Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.377 views

Kesenjangan Sosial Efek Pandemi, Buah Pahit Sistem Kapitalisme

 

Oleh: Nurmilati

 

Sungguh mencengangkan! Di saat perekonomian rakyat Indonesia dalam keterpurukan dan kemiskinan akibat  Corona Virus yang sudah hampir 2 tahun mengepung dunia, namun di sisi lain, kaum jet set di Tanah Air meningkat signifikan.

Kompas.com mewartakan (13/7/2021), berdasarkan data Credit Suisse lembaga keuangan asal Swiss jumlah penduduk Indonesia yang memiliki kekayaan bersih 1 juta dollar AS atau lebih, mencapai 171.740 orang di tahun 2020. Sebelumnya pada tahun 2019 berjumlah 106.215 artinya ada kenaikan 61,69 persen year on year (yoy). Sementara jumlah orang Indonesia dengan kekayaan lebih dari 100 juta dollar AS pada tahun 2020 ada 417 orang atau naik 22,29 persen dari tahun sebelumnya.

Ekonom senior INDEF Faisal Basri mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang kontras, mengingat pandemi Covid-19 mengakibatkan perekonomian terpuruk.

"Wabah ini menyebabkan perekonomian Indonesia memburuk. Namun, jumlah orang dewasa dengan kekayaan di atas 1 juta dollar juga naik signifikan 61,7 persen," ujar Faisal dalam unggahan Twitter pribadinya.

Sementara itu, meski ada kemerosotan ekonomi pada tahun 2020, namun lebih dari lima juta orang menjadi hartawan di dunia, sedangkan orang miskin semakin fakir. Menurut data Credit Suisse jumlah miliarder di bumi saat ini mencapai 56,1 juta orang. (BBC, 23/6/2021).

Akan tetapi, menurut Ekonom dan penulis Laporan Global Wealth Report, Shorrock Anthony meski orang kaya bertambah selama pandemi, namun kesenjangan kian menganga. Artinya si kaya semakin kaya tetapi si miskin semakin melarat. Begitupun di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020 jumlah penduduk miskin mencapai 27,55 juta orang atau setara dengan 10,19 persen dari jumlah penduduk. Papar kepala BPS Suhariyanto melalui Kompas.com (15/2/2021). Maka, berdasarkan laporan tersebut, terbukti jelas bahwa penduduk negeri ini hidup dalam kemiskinan artinya ada ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya secara sempurna.

Ambiguitas Kebijakan

Sebetulnya pemimpin negara ini mempunyai visi misi dalam mengatur rakyat sebagaimana disampaikan presiden Joko Widodo di Sentul Bogor pada 14/7/2019 lalu. Dalam pidatonya ia memaparkan lima fokus pemerintahannya pada periode kedua yaitu melanjutkan pembangunan insfratruktur, pembangunan SDM, pangkas yang menghambat investasi, reformasi birokrasi dan pengembangan APBN tepat sasaran. Dengan lima fokus ini, Jokowi berharap Indonesia menjadi negara yang makin produktif, berdaya saing dan mampu mengikuti beragam perubahan dunia.

Dengan beberapa fokus tersebut, alih-alih Indonesia bangkit dan memimpin dunia, justru sebaliknya. Indonesia malah tertinggal dari negara lain, terlebih saat  pandemi masih meraja di Indonesia yang membuat negara nyaris kolaps. Betapa tidak, utang semakin menggurita, kemiskinan hampir merata, beban rakyat kian berat, jumlah pengangguran melonjak dan beragam persoalan turunan di tengah wabah tak kunjung terselesaikan. Sementara penguasa sibuk dengan pencitraan bahkan memberikan kemudahan seluas-luasnya pada investor asing, akibatnya selain negara masuk kedalam jebakan utang juga memberikan peluang masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA), di sisi lain rakyat kesulitan mendapat pekerjaan.

Sungguh miris, visi misi yang didengungkan pemerintah, nyatanya bukan berpihak pada rakyat, melainkan untuk kapitalis. Tersebab negara saat ini ada di sistem kapitalisme liberalisme yakni aturan yang memberikan keluasan dan kebebasan pada asing dan aseng untuk mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dengan dalih investasi. Indonesia dengan kekayaan alam melimpah ruah berupa tambang,  minyak bumi, hasil hutan, laut dll. Namun, kekayaan alam tersebut dikuasai oleh para pemilik modal, sedangkan rakyat hanya sebagai penonton. Hal ini berakibat terjadinya kemiskinan massal yang bukan hanya menimpa rakyat tapi negara pun dimiskinkan secara sistematik.

