Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.296 views

Ratusan Intelektual Muslim Berhimpun Mengkritisi Rancangan Moderasi Ajaran Islam

BANDUNG (voa-islam.com) — Dunia Barat, termasuk kaum intelektualnya sangat faham bahwa eksistensi agama mereka tergugat dengan adanya Islam. Oleh sebab itu, para intelektual Barat yang mengkaji teologi dan filsafat Islam, sejak D.B. MacDonald, Alfred Gullimaune, Montgomery Watt sampai Harry Wolfson, Shlomo Pines, dan lainnya, memiliki framework yang sama. Dan jelas bahwa para intelektual Barat (orientalis) tidak mau mengakui bahwa pandangan hidup Islam adalah unsur utama berkembangnya peradaban Islam dan budayanya.

Demi membela Islam dan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi umat Islam yang saat ini menghadapi berbagai makar dari Barat lewat sejumlah program yang mengarah pada ghazwul fikri dan ghazwuts-tsaqafi, Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) mengkaji lebih dalam berbagai hal terkait dengan perkembangan umat, termasuk rancangan moderasi ajaran Islam yang digagas oleh Kementerian Agama RI, dalam diskusi online via Zoom Meeting yang bertajuk Quo Vadis Moderasi Ajaran Islam, Agenda Siapa? pada Ahad 26 Juli 2020.

Didaulat sebagai keynote speaker, Dr. Fahmy Lukman, M.Hum. selaku Direktur Institute of Islamic Analysis & Development (INQIYAD) sekaligus staf pengajar di Universitas Padjajaran, mengetengahkan pandangan yang menggelitik dan menggugah kesadaran berfikir intelektual.

“Terus terang persiapan untuk melakukan diskusi ini telah menguras seluruh energi pemikiran saya, terutama untuk memahami persoalan ini, bukan dari permukaan (surface structure), melainkan menelisik ke dalam (deep structure) terhadap sebuah gagasan, melihat pada akar persoalan secara paradigmatis dan mendasar,” ujar Dr. Fahmy.

Hal yang menggelitik pemikiran Dr. Fahmy adalah fenomena banyaknya sarjana muslim yang belajar tentang Islam kepada sarjana Yahudi dan Kristen. Namun di saat yang sama, tidak banyak dan bahkan mungkin tidak ada sarjana Yahudi-Kristen yang belajar tentang agama mereka (Yahudi dan Nasrani) kepada sarjana muslim?

Hal penting lain yang disampaikan oleh doktor yang telah melanglang buana ke lebih dari 20 negara ialah bahwa dialog antar intelektual Muslim sangatlah diperlukan sebagai upaya untuk mensinergikan seluruh potensi bangsa yang kita cintai ini.

“Kita cinta Indonesia, kita sayang Indonesia, kita jaga Indonesia dengan seluruh kemampuan kita agar Indonesia menjadi negeri yang baldataun thayyibatun ghafur,” tutupnya.

Sementara intelektual Muslim dari Tanah Rencong, Dr. M. Yusran Hadi, Lc., MA. selaku Ketua MIUMI Aceh menyatakan.

"Kami sepakat bahwa Umat Islam ini adalah umat yang wasathiyah, karena konsep wasathiyah memang ada di dalam Al Qur'an. Namun berkenaan dengan wacana moderasi agama, saya mempertanyakan mengapa perlu ada moderasi beragama? Apakah selama ini agama Islam ini tidak moderat?" ungkapnya.

Intelektual dan anggota Ikatan Da'i dan Ulama Asia Tenggara ini lebih lanjut menyampaikan.

"Kalau dilihat dari konsep yang disampaikan oleh Tim Kemenag RI, sebetulnya sudah bagus. Namun dalam praktiknya tidaklah demikian. Saya khawatir justru ada pemikiran dari Barat yang menyusup dibalik ide moderasi agama ini. Kalau tidak, kenapa perlu ada penghapusan atau moderasi beberapa konsep ajaran Islam, seperti jihad dan khilafah? Padahal jihad dan khilafah jelas adalah ajaran Islam yang tidak bisa dinafikan oleh siapapun yang mengaku sebagai umat Islam. Dan dalilnya juga jelas dalam Al Qur'an maupun hadist serta ijma' shahabat," lanjutnya.

Sedangkan pengajar filsafat dari Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Dr. Ahmad Sastra menyoroti pada aspek manfaat apa yang akan diperoleh dari rancangan moderasi beragama ini.

"Apakah melalui moderasi agama, akan menjadikan umat Islam makin yakin dengan Islam? Apakah akan membuat Islam semakin jelas atau semakin kabur? Apakah dengan moderasi beragama ini akan menambah kuat dakwah amar ma'ruf nahi munkar atau malah kita kalah dengan kemungkaran? Apakah akan membangkitkan ghirah beragama atau sebaliknya? Nah, saya kira ini yang penting untuk kita pertanyakan terkait dengan ide moderasi beragama. Jangan sampai ide tersebut menjadi kontraproduktif dengan tujuan kita beragama," ujarnya.

Lebih lanjut beliau juga mempertanyakan.

"Kenapa yang perlu karakter moderat ini hanya umat Islam? Apakah umat yang lain di luar Islam itu sudah pasti moderat selama ini?. Saya tidak ingin umat Islam selalu diposisikan dalam posisi sebagai obyek."

Diskusi online ini dihadiri hampir 200 orang profesor dan doktor di Zoom Meeting. Sementara di Live streaming ditonton lebih dari 2.500 orang. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Selasa, 24 Nov 2020 10:09

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Senin, 23 Nov 2020 16:41

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Senin, 23 Nov 2020 15:30

HOW DEMOCRACIES DIE

HOW DEMOCRACIES DIE

Senin, 23 Nov 2020 14:31

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Senin, 23 Nov 2020 14:21

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Senin, 23 Nov 2020 13:45

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Senin, 23 Nov 2020 08:17

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Senin, 23 Nov 2020 07:40

Sultra Gelar MTQ Virtual

Sultra Gelar MTQ Virtual

Ahad, 22 Nov 2020 23:54

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Ahad, 22 Nov 2020 23:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X