Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.512 views

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

 

Oleh: Ria Fariana

Sekian tahun yang lalu, saya bertemu dengan anak SMA yang bersiap mau melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah ngobrol beberapa lama, meluncurlah beberapa pengakuan darinya. Ternyata ia akan melanjutkan kuliah kedokteran umum di Jerman.

“Kenapa harus ke Jerman? Universitas *** di dalam negeri kan bereputasi internasional.”

“Iya Mbak, tapi daya saingnya ketat banget. Gak yakin saya bisa lolos.”

“Kalau gak yakin lolos di dalam negeri, kenapa malah yakin bisa lolos di luar negeri?”

“Sistem ujian penerimaannya beda. Berkas SMA saya kirimkan ke sana, wawancara dikit dan jauh lebih mudah dan gak ribet sistem penerimaan di sana.”

“Tapi pasti mahal kan?”

“Nah itu, free kuliah di Jerman. Saya cuma harus memikirkan biaya hidup sehari-hari saja. Dan papa ada saudara di sana, jadi bisa tinggal bareng saudara papa.”

Beberapa bulan setelahnya, dia betul-betul terbang ke Jerman menempuh kuliah kedokteran dengan gratis.

Saya pun teringat pada seorang teman dekat yang sejak awal mengenal cita-cita utamanya adalah menjadi dokter. Dia pun cerdas, ya lebih cerdas lah daripada saya yang dodol di matematika, fisika dan kimia. Sebagai teman yang baik, saya dukung cita-citanya. Sayang,menjelang lulus SMA dia tak mendaftar fakultas kedokteran. Apa alasannya?

“Ortuku gak mampu buat membiayai aku kuliah kedokteran.”

“Negeri kan bisa cari beasiswa. Trus pasti ada cara supaya kamu tetap bisa kuliah di sana.”

“Ya, kan masuk awal itu tetap butuh duit. Darimana duitnya? Udahlah, realistis saja. Terlalu muluk aku mau masuk kedokteran.”

Dia yang gagal masuk fakultas kedokteran, saya yang merasa nyeri bahkan hingga saat ini. Sementara itu, seorang teman yang lain masuk fakultas kedokteran universitas swasta. Uang dana pembangunan kena setengah milyar. Belum uang SPP dan biaya per sks, serta uang jaket, iuran jurusan dan sebagainya. Mudah, bila ada uang. Masalahnya, haruskah fakultas kedokteran ini hanya boleh dimasuki  mereka yang berduit saja?

Topik ini bahasan lama sebetulnya, tapi layak diangkat seiring dengan merebaknya wabah covid19. Korban yang terus bertambah setiap hari, tenaga medis kelelahan dan tumbang terutama dari kalangan dokter. Hingga artikel ini ditulis, tak kurang 45 dokter meninggal akibat covid19. Belum tenaga kesehatan lain semisal perawat, bidan, dan tenaga laboratorium. Padahal ujung wabah ini masih belum terlihat kapan berakhir. Itu masih di kota besar. Bagaimana dengan kondisi para dokter di kota kecil atau bahkan wilayah terpencil?

Masih banyak wilayah di Indonesia yang masih belum tersentuh medis beserta dengan tenaga kesehatannya. Apakah sebegitu langkanya mencari bibit calon dokter di antara para anak negeri? Atau mungkin, ada yang salah dengan sistem pendidikan selama ini?

Profesor Johanes Surya rela bersusah-susah mencari bibit unggul ke pelosok-pelosok untuk demi kepentingan olimpiade matematika dan sains. Berhasil? Tentu. Bibit itu sering ditemukan di pelosok Irian Jaya dan Madura ujung Sumenep yang bahkan listrik pun masih langka. Permata-permata seperti ini perlu digosok oleh orang yang tepat. Bila seorang Johanes Surya beserta yayasannya bisa melakukan hal ini, negara dengan segenap kepentingan demi melindungi kesehatan rakyat tentunya harus lebih bisa dari ini.

Selain berpikir menekan angka bertambahnya korban setiap hari dengan berbagai kebijakan, sudah waktunya pemerintah terutama Kementerian Nasional bekerjasama dengan Pendidikan Tinggi memikirkan hal ini. Kita berharap wabah ini bisa segera berlalu akhir tahun. Setelahnya, segeralah disusun kebijakan tentang sistem kesehatan Indonesia. Salah satunya adalah ketersediaan tenaga dokter yang menjadi ujung tombak saat wabah datang.

Kita telah kehilangan sekian puluh tenaga medis cemerlang. Beberapa di antaranya adalah guru besar yang telah besar pula jasanya dalam dunia kesehatan. Butuh waktu berapa puluh tahun lagi untuk memiliki orang-orang sekualitas mereka? Indonesia telah mengalami darurat medis. Kondisi ini harus segera disikapi dengan baik. Salah satunya adalah membuka pintu yang lebih lebar agar fakultas kedokteran tidak lagi milik ‘the haves’ saja. Mereka yang bercita-cita menjadi dokter dan didukung potensi serta kemampuan yang ada, seharusnya tidak lagi kesulitan mendaftar menjadi mahasiswa kedokteran. Apalagi bila alasannya cuma masalah duit.

Sekolah tinggi untuk perawat juga harus lebih diperbanyak dan dipermudah prosesnya. Tentu saja dengan tidak mengabaikan kualitas dan fasilitas yang harus disediakan oleh negara. Begitu juga dengan sekolah tenaga kesehatan lainnya. Kebutuhan ini tidak bisa nanti-nanti lagi. Pemimpin negara harus sigap untuk segera membicarakan masalah ini dengan menteri dan pihak terkait. 

Mungkin Indonesia masih belum bisa seideal Jerman dalam hal memberi pendidikan tinggi gratis pada mahasiswanya. Tapi paling tidak, pengalaman menghadapi wabah covid19 ini seharusnya cukup membuat banyak pihak yang memegang kebijakan untuk mau menelaah ulang sistem pendidikan negeri ini. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Kamis, 24 Jun 2021 06:26


MUI

Must Read!
X

Kamis, 24/06/2021 09:37

Bohong dalam Delik Bohong