Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.540 views

Masalah Kontemporer Guru Honorer

 

Oleh: Fitri Suryani, S. Pd.

(Guru dan Penulis Asal Konawe)

 

Masalah guru honorer seakan tak pernah usai dari pemberitaan. Namun, tahun ini seolah ada secercah harapan bagi mereka yang telah lama mengabdikan diri dalam mencerdaskan anak bangsa.

Pemerintah tahun ini membuka seleksi 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Irwan Fecho mengkritik pengangkatan proses guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang harus melalui seleksi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia berpandangan proses pengangkatan guru honorer menjadi PPPK seharusnya dilakukan berdasarkan masa pengabdian seseorang sebagai guru. Menurutnya, guru yang telah cukup masa mengabdinya seharusnya tidak mengikuti proses seleksi lagi karena akan mengalami kesulitan bersaing dengan guru yang masih muda masa pengabdiannya (Sindonews.com, 19/09/2021).

Padahal berdasarkan data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Saat ini baru 1.607.480 (47,8 persen) guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sedangkan 62,2 persen sisanya merupakan guru honorer. Karenanya terang-benderanglah peran signifikan guru honorer.

Dari itu, seleksi penerimana guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja memang tak lepas dari pro kontra di lapangan. Di satu sisi dengan adanya seleksi tentu dapat menilai bagaimana kompetensi guru yang akan mengajar dan mendidik anak bangsa kelak dengan harapan memiliki mutu yang baik. Walau tak dipungkiri sesungguhnya nilai-nilai yang tinggi dari hasil tes tersebut belum menjamin baik tidaknya guru tersebut saat praktik mengajar nanti.

Di sisi lain, adanya seleksi tersebut tak sedikit bagi guru honorer yang mendekati usia senja seakan pesimis. Karena salah satu kekhawatiran mereka, yaitu kalah cepat dalam menyelesaikan soal dengan peserta yang umurnya jauh lebih muda. Apalagi di usia mereka yang tak lagi muda, jelas tak mudah membaca tulisan kecil dari layar komputer, begitu juga kegesitan mereka dalam menjalankan teknologi tak seperti yang masih usia muda.

Selain itu, soal-soal seleksi seolah hanya teori belaka. Karena tak sebanding dengan praktik pengabdian yang telah belasan bahkan puluhan tahun lamanya mereka jalani.  Bagaimana tidak, kemampuan guru honorer yang telah lama megabdikan diri, sepertinya hanya dinilai dan diukur saat proses seleksi. Seakan mengabaikan bagaimana praktik yang telah lama mereka lakukan dalam mengajar dan mendidik anak bangsa.

Di samping itu, jika menengok tugas dan tanggung jawab para guru honorer pada hakikatnya tak jauh berbeda dengan guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun sayangnya dari sisi kesejahteraan sangat jauh berbeda. Miris!

Potret suram tersebut pun seakan menjadi lumrah yang harus ditanggung oleh mereka yang berstatus guru honorer. Karena hal itu telah berlangsung sejak lama dan hingga kini belum mendapat titik terang yang dapat membuat mereka sejahtera.

Lebih dari itu, perlakuan buruk sistem kapitalisme terhadap profesi pendidik tentu tidak dapat dipungkiri. Mereka digenjot dengan berbagai peraturan yang berbelit, namun minim perhatian yang berkaitan dengan kesejahteraan. Begitu juga pandangan sistem ini terhadap bagaimana urgensi pendidikan yang sesungguhnya.

Karenanya, pengangkatan guru honorer dengan program PPPK menegaskan minimnya perhatian sistem hari ini menyediakan layanan pendidikan bagi rakyat, memfasilitasi pendidikan dengan jumlah guru yang memadai dan berkualitas serta membiayai kebutuhan pendidikan termasuk dengan menempatkan terhormat dan menggaji secara layak para pendidik.

Lain halnya dalam Islam yang mana pendidikan merupakan perkara yang tak kalah penting dengan perkara lainnya. Sehingga pendidikan pun ditempatkan sebagai hak dasar publik. Tentu untuk mewujudkan hal itu perlu adanya dukungan dari pihak berwenang. Di antaranya mendukung pembiayaan pendidikan secara maksimal.

Sebagaimana pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, terdapat kebijakan pemberian gaji kepada para pengajar Al-Qur’an masing-masing sebesar 15 dinar, di mana satu dinar pada saat itu sama dengan 4,25 gram emas. Jika satu gram emas Rp. 500.000 saja dalam satu dinar berarti setara dengan Rp 2.125.000,00. Dengan kata lain, gaji seorang guru mengaji adalah 15 dinar dikali Rp 2.125.000, yaitu sebesar Rp 31.875.000.

Oleh karena itu, pandangan Islam terhadap pendidikan dan para pendidik bertolak belakang dengan sistem kapitalisme. Islam menjadikan pendidikan sebagai pilar peradaban mulia dan menempatkan para guru sebagai salah satu arsiteknya. Hal itu nampak dari perhatian sistem Islam terhadap pendidikan dan jaminan kesejahteraan para guru. Wallahu a’lam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Rabu, 20 Oct 2021 20:17

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Rabu, 20 Oct 2021 19:59

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Rabu, 20 Oct 2021 19:50

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Rabu, 20 Oct 2021 19:28

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

Rabu, 20 Oct 2021 18:00

Bulog Merugi, PKS: Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Tutup Saja?

Bulog Merugi, PKS: Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Tutup Saja?

Rabu, 20 Oct 2021 06:57

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa Meneladani Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa Meneladani Nabi

Rabu, 20 Oct 2021 05:52

Viral! UMKM Terancam Denda Rp 4M, Partai Gelora Angkat Bicara

Viral! UMKM Terancam Denda Rp 4M, Partai Gelora Angkat Bicara

Rabu, 20 Oct 2021 04:48

Dua Riset Santri SMA Ar-Rohmah Putri Tembus Jurnal Internasional

Dua Riset Santri SMA Ar-Rohmah Putri Tembus Jurnal Internasional

Rabu, 20 Oct 2021 03:41

Terduga Pelaku Penghina Suku Betawi Ditangkap, Fahira Idris: Respon Cepat Polri Turunkan Tensi

Terduga Pelaku Penghina Suku Betawi Ditangkap, Fahira Idris: Respon Cepat Polri Turunkan Tensi

Rabu, 20 Oct 2021 02:57

Praktik Baik di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus  Kottabarat Layak Dijadikan Contoh

Praktik Baik di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Layak Dijadikan Contoh

Rabu, 20 Oct 2021 02:38

Hamas Umumkan Kesepakatan Pertukaran Tahanan Dengan Israel Akan Segera Terjadi

Hamas Umumkan Kesepakatan Pertukaran Tahanan Dengan Israel Akan Segera Terjadi

Selasa, 19 Oct 2021 18:15

Rabu – Jum’at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1443 H.

Rabu – Jum’at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1443 H.

Selasa, 19 Oct 2021 17:14

Kepala Industri Pertahanan Turki Sebut Ankara Akan Beli Jet Tempur Rusia Jika AS Gagal Kirimkan F-16

Kepala Industri Pertahanan Turki Sebut Ankara Akan Beli Jet Tempur Rusia Jika AS Gagal Kirimkan F-16

Selasa, 19 Oct 2021 17:00


MUI

Must Read!
X