Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.151 views

UI Rekomendasikan 4 Kebijakan Kesehatan Mental Saat Pandemi

DEPOK (voa-islam.com) - Sejumlah akademisi Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim Sinergi Mahadata Tanggap Covid-19 UI di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) UI dan Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran UI menyampaikan rekomendasi kebijakan prioritas bagi pemerintah untuk menurunkan masalah kesehatan mental selama dan pasca pandemi Covid-19. 

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan dan permasalahan akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental, sekarang maupun di masa yang akan datang, serta memengaruhi produktivitas masyarakat dan kondisi sosial ekonomi negara.

Tim perumus kebijakan merupakan peneliti lintas fakultas UI yakni Dr. Bagus Takwin, M.Hum., Damar P Susilaradeya, Ph.D., dr. Diashati Mardiasmo, BMedSc, MRes, Dicky C. Pelupessy, Ph.D., dr. Gina Anindyajati, SpKJ, Dr. dr Hervita Diatri, SpKJ(K) dan Laras Sekarasih, Ph.D.

Rekomendasi pertama dari empat kebijakan tersebut adalah mencegah krisis kesehatan mental selama dan setelah pandemi dengan memfasilitasi hasil surveilans masalah kesehatan mental dan sumber daya kesehatan, serta menyediakan dukungan akses informasi dan teknologi yang handal. 

Kedua, memberi dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi kelompok usia produktif dan kelompok rentan lainnya berupa fasilitasi adaptasi untuk bekerja dan belajar dari rumah, penguatan interaksi dalam keluarga, jaminan sosial dan kesehatan. 

Ketiga, memperluas jangkauan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat dengan mempermudah akses (termasuk teknologi swaperiksa dan telekonsultasi), terintegrasi dalam layanan kesehatan fisik, panduan layanan yang terstandar, dan penjangkauan aktif di komunitas. 

Keempat, menjamin kesinambungan layanan kesehatan jiwa bagi orang dengan gangguan jiwa melalui pengembangan telemedicine, kebijakan akses obat, dan pencegahan risiko kesehatan fisik.

Dokter Gina Anindyajati, SpKJ, menuturkan, survei di Indonesia mendapati bahwa proporsi orang dengan gejala depresi pada masa pandemi Covid-19 mencapai 35 persen.

"Angka ini lebih tinggi 5-6 kali dibandingkan dengan angka kejadian depresi di masyarakat umum (Riset Kesehatan Dasar tahun 2018) dan lebih besar 2-3 kali dibandingkan dengan angka kejadian depresi pada kejadian bencana non-pandemi lainnya," ujar Gina dalam siaran persnya Kamis (27/8).

Lebih lanjut, Dr. dr Hervita Diatri, SpKJ(K) menyebutkan setidaknya terdapat empat masalah kesehatan mental yang berhasil diidentifikasi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Masalah tersebut merupakan masalah baru maupun lanjutan masalah yang semakin berat. 

"Pertama, tingginya proporsi depresi, kecemasan, dan distres di masyarakat, termasuk pada kelompok petugas di layanan kesehatan. Kedua, banyaknya orang dalam usia produktif yang mengalami masalah kesehatan mental di masa pandemi Covid-19 ditambah dengan kelompok rentan lainnya (perempuan, anak dan remaja, serta orang lanjut usia). Ketiga, semakin terbatasnya jangkauan pelayanan kesehatan mental di masyarakat dan keempat, terputusnya layanan kesehatan bagi orang dengan gangguan jiwa dan meningkatkan risiko kekambuhan," jelasnya.

Sedangkan Damar P Susilaradeya, Ph.D mengutarakan, derajat kesehatan mental adalah kunci produktivitas masyarakat dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya.

"Mereka yang terpapar infeksi Covid-19 dan keluarganya, petugas kesehatan, dan masyarakat umum dapat mengalami masalah kesehatan jiwa yang berujung pada rendahnya kinerja dan produktivitas.  Policy brief dapat diakses melalui https://sinergimahadataui.id/policy-brief/," ungkapnya.

Wakil Rektor UI bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris mengapresiasi sepak terjang peneliti dan akademisi UI di dalam menghasilkan buah karya pemikiran yang bermanfaat bagi pemerintah maupun masyarakat. 

"Tercatat setidaknya 10 policy brief yang kami ajukan kepada pemerintah berkenaan kebijakan mengatasi pandemi Covid-19. UI mengambil perannya selaku produsen gagasan untuk memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan berbasis riset di lapangan, sebagai upaya mendukung pemerintah di dalam menjalankan strategi yang tepat untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 di Indonesia," pungkasnya. [syahid/voa-islam.com]

sumber: republika.co.id

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Varian Baru Covid-19, Strateginya Makin Disiplin 5M, Tingkatkan 3T dan Percepat Vaksinasi

Varian Baru Covid-19, Strateginya Makin Disiplin 5M, Tingkatkan 3T dan Percepat Vaksinasi

Selasa, 09 Mar 2021 08:29

Politik Devide Et Impera

Politik Devide Et Impera

Selasa, 09 Mar 2021 07:25

Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Selasa, 09 Mar 2021 06:05

Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dan Istri Positif Terinfeksi COVID-19

Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dan Istri Positif Terinfeksi COVID-19

Senin, 08 Mar 2021 21:46

Senator AS Kecam Kebijakan 'Santai' Biden Terhadap Iran Untuk Serangan Fasilitas Energi Saudi

Senator AS Kecam Kebijakan 'Santai' Biden Terhadap Iran Untuk Serangan Fasilitas Energi Saudi

Senin, 08 Mar 2021 21:00

Kembali Terjadi Kasus Suap, Kinerja Perpajakan Harus Dievaluasi Besar-Besaran

Kembali Terjadi Kasus Suap, Kinerja Perpajakan Harus Dievaluasi Besar-Besaran

Senin, 08 Mar 2021 20:27

Cinta dalam Sepotong Coklat

Cinta dalam Sepotong Coklat

Senin, 08 Mar 2021 19:57

Perintah Agama Vs Toleransi Terhadap Keragaman

Perintah Agama Vs Toleransi Terhadap Keragaman

Senin, 08 Mar 2021 19:21

Nikah Muda, Why Not?

Nikah Muda, Why Not?

Senin, 08 Mar 2021 18:47

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Senin, 08 Mar 2021 18:13

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Senin, 08 Mar 2021 17:51

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Senin, 08 Mar 2021 17:21

Mendidik Anak dari Rumah

Mendidik Anak dari Rumah

Senin, 08 Mar 2021 16:47

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Senin, 08 Mar 2021 16:11

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Senin, 08 Mar 2021 16:00

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Senin, 08 Mar 2021 15:23

Pemerintah Terlihat Bingung

Pemerintah Terlihat Bingung

Senin, 08 Mar 2021 15:00

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Senin, 08 Mar 2021 13:08

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Senin, 08 Mar 2021 11:02

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Senin, 08 Mar 2021 10:47


MUI

Must Read!
X