membubarkan pengajian. Seolah ormas dan kelompok yang dicap anti NKRI itu punya kekuatan begitu luar biasa sehingga dengan serta merta bisa mengganti dasar negara, mengganti Pancasila. Politik “Seolah-olah” ini yang perlu dibaca ulang. Kenapa? Sebab, yang paling punya potensi besar mengganti Pancasila, menggoyang NKRI dengan menjualnya kepada asing itu siapa? Tepat, rezim yang saat ini berkuasa. Jadi, kita mesti sudahi akal-akalan permainan isu yang tidak bermutu ini.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X