Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.829 views

Perempuan 'Tertindas', Haruskah Melawan?

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd.

"She is the queen!"

"Badass!"

Kata-kata itu dilontarkan saat melihat perempuan yang disudutkan dan disalahkan melakukan perlawanan dan balasan. Baik perlawanan dengan kata-kata atau juga tindakan. Seolah ada rasa terpuaskan ketika tahu ada perempuan berani melakukan perlawanan.

Perempuan dan orang-orang yang lemah baik secara fisik, mental, atau bahkan lemah finansial, biasanya suka mengalami perlakuan yang kurang atau bahkan tidak menyenangkan. Kenapa? Karena saat ini hukum rimba yang berkuasa. Yang kuatlah yang akan menang. Kuat fisiknya, kuat mentalnya, juga kuat finansialnya.

Lelah, bosan, jenuh, dan muak dengan penindasan, naluri mempertahankan diri pun terusik. Korban melawan, menampilkan ketidaksukaan. Menjelaskan ketidaknyamanannya saat diperlakukan tidak baik atau saat mendapat perlakuan yang membuatnya sakit hati.

Karakter 'strong' apalagi pada sosok perempuan pun semakin diidamkan bahkan oleh sesama kaum perempuan lagi. Strong dalam artian bisa membalas perbuatan yang tidak menyenangkan yang menimpa dirinya. Strong fisiknya, strong mentalnya, dan strong finansialnya.

Lantas sebagai makhluk yang beragama, sudah seharusnya kita bertanya pada agama kita. Bagaimana pandangannya terhadap hal ini?

Allah swt menciptakan manusia dengan fitrahnya. Termasuk di dalamnya naluri mempertahankan diri atau gharizatul baqa'. Naluri ini akan muncul diantaranya kala disudutkan, disalahkan, dan dituduh. Penampakan ini berupa perlawanan, membela diri pun muncul.

Kenapa Allah berikan naluri ini pada kita? Naluri ini adalah investasi dari kepemimpinan pada diri. Bukankah kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri? Bagi laki-laki inilah yang menjadi investasi mereka menjadi pemimpin. Kemampuan bertahan, melawan, membela diri dan keluarganya, juga membela umat.

Jadi, apakah setiap momen yang membuat perempuan merasa tak nyaman, tak enak, menjadi korban, harus dikeluarkan penampakan naluri mempertahankan diri ini? Haruskah melawan? Haruskah membalas setiap ucapan yang menyakitkan?

Betul, Allah Maha Adil menetapkan hukuman qisas. Mata dibalas mata, tangan dibalas tangan, kaki dibalas kaki. Semuanya ada balasan yang setimpal. Tapi, tidak semua perkataan harus dibalas. Tidak semua ucapan harus dijawab. Tidak harus selalu melawan.

Kapan kita boleh melawan? Saat kita betul-betul didzalimi secara fisik dan mental. Pertama-tama, ingatkanlah dengan ma'ruf. Kalau tidak mempan, ingatkan dengan tegas. Katakan bahwa kita terganggu, tak nyaman, tak suka dengan perbuatannya. Kalau tak mempan, panggil pihak ketiga tuk memediasi komunikasi. Kalau masih juga, panggillah pihak yang berwajib.

Kapan kita lebih baik diam? Saat kita justru terluka hati oleh orang-orang terdekat. Seperti ayah, ibu, suami, anak, adik, kakak, dll. Kalau bisa membalas tetap dalam keadaan tenang dan santun, silakan. Tapi, kalau tidak. Lebih baik diam. Tunggu dulu semuanya tenang. Baru sampaikan pendapat dengan kepala dingin.

Yang harus diingat, kala berkomunikasi dengan keluarga, walau mereka anggota keluarga kita, yang terdekat dengan kita, tetaplah perhatikan pilihan kata-kata yang digunakan. Kalau kita pernah terluka oleh kata-kata mereka, jangan sampai kita juga melukai mereka dengan kata-kata kita. Apa bedanya kita dan mereka?

Bahkan, psikolog pun takkan menyarankan anak yang sudah dewasa berterus terang bicara pada orangtuanya yang sudah sepuh bahwa orangtuanya sudah melukainya. Kenapa? Karena semakin sepuh usia orangtua kita, semakin sensitif perasaan mereka. Lebih mudah tersinggung.

Psikolog menyarankan untuk menuliskan semua keluh kesah, unek-unek kita di selembar kertas yang seolah dibaca oleh orangtua, kemudian dirobek atau dibakar. Ini sebagai simulasi diri berkomunikasi dengan orangtua. Harapannya tidak ada lagi hutang beban masa lalu. Sehingga diri bisa fokus mengerjakan amanah yang kini ada.

"Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia yaitu kedzaliman dan durhaka (pada orangtua)." (HR. Hakim)

Sama halnya jika kasus ini terjadi antara suami dan istri. Suami istri adalah partner dalam kebaikan. Sebagaimana doa saat pernikahan dilantunkan. "Baarakallahu lakuma wa wabaroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair" (semoga Allah memberkahi kalian dan memberkahi kalian berdua dan mengumpulkan dalam kebaikan).

Karena statusnya partner, istri paling tahu apa yang akan menyakiti suaminya. Suami pun begitu, ia paling tahu apa yang akan menyakiti istrinya. Yang harus direnungi adalah apakah kita akan meledak dan mengeluarkan semua kata-kata dari benak kita pada suami. Termasuk kata-kata yang menyakitinya?

Kita bisa memilih untuk diam atau bicara baik-baik dengan suami. Kita bisa memilih untuk menuruti ego dengan bersikap badas pada suami. Membalas semua pernyataannya. Merasa menjadi korban dalam hubungan rumah tangga. Istri selalu benar dan istri adalah korban yang paling menyedihkan bagi kehebohan suami. Atau kita bisa memilih untuk menjadi penyelamat rumah tangga. Berperan aktif dalam menyelamatkan biduk rumah tangga.

Sebagaimana Umar bin Khatab katakan, "Aku tidak pernah menyesal atas diamku, tapi aku berkali-kali menyesali bicaraku."

Demikianlah, tak semua ucapan harus dibalas, tak semua rasa sakit harus dibalas. Karena boleh jadi itu dilakukan tanpa sengaja oleh orang terdekat kita. Dan Allah lebih menyukai orang yang memaafkan.

Kata-kata badas, atau ikut puas dengan pembalasan dan perlawanan yang dilakukan perempuan oleh sesamanya, adalah bentuk terbiasanya perempuan ditindas dalam sistem ini. Lantas, masihkah kita betah tinggal dalam sistem yang menindas kita?

Semoga Allah kembalikan kemuliaan perempuan, kemuliaan umat Islam dengan penerapan diinNya. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Selasa, 04 Aug 2020 15:04

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

Selasa, 04 Aug 2020 11:36

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Selasa, 04 Aug 2020 09:52

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Selasa, 04 Aug 2020 09:50

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Senin, 03 Aug 2020 19:49

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Senin, 03 Aug 2020 19:36

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Senin, 03 Aug 2020 19:26

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Senin, 03 Aug 2020 15:15

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Senin, 03 Aug 2020 14:28

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Senin, 03 Aug 2020 09:46

Ajaibnya Quranic Quantum Rizki (QQ Rizki), 8 Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ajaibnya Quranic Quantum Rizki (QQ Rizki), 8 Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Senin, 03 Aug 2020 08:38

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Senin, 03 Aug 2020 08:32

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

Ahad, 02 Aug 2020 23:15

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Ahad, 02 Aug 2020 22:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X