Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.113 views

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

JAKARTA (voa-islam.com) - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) melakukan aksi nasional di depan Istana Negara, Rabu (/28/10/2020) dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya aksi massa yang memakai almamater dengan ratusan bendera kebangsaan merah putih juga bendera merah maron HIMA PERSIS long march menuju Istana Negara siang ini. 

Aksi yang dimulai pukul 12.00 WIB itu dengan menginstruksikan tiga Pimpinan Wilayah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sebagaimana yang tertuang dalam Surat Instruksi PP. HIMA PERSIS NO. 453/A/PPHIMAPERSIS/X/2020.

PP HIMA PERSIS mengeluarkan instruksi nasional kepada semua level pimpinan aksi dibawahnya untuk melakukan aksi serentak pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020 dan salah satunya di Istana Negara, Jakarta. 

Menurut Iqbal M. Dzilal selalu Ketua Umum PP. HIMA PERSIS, bahwa pihaknya telah melakukan kajian kritis terhadap pemerintahan Jokowi-Amin setahun terakhir. Hima Persis mencatat ada 7 permasalah yang kemudian dijadikan tuntutan aksi kali ini. Pihaknya pun merangkum hal tersebut dalam 7 Ultimatum HIMA PERSIS untuk Jokowi-Amin.  

"Kita sampaikan secara baik-baik kepada Presiden Jokowi. Kita turun aksi ini dalam hal menyampaikan 7 poin penting sebagai ultimatum kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf. Kita ingin perihal ini secepatnya dituntaskan," sebut Iqbal kepada wartawan disela-sela aksi.

Adapun poin-poin tersebut yakni yang pertama, tegakkan hukum dan tuntaskan kasus HAM. Kedua, keluarkan Perpu cabut Omnibus Law. Ketiga, stop KKN dan hentikan oligarki politik di Indonesia. Keempat, stop eksploitasi dan kapitalisasi Sumber Daya Alam Indonesia. Kelima, hapuskan kapitalisasi pendidikan di Indonesia. Keenam, stop tindakan represif aparat. Dan yang ketujuh, mendesak pemerintah agar fokus dan serius menanggulangi Pandemi Covid-19. 

PP. HIMA PERSIS memberikan gambaran bahwa aksi ini merupakan kegelisahan yang dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Seperti dengan ketidak seriusan pemerintah dalam mengatasi Pandemi Covid-19. Misi pemerintah yang dianggap tidak jelas dalam penanganan pandemi membuat masyarakat resah dan bingung. 

Dibentuknya berbagai macam satgas mengesankan kepada masyarakat bahwa pemerintah seakan tidak punya target yang jelas dan langkah besar dalam menangani Pandemi Covid-19. Bahkan menurut Iqbal, ini hanya untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah dalam menangani Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya penambahan kasus dan tingginya tingkat kematian Covid-19.  

Hal ini semakin diperparah dengan disahkannya di tengah pandemi Omnibus Law atau RUU Cipta Lapangan Kerja yang minim sosialisasi dan mal prosedur juga substansinya yang sangat sarat kepentingan elit Jakarta. Hal ini semakin diperparah dengan  tindakan represif aparat kepada para aktivis yang menyuarakan kritik terhadap Omnibus Law ini. Sehingga, HIMA PERSIS membuat kesimpulan bahwa Pemerintahan Jokowi-Amin ini dinilai gagal.  

"Kita saat ini tidak melihat pemerintah punya langkah besar dalam penanggulangan Covid-19 ini. Yang diawal terkesan gagap, sekarang juga tak kunjung punya progres yang jelas. Kasus semakin bertambah banyak, anggaran semakin banyak terkuras. Omnus Law yang penuh dengan indikasi kepentingan elit Jakarta disahkan diam-diam, minim sosialisasi. Ketika dikritik, malah ditanggapi dengan represifitas aparat kepada kita. Maka kita sekarang sudah menganggap Jokowi-Amin ini gagal," ujar Iqbal di tengah-tengah orasinya seperti dilansir dari laman persis.or.id

Aksi ini berlangsung damai dan tertib walau dalam aksi kali ini PP. HIMA PERSIS mengerahkan lebih dari 500 kadernya yang berasal dari sekitar 10 Pimpinan Daerah dan lebih dari 40 Pimpinan Komisariat yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat dan Banten.  

"Kita ini hadir dari 10 Pimpinan Daerah dan lebih dari 40 Komisariat lah Se-Jakarta, Jabar, Banten. Sekitar 500 orang lah yang turun ini," kata Ceceng Kholilullah, Sekjend PP. HIMA PERSIS sekaligus Koordinator Umum Aksi Sumpah Pemuda ini kepada wartawan di tengah-tengah aksi berjalan. 

Aksi ini diakhiri dengan pembacaan tuntutan oleh Ketua Umum PP. HIMA PERSIS yang didampingi oleh Ketua Pimpinan Wilayah DKI Jakarta, Ilham Nur Hidayatullah, Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat, Moch. Harus Romdhoni dan Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Banten, Imron Rosyadi 

Pembacaan tuntutan aksi bersamaan dengan diterbangkannya balon gas warna-warni ke langit yang membawa tulisan Jokowi-Amin Gagal. Hal ini mengisyaratkan banyaknya simbol keragaman di Indonesia tidak terakomodir hak-hak demokrasinya oleh pemerintah yang kemudian seolah menguap tanpa kejelasan. 

"Kita menerbangkan balon warna warni ke udara adalah simbol dari keragaman Indonesia yang tidak terakomodir hak demokrasinya. Seolah demokrasi menguap dan menghilang. Pemerintah abai terhadap aspirasi dari rakayat Indonesia," tutup Iqbal, diakhir pembacaan ultimatumnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Kamis, 26 Nov 2020 21:10

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Kamis, 26 Nov 2020 20:54

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Kamis, 26 Nov 2020 20:45

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Kamis, 26 Nov 2020 20:33

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kamis, 26 Nov 2020 17:53

Rusia Klaim Gagalkan Rencana Serangan Islamic State di Moskow

Rusia Klaim Gagalkan Rencana Serangan Islamic State di Moskow

Kamis, 26 Nov 2020 17:15

Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Kamis, 26 Nov 2020 16:09

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

Kamis, 26 Nov 2020 13:25

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Kamis, 26 Nov 2020 08:10

Harta, Tahta, Oppa

Harta, Tahta, Oppa

Kamis, 26 Nov 2020 06:37

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

Kamis, 26 Nov 2020 05:29

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Rabu, 25 Nov 2020 22:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X