Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.517 views

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

JAKARTA (voa-islam.com) - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) melakukan aksi nasional di depan Istana Negara, Rabu (/28/10/2020) dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya aksi massa yang memakai almamater dengan ratusan bendera kebangsaan merah putih juga bendera merah maron HIMA PERSIS long march menuju Istana Negara siang ini. 

Aksi yang dimulai pukul 12.00 WIB itu dengan menginstruksikan tiga Pimpinan Wilayah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sebagaimana yang tertuang dalam Surat Instruksi PP. HIMA PERSIS NO. 453/A/PPHIMAPERSIS/X/2020.

PP HIMA PERSIS mengeluarkan instruksi nasional kepada semua level pimpinan aksi dibawahnya untuk melakukan aksi serentak pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020 dan salah satunya di Istana Negara, Jakarta. 

Menurut Iqbal M. Dzilal selalu Ketua Umum PP. HIMA PERSIS, bahwa pihaknya telah melakukan kajian kritis terhadap pemerintahan Jokowi-Amin setahun terakhir. Hima Persis mencatat ada 7 permasalah yang kemudian dijadikan tuntutan aksi kali ini. Pihaknya pun merangkum hal tersebut dalam 7 Ultimatum HIMA PERSIS untuk Jokowi-Amin.  

"Kita sampaikan secara baik-baik kepada Presiden Jokowi. Kita turun aksi ini dalam hal menyampaikan 7 poin penting sebagai ultimatum kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf. Kita ingin perihal ini secepatnya dituntaskan," sebut Iqbal kepada wartawan disela-sela aksi.

Adapun poin-poin tersebut yakni yang pertama, tegakkan hukum dan tuntaskan kasus HAM. Kedua, keluarkan Perpu cabut Omnibus Law. Ketiga, stop KKN dan hentikan oligarki politik di Indonesia. Keempat, stop eksploitasi dan kapitalisasi Sumber Daya Alam Indonesia. Kelima, hapuskan kapitalisasi pendidikan di Indonesia. Keenam, stop tindakan represif aparat. Dan yang ketujuh, mendesak pemerintah agar fokus dan serius menanggulangi Pandemi Covid-19. 

PP. HIMA PERSIS memberikan gambaran bahwa aksi ini merupakan kegelisahan yang dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Seperti dengan ketidak seriusan pemerintah dalam mengatasi Pandemi Covid-19. Misi pemerintah yang dianggap tidak jelas dalam penanganan pandemi membuat masyarakat resah dan bingung. 

Dibentuknya berbagai macam satgas mengesankan kepada masyarakat bahwa pemerintah seakan tidak punya target yang jelas dan langkah besar dalam menangani Pandemi Covid-19. Bahkan menurut Iqbal, ini hanya untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah dalam menangani Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya penambahan kasus dan tingginya tingkat kematian Covid-19.  

Hal ini semakin diperparah dengan disahkannya di tengah pandemi Omnibus Law atau RUU Cipta Lapangan Kerja yang minim sosialisasi dan mal prosedur juga substansinya yang sangat sarat kepentingan elit Jakarta. Hal ini semakin diperparah dengan  tindakan represif aparat kepada para aktivis yang menyuarakan kritik terhadap Omnibus Law ini. Sehingga, HIMA PERSIS membuat kesimpulan bahwa Pemerintahan Jokowi-Amin ini dinilai gagal.  

"Kita saat ini tidak melihat pemerintah punya langkah besar dalam penanggulangan Covid-19 ini. Yang diawal terkesan gagap, sekarang juga tak kunjung punya progres yang jelas. Kasus semakin bertambah banyak, anggaran semakin banyak terkuras. Omnus Law yang penuh dengan indikasi kepentingan elit Jakarta disahkan diam-diam, minim sosialisasi. Ketika dikritik, malah ditanggapi dengan represifitas aparat kepada kita. Maka kita sekarang sudah menganggap Jokowi-Amin ini gagal," ujar Iqbal di tengah-tengah orasinya seperti dilansir dari laman persis.or.id

Aksi ini berlangsung damai dan tertib walau dalam aksi kali ini PP. HIMA PERSIS mengerahkan lebih dari 500 kadernya yang berasal dari sekitar 10 Pimpinan Daerah dan lebih dari 40 Pimpinan Komisariat yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat dan Banten.  

"Kita ini hadir dari 10 Pimpinan Daerah dan lebih dari 40 Komisariat lah Se-Jakarta, Jabar, Banten. Sekitar 500 orang lah yang turun ini," kata Ceceng Kholilullah, Sekjend PP. HIMA PERSIS sekaligus Koordinator Umum Aksi Sumpah Pemuda ini kepada wartawan di tengah-tengah aksi berjalan. 