Kemiskinan seharusnya tidak  terjadi di negeri ini apabila sumber daya alamnya dikelola dengan amanah oleh negara melalui  para pejabat. Namun sayangnya, pemangku kebijakan tidak pandai memanfaatkan potensi alam yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, kekayaan ini hanya dinikmati segelintir orang, yaitu para kapitalis yang mempunyai hubungan erat dengan  penguasa. Lalu, mengapa harus pemilik modal yang memonopoli Sumber Daya Alam?

Kapitalisme Lahirkan Manusia Rakus

Sudah menjadi rahasia umum, pemilik modal tumbuh subur di sistem kapitalisme. Pasalnya dalam sistem ini siapa pun berhak dan bebas memiliki kekayaan sebanyak mungkin kendati itu hak hajat hidup orang banyak yang harus dikelola negara. Caranya? Tak peduli sezalim apa untuk mendapatkannya. Lihatlah Asing dan Aseng pun dilegalkan dan diberikan keluasan dalam mengelola SDA, sementara negara hanya berperan sebagai regulator dan fasilitator. Diperparah adanya penguasa yang abai terhadap tanggung jawab dalam mengurus rakyat, maka kloplah sudah derita negeri ini. 

Di sisi lain, rakyat dituntut bisa memenuhi dan menyelesaikan permasalahannya sendiri tak terkecuali dalam hal perekonomiannya. Padahal di tengah kondisi pandemi ini, masyarakat dalam deadaan sulit dan terhimpit. PPKM Daruratmembuat rakyat dilema dalam menghadapiny. Satu sisi mereka harus patuh terhadap kebijakan penguasa dalam menekan laju penyebaran virus Covid-19, namun di sisi lain mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan perut tak bisa ditunda. Maka dengan terpaksa, aturan pun ditabraknya. Pemerintah pun hanya bisa menghimbau warganya berdiam diri di rumah, tanpa ada upaya memenuhi kebutuhan hidup rakyat selama PPKM diterapkan.

Demikianlah, konsekuensi yang harus diterima dalam sistem saat ini yang telah mengukuhkan rakyat hidup dalam kemelaratan. Sistem tersebut telah memunculkan ketidakadilan, eksploitasi, kezaliman dan beragam kerusakan. Sistem ekonomi kapitalisme gagal mendistribusikan kekayaan secara adil, yang terjadi justru kesenjangan. Sehingga memantik api kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Bagi mereka yang kadar imannya lemah, akan mencari jalan instan. tanpa memikirkan halal haram demi mendapatkan materi berlimpah. Contohnya tindakan kriminalitas pencurian, korupsi, Pekerja Seks Komersil, bisnis narkoba bahkan problem sosial lainnya bermunculan di tengah masyarakat akibat kemiskinan.

Lalu adakah sistem lain yang mampu meminimalisir kemiskinan yang melahirkan beragam problem sosial di berbagai belahan bumi, terlebih negeri-negeri kaum Muslim yang notabene kaya dengan Sumber Daya Alamnya?

Islam Solusi Kemiskinan

Sistem Islam menawarkan solusi alternatif bagi seluruh problematika kehidupan bagi manusia di seluruh penjuru dunia. Islam hanya mengambil hukum-hukum syariah sebagai pemecahannya yang digali dari dalil-dalil syara. Namun sebaliknya, pemecahan kapitalisme menghukumi sesuatu dengan hukum manusia, sementara manusia adalah makhluk lemah dengan segala keterbatasannya tidak mampu memberikan solusi yang benar.

Maka dari itu, sebagai umat Islam, tentunya harus mau diatur oleh Allah Swt. Namun, aturan itu harus diterapkan melalui sebuah institusi negara, sebab negara sebagai pengendali pemerintahan yang mempunyai wewenang atas berbagai kebijakan.

Walhasil hanya dengan menerapkan hukum Allah Swt yang bisa menyelesaikan beragam persoalan hidup termasuk kemiskinan. Sudah saatnya kita keluar dari belenggu ini dengan solusi Islam, sebab dengannya meniscayakan membawa kebaikan bagi manusia sehingga predikat kaum Muslim sebagai khairu ummah bisa diraih kembali. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Kamis, 23 Sep 2021 19:37

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

Kamis, 23 Sep 2021 19:30

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02


MUI

Must Read!
X