Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.412 views

Khayalan Penerapan Pluralisme

 

Oleh:

Evi Farlina S.Pd, Komunitas Ibu Peduli Generasi

 

SANGAT pas kiranya kata khayalan atau angan-angan disandingkan dengan pluralisme, karena memang menerapkan paham pluralisme di sistem seperti sekarang sangatlah tidak mungkin untuk dilakukan.  Jika diteliti lebih dalam paham ini sebenarnya bersifat absurd atau omong kosong. Contohnya dalam masyarakat sekarang ini ada suatu tuntutan agar kita bisa bersikap untuk menerima bahwa semua agama itu sama. Tuhan yang disembah adalah Tuhan yang sama akan tetapi hanya jalannya yang berbeda.

Dengan kata lain, jika seseorang menjadi terpengaruh dan mengambil paham ini maka hal tersebut akan berimplikasi pada sikapnya sehari-hari. Ketika sedang ada perayaan agama lain,  dengan dalih toleransi bisa jadi dia akan turut serta pada perayaan tersebut padahal hal tersebut bisa merusak keimanannya.  Jika hal tersebut terjadi di dalam masyarakat justru sebenarnya pluralisme ini adalah sebuah paham yang sangat tidak toleran karena memaksa orang untuk tidak menjadi yakin dengan agamanya sendiri.

Menurut pengamat  liberalisme Adian Husaini, ia mengatakan,” Jika ada yang mengatakan bahwa pluralisme itu bisa menerima kemajemukan perbedaan agama masyarakat, pada dasarnya pernyataan itu bohong. Karena pluralisme justru memaksa orang untuk ragu pada agamanya sendiri.”

Mengapa untuk menghargai pemeluk agama lain harus dengan pluralisme yang membenarkan semua agama? Mengapa menghargai orang lain harus berarti membenarkan semua orang? Pluralisme justru menjadi gagasan yang paling intoleran, mengakibatkan lunturnya keyakinan pemeluk agama terhadap ajaran agamanya sendiri.  Pluralisme mestinya menjadi musuh semua agama, karenanya ia secara kasat mata menihilkan klaim kebenaran yang dimiliki masing-masing agama. Meyakini bahwa hanyalah agamanyalah yang benar Namanya iman, bukan intoleran.

Sehingga pantas kita sematkan bahwa hanyalah sebuah khayalan dalam penerapan pluralisme. Terlebih sebagai seorang Muslim harus meyakini bahwa  Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat  85 yang artinya, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”

Namun, sebagian kaum Muslim meragukan bahwa Islam punya solusi untuk mengatasi keberagaman ini. Dalihnya, sistem saat ini cukup sulit untuk mengatur keberagaman yang ada apalagi dengan sistem yang mereka anggap mengharuskan semua orang harus beragama sama jika ingin menerapkan sistem Islam kaffah. Padahal mereka yang membuat  pernyataan demikian belum mengetahui fakta sejarah yang sesungguhnya.

Fakta lainnya, adanya tuduhan miring yang dilontarkan, kemudian menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, seperti syariat Islam hanyalah untuk umat Islam. Islam hanya bisa diterapkan dalam masyarakat yang homogen, yang semua anggotanya beragama Islam. Bila syariat Islam diterapkan, ada ketakutan bahwa kelompok non-Muslim akan hidup tertindas. Penerapan syariat Islam akan membawa kemunduran masyarakat; modernisasi akan terhenti dan masyarakat akan kembali hidup seperti layaknya masyarakat terbelakang.

Kemudian ada juga upaya masif untuk membuat stigma negatif tentang Islam, dikatakan sebagai agama yang tidak toleran. Contohnya seperti tudingan bahwa Islam tidak memperbolehkan memilih pemimpin kafir, tidak memperbolehkan mengikuti perayaan agama lain dan adanya sebutan kata kafir bagi non Muslim.

Ide pluralisme ini selain memberikan ruang bagi orang-orang dengan gangguan kejiwaan seperti para pelaku LGBT untuk diakui juga sebagai bentuk keberagaman gender yang ada di tengah masyarakat. Keberagaman lain adalah munculnya aliran-aliran sesat yang membahayakan keimanan umat serta pemikiran-pemikiran kufur lainnya.

Sebenarnya Islam mengakui adanya pluralitas atau keberagaman ini dan memang sebuah keniscayaan yang pasti terjadi di masyarakat, hanya saja jika Islam diberikan kesempatan untuk mengatur maka hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat fitrah saja bukan pada hal-hal yang melanggar fitrah manusia.

Tak sulit juga bagi Islam untuk mengatur fakta pluralitas, sebab manusia dengan ragam bangsa, bahasa, warna kulit dan keyakinan, Allah SWT yang menciptakan. Allah  SWT adalah Zat Yang Maha Tahu dan Maha adil, menurunkan aturan bagaimana cara mereka hidup dan bergaul.  Sebab itu, dalam masyarakat Islam, baik awal mula umat ini membangun kebersamaan hidup di masa kepemimpinan Rasulullah SAW, maupun setelahnya, kita menemukan banyak fakta bagaimana kehidupan produktif dan membahagiakan di dalamnya.

