Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.291 views

Khilafah dan Strategi Terburuk HTI

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Meski HTI sudah dibubarkan, kontroversi Khilafah berlanjut. Bahkan berkepanjangan. Kontroversi ini terkait apakah Khilafah itu perintah agama atau bukan. Ada yang bilang itu instruksi Tuhan. Bisa ditemukan ayatnya di dalam kitab suci. Nabi pun mempraktekannya. Dan HTI ada di posisi ini. Paling militan. Lalu terjadilah perdebatan soal tafsir kitab suci dan sejarah Nabi. Seru!

Perdebatan selanjutnya adalah apakah Khilafah bertentangan dengan pancasila atau tidak. Muncul pendapat bahwa Khilafah itu akan jadi pertanyaan di alam kubur, sementara pancasila tidak. Pancasila itu urusan duniawi, gak ada kaitannya dengan akhirat. Wah, makin seru. Kali ini diskusinya sudah masuk ke alam kubur.

Bagi para pendukung penguasa, ini simple. Terus pupuk perdebatan tentang khilafah, stigmakan negatif bahwa Khilafah itu berbahaya bagi pancasila dan NKRI, berpotensi menimbulkan perpecahan dan konflik horizontal. Sebuah lonceng perang seperti Arab Spring.

Lalu, siapkan pasukan untuk menjaga isu dan stigma ini. Giring opininya bahwa semua kelompok yang berseberangan dengan penguasa adalah pendukung khilafah.

Stigmatisasi model seperti ini sangat efektif dipakai sebagai langkah strategis di Indonesia. Mengingat sejarah panjang politik Indonesia telah melahirkan masyarakat yang trauma terhadap pemberontakan baik dari kelompok kiri maupun melompok kanan. PKI dan DITII dianggap telah melukai negeri ini. Maka, setiap isu kiri dan kanan akan mendapatkan penolakan keras dari mayoritas rakyat Indonesia.

Orde Baru Pak Harto menggunakan isu kiri yaitu PKI. Siapapun yang mengkritik Soeharto distigmakan komunis. Terbukti ini sangat efektif. Banyak orang dipenjara dengan tuduhan menyebar paham komunis.

Para pendukung penguasa sekarang sepertinya lebih memilih menggunakan isu kanan yaitu khilafah untuk menghadapi lawan-lawan politiknya. Bahwa Khilafah itu radikal. Dan nampaknya strategi ini berhasil. HTI belum menyadari. Atau sadar, tapi belum mau move on untuk mengubah strateginya. Masih terlihat asyik bernyanyi dengan irama khilafah. Maka kemudian disambut antusias dengan stigma "radikal".

Kalau mau obyektif, berapa sih jumlah anggota HTI di Indonesia? Dan berapa banyak sih tokoh dan ormas yang dukung HTI? Seberapa bahayanya HTI bagi NKRI? Mengingat organisasi ini tidak pernah mau terlibat di dalam politik praktis. Gak nyoblos saat pemilu. Pernahkah HTI berbuat onar? Pernahkah para anggota HTI melakukan tindakan radikal atau pemberontakan? Tidak! Tidak pernah! Mereka justru dikenal tertib kalau demo. Kenapa dianggap radikal? Nah itu dia.

Kalau dilihat dari sejumlah tokoh yang ditangkap karena tuduhan makar, melakukan pelanggaran ini dan itu, termasuk yang diisukan sebagai korban kriminalisasi, tak ada satupun tokoh, pengurus dan aktivis HTI. Jadi, dimana bahayanya? Terlalu jauh membayangkan HTI itu organisasi berbahaya. Tapi, kenapa dibubarkan dan sampai sekarang masih dikejar-kejar? Tokoh-tokohnya dicurigai dan sebagian dipersekusi? Inilah pertanyaan yang ada di kapal publik.

Tahu begitu, kenapa HTI belum menyadari situasi dan permainan stigma ini? Mengapa gak coolling down untuk sementara waktu? Mengapa gak move on dan ganti strategi? Kenapa gak atur nafas dan membuat langkah yang lebih soft? Ini bukan soal bagaimana memahami kitab suci dan menafsirkan sejarah Nabi. Ini juga bukan sekedar pertanyaan alam kubur dan nasib alam akhirat. Tapi, ini soal politik. Soal politik bro. Lebih karena faktor politik dari pada ideologi. Sekali lagi, ini politik. Di dalam politik, mutlak butuh strategi.

HTI sudah dibubarin. Tidak ada yang bisa bubarin! UUD 45 menjamin orang berkumpul dan berkelompok! Ini hanya soal ijin saja yang dicabut! HTI tetap ada dan eksis!

Oh ya? Bagaimana mungkin cara berpikir normatif seperti ini bisa menghadapi strategi politik orang-orang hebat yang berada di lingkaran elit kekuasaan? Biarlah Tuhan yang menghadapi! Nah, makin repot deh. Tuhan sudah amanahkan kepada anda, anda balikin lagi ke Tuhan.

. . . . Sekali lagi, ini politik. Di dalam politik, mutlak butuh strategi. . . .

Kendati HTI sudah dicabut ijinnya, tapi peluru khilafah masih aktif, atraktif dan efektif menyasar kelompok-kelompok yang berbeda politik dengan penguasa. Seolah semua adalah pendukung HTI. Dan stigma ini berhasil memengaruhi pikiran publik.

Pada akhirnya, semua dikembalikan kepada HTI. Mau terus meratapi situasi dan tetap menyerang dengan meme, video dan tulisan-tulisan sporadis? Tentu, tak ada gunanya. Ini strategi yang kurang tepat. Malah justru akan semakin menyudutkan posisi HTI itu sendiri.

Dan bagaimana dengan kelompok-kelompok yang terlanjur dicap sebagai pendukung dan kawan HTI? Biarkan saja stigma itu meracuni otak publik? Atau mencoba mengurai agar publik paham dan semua identitas perjuangan menjadi clear? Kita akan lihat kedepan. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 19/12/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Kamis, 27 Feb 2020 21:15

Hendak Buat Pansus Banjir, DPRD Ditantang Bongkar Masifnya Pelanggaran Tata Ruang di Jakarta

Hendak Buat Pansus Banjir, DPRD Ditantang Bongkar Masifnya Pelanggaran Tata Ruang di Jakarta

Kamis, 27 Feb 2020 21:09


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X