Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.214 views

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

 

Oleh: Meri Hastuti

Pelanggaran gencatan senjata lagi. Rabu (16/06) Israel kembali berulah dengan melancarkan serangan udara ke timur kota Khan Younes Gaza selatan Palestina. Padahal sehari sebelumnya 17 warga Palestina yang menentang parade March of the Flags ditangkap oleh Israel (www.detik.com, 16/06/2021).

Klaim yang dikemukakan senada dengan sebelumnya, seakan Israel menjadi korban. Padahal publik sejagat memahami tak mungkin ada asap jika tak ada api. Barbar dan tak berperikemanusiaan Israel menjajah Palestina selama puluhan tahun, cukup menjadi bukti bahwa Israel lah yang menyalakan api.

Pilu hati dan jiwa melihat kesengsaraan dan penderitaan warga Palestina. Tak terhitung rudal-rudal Israel menghujani langit; darah tergenang dari warga sipil termasuk anak dan wanita; puluhan ribu anak menjadi yatim piatu; rumah dan fasilitas umum luluh lantak; kelangkaan makanan dan air bersih; merebaknya kurang gizi dan busung lapar; ketergantungan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan dari donasi luar; penangkapan dan penyiksaan terhadap pejuang Islam; dan sebagainya.  Ya inilah santapan sehari-hari warga Palestina. Tak harus muslim yang merasakannya pilunya, tapi cukup sebagai manusia yang punya mata hati.

Ke depan di bawah kepemimpinan perdana menteri baru Naftali Bennet, penjajahan terhadap Palestina akan semakin ekstrim. Nampak dari track record Bennet yang menentang keras kemerdekaan Palestina. Serta mendukung totalitas pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerussalem timur. Dipastikan kebrutalan Israel pun semakin di atas angin. Karena kebrutalan ini akan senantiasa mendapat ‘restu’ negara adidaya dan lembaga internasional, yang memang membidani lahirnya negara penjajah Israel.

Sistem Kapitalis Sekuler Penyebab Bungkamnya Dunia Terhadap Kekejian Israel

Gempuran demi gempuran penjajah, tak menjatuhkan keimanan warga Palestina. Aqidah Islam kokoh terpatri dalam jiwa. Syi’ar-syi’ar Islam tetap membumi di tanah suci. Nampak dari ditegakkannya shalat lima waktu di masjid-masjid walaupun di bawah todongan bom dan senjata. Sambutan hangat puasa Ramadhan walaupun kelaparan mewabah. Menggemanya lantunan ayat suci Al Quran dari lisan huffadz walaupun harus patah tumbuh hilang berganti. Tangis bahagia anggota keluarga menyambut syuhada, walaupun ancaman nyawa lekat di depan mata.

Apatah lagi melihat para pejuang danpenolong agama Allah. Jiwa kesatria tanpa kenal lelah berjihad fisabilillah, mempertahankan tanah suci dengan darah dan harta. Semua karena ketaqwaan dan memenuhi janji pada Allah. Sehingga detik demi detik perjuangan mengusir penjajah tak pernah padam.

Ini yang membuktikan bahwa sebenarnya hanya Palestina lah yang tak mampu ditaklukkan oleh penjajah Israel. Sedangkan negeri-negeri muslim lain hakikatnya ‘terjajah’ Israel dan negara pendukungnya. Mengapa? Karena para pemimpin negeri muslim hanya pandai beretorika, sekadar kecaman dan diplomasi dalam menghadapi kekejian Israel. Tak berani mengerahkan bala tentaranya dengan berbagai dalih.

‘Keterjajahan’ negeri-negeri muslim hari ini, tak lain tak bukan karena sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan dalam negeri. Tak dipungkiri, ekonomi, hukum, politik, pendidikan, kesehatan, keamanan, sosial budaya negeri muslim berkiblat pada nilai-nilai Barat.

Negeri Indonesia tercinta contohnya. Utang luar negeri menggunung; Sumber Daya Alam (SDA) dikuasai asing/aseng; politik dikendalikan korporatokrasi; hukum warisan penjajah; pendidikan kesehatan, dan pangan dikomersialisasi bahkan dipajaki; barang-barang impor membanjiri pasar dalam negeri; ancaman pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai dan sebagainya.

Negeri-negeri muslim lain pun setali tiga uang. Bahkan yang miris, beberapa negeri muslim ada yang secara terbuka, menjalin hubungan diplomatik dengan penjajah Israel. Seakan tak ada masalah dengan berdarahnya tangan Israel ketika membunuh saudaranya. Wajar ketergantungan akut pada Barat membelenggu tangan bahkan mulut para pemimpin muslim hari ini. Membiarkan penjajahan Israel membabi buta terhadap Palestina. Terbukti sistem ini, tak membawa kemashlahatan untuk umat, hanya menguntungkan penguasa, pemilik modal dan kroninya.

Sistem Khilafah Islam Perisai  Umat

Membaca sifat dan watak Israel (Yahudi keturunan bani Israil) yang Allah jelaskan dalam Al Quran, harusnya kaum muslim mengambil sikap tegas. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menghadapi Yahudi (bani Qainuqa, bani Nadhir, dan bani Quraidzah) di Madinah. Pelanggaran perjanjian oleh Yahudi, ditanggapi secara cerdas politik oleh Rasululullah dengan angkat senjata. Yahudi pun bertekuk lutut dengan menerima hukuman dari Rasulullah SAW berupa pengusiran atau penjatuhan sanksi lainnya.

