Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.938 views

Ketika Buah Hati Menjadi Komoditas Penghasil Materi

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani, S.S

(Penulis Buku dan Aktivis Dakwah)

 

Kehadiran buah hati di tengah-tengah pernikahan merupakan impian setiap pasangan suami istri. Maka, tak heran buah hati akan menjadi pelipur lara bagi setiap orang tua. Apa pun akan dilakukan demi kebahagiaan mereka. Namun, tidak halnya dengan pasangan suami istri muda di Palembang, mereka justru menjual bayinya yang baru berusia 1 bulan seharga Rp7 juta. Usut punya usut, mereka tega menjual bayinya demi memenuhi hasratnya membeli barang haram narkoba.

Pun halnya dengan seorang ibu di Medan tembung, Sumatera Utama, yang pada awal tahun 2021 ini tertangkap aparat karena menjual anak kandungnya sendiri yang berusia 19 tahun kepada pria hidung belang. Selama satu tahun sang anak dipaksa melayani nafsu bejat para lelaki hidung tersebut, penghasilannya oleh sang ibu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membeli narkoba. (Republika.co.id/11-01-2021)

Tak hanya di dalam negeri, di luar negeri pun kasusnya marak. Sebagaimana yang dilakukan oleh seorang wanita di Brasil bernama  Marilza Medeiros da Conceicao, yang menjual 8 anaknya demi membeli narkoba. (Suara.com/05-08-2021)

Sederatan fakta tersebut sungguh membuat kita mengelus dada. Betapa tega orang tua menjual darah dagingnya sendiri demi keuntungan materi yang tak seberapa. Lebih-lebih ditujukan untuk membeli sesuatu yang jelas-jelas membawa pada kerusakan, narkoba.

Petaka Narkotika

Sudah begitu banyak efek negatif yang ditimbulkan akibat narkoba, namun nyatanya penggunanya masih saja ada. Apa lagi kalau bukan karena mereka terjerat pada tipu daya kesenangan dunia yang sesaat. Mereka melupakan dampak negatif akibat mengonsumsi narkoba. Sejatinya narkoba merupakan zat adiktif yang dapat memberikan efek ketenangan, namun di sisi lain dapat menjadikan pelakunya kehilangan cairan tubuh (dehidrasi), depresi, kejang-kejang, sesak napas, hingga  mengalami halusinasi.

Sungguh, ketenangan sesaat yang dirasakan saat mengonsumsi narkoba jauh lebih sedikit ketimbang bahaya yang ditimbulkannya. Penyalahgunaan narkoba juga dapat berdampak pada terganggunya kualitas hidup, seperti sulit berkonsentrasi, hilangnya kesadaran, kecemasan yang terus-menerus, dan depresi. Bahkan risiko yang paling fatal dari penggunaan narkoba ini adalah kematian.

Di sisi lain, ditilik dari sudut pandang syariat Islam, narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) merupakan zat haram yang terlarang untuk dikonsumsi, karena terkategori sebagai zat yang memabukkan (khamr).

“Khamar adalah segala sesuatu yang menutup akal.” (HR Bukhari Muslim)

Sungguh apa-apa yang Allah larang berarti mengandung kebahayaan bagi manusia. Begitulah hakikatnya dalam syariat ada maslahat. Maka, berpegang teguh pada syariat selain wujud ketaatan kepada Allah Swt, juga sebagai bentuk ikhtiar kita meraih maslahat dan menjauhi mudarat.

Kapitalisme Memantik Kejahatan Sistemis

Hanya dalam sistem kapitalisme, seseorang dapat dengan mudah melakukan kejahatan. Tak bersisa jejak akidah di dalam jiwanya, apa lagi naluri kasih sayang, menguap terempas ambisi duniawi. Betapa tidak, orang tua berjenis manusia tega mengorbankan anak kandungnya sendiri demi kepentingan pribadinya, parahnya kepentingan yang negatif. Bukankah hal tersebut jauh lebih biadab ketimbang hewan? Hewan saja tak ada yang melukai anaknya sendiri, bahkan sekelas hewan buas, harimau misalnya, akan melakukan beragam pembelaan terhadap anaknya dari serangan musuh yang hendak memangsanya.

Padahal manusia telah Allah karuniakan akal untuk berpikir, sedangkan hewan tidak. Mengapa akal tersebut seolah tak berfungsi? Inilah kejahatan sistematis yang diciptakan sistem kapitalis hari ini. Membuat orang hilang nalar, rasa, hingga akidah. Bagaimana tidak, kapitalisme telah menciptakan iklim kehidupan yang berorientasi materi, ditambah lagi pengadopsian akidah sekularisme oleh negeri ini, menjadikan paham liberal merasuki sendi-sendi kehidupan umat. Akhirnya bersikap dan bertindak serba bebas menjadi hal yang lumrah di negeri ini, asalkan tidak menyenggol kepentingan orang lain.

Kapitalisme juga menumbuhsuburkan bisnis narkoba. Hal tersebut tentu saja sejalan  dengan prinsip ekonomi kapitalisme bahwa permintaan berbanding lurus dengan penawaran. Tak peduli meski haram, berbahaya, dan menimbulkan efek samping yang negatif bagi penggunanya, selama masih menguntungkan, maka akan tetap diperjualbelikan.

Demikianlah fakta busuk penerapan sistem kapitalisme sekuler di negeri ini, menciptakan lingkaran setan yang tak berkesudahan. Lantas, belumkah saatnya bagi kita untuk menyadari bahwa sistem ini perlu diganti? Padahal sudah ada tawaran sistem pengganti yang mampu menyolusi, yakni sistem Islam kaffah.

Hanya dengan penerapan syariat Islam secara sempurna saja bisnis narkoba dapat dicabut hingga ke akarnya, sebab Islam mengharamkan jual beli barang haram, termasuk narkoba. Islam menggariskan bahwa bisnis tak sekadar berorientasi untung, melainkan juga berorientasi rida Allah Ta'ala. Hanya dalam naungan sistem Islam juga, praktik-praktik penjualan anak akan dibabat habis. Sebab Islam akan berupaya menjaga anak-anak sebagai generasi penerus peradaban dengan seperangkat aturan yang sempurna dan paripurna. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Makan Gila di Kedai Pause Rawamangun dipindah Pelayan yang tidak ramah

Makan Gila di Kedai Pause Rawamangun dipindah Pelayan yang tidak ramah

Senin, 03 Oct 2022 14:19

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Ahad, 02 Oct 2022 21:23

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Ahad, 02 Oct 2022 21:20

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Ahad, 02 Oct 2022 21:17

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Ahad, 02 Oct 2022 20:25

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Ahad, 02 Oct 2022 15:45

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Ahad, 02 Oct 2022 15:09

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Ahad, 02 Oct 2022 10:26

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Ahad, 02 Oct 2022 09:38


MUI

Must Read!
X