Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.696 views

Kekejaman PKI Harus Terus Diingat

 

Oleh:

Asyari Usman || Wartawan Senior

 

BANYAK pihak yang berusaha untuk menghapuskan ingatan publik, khususnya umat Islam, tentang kekajaman Partai Komunis Indonesia atau PKI. Mereka berkali-kali melakukan tindakan biadab. Mereka membunuha para ulama, kiyai, santri, dan para ustad.

Puncak kekejaman itu adalah pembunuhan tujuh jenderal TNI pada tengah malam 30 September 1965. Pembunuhan ini dilakukan secara sadis. Para jenderal ditembak dan mayat-mayat mereka masih disiksa. Setelah itu mereka lemparkan ke Lubang Buaya.

Monumen kekejaman dan kebiadaban ini tidak boleh hilang dari sejarah bangsa Indonesia. Tetapi, para aktivis dan simpatisan PKI, yang diyakini telah bangkit dalam bentuk PKI Gaya baru, terus-menerus berusaha membelokkan atau bahkan membalikkan fakta sejarah kekejaman 1965. Dan juga dua peristiwa pemberontakan komunis sebelum itu, yaitu pemberontakan Madiun 1948 dan pemberontakan 1927.

Perubahan zaman yang dikatakan ikut mengubah gerakan komunis di seluruh dunia, bukan berarti melenyapkan ideologi komunsme. Kemenangan kapitalisme yang merambah sampai ke RRC sebagai salah satu pusat paham komunis terkuat di dunia, memang mengubah cara mereka berekonomi dan berbisnis. Tetapi, tidak mengubah doktrin anti-agama dan anti-Tuhan yang menjadi pilar utama paham komunis itu.

Elit komunis China sejak era Deng Xiao Ping memang membangun kemakmuran dengan menggunakan aplikasi kapitalisme untuk urusan ekonomi dan bisnis. Namun, mereka tetap memakai ajaran komunis untuk urusan sosial-kebudayaan dan keagamaan.

Harap diingat, PKI adalah blok komunis yang berkiblat ke China. Para aktivis dan simpatisan mereka di negeri ini yang diyakini masih bercita-cita untuk membangkitkan paham komunis, juga melakukan perubahan yang sama dengan panutan mereka di Beijing.

PKI gaya baru tidak akan mempromosikan sistem perekonomian sosialis-komunis. Mereka mengadopsi kapitalisme . Atau lebih tetapnya “kapitalisme terpimpin”. Yaitu, kapitalisme yang diatur oleh rejim komunis. Negara dan masyarakat kelihatan berubah drastis dari segi kemampuan keuangan. Namun, doktrin memusuhi agama tidak akan pernah tersentuh perubahan.

Belakangan ini, kita mencatat bertubi-tubi serangan terhadap Islam. Banyak penistaan yang dibiarkan oleh penguasa. Banyak narasi anti-Islam yang keluar dari mulut pejabat dan para politisi senior. Kita tidak tahu pasti apakah ini bagian dari kampanye yang disusupi PKI gaya baru. Yang jelas, semakin gencar sikap dan tindakan anti-Islam.

Serangan tidak hanya dalam bentuk penghinaan terhadap Islam, al-Quran dan Nabi Muhammad SAW. Melainkan berulang kali serngan fisik terhadap para imam masjid, jemaah masjid, kiyai, ustad, dan sebagainya. Juga pengrusakan atau vandalism terhadap masjid terjadi di sejumlah tempat.

Anehnya, sering pula penegak hukum menyimpulkan bahwa pelaku serangan adalah orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. Kesimpulan penegak hukum itu acapkali melecehkan akal sehat. Mereka mungkin menganggap umat Islam akan menerima saja apa-apa yang mereka katakan.

Ini adalah bentuk kesewenangan yang sangat mencederai perasaan umat. Umat memanglah tidak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengan para penguasa yang kelihatannya telah “diprogram” untuk memfasilitasi gerakan anti-islam dan anti-Tuhan belakangan ini.

Sekali lagi, kita tidak tahu pasti apakah semua ini skenario PKI gaya baru. Tetapi, pola serangan narasi anti-Islam dan serangan fisik terhadap para imam masjid dan para ustad dan kiyai, membawa pikiran kita kembali ke masa-masa menjelang pemberontakan PKI 30 September 1965. Suasana yang ada belakangan ini sangat mirip dengan apa yang terjadi 55 tahun yang silam.

Jadi, umat harus terus waspada. Dan juga terus mengingatkan anak-cucu, keluarga, dan tetangga tentang kekejaman, kesadisan, dan kebiadaban PKI. Kita semua tidak boleh terlena oleh pendapat para petinggi kekuasaan dan politisi bahwa kebangkiatan PKI hanyalah ilusi.

