Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.600 views

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Reuni 212 usai. Monas penuh, meski tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Pertama, acara diadakan di weekday, dan bukan pula hari jumat. Berbeda cerita jika reuni 212 diadakan hari sabtu atau minggu. Kedua, tak ada isu yang seksi. Isu Ahok sudah lewat. Pilkada dan pilpres juga selesai. Isu HRS dicekal dan penistaan agama Sukmawati gak nendang. Ketiga, acara hanya sampai jam 09.00. Coba kalau sampai jam 18.00? Mungkin akan beda.

Meski begitu, dari sisi jumlah, tak mengecewakan, juga tak memalukan. Kalau yang hadir sedikit, maka itu akan jadi lonceng kematian. 212 tinggal sejarah.

Masyarakat bertanya: setelah reuni, lalu mau apa? Umat sebesar itu mau dikemanain? Dibiarkan saja? Nunggu reuni tahun depan? Bubar!

Konsolidasi, Itu jawabannya. Tanpa konsolidasi terstruktur, umat akan kehilangan semangat dan solidaritasnya.

Konsolidasi dilakukan dengan pertama, silent meeting. Kedua, membuat event-event. Ketiga, membangun serta merawat isu/opini.

Bagaimana memulainya? Buat tim kecil yang kuat. Militan, solid, cerdas, terorganisir dan piawai mengolah kerumunan jadi kekuatan. Dalam dunia politik, orang menyebutnya dengan istilah think tank. Mereka mesti memiliki kemampuan untuk pertama, mengkonsolidasikan massa menjadi kekuatan yang solid. Kedua, memiliki gagasan dan ide yang terukur. Ketiga, mampu menformulasikan dan menarasikan gagasan itu sebagai  perawat gerakan sosial untuk jangka panjang.

Sebab itu, perlu SDM berkemampuan yang bekerja silent, terukur dan konsisten. Bukan orang-orang panggung, tapi tim yang memiliki kemampuan menjadi manager bagi pemimpin yang ada di panggung.

Cukup satu orang saja di panggung yang menjadi icon, simbol, orator dan agitator yang menentukan garis komando. Selebihnya adalah tim yang bekerja secara terorganisir.

Tim sudah ada. Pasti! Kalau gak ada, gak akan ada reuni dan ijtima' ulama. Tapi, sudahkah tim yang ada memenuhi kriteria dan syarat kemampuan untuk merubah kerumunan menjadi kekuatan umat jangka panjang? Terutama kekuatan politik dan ekonomi? Saya cuma nanya. Anda yang menjawab. Terserah apapun jawaban anda, tapi fakta dan sejarah tak pernah bisa berbohong.

Di dalam berbagai gerakan sosial, kelompok kecil itu selalu mengendalikan kelompok yang besar. Minoritas Yahudi menguasai ekonomi Madinah. Kerajaan Mughal di India dipimpin oleh minoritas muslim. Begitu juga Kordova di Spanyol. Kata kuncinya: solid, terorganisir, dan kerja terukur.

Indonesia mayoritas pribumi dan muslim, tapi secara politik dan ekonomi dikendalikan oleh minoritas. Potret ini menggambarkan peta siapa dikuasai siapa dan siapa dikendalikan siapa.

Mengapa bisa begitu? Karena minoritas itu solid, terorganisir rapi dan bekerja secara terukur (berbasis data dan terencana).

Secara teoritis, kerumunan massa dimanapun dan sampai kapanpun akan menjadi buih yang dikendalikan oleh tiupan angin yang diatur volumenya oleh kelompok minoritas.

Massa 212 adalah kerumunan. Jika hadir semua "mungkin" bisa 20 jutaan. Mungkin bisa juga 50 jutaan. Wuih... Namanya juga prediksi. Sah-sah saja. Apalagi jika isu dan momennya pas. Tapi, apakah mereka menjadi pengendali politik dan ekonomi? Tidak! Buktinya, pilpres kalah.

Soal kontroversi kalah atau dikalahkan, itu soal lain. Dejure, MK memutuskan kalah. Capresnya lepas dan berpindah ke lain hati. Habib Rizieqpun tak bisa pulang hingga hari ini. Terus, kapan pulangnya? Bergantung hasil negosiasi!

Secara ekonomi, 212 Mart belum ketahuan tanda-tandanya untuk bisa bersaing dengan mart-mart yang lain. Belum lagi bicara tentang siapa penguasa hutan dan tambang. Siapa penguasa tanah dan gedung. Siapa penguasa bisnis IT dan rumah sakit. Siapa yang mengendalikan peredaran uang di Indonesia. Jawabnya? Kaum minoritas!

Apa yang harus dilakukan oleh think tank 212? PR yang paling dekat adalah siapin calon peminpin. Fokus bagaimana merebut kekuasaan dengan memenangkan pertarungan di pilpres 2024, itu dulu. Ini penting karena menyangkut kebijakan negara, termasuk terkait nasib 212 dan seluruh lapisannya.

Tapi, bagaimana mau menang jika ijtima' ulama dilakukan menjelang pilpres? Ketinggalan kereta! Sementara kelompok-kelompok minoritas yang punya dana dan pengendali parpol sudah bekerja jauh lebih awal. Bukannya pengendali adalah pemodal dan assabiquunal awwalun?

Mendorong mobil mogok, katanya. Pastilah! Karena datang belakangan dan tak punya anggaran. Malah justru minta anggaran. Bagaimana menjadi pengendali? Itu namanya karyawan outsourcing pingin diperlakukan layaknya direktur. Ngayal! Jadi inget Yusril dan PBB saat gabung mendukung istana. Tapi, sudahlah...

Cara berpikir, sikap, kebiasaan dan pola pendekatan ini yang mesti perlu dirubah. Dan perubahan itu tak akan pernah terjadi jika tak ada think tank-nya. Tanpa think tank yang solid, terorganisir, cerdas, mampu berkerja silent, terukur dan konsisten, reuni 212 kedepan hanya akan menjadi parade pidato tahunan di panggung monas. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 9/12/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Sabtu, 18 Jan 2020 08:02

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

Sabtu, 18 Jan 2020 07:18

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Sabtu, 18 Jan 2020 06:57

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 06:47

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Sabtu, 18 Jan 2020 05:56

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X