Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.158 views

Tinjau Kembali Kebijakan Kenaikan PPN

 

Oleh:

Hani Handayani. A.Md

 

KABAR rencana pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), seakan menambah beban masyarakat saat ini akibat Pandemi Covid-19 yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang bisa menggambarkan penderitaan rakyat Indonesia saat ini.

Rencana pemerintah yang akan menaikkan PPN di dalamnya ada kebutuhan bahan pokok (sembako), menjadi 12 persen yang sebelumnya hanya 10 persen. Ini tercatat berdasarkan draf Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Tentu hal ini mendapatkan respons penolakan atas rencana ini, khususnya para ibu-ibu Rumah Tangga yang akan merasakan dampak langsung bila rencana ini benar terlaksana. Para ibu di buat harus memutar otak agar dapur terus mengepul di saat pemasukan ekonomi keluarga tidak bertambah tetapi pengeluaran untuk kebutuhan terus bertambah dengan adanya rencana PPN ini.

Dikutip dari kompas.com (10/6/2021), pemerintah berencana mengenakan PPN untuk bahan sembako. Adapun Sembako yang akan dikenakan PPN seperti; beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan dan gula konsumsi. Juga menghapus beberapa barang hasil tambang dan pengeboran yang tadinya tak ada PPN, tapi khusus tambang batubara tidak termasuk di dalamnya.

Penambahan objek jasa baru seperti; jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan prangko, jasa keuangan dan jasa asuransi pun akan dikenakan PPN. Ditambah juga jasa pendidikan, jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa angkutan umum di darat dan di air, jasa angkutan udara dalam dan luar negeri, jasa tenaga kerja, jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam, serta jasa pengiriman uang dengan wesel pos.

 

Pajak dalam Kapitalis

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan pada Rabu (9/6/2021), PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Di mana PPN termasuk jenis pajak tidak langsung, yang disetor oleh pihak lain (pedagang) dari konsumen yang membeli barang di pedagang tersebut.

Adapun landasan hukum utama yang digunakan dalam penerapan PPN di Indonesia berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahu. 1983 berikut perubahannya, yaitu Undangan-undang No.11 Tahun 1994, Undang-undang No.18 Tahun 2000, dan Undang-undang Ni.42 Tahun 2009.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan kenaikan PPN dengan skema yang di jelaskan di atas merupakan cara pemerintah mengurangi distorsi dan menciptakan asas keadilan juga dengan kenaikan tarif PPN atas barang yang dikonsumsi masyarakat kelas atas membuka pemerintah memberikan fasilitas pajak secara lebih tepa sasaran dan kebijakan bini bisa saja baru diimplementasikan pada 1-2 tahun yang akan datang (kompas.com 9/6/2021).

Kalau dilihat dari wacana yang dikatakan staf Khusus Menteri Keuangan sangat manis sekali janji yang diberikan pemerintah dengan dalil menstabilkan ekonomi negara akibat dampak Pandemi Covid-19. Namun, seperti itu hanya lips servis, padahal rakyatlah yang akan menanggung beban kehidupan yang semakin berat dan jauh dari harapan sejahtera.

Inilah dampak yang terjadi ketika sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini membuat  hilangnya peran negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak dipertimbangkan apakah benar untuk kesejahteraan rakyat.

Sistem kapitalis ini pun yang membuat pendapat negara hanya bertumpu pada pajak bukan pada Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di negeri ini. Jika pemanfaatan SDA dikelola dengan kreatif insyaallah pendapatan negara akan besar sehingga tidak membebani rakyat dengan pajak yang berat.

 

Pandangan Islam terhadap Pajak

Dalam Islam pajak dibolehkan, tetapi bukan digunakan untuk menekan pertumbuhan, atau menghalangi orang kaya, terlebih bukan untuk menambah pendapatan negara. Pajak yang diambil dari rakyat hanya untuk membiayai kebutuhan yang ditetapkan syariat ketika kas negara dalam Islam benar-benar sedang kosong.

Dalam pemungutan pajak pun akan ada aturan yang diberlakukan dalam sistem Islam dimana pajak tidak langsung tidak akan di berlakukan. Terlebih pajak yang menjadi kebutuhan masyarakat baik sandang maupun papan tidak akan ditetapkan besaran nilai pajaknya. Sistem Islam tidak akan menetapkan biaya apapun dalam pelayanan publik baik dari aspek kesehatan, pendidikan maupun keamanan semuanya akan difasilitasi secara gratis.

Karena Allah Swt. Berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil…” (QS An-Nisaa’: 29)

Penjelasan ayat ini , jelas  bahwa Allah Swt. Melarang manusia saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Termasuk pula dilarang membebani/mengambil pajak dari orang yang tidak wajib pajak, karena hal ini merupakan jalan yang batil dalam pelaksanaannya.

Dalil ini pun diperkuat dari hadis Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diazab) di neraka.” (HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930).

Seyogianya pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan kenaikan PPN ini terlebih kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang banyak terpukul akibat Pandemi Covid-19 yang banyak mengubah tatanan kehidupan, jangan sampai peran pemerintah sebagai pelindung masyarakat hilang. Jangan sampai pemerintah menjadi pihak yang dijelaskan hadis di atas akan ada ancaman dari sang Maha Pencipta bagi para pemungut pajak dengan cara yang dzalim. Wallahu a’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Rabu, 20 Oct 2021 20:17

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Rabu, 20 Oct 2021 19:59

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Rabu, 20 Oct 2021 19:50

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Rabu, 20 Oct 2021 19:28

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

Rabu, 20 Oct 2021 18:00

Bulog Merugi, PKS: Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Tutup Saja?

Bulog Merugi, PKS: Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Tutup Saja?

Rabu, 20 Oct 2021 06:57

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa Meneladani Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa Meneladani Nabi

Rabu, 20 Oct 2021 05:52

Viral! UMKM Terancam Denda Rp 4M, Partai Gelora Angkat Bicara

Viral! UMKM Terancam Denda Rp 4M, Partai Gelora Angkat Bicara

Rabu, 20 Oct 2021 04:48

Dua Riset Santri SMA Ar-Rohmah Putri Tembus Jurnal Internasional

Dua Riset Santri SMA Ar-Rohmah Putri Tembus Jurnal Internasional

Rabu, 20 Oct 2021 03:41

Terduga Pelaku Penghina Suku Betawi Ditangkap, Fahira Idris: Respon Cepat Polri Turunkan Tensi

Terduga Pelaku Penghina Suku Betawi Ditangkap, Fahira Idris: Respon Cepat Polri Turunkan Tensi

Rabu, 20 Oct 2021 02:57

Praktik Baik di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus  Kottabarat Layak Dijadikan Contoh

Praktik Baik di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Layak Dijadikan Contoh

Rabu, 20 Oct 2021 02:38


MUI

Must Read!
X