Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.424 views

PB PII: Negara Harus Tetapkan Darurat Pendidikan

JAKARTA (voa-islam.com)--Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) dalam waktu dekat bersiap layangkan gugatan ke Mahkamah Agung terkait program organisasi penggerak (POP), hal tersebut menyusul akan dilangsungkannya POP yang menuai polemik belakangan ini.

“Bagaimana seleksinya, Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini. Kami lihat pelaksana yang ditunjuk bukan yang selama ini kami kenal dan ketahui sepak terjangnya. Adakah lembaga (ormas atau organisasi profesi) sebaik NU dan Muhammadiyah dan PGRI yang lebih kompeten dalam hal pendidikan?” tanya Husin Tasrik Makruf Nasution Ketua Umum PB PII dalam keterangannya kepada Voa Islam, Senin (27/7/2020).

“Ditengah kesulitan siswa mendapat fasilitas dan akses pembelajaran. Negara malah membiayai program yang tidak menunjukan keberpihakan. Sikap kami tegas, agar program tersebut dibatalkan,” lanjut Husin.

Husin menerangkan, program tersebut tidak menjadi solusi shortcut pada permasalahan yang dihadapi para guru dan murid saat ini. Padahal presiden telah berulangkali agar kebijakan yang dilakukan harus extraordinary.

Husin menilai Mendikbud saat ini masih menjalankan program seperti biasanya. Hampir di semua Dirjen masih menjalankan program yang tidak berorientasi pada permasalahan inti. Salah-satunya program POP.

“Menurut kami, Persekjen No. 3 Tahun 2020 yang menjadi dasar program POP bertentangan dengan Permendikbud No. 33 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) pasal 11. Dalam keadaan bencana, tidak ada kewajiban Kemendikbud meningkatkan kapasitas guru, yang ada adalah memberikan bantuan pemulihan warga Satuan Pendidikan yang terkena Bencana agar dapat kembali ke dalam kehidupan normal,” jelas Husin.

Pihaknya merasa miris karena pada semester awal tahun ajaran baru 2020/2021 ini hambatan nyata masih dialami banyak siswa, mulai dari kendala tidak memiliki gawai pintar (smartphone) secara pribadi dan tidak ada akses internet, bahkan belum teraliri listrik.

Husin menerangkan terdapat lebih dari 46 ribu sekolah yang tidak dapat menjalankan PJJ daring tersebut. Ini terjadi mayoritas di daerah pelosok, pegunungan, khususnya di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Keterbatasan terhadap akses internet, listrik, tidak punya smartphone atau komputer membuat pembelajaran dilakukan dengan metode guru berkunjung ke rumah siswa atau luring.

Tetapi metode itu tidak efektif, sebab jumlah guru tak memadai jika harus melayani semua siswa satu per satu. "Ini problem nyata, telah diakui oleh kemendikbud sendiri di banyak kesempatan. Lalu solusinya tidak pernah terdengar ada kebijakan extraordinary,” tandasnya.

Ditambahkan Husin, Negara punya tanggungjawab memenuhi hak warga negara akan pendidikan sebagaimana amanah Undang-undang Dasar. “Jangan dibiarkan loss generasi. Ada ribuan sodara kami para pelajar yang tinggal di pelosok desa kondisinya kurang beruntung. Dan tidak mengikuti kegiatan belajar secara layak,” terangnya.

Sementara ditambahkan Komandan Brigade PII Sureza Sulaiman, selaku penanggungjawab satgas Covid-19 BPII, permasalah utama yang sedang kita hadapi adalah tingginya ketimpangan ekonomi dan pendidikan di tengah masyarakat, sehingga menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran bagi peserta didik. “Peran Kemendikbud, harus lebih Extraordinay dalam merespon persoalan,” tandasnya.

Sureza mengusulkan, pemerintah mengeluarkan perpres tentang alokasi khusus anggaran darurat pendidikan selama wabah Covid-19. Kemudian Kemendikbud dan dinas pendidikan tingkat Daerah mendata dan merelokasi anggaran untuk menyelesaikan permasalahan kendala yang dialami para guru dan siswa.