Genarasi mudah umat harus memahami potensi ancaman PKI gaya baru, yang hampir pasti akan menggunakan cara-cara mutakhir yang berbasis digital. Mereka akan menggunakan teknologi informasi untuk menyesatkan umat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pemprov DKI Cabut Izin 12 Outlet Holywings

Pemprov DKI Cabut Izin 12 Outlet Holywings

Senin, 27 Jun 2022 21:57

Beli Minyak Goreng Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi, FPKS: Menyulitkan Rakyat

Beli Minyak Goreng Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi, FPKS: Menyulitkan Rakyat

Senin, 27 Jun 2022 21:44

Kolaborasi Bangun Kampung Wakaf Ciracas, Upaya Bangun Kemandirian Warga

Kolaborasi Bangun Kampung Wakaf Ciracas, Upaya Bangun Kemandirian Warga

Senin, 27 Jun 2022 21:37

Jumlah Anak-anak Yang Tewas Akibat Gempa Di Afghanistan Meningkat Menjadi 155 Orang

Jumlah Anak-anak Yang Tewas Akibat Gempa Di Afghanistan Meningkat Menjadi 155 Orang

Senin, 27 Jun 2022 18:45

Serangan Cyber Paksa Perusahaan Baja Terbesar Iran Berhenti Beroperasi

Serangan Cyber Paksa Perusahaan Baja Terbesar Iran Berhenti Beroperasi

Senin, 27 Jun 2022 18:00

PBB: Perang Ukraina Dapat Meningkatkan Produksi Narkoba Ilegal

PBB: Perang Ukraina Dapat Meningkatkan Produksi Narkoba Ilegal

Senin, 27 Jun 2022 17:17

Tingkah Polah Jagat Milenial dan Memburuknya Peradaban Manusia

Tingkah Polah Jagat Milenial dan Memburuknya Peradaban Manusia

Senin, 27 Jun 2022 08:05

Taliban Serukan Pemerintah Internasional Cabut Pembekuan Aset Bank Sentral Setelah Gempa Mematikan

Taliban Serukan Pemerintah Internasional Cabut Pembekuan Aset Bank Sentral Setelah Gempa Mematikan

Ahad, 26 Jun 2022 21:06

Pemimpin Hindu Kanada Dukung Pembunuhan Umat Muslim Dan Sikh Di India

Pemimpin Hindu Kanada Dukung Pembunuhan Umat Muslim Dan Sikh Di India

Ahad, 26 Jun 2022 20:35

Turki Batalkan Dakwaan Terhadap 26 Warga Saudi Yang Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Turki Batalkan Dakwaan Terhadap 26 Warga Saudi Yang Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Ahad, 26 Jun 2022 19:10

Film Lightyear dan Kampanye LGBT, Tolak!

Film Lightyear dan Kampanye LGBT, Tolak!

Ahad, 26 Jun 2022 16:36

Demokrasi Menyuburkan Oligarki

Demokrasi Menyuburkan Oligarki

Ahad, 26 Jun 2022 16:25

Kafe Eks Holywings Jualan Miras, Dewan Dakwah Bogor Minta Izin Dicabut

Kafe Eks Holywings Jualan Miras, Dewan Dakwah Bogor Minta Izin Dicabut

Sabtu, 25 Jun 2022 21:00

Kementerian Saudi: Hanya Jamaah Haji Yang Diizinkan Melakukan Umrah Antara 24 Juni Hingga 19 Juli

Kementerian Saudi: Hanya Jamaah Haji Yang Diizinkan Melakukan Umrah Antara 24 Juni Hingga 19 Juli

Sabtu, 25 Jun 2022 20:30

SITE: Afiliasi Al-Qaidah Katibat Macina Bantah Bunuh 132 Warga Sipil Di Tiga Desa Mali

SITE: Afiliasi Al-Qaidah Katibat Macina Bantah Bunuh 132 Warga Sipil Di Tiga Desa Mali

Sabtu, 25 Jun 2022 19:41

PN Surabaya Kabulkan Nikah Beda Agama, MUI: Merusak Martabat Manusia

PN Surabaya Kabulkan Nikah Beda Agama, MUI: Merusak Martabat Manusia

Sabtu, 25 Jun 2022 17:47

Luar Biasa! Suporter Sepak Bola Bangun Masjid di Ciomas

Luar Biasa! Suporter Sepak Bola Bangun Masjid di Ciomas

Sabtu, 25 Jun 2022 09:19


MUI

Must Read!
X