Harusnya hari ini pun kaum muslim melakukan hal yang sama. Kecaman dan diplomasi puluhan tahun terbukti hanya menjadikan Israel jumawa. Pelanggaran perjanjian dan kebrutalan menyerang Palestina berulang mereka lakukan. Apakah patut kaum muslim jatuh pada lubang yang sama ? Maka hanya jihad fisabilillah yang terorganisir dalam kesatuan komando (khalifah) lah yang akan mampu menghentikan penjajah Israel.

Ya hanya Khilafah Islamiyah yang menjadi perisai melindungi umat muslim di Palestina. Karena di bawah kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab, Palestina menjadi milik umat Islam sejak 13 abad (1280 tahun) lalu. Pembebasan kota suci tersebut dari  kedzaliman dan kebiadaban pasukan Salib pun juga dilakukan oleh Shalahuddin al Ayyubi pada masa kekhilafahan Abbasiyyah. Sampai benteng terakhir Khilafah Turki Ustmani juga menolak mentah-mentah permintaan Yahudi atas hibah Palestina kepada mereka.

Disinilah urgensi kaum muslim menyeru persatuan kaum muslim dalam satu institusi Islam global (khilafah). Insya Allah dengan tegaknya khilafah, tak hanya menjadi perisai untuk Palestina tapi juga kaum muslim belahan bumi lainnya. Khilafahlah yang akan mengemban Islam rahmatan lil ‘alamin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Artinya : Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud). Wallahu a’lam bish-shawabi. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Latest News
Rakyat Malas

Rakyat Malas

Kamis, 05 Aug 2021 11:16

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Kamis, 05 Aug 2021 11:03

 Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Kamis, 05 Aug 2021 10:57

Di Surga Bersama yang Dicintai

Di Surga Bersama yang Dicintai

Kamis, 05 Aug 2021 08:06

Tanggapi Menag Soal Baha'i, Sekum PP PERSIS Imbau Umat Waspadai Paham Perusak Aqidah

Tanggapi Menag Soal Baha'i, Sekum PP PERSIS Imbau Umat Waspadai Paham Perusak Aqidah

Kamis, 05 Aug 2021 06:03

Umat Islam Luruskan Niat! Dan Bersatulah!

Umat Islam Luruskan Niat! Dan Bersatulah!

Kamis, 05 Aug 2021 04:58

PPKM Eceran

PPKM Eceran

Kamis, 05 Aug 2021 01:21

Masalah Ucapan Selamat yang Bermasalah

Masalah Ucapan Selamat yang Bermasalah

Rabu, 04 Aug 2021 23:51

Fitnah Kubro: Usaha Balas Dendam Musuh Islam

Fitnah Kubro: Usaha Balas Dendam Musuh Islam

Rabu, 04 Aug 2021 22:15

Covid-19 dan Upaya Menjaga Amanah dari Allah SWT

Covid-19 dan Upaya Menjaga Amanah dari Allah SWT

Rabu, 04 Aug 2021 21:46

Kucurkan Rp 1 Triliun Atasi Pandemi, Fahira Idris: “DNA” Muhammadiyah Memberi

Kucurkan Rp 1 Triliun Atasi Pandemi, Fahira Idris: “DNA” Muhammadiyah Memberi

Rabu, 04 Aug 2021 21:40

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian-1)

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian-1)

Rabu, 04 Aug 2021 21:00

Legislator PKS: Berapa Banyak Nyawa Lagi yang Harus Terkorbankan Demi Pencitraan?

Legislator PKS: Berapa Banyak Nyawa Lagi yang Harus Terkorbankan Demi Pencitraan?

Rabu, 04 Aug 2021 20:39

Umat Islam, Bersatulah!

Umat Islam, Bersatulah!

Rabu, 04 Aug 2021 19:41

Tradisi dan Seni Budaya Rawan Menjadi Pintu Masuk Nativisme

Tradisi dan Seni Budaya Rawan Menjadi Pintu Masuk Nativisme

Rabu, 04 Aug 2021 18:20

Gernas MUI Dapat Dukungan Penuh ACT

Gernas MUI Dapat Dukungan Penuh ACT

Rabu, 04 Aug 2021 16:13

Bahas Tantangan Dakwah di Era Digital, FMDKI Akan Gelar Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional 2021

Bahas Tantangan Dakwah di Era Digital, FMDKI Akan Gelar Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional 2021

Rabu, 04 Aug 2021 14:04

Terindikasi Kuat Lakukan Penodaan Agama, Tim Peneliti DDII Bawa Masalah Bahai ke Jalur Hukum

Terindikasi Kuat Lakukan Penodaan Agama, Tim Peneliti DDII Bawa Masalah Bahai ke Jalur Hukum

Rabu, 04 Aug 2021 07:02

Turki Tolak Bantunan Israel Untuk Perangi Kebakaran Hutan

Turki Tolak Bantunan Israel Untuk Perangi Kebakaran Hutan

Selasa, 03 Aug 2021 22:26

Pasukan Rezim Teroris Assad Lancarkan Serangan Baru Di Daraa

Pasukan Rezim Teroris Assad Lancarkan Serangan Baru Di Daraa

Selasa, 03 Aug 2021 21:54


MUI

Must Read!
X