Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.821 views

Degradasi KPK

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Kegaduhan intern yang terjadi di lingkungan lembaga negara sekelas lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak urung membuat suasana gaduh bukan hanya di kalangan KPK saja, melainkan suasana gaduhnya menjadi bola panas yang liar menggelinding ke berbagai arah.

Alih-alih KPK bisa menjadi tim atau lembaga yang handal dalam memberantas tindak korupsi dari tikus-tikus berdasi bak tim Chelsea meraih gelar juara terhormat Liga Champions Ahad (30/5/2021) dini hari, malah yang ada KPK kini menjadi lembaga negara yang sedang menuju kondisi terdegradasi atau sengaja didegradasi. Tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat KPK hanya merupakan lembaga yang tinggal sebuah nama, minimal dikenal di negeri ini pernah ada KPK

Jika judul tulisan ini boleh dikaitkan dengan sebuah prestasi, tentu hal ini merupakan sebuah paradok. Pada satu sisi ada sebuah kemunduran prestasi sehingga terdegradasi, tapi di lain sisi ada sebuah kemajuan yang sangat luar biasa.

Raihan prestasi Chelsea sebagai klub sepak bola elit dunia yang mengakhiri kompetisi Liga Utama Inggris berada pada posisi "empat besar" dan sekaligus menorehkan prestasi gemilangnya dengan meraih titel juara dan berhak memboyong Piala Berkuping Lebar julukan Piala Liga Champions 2020/2021 yang bisa diboyong ke kandang mereka.

Berbeda jauh dengan KPK yang saat kemunculan pertamanya 19 tahun lalu, lembaga ini sempat menjadi garda terdepan dalam pemberantasan tindak korupsi dan masyarakat pun sangat menaruh harapan besar terhadap kinerja KPK dalam menangkap para koruptor atau tikus-tikus berdasi. Tapi harapan masyarakat kini hanya tinggal harapan, karena KPK kalau boleh dibilang saat ini dalam kondisi terdegradasi atau sengaja didegradasi kewibawaannya sebagai lembaga yang semestinya dapat menjadi lembaga andalan dalam pemberantasan tindak korupsi di negeri ini.

Kembali jika kita mau membandingkan klub sepak bola Chelsea dengan KPK. Kesuksesan Chelsea sebagai sebuah tim tentu merupakan kerja keras dari seluruh yang terlibat di dalamnya. Dengan tidak menafikan seluruh komponen di dalam tim yang telah membantu kesuksesan, kiranya kini kita layak fokus melihat salah seorang sosok pemain Chelsea yang kontribusi kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar tak perlu diragukan lagi.

Sosok pemain yang satu ini posisinya dalam tim sebagai gelandang yang tak tergantikan, bahkan kini yang bersangkutan dijuluki gelandang terbaik dunia. Pemain ini memperoleh gelar Pemain Terbaik alias Man Of The Match final Liga Champions 2021 yang diberikan kepada sosok gelandang terbaik dunia yang bernama N'Golo Kante. Uniknya raihan gelar Pemain Terbaik bagi Kante bukan hanya pada saat partai puncak final saja, tapi ia peroleh pula saat semi-final.

Mencermati sepak terjang Kante di lapangan hijau melalui siaran langsung streaming, sungguh merupakan tontonan yang mengesankan. Keberadaan Kante sebagai seorang gelandang di lapangan hijau kehadirannya nyaris ada di setiap jengkal sudut lapangan. Saat timnya menyerang, Kante menjadi destroyer atau perusak pertahanan lawan. Saat timnya mendapatkan serangan balik, Kante tiba-tiba sudah ada di setengah lapangan menghalau serangan balik, sedangkan saat timnya diserang, Kante sudah berada sejajar dengan pemain belakang timnya. Tackling-tackling Kante nyaris bersih dari pelanggaran menjadikan rekan-rekan setimnya merasa nyaman jika Kante ada di belakang saat timnya diserang.

Jika sosok gelandang terbaik dunia ini kita coba tarik ke dalam sosok seorang pejabat di KPK, adakah sosok pejabat di KPK yang piawai bak kepiawaian Kante di lapangan hijau? Adakah kini seorang pejabat KPK yang memiliki keberanian sebagai destroyer atau perusak gerombolan koruptor?

Kondisi terdegradasi atau pelemahan KPK ini mulai dapat dirasakannya setelah terbitnya revisi UU-KPK. Saat itu tidak sedikit yang menolak adanya revisi tersebut, tapi rupanya berlaku pepatah: "Biarlah Anjing Menggonggong, Kafilah Tetap Berlalu".

Layak kiranya jika masyarakat kini tak dapat berharap banyak terhadap KPK untuk menuntaskan kasus-kasus besar korupsi, menangkap Harun Masiku saja tak ada kemampuan?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Rabu, 05 Oct 2022 16:24

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Rabu, 05 Oct 2022 13:11

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Rabu, 05 Oct 2022 10:15

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38


MUI

Must Read!
X