Aksi ini diakhiri dengan pembacaan tuntutan oleh Ketua Umum PP. HIMA PERSIS yang didampingi oleh Ketua Pimpinan Wilayah DKI Jakarta, Ilham Nur Hidayatullah, Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat, Moch. Harus Romdhoni dan Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Banten, Imron Rosyadi 

Pembacaan tuntutan aksi bersamaan dengan diterbangkannya balon gas warna-warni ke langit yang membawa tulisan Jokowi-Amin Gagal. Hal ini mengisyaratkan banyaknya simbol keragaman di Indonesia tidak terakomodir hak-hak demokrasinya oleh pemerintah yang kemudian seolah menguap tanpa kejelasan. 

"Kita menerbangkan balon warna warni ke udara adalah simbol dari keragaman Indonesia yang tidak terakomodir hak demokrasinya. Seolah demokrasi menguap dan menghilang. Pemerintah abai terhadap aspirasi dari rakayat Indonesia," tutup Iqbal, diakhir pembacaan ultimatumnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Latest News
Grogi Denny Siregar

Grogi Denny Siregar

Kamis, 05 Aug 2021 23:50

China Gerah Istana Gelisah?

China Gerah Istana Gelisah?

Kamis, 05 Aug 2021 21:48

Gubernur Anies Ingin Kesejahteraan Mustahik Terjamin Selama Masa Pandemi

Gubernur Anies Ingin Kesejahteraan Mustahik Terjamin Selama Masa Pandemi

Kamis, 05 Aug 2021 21:20

Ulama Pemerintah Mesir Samakan Keputusan Sisi Untuk Menaikan Harga Roti Subsidi Dengan Hukum Tuhan

Ulama Pemerintah Mesir Samakan Keputusan Sisi Untuk Menaikan Harga Roti Subsidi Dengan Hukum Tuhan

Kamis, 05 Aug 2021 21:15

Pejabat: Israel Pertahankan Kontak Dengan Hampir Semua Negara Arab Selama 20 Tahun Terakhir

Pejabat: Israel Pertahankan Kontak Dengan Hampir Semua Negara Arab Selama 20 Tahun Terakhir

Kamis, 05 Aug 2021 20:50

Hadiri Undangan FGD Kemensos, Legislator PKS Cecar Mensos Soal Bansos PPKM

Hadiri Undangan FGD Kemensos, Legislator PKS Cecar Mensos Soal Bansos PPKM

Kamis, 05 Aug 2021 20:48

Saudi Tahan 60 Orang Karena Langgar Aturan Karantina

Saudi Tahan 60 Orang Karena Langgar Aturan Karantina

Kamis, 05 Aug 2021 20:13

Covid dan Bertapa 40 Hari

Covid dan Bertapa 40 Hari

Kamis, 05 Aug 2021 19:46

BSI dan Rumah Zakat Salurkan Paket Sembako untuk Warga Isoman

BSI dan Rumah Zakat Salurkan Paket Sembako untuk Warga Isoman

Kamis, 05 Aug 2021 19:45

'Garuda Shiel' Antisipasi 'Dragon Shield'?

'Garuda Shiel' Antisipasi 'Dragon Shield'?

Kamis, 05 Aug 2021 17:43

Rakyat Butuh Sehat, Bukan Cat Pesawat, Mosok Gitu Aja Ga Ngerti Sih!!!

Rakyat Butuh Sehat, Bukan Cat Pesawat, Mosok Gitu Aja Ga Ngerti Sih!!!

Kamis, 05 Aug 2021 16:15

Menteri Agama Kacau

Menteri Agama Kacau

Kamis, 05 Aug 2021 15:41

Tenangkan Hati di Tengah Pandemi dengan Memperbanyak Zikir

Tenangkan Hati di Tengah Pandemi dengan Memperbanyak Zikir

Kamis, 05 Aug 2021 14:46

Presiden Main Sandiwara

Presiden Main Sandiwara

Kamis, 05 Aug 2021 13:19

Parah, Anggota Dewan Isoman di Hotel!

Parah, Anggota Dewan Isoman di Hotel!

Kamis, 05 Aug 2021 13:14

Pengecatan Pesawat Kepresidenan, Legislator: Lebih Baik Anggarannya untuk Bantu Daerah Rawan Pangan

Pengecatan Pesawat Kepresidenan, Legislator: Lebih Baik Anggarannya untuk Bantu Daerah Rawan Pangan

Kamis, 05 Aug 2021 13:09

Rakyat Malas

Rakyat Malas

Kamis, 05 Aug 2021 11:16

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Kamis, 05 Aug 2021 11:03

 Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Kamis, 05 Aug 2021 10:57

Di Surga Bersama yang Dicintai

Di Surga Bersama yang Dicintai

Kamis, 05 Aug 2021 08:06


MUI

Must Read!
X