Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.837 views

Persepsi Kontrasepsi, Sebuah Dilema?

 

Oleh: Alga Biru

World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia jatuh pada tanggal 26 September tiap tahunnya. Sejenak kita berpikir lebih dalam kenapa kita melakukan apa yang disebut ‘melanjutkan keturunan’.  Pemakaian kontrasepsi salah satunya berkhasiat ‘menjarakkan usia kelahiran anak’ atau bahkan tidak memiliki anak sekalian. Kenapa? Kontrasepsi merujuk dari kata “kontra” yang berarti mencegah/ menghalangi dan “konsepsi” yang berarti pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan sel sperma. Singkat cerita, kontrasepsi yaitu suatu jalan mencegah kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur degan sperma.

Sebagai makhluk unik dan berbudaya, kita bisa memilih tidak memiliki atau menunda punya anak. Cara ini ditempuh konon dalam rangka meraih kebahagiaan hidup manusia. Lagi-lagi, lantaran kita makhluk rumit yang mempunyai sejumlah kebutuhan, menunda kehadiran anak atau tidak memiliki anak dianggap lebih menjanjikan dan mengecilkan resiko masalah. Bayangkan, orang yang punya anak harus mendanai anak-anaknya sepanjang tahun bahkan bisa jadi seumur hidup.

Jika sepasang suami istri ingin punya anak maka keduanya harus merancang keuangan jauh-jauh hari untuk pemeriksaan kesuburan, mengecek kehamilan, perbaikan nutrisi dan lainnya. Kebutuhan ini terus meningkat seiring kelahiran anak tersebut dan seterusnya. Berdasarkan data tahun 2009  diperkirakan butuh dana Rp25.588.000 untuk keperluan membesarkan seorang anak. Angka ini belum termasuk biaya pengeluaran susu formula atau pendamping bayi seandainya memang diperlukan. Data tahun 2016 lebih besar lagi yang mana estimasi biaya sekitar Rp31.596.000 dengan asumsi yang sama. (tirto.id)

Lebih dari sekadar perhitungan finansial, membesarkan seorang anak tentu tidak sama dengan memelihara hewan peliharaan atau kepemilikan barang. Sejak awal kelahiran, manusia kecil atau bayi-bayi yang lucu memerlukan kehangatan orangtua, pengasuhan ibu termasuk kehadiran ayahnya. Ketidakhadiran salah satu memberi dampak bagi bayi dan kehidupannya kelak ketika dewasa. Tidak jarang, lewat kehadiran bayi, orangtua akhirnya merasa perlu untuk mengikuti kursus parenting untuk mengasah keterampilan, atau mereka rela menggaji baby sitter jika pasangan suami istri merasa kerepotan.

Berangkat dari sedikit fakta di atas, orang-orang yang berpikir praktis cenderung enggan menghadapi resiko ini. Memikirkannya saja rumit, apalagi menjalaninya. Alih-alih memiliki anak, sebagian orang lebih tertantang menghabiskan tabungan mereka demi meraih pengalaman yang menyenangkan. Bayangkan, pendapatan 31 juta setahun yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan anak, bisa digunakan untuk liburan atau berbelanja negara tetangga. Ketimbang punya anak, kehadiran kontrasepsi dianggap solusi andal menghadapi kekhawatiran akan resiko ini.

Pertanyaan kemudian muncul, bagaimana nasib keberlangsungan umat manusia? Bukankah sejak dulu manusia bisa bertahan dengan segala persediaan alam? Tidakkah manusia termasuk makhluk paling mutakhir yang sangat layak dikembangbiakkan? Kecanggihan teknologi di segala aspek seharusnya lebih membahagiakan dan membuat kita mudah hidup berdampingan. Persepsi seputar kontrasepsi sering dikaitkan dengan resiko perkawinan usia muda, jarak kelahiran yang terlalu dekat, tetapi agak jarang dikaitkan dengan rasa enggan manusia merawat anak-anak. Sehingga, sebelum kita beranjak lebih jauh tentang seperti apa dan tipe kontrasepsi apa yang cocok kita gunakan bersama pasangan, hendaknya kita mendudukkan kembali bagaimana kita memandang fitrah naluriah reproduksi.

Perkawinan dan hasil dari sebuah perkawinan dua insan manusia dalam koridor pernikahan adalah mulia dalam ajaran Islam. Sepasang laki-laki dan perempuan yang telah menikah diperbolehkan menikmati keindahan hidup bersama, kenikmatan bersetubuh, dan mendapatkan keturunan dari hasil pernikahannya. Disyaratkan baginya akad  pernikahan mengindikasikan hadirnya mitsaqan ghaliza (ikatan yang kuat) yang menjadi kunci utama kehidupan pernikahan yang penuh tanggung jawab antar kedua belah pihak, baik istri maupun suami.

