Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.202 views

KDRT di Masa Pandemi? STOP!

 

Oleh: Aisyah Farha

Hati ini rasanya semakin pilu saat mendengar kekerasan kepada perempuan meningkat selama pandemi. Komnas perempuan menyatakan hal ini berdasarkan survei yang dijaring dari 2500 lebh wanita mulai April hingga Mei 2020, sebanyak 80% perempuan mengaku mengalami KDRT (liputan6.com). Di tengah keadaan yang serba sulit seperti saat ini, para perempuan juga harus merasakan kekerasan fisik.

Kekerasan dalam rumah tangga bisa dipicu oleh beberapa perubahan kondisi. Seperti misalnya para bapak yang tinggal di dalam rumah padahal biasanya berada di luar. Lalu kondisi keuangan yang menurun drastis bisa jadi penyebab bahkan tidak sedikit pertemuan yang semakin intens antara anggota keluarga justru yang menyebabkan kekerasan terjadi.

Anak-anak yang biasanya bermain di luar dan bertemu dengan teman-teman, kini menjadi sangat bosan di rumah. Rasa bosan itu terkadang menyebabkan mereka melakukan hal-hal yang tidak disukai orangtua, sehingga tidak jarang anak-anak menjadi korban baik secara verbal maupun fisik.

Perubahan kondisi yang mendadak ini kemungkinan penyebab dari meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga. Anggota keluarga tidak siap untuk sering bertemu. Orangtua tidak siap melihat kenakalan anak-anaknya, suami tidak siap melihat istrinya yang terus mengeluh, bahkan istri tidak siap melihat suaminya tidak berpenghasilan.

Di antara semua pihak yang terlibat di atas, pihak perempuan sering menjadi korban. Perempuanlah yang selalu merasakan sakit karena kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Itu karena ia memiliki fisik yang lebih lemah dari laki-laki, juga memiliki perasaan yang lebih halus sehingga rela menahan semua rasa sakit itu.

Kita juga tidak bisa pungkiri bahwa kita sedang berada di tengah masyarakat sekuler. Sekulerisme adalah sebuah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga masyarakat yang ada dalam sekulerisme akan bertindak sesuka hati mereka, tanpa mengindahkan ajaran agama. Masyarakat sekuler memiliki semboyan, siapa yang kuat ialah yang menang, dan siapa yang lemah ialah yang akan tertindas.

Maka kaum perempuan di tengah masyarakat sekuler akan selalu menjadi korban kekerasan, karena memiliki fisik yang lebih lemah dari laki-laki. Kaum lelaki yang merasa lebih kuat akan merasa berhak melakukan kekerasan pada kaum perempuan karena fisiknya lebih kuat. Inilah salah satu dari sekian banyak penyebab kasus kekerasan pada perempuan.

Maka marilah kita cari solusi bersama untuk menuntaskan masalah ini setuntas-tuntasnya. Agar tidak ada lagi kekerasan yang menimpa perempuan baik di Indonesia maupun di dunia.

Jika kita runut ke akarnya, maka permasalah kekerasan ini terjadi karena penerapan sekulerisme dalam kehidupan, selama sekulerisme masih diterapkan maka dipastikan kekerasan terhadap perempuan akan terjadi selamanya. Maka kita membutuhkan solusi yang lain, solusi yang tuntas atas permasalahan ini.

Solusi yang menuntaskan itu tiada lain adalah Islam dan syariatnya. Ini dibuktikan oleh sejarah. Jauh sebelum Rasulullah diangkat menjadi nabi, kaum perempuan di jazirah arab mengalami kekerasan fisik dan mental, baik anak perempuan maupun perempuan dewasa, semua berada di bawah kekuasaan laki-laki. Wanita sangat tidak dihargai, bahkan menjadi harta yang bisa diwarisi. Anak perempuan yang lahir adalah aib hingga ada yang menguburnya hidup-hidup.

Lalu datanglah syariat Islam yang merubah penderitaan perempuan menjadi kemuliaan untuknya. Dalam Islam perempuan begitu mulia, bahkan sejak ia dilahirkan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memelihara dua anak perempuannya sampai mereka dewasa, dia dan aku akan datang pada hari perhitungan seperti ini” (dan beliau menunjukkan dengan dua jarinya yang disatukan) (HR Ahmad no. 2104). Hadist ini menegaskan betapa menguntungkannya memiliki dan mendidik anak perempuan, karena balasannya akan mendapat kemuliaan bersama-sama dengan Rasulullah di surga kelak.

Abdullah bin Amr bin Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya” (HR Ibnu Majah). Hal ini mempertegas bahwa wanita sangat dimuliakan dalam Islam. Dengan adanya tuntunan ini, maka laki-laki akan menggunakan kekuatan fisiknya untuk melindungi wanita, bukan malah menyakitinya.

Islam adalah paket lengkap kehidupan, yang akan mengantakan kita kepada kebahagiaan. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah melaksanakan seluruh syariat Islam dengan kaffah, dan meninggalkan sekulerisme. Sekulerisme sudah terbukti gagal dan hanya menambah kesengsaraan kita. Maka kembalilah kepada Islam, solusi tuntas kehidupan yang akan memuliakan wanita dan menghindarkannya dari kekerasan apapun bentuknya. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Kamis, 24 Jun 2021 06:26


MUI

Must Read!
X