Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.696 views

Choose to Challenge Perkawinan Anak, Solutifkah?

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

"Choose to Challenge” menjadi tema besar Hari Perempuan Internasional tahun ini. “Memilih untuk Menantang” kaum perempuan untuk mau bicara terbuka, mengungkapkan bias dan ketidaksetaraan gender yang masih ada. Pada kesempatan kali ini isu yang diaruskan salah satunya adalah menghentikan perkawinan anak.

Fakta di lapangan mencatat ada enam puluh empat ribu anak perempuan Indonesia di bawah umur dikawinkan pada masa pandemi lalu. Mereka tidak diberi pilihan (voaindonesia.com, 10/3/2021). Fenomena ini dianggap sebagai salah satu bentuk penindasan dan pengambilan hak bagi anak oleh para aktivis feminis.

Korban Kawin Anak

Rasminah, seorang wanita pelaku kawin anak, menceritakan bahwa ayahnya lumpuh sejak kecil. Keluarganya miskin. Saat menginjak usia 13 tahun, ia diminta untuk menikah saja. Karena orangtuanya tak punya biaya untuk menyekolahkannya. Sayang, dua tahun pernikahannya sang suami hilang entah ke mana. "Mungkin karena saya ga bisa ngurus suami dan anak. Kan saya masih kecil. Masih seneng main sama teman-teman. Suami dan anak diurusin ibu saya," begitu ungkapnya.

Rasminah dijadikan sosok korban pahitnya kawin anak. Penyesalan demi penyesalan dilontarkan. Lebih baik sekolah dulu tinggi-tinggi, dapat pekerjaan yang layak, baru memikirkan tentang menikah.

Para aktivis menyuarakan bahwa perkawinan anak ini sangat membahayakan, sehingga harus dihentikan sampai ke akarnya. Membongkar tafsir agama, adat, juga masalah struktural seperti kemiskinan agar dihasilkan satu suara yang sama, mendorong anak untuk sekolah dan bekerja sampai usia dewasa, bukan menikah.

Apalagi anak-anak dianggap belum siap secara mental dan psikologis dalam menjalankan perannya sebagai istri, ibu, menantu. Sebagaimana yang disuarakan pakar psikolog bahwa remaja masa-masanya labil, jiwa pemberontak dan ingin berpetualang. Semakinlah menguatkan citra bahwa pernikahan dini merupakan salah satu pelanggaran bagi hak anak.

Waspada Jebakan Feminis Liberal

Sebagai muslim, tentu kita harus menggunakan islam sebagai standar dalam berpikir, menilai sesuatu dan juga beraktivitas. Islam memandang perkawinan sebagai ikatan suci yang menggetarkan Arsy Allah.

Islam memandang pernikahan sebagai jalan mulia dalam melangsungkan kelestarian kehidupan manusia di bumi ini. Islam pun mengatur hak dan kewajiban suami istri dalam berumah tangga. Suami memang diberikan peran sebagai qawwam, karena ia akan dimintai pertanggungjawaban yang berat di hari penghisaban kelak. Tapi, dalam bergaul dengan istri dan anak-anaknya, suami dianjurkan untuk berbuat ma'ruf, sebagaimana Rasul berbuat ma'ruf kepada istri dan keluarganya.

Pemikiran yang memusuhi pernikahan dini atau kini bahasanya menjadi perkawinan anak harus kita waspadai. Karena secara tidak langsung justru menyerang agama ini. Islam tidak melarang pernikahan dini. Apalagi dalam sirah diceritakan bahwa Rasul menikahi Aisyah binti Abu Bakar saat ia berusia 9 tahun. Umur yang masih sangat belia bukan?

Tapi, di umurnya yang belia itu, ia sukses dididik menjalani perannya sebagai istri dan ummul mukminin. Tak hanya itu, ia pun dikenal dengan kecerdasannya. Ia bisa memahami hadits-hadits Rasulullah SAW, mengingatnya, dan kemudian meriwayatkannya.

Inilah potret keberhasilan pendidikan dalam Islam. Baik pendidikan dalam rumah tangga atau pendidikan secara umum. Laki-laki disiapkan menjadi qawwam yang baik bagi istri dan anaknya. Perempuan disiapkan menjadi istri, dan ibu bagi anaknya.

Akhirnya...

Sejatinya pelarangan pernikahan dini adalah bentuk kegagalan sistem kapitalisme sekulerisme dalam mencetak manusia yang bisa menjalani perannya. Baik peran dalam keluarga, masyarakat, bahkan bernegara.

Mari beralih pada sistem yang shohih, yang Allah ridhoi dan berkahi, yakni sistem Islam kaffah. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X