Rasa tanggung jawab itu tentu sepaket dengan apa yang kelak hadir di antara mereka, yaitu anak-anak dan membesarkannya, dengan segenap pikiran, mental, spiritual dan finansial. Bukan hanya kehadiran anak, bahkan sebelum datangnya anak, seorang suami hendaknya memikirkan perasaan dan kesehatan reproduksi istrinya. Apakah sang istri dalam keadaan suci, sehingga mereka boleh bercampur ataukah sebaliknya. Ajaran Islam mengatur pula masalah persusuan. Pertimbangan kesehatan ibu selama menyusui serta kualitas susu yang kelak dikonsumsi anaknya. Sehingga ada tata cara dan pilihan bagi suami untuk mengatur bagaimana ia menumpahkan air mani di rahim istrinya. Serta masih banyak perkara cabang lainnya yang dijelaskan oleh Islam terkait penjagaan keberlangsungan manusia.

Patut diingat, rasa tanggung jawab dan sifat saling menghargai pasangan yang dibimbing oleh Islam mencakup kadar yang proporsional. Ikhtiar manusia untuk hidup sehat dan bahagia  bukanlah didasari aspek material semata. Hadirnya anak-anak selalu dirindukan di tengah-tengah keluarga. Canda tawa mereka, bahkan tangis lugu anak-anak ini termasuk bagian dari kebahagiaan itu sendiri. Jika sudah begini, kelahiran manusia tidak akan pernah dinafikan, niscaya kelahiran manusia akan selalu dinantikan karena dirinya bagian dari peradaban.

Setiap manusia berhak dilahirkan atas asas keinginan, cita-cita, dan pengharapan. Dari mana manusia mengenal istilah kelahiran yang tidak diinginkan jika sejak awal tujuan pernikahan adalah demi kelahiran itu sendiri? Ataukah kelahiran tidak diinginkan itu adalah kamuflase dari anak hasil perzinahan yang kebobolan? Meski tidak dipungkiri, angka kelahiran anak tidak diinginkan akibat ketidakpahaman seputar kesehatan reproduksi juga masih tinggi.

Akhir kata, hadirnya alat kontrasepsi memiliki serba serbi yang unik. Kajian fiqih tentang macam-macam alat kontrasepsi sudah sering kita dengar dan cukup bisa dipahami.  Kontrasepsi bisa tampil sebagai alat, tetapi dapat pula ditunggangi paham-paham. Persepsi kita tentang kehidupanlah yang kemudian membuatnya berbeda. Mau dibawa ke mana kehidupan ini, apakah senda gurau sesaat dengan sedikit anak bahkan tanpa anak, ataukah kehadiran anak-anak yang dirahmati bahkan sejak kita memilih pasangan? Wallahu’alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Rabu, 20 Oct 2021 20:17

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Rabu, 20 Oct 2021 19:59

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Rabu, 20 Oct 2021 19:50

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Rabu, 20 Oct 2021 19:28

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

Rabu, 20 Oct 2021 18:00

Bulog Merugi, PKS: Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Tutup Saja?

Bulog Merugi, PKS: Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Tutup Saja?

Rabu, 20 Oct 2021 06:57

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa Meneladani Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa Meneladani Nabi

Rabu, 20 Oct 2021 05:52

Viral! UMKM Terancam Denda Rp 4M, Partai Gelora Angkat Bicara

Viral! UMKM Terancam Denda Rp 4M, Partai Gelora Angkat Bicara

Rabu, 20 Oct 2021 04:48

Dua Riset Santri SMA Ar-Rohmah Putri Tembus Jurnal Internasional

Dua Riset Santri SMA Ar-Rohmah Putri Tembus Jurnal Internasional

Rabu, 20 Oct 2021 03:41

Terduga Pelaku Penghina Suku Betawi Ditangkap, Fahira Idris: Respon Cepat Polri Turunkan Tensi

Terduga Pelaku Penghina Suku Betawi Ditangkap, Fahira Idris: Respon Cepat Polri Turunkan Tensi

Rabu, 20 Oct 2021 02:57

Praktik Baik di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus  Kottabarat Layak Dijadikan Contoh

Praktik Baik di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Layak Dijadikan Contoh

Rabu, 20 Oct 2021 02:38

Hamas Umumkan Kesepakatan Pertukaran Tahanan Dengan Israel Akan Segera Terjadi

Hamas Umumkan Kesepakatan Pertukaran Tahanan Dengan Israel Akan Segera Terjadi

Selasa, 19 Oct 2021 18:15

Rabu – Jum’at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1443 H.

Rabu – Jum’at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1443 H.

Selasa, 19 Oct 2021 17:14

Kepala Industri Pertahanan Turki Sebut Ankara Akan Beli Jet Tempur Rusia Jika AS Gagal Kirimkan F-16

Kepala Industri Pertahanan Turki Sebut Ankara Akan Beli Jet Tempur Rusia Jika AS Gagal Kirimkan F-16

Selasa, 19 Oct 2021 17:00


MUI

Must Read!
X