Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.892 views

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

 

Oleh: Ria Fariana

Sekian tahun yang lalu, saya bertemu dengan anak SMA yang bersiap mau melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah ngobrol beberapa lama, meluncurlah beberapa pengakuan darinya. Ternyata ia akan melanjutkan kuliah kedokteran umum di Jerman.

“Kenapa harus ke Jerman? Universitas *** di dalam negeri kan bereputasi internasional.”

“Iya Mbak, tapi daya saingnya ketat banget. Gak yakin saya bisa lolos.”

“Kalau gak yakin lolos di dalam negeri, kenapa malah yakin bisa lolos di luar negeri?”

“Sistem ujian penerimaannya beda. Berkas SMA saya kirimkan ke sana, wawancara dikit dan jauh lebih mudah dan gak ribet sistem penerimaan di sana.”

“Tapi pasti mahal kan?”

“Nah itu, free kuliah di Jerman. Saya cuma harus memikirkan biaya hidup sehari-hari saja. Dan papa ada saudara di sana, jadi bisa tinggal bareng saudara papa.”

Beberapa bulan setelahnya, dia betul-betul terbang ke Jerman menempuh kuliah kedokteran dengan gratis.

Saya pun teringat pada seorang teman dekat yang sejak awal mengenal cita-cita utamanya adalah menjadi dokter. Dia pun cerdas, ya lebih cerdas lah daripada saya yang dodol di matematika, fisika dan kimia. Sebagai teman yang baik, saya dukung cita-citanya. Sayang,menjelang lulus SMA dia tak mendaftar fakultas kedokteran. Apa alasannya?

“Ortuku gak mampu buat membiayai aku kuliah kedokteran.”

“Negeri kan bisa cari beasiswa. Trus pasti ada cara supaya kamu tetap bisa kuliah di sana.”

“Ya, kan masuk awal itu tetap butuh duit. Darimana duitnya? Udahlah, realistis saja. Terlalu muluk aku mau masuk kedokteran.”

Dia yang gagal masuk fakultas kedokteran, saya yang merasa nyeri bahkan hingga saat ini. Sementara itu, seorang teman yang lain masuk fakultas kedokteran universitas swasta. Uang dana pembangunan kena setengah milyar. Belum uang SPP dan biaya per sks, serta uang jaket, iuran jurusan dan sebagainya. Mudah, bila ada uang. Masalahnya, haruskah fakultas kedokteran ini hanya boleh dimasuki  mereka yang berduit saja?

Topik ini bahasan lama sebetulnya, tapi layak diangkat seiring dengan merebaknya wabah covid19. Korban yang terus bertambah setiap hari, tenaga medis kelelahan dan tumbang terutama dari kalangan dokter. Hingga artikel ini ditulis, tak kurang 45 dokter meninggal akibat covid19. Belum tenaga kesehatan lain semisal perawat, bidan, dan tenaga laboratorium. Padahal ujung wabah ini masih belum terlihat kapan berakhir. Itu masih di kota besar. Bagaimana dengan kondisi para dokter di kota kecil atau bahkan wilayah terpencil?

Masih banyak wilayah di Indonesia yang masih belum tersentuh medis beserta dengan tenaga kesehatannya. Apakah sebegitu langkanya mencari bibit calon dokter di antara para anak negeri? Atau mungkin, ada yang salah dengan sistem pendidikan selama ini?

Profesor Johanes Surya rela bersusah-susah mencari bibit unggul ke pelosok-pelosok untuk demi kepentingan olimpiade matematika dan sains. Berhasil? Tentu. Bibit itu sering ditemukan di pelosok Irian Jaya dan Madura ujung Sumenep yang bahkan listrik pun masih langka. Permata-permata seperti ini perlu digosok oleh orang yang tepat. Bila seorang Johanes Surya beserta yayasannya bisa melakukan hal ini, negara dengan segenap kepentingan demi melindungi kesehatan rakyat tentunya harus lebih bisa dari ini.

Selain berpikir menekan angka bertambahnya korban setiap hari dengan berbagai kebijakan, sudah waktunya pemerintah terutama Kementerian Nasional bekerjasama dengan Pendidikan Tinggi memikirkan hal ini. Kita berharap wabah ini bisa segera berlalu akhir tahun. Setelahnya, segeralah disusun kebijakan tentang sistem kesehatan Indonesia. Salah satunya adalah ketersediaan tenaga dokter yang menjadi ujung tombak saat wabah datang.

Kita telah kehilangan sekian puluh tenaga medis cemerlang. Beberapa di antaranya adalah guru besar yang telah besar pula jasanya dalam dunia kesehatan. Butuh waktu berapa puluh tahun lagi untuk memiliki orang-orang sekualitas mereka? Indonesia telah mengalami darurat medis. Kondisi ini harus segera disikapi dengan baik. Salah satunya adalah membuka pintu yang lebih lebar agar fakultas kedokteran tidak lagi milik ‘the haves’ saja. Mereka yang bercita-cita menjadi dokter dan didukung potensi serta kemampuan yang ada, seharusnya tidak lagi kesulitan mendaftar menjadi mahasiswa kedokteran. Apalagi bila alasannya cuma masalah duit.

Sekolah tinggi untuk perawat juga harus lebih diperbanyak dan dipermudah prosesnya. Tentu saja dengan tidak mengabaikan kualitas dan fasilitas yang harus disediakan oleh negara. Begitu juga dengan sekolah tenaga kesehatan lainnya. Kebutuhan ini tidak bisa nanti-nanti lagi. Pemimpin negara harus sigap untuk segera membicarakan masalah ini dengan menteri dan pihak terkait. 

Mungkin Indonesia masih belum bisa seideal Jerman dalam hal memberi pendidikan tinggi gratis pada mahasiswanya. Tapi paling tidak, pengalaman menghadapi wabah covid19 ini seharusnya cukup membuat banyak pihak yang memegang kebijakan untuk mau menelaah ulang sistem pendidikan negeri ini. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Rabu, 01 Dec 2021 18:32

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Rabu, 01 Dec 2021 18:04

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Rabu, 01 Dec 2021 16:29

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Rabu, 01 Dec 2021 15:34

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Rabu, 01 Dec 2021 14:52


MUI

Must Read!
X