Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.225 views

Legislator PKS Minta Sanksi Tegas Oknum Lurah dan Kades yang Terbukti Selewangkan Bansos

JAKARTA (voa-islam.com)--Anggota Komisi Sosial DPR RI Bukhori Yusuf merespons pengakuan Menteri Sosial (Mensos) Risma terkait persoalan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak tepat sasaran. Sebelumnya, Mensos mengaku bahwa banyak keluarga kepala desa hingga lurah yang menerima bantuan PKH. Menurut bekas Wali Kota Surabaya ini, hal itu disebabkan data penerima bansos terparkir di masing-masing pemerintah daerah. 
 
Bukhori menilai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mutlak diperbaiki. Sebab itu ia meminta ketegasan Mensos terkait ini mengingat persoalan DTKS sudah berlangsung selama 10 tahun, tetapi masalah itu tidak kunjung selesai. Politisi PKS ini menambahkan, perbaikan DTKS sebaiknya tidak berhenti pada dua desil, tetapi diperluas hingga empat desil. 
 
Untuk diketahui, desil 1 meliputi kelompok rumah tangga “sangat miskin”. Desil 2 meliputi kelompok rumah tangga “miskin”. Kemudian, desil 3 adalah kelompok rumah tangga dengan kondisi “hampir miskin”. Selanjutnya, desil 4 adalah kelompok rumah tangga “rentan miskin”. 
 
“Perluasan desil diperlukan agar kita bisa memiliki data yang sempurna terkait kesejahteraan sosial kelompok masyarakat segmen bawah. Perlu ditekankan, memperbaiki DTKS maksudnya adalah untuk memastikan yang mana yang benar-benar masuk katagori tersebut, bukan sekadar nama masuk tanpa tervalidasi,"
 
Anggota Baleg ini mengatakan, perbaikan DTKS adalah untuk menghentikan penyaluran bansos yang salah sasaran di kemudian hari oleh kementerian atau lembaga yang bersangkutan. 
 
“Sehingga, bisa dipastikan segmen kelompok masyarakat terbawah tertunaikan haknya tanpa berkurang sedikitpun,” ujarnya. 
 
Legislator dapil Jateng 1 ini juga menyoroti permasalahan di tingkat daerah yang membuat usaha pemerintah pusat terhalang dalam menghadirkan perlindungan sosial yang tepat sasaran bagi masyarakat di level akar rumput selama pagebluk. Salah satunya, praktik politik balas budi yang masih dilakukan oleh oknum kepala desa, lurah, bahkan hingga pengurus RT dan RW.
 
“Setiap pemangku kebijakan harus meninggalkan unsur “like dan dislike” dalam melayani warganya. Sikap subjektif berlebihan ini akan mengusik rasa keadilan masyarakat,” lanjut dia.
 
Konsekuensi dari praktik politik balas budi ini, demikian Bukhori melanjutkan, adalah rusaknya tatanan sosial dan moral masyarakat. Masyarakat yang sejatinya layak menjadi penerima manfaat bansos bisa terhalang memperoleh haknya akibat preferensi politik yang tidak sejalan dengan kepala desa ataupun lurahnya. Akhirnya, orang miskin yang dikorbankan. Bukan karena kurangnya bantuan dari pemerintah, tetapi akibat sikap lancung oknum kepala desa ataupun lurah yang berdampak pada tata kelola penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.
 
“Tidak hanya praktik politik balas budi, praktik nepotisme menyangkut bansos oleh oknum lurah maupun kepala desa juga harus segera diakhiri. Demi kesuksesan program perlindungan sosial, kami mengharap seluruh aparat di bawah menghargai niat baik Menteri Sosial dalam memperbaiki data,” imbuhnya.      
 
Anggota MPR ini juga menyerukan kerjasama dari kepala daerah untuk membantu pemerintah pusat dalam memastikan akurasi data penerima manfaat bantuan sosial. Ia meminta kepala daerah tidak segan untuk mencopot oknum lurah ataupun kepala desa yang terbukti menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri, kerabat, maupun pendukungnya dengan cara mengeksploitasi bansos. 
 
