Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.810 views

Lagi-lagi Teror Bom

Kembali teror bom melanda kota Jakarta. Suasana Terminal Kampung Melayu yang biasanya tenang, tiba-tiba berubah menjadi kepanikan. Orang-orang berlarian ketakutan berusaha menjauh dari kawasan yang menjadi tempat mangkalnya berbagai angkutan kota tersebut. Dan inilah yang terjadi pukul 21:00 WIB pada 24 Mei lalu. Dua ledakan bom menghantam Terminal Kampung Melayu di dekat halte Trans Jakarta.

Tidak butuh waktu yang lama, foto-foto situasi di Terminal Kampung Melayu pasca ledakan sudah menyebar di media sosial. Secara liar foto-foto yang menampilkan potongan kepala dengan bagian dada yang hancur, potongan tangan dan kaki, menyebar bagaikan air bah masuk ke gadget warga sehingga semakin meneror masyarakat khususnya umat Islam yang dalam hitungan jam akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Polisi dengan sigapnya langsung mengambil kesimpulan bahwa ledakan disebabkan oleh bom bunuh diri dan para pelaku adalah jaringan kelompok ISIS yang terkenal dengan aksi terornya. Namun, beberapa netizen meragukan kesimpulan pihak kepolisian, dengan menyebut kalau teror bom itu adalah pengalihan isu, konspirasi dan lainnya. Bahkan ada netizen membuat analisa layaknya seorang pakar bahwa bom Kampung Melayu adalah bla bla bla. Yah sah-sah saja melakukan analisa dan mengambil kesimpulan selagi belum ada hasil penyelidikan resmi serta kredibel terkait masalah itu.

Mengutip analisa seorang teman, terkait aksi peledakan bom di Terminal Kampung Melayu, umat Islam sedikitnya terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

1) Kelompok pertama, meyakini bahwa kejadian peledakan bom dan aksi teror serupa dilakukan oleh kelompok ghuluw takfiriyun dan yang sehaluan dengan mereka.

2) Kelompok kedua, meyakini bahwa kejadian peledakan yang selama ini terjadi adalah rekayasa pihak tertentu untuk menutupi kasus yang lebih besar.

3) Kelompok ketiga, menggabungkan antar pendapat yang ada, yaitu peledakan bisa jadi oleh kelompok takfiri dengan dimanfaatkan oleh pihak tertentu sehingga seperti rekayasa.

Terkait mana yang benar, Wallahu A'lam

Yang jelas jika ledakan bom itu dilakukan oleh kelompok yang mengaku Islam, maka kita tidak bisa mengerti apa alasan logis mereka menyerang kawasan yang banyak warga sipil tersebut. Namun jika ledakan bom itu dilakukan oleh kelompok di luar Islam, jelas ini merupakan bentuk provokasi dan intimidasi terhadap mayoritas umat Islam Jakarta yang sebentar lagi akan menjalani ibadah puasa.

Harus menjadi catatan kita bahwa serangan bom yang menyasar kawasan banyak warga sipilnya bukan melulu adalah pengalihan isu ataupun ulah aparat sendiri. Tapi harus kita akui bahwa memang ada kelompok-kelompok Islam yang kerjanya memang seperti itu. Alih-alih menyerang obyek vital atau tokoh yang dianggap anti Islam oleh sebagian umat Islam, justru yang jadi sasaran adalah polisi lalu lintas, rumah ibadah dan sebagainya. Aneh? Iya memang aneh. Tapi itu adalah fakta bahwa ada umat Islam yang memiliki pemahaman ghuluw dan mutasyaddid.

Untuk kelompok Islam seperti itu kita akan sulit untuk memahaminya kecuali dengan kacamata mereka. Bagi mereka kaidahnya adalah man lam yukaffir al-kafir fahuwa kafir (Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir maka dia kafir). Kaidah yang benar namun salah penempatan. Jadi wajar kalau ada yang menjadikan sasaran serangannya ke obyek-obyek yang tidak jelas hanya karena obyek itu dianggap antek thoghut, sedangkan thoghut adalah kafir. Yang parahnya jika kita yang tidak mengkafirkan apa yang mereka anggap kafir, kita divonis kafir juga oleh mereka. Wallahu A'lam

Redaksi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X