Semua itu terjadi, karena adanya jaminan negara terhadap kebutuhan dasar seluruh warga negara Khilafah baik untuk Muslim maupun kafir dzimmi (kafir yang tunduk pada pemerintahan Islam).  Jaminan itu ditunjukkan oleh sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja yang menyakiti dzimmi maka aku berperkara dengan dia. Siapa saja yang berperkara dengan aku, maka aku akan memperkarakan dia pada hari kiamat.” (Hadits Hasan).

Karena itulah kita menyaksikan bagaimana hak-hak individu mereka dalam keyakinan, ibadah, harta, mendapat jaminan yang sama. Fakta sejarah yang tidak terbantahkan bahwa orang kafir dzimmi lebih memilih hidup diatur syariah Islam, ketimbang diatur pemimpin bangsanya. T.W. Arnold, dalam bukunya The Preaching of Islam, menuliskan perlakuan pada warga Kristen oleh pemerintahan Ottoman -selama kurang lebih dua abad setelah penaklukkan Yunani- telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa.

Jelaslah paham pluralisme sangatlah tidak realistis dan hanya sebuah khayalan untuk diterapkan dalam rangka mencapai harmoni, toleransi dan persatuan. Paham ini justru intoleran, karena memaksa orang untuk membenarkan apa yang ia tidak percaya dan yakini. Harmoni dan persatuan terbentuk bukan karena pluralisme, tapi karena adanya penghargaan dan penghormatan atas keyakinan kebenaran ajaran agama masing-masing, bukan saling membenarkan satu sama lain!

Paham Pluralisme  justru tidak manusiawi, karena menghilangkan klaim kebenaran dalam tiap agama, sehingga agama menjadi tidak penting lagi dan berpeluang mendekatkan orang menjadi tidak beragama atau atheis. Maka sudah semestinya tidak hanya kaum Muslimin yang menolak paham pluralisme ini tetapi juga pemeluk agama-agama yang lain.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Rusun Nagrak Marunda Mulai Difungsikan Sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Rusun Nagrak Marunda Mulai Difungsikan Sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Rabu, 23 Jun 2021 11:38

Wacana Presiden Tiga Periode, Wakil Ketua MPR: HNW: Itu Inkonstitusional

Wacana Presiden Tiga Periode, Wakil Ketua MPR: HNW: Itu Inkonstitusional

Rabu, 23 Jun 2021 10:55

Bu Mega Harus Berkeras: Puan Capres 2024, Prabowo Cawapresnya

Bu Mega Harus Berkeras: Puan Capres 2024, Prabowo Cawapresnya

Rabu, 23 Jun 2021 09:33

Kisah Ketua RT Antar Warga Positif Covid ke Puskesmas Pakai Mobil Pribadi

Kisah Ketua RT Antar Warga Positif Covid ke Puskesmas Pakai Mobil Pribadi

Rabu, 23 Jun 2021 08:59

Legislator Dukung Audit Investigasi Utang Garuda

Legislator Dukung Audit Investigasi Utang Garuda

Rabu, 23 Jun 2021 08:15

Ketika Merasa Gagal

Ketika Merasa Gagal

Rabu, 23 Jun 2021 07:59

Ketum DDII Usulkan 22 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila

Ketum DDII Usulkan 22 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila

Rabu, 23 Jun 2021 07:46

Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid Al-Lathiif Bandung: Tetap Aktif Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Selasa, 22 Jun 2021 22:00

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Twitter Tambahkan Bahasa Arab untuk Wanita

Selasa, 22 Jun 2021 21:41

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

KKIPP Kecam Kekerasan Israel dalam Flag March

Selasa, 22 Jun 2021 21:07

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya untuk Operasi di Afghanistan

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya untuk Operasi di Afghanistan

Selasa, 22 Jun 2021 20:00

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Pentagon: Militer AS Bisa Memperlambat Penarikannya Dari Afghanistan Menyusul Kemajuan Taliban

Selasa, 22 Jun 2021 19:30

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Sinergi Ulama-Umat Hadapi Pandemi, MUI dan ACT Teken MoU

Selasa, 22 Jun 2021 17:24

Darah Kucing Najis?

Darah Kucing Najis?

Selasa, 22 Jun 2021 17:05

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Dirgahayu ke-494, Jakarta Semakin Mendunia

Selasa, 22 Jun 2021 15:02

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Perusahaan Pepsi Gaza Terpaksa Tutup Karena Pembatasan Impor Ketat Oleh Israel

Selasa, 22 Jun 2021 14:42

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Pilih Mana: Al-Quran atau Pancasila? Beragama atau Tidak Beragama?

Selasa, 22 Jun 2021 14:11

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Masa Depan Dunia Ditentukan oleh Perempuan, Mua’llimaat adalah Rahimnya

Selasa, 22 Jun 2021 13:26

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Susanti, Dosen UMP, Ciptakan Teknologi Deteksi Dini Kanker Usus

Selasa, 22 Jun 2021 13:01

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Ratusan Santri Dayah Darul Quran Aceh Ikut Workshop Penulisan Tere Liye

Selasa, 22 Jun 2021 10:35


MUI

Must Read!
X