“Mereka yang terbukti menyalahgunakan bansos harus dicopot. Sanksi tegas dari bupati atau wali kota adalah wujud keberpihakan negara terhadap rakyat yang lemah dan dilemahkan, sekaligus memberikan pesan kuat kepada aparat di bawahnya untuk tidak mempermainkan hak orang miskin ,” pungkas Bukhori.* [Ril/voa-islam.com]
 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Latest News
Rakyat Malas

Rakyat Malas

Kamis, 05 Aug 2021 11:16

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Kamis, 05 Aug 2021 11:03

 Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Kamis, 05 Aug 2021 10:57

Di Surga Bersama yang Dicintai

Di Surga Bersama yang Dicintai

Kamis, 05 Aug 2021 08:06

Tanggapi Menag Soal Baha'i, Sekum PP PERSIS Imbau Umat Waspadai Paham Perusak Aqidah

Tanggapi Menag Soal Baha'i, Sekum PP PERSIS Imbau Umat Waspadai Paham Perusak Aqidah

Kamis, 05 Aug 2021 06:03

Umat Islam Luruskan Niat! Dan Bersatulah!

Umat Islam Luruskan Niat! Dan Bersatulah!

Kamis, 05 Aug 2021 04:58

PPKM Eceran

PPKM Eceran

Kamis, 05 Aug 2021 01:21

Masalah Ucapan Selamat yang Bermasalah

Masalah Ucapan Selamat yang Bermasalah

Rabu, 04 Aug 2021 23:51

Fitnah Kubro: Usaha Balas Dendam Musuh Islam

Fitnah Kubro: Usaha Balas Dendam Musuh Islam

Rabu, 04 Aug 2021 22:15

Covid-19 dan Upaya Menjaga Amanah dari Allah SWT

Covid-19 dan Upaya Menjaga Amanah dari Allah SWT

Rabu, 04 Aug 2021 21:46

Kucurkan Rp 1 Triliun Atasi Pandemi, Fahira Idris: “DNA” Muhammadiyah Memberi

Kucurkan Rp 1 Triliun Atasi Pandemi, Fahira Idris: “DNA” Muhammadiyah Memberi

Rabu, 04 Aug 2021 21:40

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian-1)

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian-1)

Rabu, 04 Aug 2021 21:00

Legislator PKS: Berapa Banyak Nyawa Lagi yang Harus Terkorbankan Demi Pencitraan?

Legislator PKS: Berapa Banyak Nyawa Lagi yang Harus Terkorbankan Demi Pencitraan?

Rabu, 04 Aug 2021 20:39

Umat Islam, Bersatulah!

Umat Islam, Bersatulah!

Rabu, 04 Aug 2021 19:41

Tradisi dan Seni Budaya Rawan Menjadi Pintu Masuk Nativisme

Tradisi dan Seni Budaya Rawan Menjadi Pintu Masuk Nativisme

Rabu, 04 Aug 2021 18:20

Gernas MUI Dapat Dukungan Penuh ACT

Gernas MUI Dapat Dukungan Penuh ACT

Rabu, 04 Aug 2021 16:13

Bahas Tantangan Dakwah di Era Digital, FMDKI Akan Gelar Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional 2021

Bahas Tantangan Dakwah di Era Digital, FMDKI Akan Gelar Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional 2021

Rabu, 04 Aug 2021 14:04

Terindikasi Kuat Lakukan Penodaan Agama, Tim Peneliti DDII Bawa Masalah Bahai ke Jalur Hukum

Terindikasi Kuat Lakukan Penodaan Agama, Tim Peneliti DDII Bawa Masalah Bahai ke Jalur Hukum

Rabu, 04 Aug 2021 07:02

Turki Tolak Bantunan Israel Untuk Perangi Kebakaran Hutan

Turki Tolak Bantunan Israel Untuk Perangi Kebakaran Hutan

Selasa, 03 Aug 2021 22:26

Pasukan Rezim Teroris Assad Lancarkan Serangan Baru Di Daraa

Pasukan Rezim Teroris Assad Lancarkan Serangan Baru Di Daraa

Selasa, 03 Aug 2021 21:54


MUI

Must Read!
X

Kamis, 05/08/2021 11:16

Rakyat Malas