 Kondisi darurat di sektor pendidikan ini tambahnya belum mendapat perhatian masyarakat luas jika dibandingkan dengan isu ekonomi akibat pandemi. Masih banyak pemangku kepentingan di sektor pendidikan yang belum sepenuhnya menyadari bahwa penutupan kegiatan sekolah berimbas pada terbatasnya pembelajaran bagi murid dalam kondisi yang kurang beruntung.

“Tanpa penerimaan fakta bahwa telah terjadi kondisi darurat di sektor pendidikan pada masa pandemi ini, tidak akan ada pula upaya yang lebih sistematis untuk mengatasi permasalahan. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka disparitas kesenjangan kualitas pembelajaran dan pendidikan kita makin besar," tutupnya.* [Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Kamis, 26 Nov 2020 16:09

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

Kamis, 26 Nov 2020 13:25

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Kamis, 26 Nov 2020 08:10

Harta, Tahta, Oppa

Harta, Tahta, Oppa

Kamis, 26 Nov 2020 06:37

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

Kamis, 26 Nov 2020 05:29

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Rabu, 25 Nov 2020 22:05

Anis Matta: Sudah Saatnya Indonesia Jadi Negara Kuat, Modern dan Tangguh

Anis Matta: Sudah Saatnya Indonesia Jadi Negara Kuat, Modern dan Tangguh

Rabu, 25 Nov 2020 21:59

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

Rabu, 25 Nov 2020 20:56

UEA Ancam Beri Sanksi Untuk Aljazair Atas Kerjasama Negara Itu Dengan Turki

UEA Ancam Beri Sanksi Untuk Aljazair Atas Kerjasama Negara Itu Dengan Turki

Rabu, 25 Nov 2020 20:46

Kunjungi Masjid Aghdam, Presiden Alyev Kecam Negara Barat yang Menutup Mata Dengan Kekerasan Armenia

Kunjungi Masjid Aghdam, Presiden Alyev Kecam Negara Barat yang Menutup Mata Dengan Kekerasan Armenia

Rabu, 25 Nov 2020 20:30

Presiden Terpilih AS Joe Biden Tunjuk Wanita Palestina-Amerika Sebagai Staf Senior Gedung Putih

Presiden Terpilih AS Joe Biden Tunjuk Wanita Palestina-Amerika Sebagai Staf Senior Gedung Putih

Rabu, 25 Nov 2020 19:55

HRW Sebut 2 Pria Uighur Yang Ditangkap dan Disiksa Otoritas Saudi Terancam Dideportasi

HRW Sebut 2 Pria Uighur Yang Ditangkap dan Disiksa Otoritas Saudi Terancam Dideportasi

Rabu, 25 Nov 2020 19:35

Dahsyatnya Qalbu, 90% Sakit dan Sehatmu berawal disini

Dahsyatnya Qalbu, 90% Sakit dan Sehatmu berawal disini

Rabu, 25 Nov 2020 17:34

Mengungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Mengungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Rabu, 25 Nov 2020 11:32

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Rabu, 25 Nov 2020 09:00

Terpilih Secara Aklamasi, KH Mawardi Pimpin MUI Kepulauan Seribu

Terpilih Secara Aklamasi, KH Mawardi Pimpin MUI Kepulauan Seribu

Rabu, 25 Nov 2020 08:40

Viral Jenazah Diangkut Sepeda Motor, Kadinkes Kabupaten Bogor Tegur RS Swasta

Viral Jenazah Diangkut Sepeda Motor, Kadinkes Kabupaten Bogor Tegur RS Swasta

Rabu, 25 Nov 2020 07:13

Sekolah Boleh Buka Januari 2021, Kepala Daerah Diminta Cermat

Sekolah Boleh Buka Januari 2021, Kepala Daerah Diminta Cermat

Rabu, 25 Nov 2020 06:10

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 22:35

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Selasa, 24 Nov 2020 22:08


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X