Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.250 views

Kasus Meninggalnya Santri Gontor, Ujian Bagi Pendidikan Islam

 

Oleh: Rochma Ummu Arifah

Publik dikejutkan dengan tersebarnya video singkat pengacara kondang, Hotman Paris bersama dengan seorang wanita berjilbab sedang dalam keadaan menangis tersedu-sedu. Ternyata, ibu tersebut mengadukan nasib putranya yang baru saja meninggal dan disinyalir meninggal karena dianiaya. Publik pun semakin kaget saat mengetahui bahwa yang meninggal adalah santri atau murid Pondok Pesantren Gontor.

Meninggalnya Santri Gontor

Berita meninggalnya satu santri Gontor ini begitu cepat menyebar melalui sosial media. Korban meninggalkan awalnya dilaporkan pihak pesantren Gontor meninggal karena kelelahan selepas acara Perkemahan Kamis Jumat (PerKaJum). Namun, pihak keluarga korban, terutama sang ibu melihat adanya tanda-tanda ketidakwajaran dalam jasad korban seakan korban mengalami tindak kekerasaan. Akhirnya, pihak Gontor mengkonfirmasi bahwa ada dugaan penyebab kematian korban ini adalah karena penganiayaan.

Tak lama, berita ini pun menjadi trending topik setelah sang ibu menemui pengacara kondang, Hotman Paris untuk meminta bantuan dalam menindaklanjuti kasus putranya yang telah meninggal ini. Hotman Paris pun mendesak Kapolda Jawa Timur untuk melakukan pengusutan terhadap kematian santri Gontor ini.

Pihak lain pun tak ikut tinggal diam dalam merespon kasus kematian ini. Menanggapi kasus ini, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyusun regulasi untuk mengantisipasi kasus kekerasan di lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Kemenag berharap tidak terulangnya kembali kasus serupa. Menurutnya, saat ini harus ada regulasi yang jelas dan tegas mengenai hal ini. Regulasi tersebut saat ini sudah dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

Ujian Bagi Pendidikan Islam

Tidak dapat dipungkiri bahwa pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai islami menjadi ujung tombak pembentukan karakter generasi muslim. Terlebih saat ini di mana terdapat peningkatan kesadaran orang tua untuk lebih memilih pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi putra putri mereka dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Salah satu yang mendasari adalah adanya kesadaran akan pentingnya pemahaman ilmu agama di mana hal ini bisa diakomodir lebih baik oleh pondok pesantren.

Berita meninggalnya Santri Gontor ini saat ini mampu memberikan pengaruh besar pada cara pandang orang tua mengenai pondok pesantren. Sebagian menjadi takut untuk memandikan anak mereka melihat kasus seperti ini. Belum lagi mencuat pula berita bullying yang terjadi di pondok. Ketakutan akan peristiwa yang sama yang bisa dirasakan putra putri merekalah yang membuat pilihan memondokan anak harus dikaji ulang dan lebih mendalam.

Tentu saja, setiap lembaga pendidikan sangatlah menentang dan menolak adanya tindak bullying terlebih sampai pada kasus kekerasan bahkan yang sampai menyebabkan kematian. Terlebih pondok pesantren yang notabene mengutamakan pendidikan agama sangat menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Fakta Pondok Pesantren di Era Sekuler

Salah satu penyebab naiknya angka orangtua yang memondokan anaknya adalah karena realitas pendidikan sekuler saat ini. Minimnya porsi belajar agama yang dicetuskan pendidikan sekuler menghasilkan output yang jauh dari rasa takut kepada Sang Pencipta sehingga banyak melakukan hal-hal di luar norma dan nilai kehidupan. Lantas, pondok pesantrenlah yang dianggap mampu untuk lebih mengarahkan generasi saat ini pada keimanan kepada Zat Yang Maha Tinggi.

Sebagai satu sistem yang ada bersama dengan sistem-sistem lainnya di dalam kehidupan, sistem pendidikan tentu tak saat berjalan sendirian mengemban misi menghadirkan generasi unggul. Tugas berat ini tak akan mampu dijalankan jika sistem-sistem lainnya tak mendukung dan justru membuat kerusakan. Fakta inilah yang terjadi hari ini.

Setiap santri yang mondok tidak dapat dipastikan tidak terpapar oleh bobroknya sistem saat ini. Justru sebagian merupakan korban sistem yang memiliki kualitas di luar yang diharapkan. Bahkan, pondok pesantren diharapkan mampu menjadi tempat pembersihan bagi jiwa-jiwa yang sudah terkontamina sistem sekarang dan jauh dari napas aturan Islam. Tugas berat pondok pesantren sebagai realisasi sistem pendidikan Islam di masa penerapan aturan sekulerisme.

Alhasil, terjadilah aneka ragam konflik di dalam pondok pesantren ini. Salah satunya adalah apa yang terjadi pada kasus meninggalnya santei Gontor ini. Hal ini mengungkapkan bahwa sistem pendidikan semata tak akan mampu menghadirkan kualitas generasi yang diharapkan Islam jika tidak ditopang dengan sistem-sistem yang lainnya misal sistem tata pergaulan masyarakat, sistem ekonomi atau pun sistem pemerintahan.

Sejatinya, sistem pendidikan adalah bagian integral bersama dengan sistem-sistem yang lainnya guna menciptakan satu masyarakat yang unik dan khas yang berlandaskan pada Islam. Kesatuan Islam ini menerapkan aturan Islam sebagai standartnya dan kemudian mampu melahirkan peradaban yang mulia yang diisi dengan generasi gemilang sebagai salah satu outputnya. Sistem inilah yang didamba oleh kaum muslim untuk kembali memimpin dunia.

Menjadi satu tantangan tersendiri bagi pondok pesantren sebagai satu lembaga pendidikan islami untuk kembali memperlihatkan bahwa inilah opsi terbaik yang dimiliki oleh setiap orang tua dalam memilih sekolah yang tepat. Di tengah gempuran bobroknya sistem sekuler dan pengaruhnya dalam kehidupan, lembaga pendidikan Islam inilah yang paling tidak diharapkan mampu untuk tetap mengawal generasi menuju ketaatan kepada Rabbnya dan kepatuhan pada setiap syariat yang diturunkan. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32


MUI

Must Read!
X