Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.717 views

Menakar Vaksinasi Sebagai Solusi

 

Oleh:

Siti Subaidah || Pemerhati Lingkungan dan Generasi

 

VAKSINASI kini menjadi harapan untuk keluar dari pandemi. Ketika angka penurunan kasus covid tak kunjung ditemui, pemerintah berupaya menekan angka kasus dengan vaksinasi. Diketahui pemerintah Indonesia telah menggandeng China dalam kerja sama pembuatan vaksin Covid yakni Sinovac. Selain juga mengembangkan vaksin Merah Putih buatan anak negeri. Namun vaksin Sinovac lah yang digadang-gadang siap edar di awal tahun ini.

Jika melihat capaian kasus positif covid per hari tentu Indonesia berada di zona mengkhawatirkan. Beberapa daerah pun menunjukkan gejala serupa yakni tak menemui angka penurunan. Di Kaltim misalnya,  angka peningkatan kasus covid sangatlah masif yakni mencapai 697,8 per 100 ribu penduduk. Dengan angka positivity rate 16,9 persen. Padahal ambang batas aman yang ditetapkan oleh WHO adalah di bawah 5 persen. Tentu saja hal ini membuat Kaltim masuk dalam daftar penerima vaksin dari pemerintah pusat dengan kriteria daerah yang terkonfirmasi tinggi kasus covid atau dengan pertimbangan khusus. (kaltim.procal.co)

Sedangkan Balikpapan yang merupakan salah satu kota besar di Kaltim telah  menargetkan sekitar 150 ribu orang akan menerima vaksin dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut berdasarkan kriteria penerima vaksin dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun. Di tengah pro dan kontra di masyarakat terkait vaksin, Pemda Balikpapan mengklaim bahwa warga Balikpapan mayoritas bersedia di vaksin. Padahal surat ijin edar pun belum dikantongi.  Begitu juga dengan sertifikasi halal dari MUI. Namun begitu hal ini tidak mengurangi  ambisius pemda untuk memuluskan kebijakan ini.

Ambiguitas Vaksin

Kebijakan pemerintah pusat terkait vaksinasi di tahun ini agaknya telah menemui titik final. Bahkan kebijakan ini telah diteruskan ke daerah-daerah. Anggapan bahwa vaksin mampu menekan laju penyebaran virus covid  bahkan seolah-olah menjadi solusi menjadikan pemerintah pusat sigap menyiapkan langkah vaksinasi ini.

Padahal ibarat buah yang belum siap panen, kebijakan ini malah terkesan prematur. Mulai dari isi kandungan vaksin, ijin edar, sertifikasi halal, dan uji klinis yang belum rampung membuat kegaduhan di kalangan masyarakat. Ditambah fakta menarik bahwa WHO sendiri tidak menjamin vaksin yang ada sekarang bahkan mengatakan bahwa mungkin tidak akan pernah ada obat ampuh untuk mengendalikan covid 19.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, dr Swandari Paramita yang menyatakan bahwa vaksin sendiri sebenarnya tidak akan mampu menahan laju penyebaran virus. Karena vaksin hanya mampu menjaga kekebalan tubuh bukan pengobatan. Hanya mencegah orang yang terpapar tidak jatuh pada kondisi yang lebih serius atau kena virus namun tidak bergejala. ( nomorsatukaltim.com)

Maka memaksakan vaksinasi saat ini bukanlah solusi tepat untuk dapat keluar dari pandemi bahkan menahan laju penyebaran pun tidak. Dengan banyaknya kesimpangsiuran terkait vaksin, malah membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan segala kebijakan yang ada. Masyarakat tentu tidak mau menjadi kelinci percobaan dari kebijakan pemerintah yang asal-asalan. Ini pun akhirnya membuktikan bahwa pemerintah saat ini tak mampu merangkul kepercayaan publik. Bahkan cenderung memaksakan kebijakan vaksinasi, seperti yang terjadi di Jakarta yang telah menetapkan sanksi bagi warga yang menolak di vaksin.

Ketetapan sanksi itu tertuang dalam Pasal 30 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta yang mengamanatkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19 dapat dipidana dengan denda paling banyak sebesar Rp5.000.000. Malang nian nasib rakyat. Ibarat buah simalakama, divaksin takut akan dampaknya, tidak divaksin takut akan dendanya.

Islam Atasi Pandemi

Pandemi yang berlarut-larut tentu menyebabkan penderitaan panjang bagi umat. Hal inilah yang akan sangat dihindari oleh negara Islam.. Islam dengan seperangkat aturan syariatnya menjadikan ia sebagai junnah atau pelindung bagi umat. Sebagai pelindung tentu ia akan selalu berada di depan. Memikirkan segala mekanisme yang dapat di lakukan untuk segera menyudahi keadaan krisis yang menimpa rakyatnya.

Ketika menghadapi wabah atau krisis pemerintahan Islam akan memprioritaskan penanganan pada daerah yang terkena wabah di awal. Ini artinya negara melakukan upaya defensif dengan mengkarantina daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar penyebaran virus tidak berimbas ke daerah lain. Sehingga kegiatan yang umumnya dilakukan oleh masyarakat seperti sekolah, bekerja, dan berinteraksi dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar masih dapat dilakukan karena tidak ada ketakutan akan tertular virus.

Pemerintah pun dapat fokus menyelesaikan masalah kesehatan rakyat di wilayah yang terdampak wabah. Masyarakat disana di jamin kebutuhan ekonominya oleh negara. Sehingga beban ekonomi tidak akan menyita pikiran warga. Segala kebutuhan baik itu penanganan medis dan fasilitas kesehatan akan di berikan oleh negara dengan standar terbaik. Karena dalam Islam, nyawa sangatlah berharga. Selain itu tidak lupa negara berupaya menemukan obat maupun vaksin dengan memanfaatkan tenaga ahli kesehatan yang risetnya di biaya langsung sepenuhnya oleh negara. Masyarakat pun juga tidak akan khawatir bahkan takut dengan obat dan vaksin yang dihasilkan karena terjamin kehalalannya.

Inilah mekanisme atau kebijakan  yang akan di lakukan oleh pemerintah yang menyandarkan peraturannya pada syariat Islam. Akan tuntas menangani wabah, mengutamakan keselamatan umat dan mampu menciptakan ketenangan. Tidak seperti sekarang dimana umat sudah gelisah dengan wabah yang tidak berkesudahan kini ditakuti dengan segala macam sanksi-sanksi. Wallahu alam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Selasa, 02 Mar 2021 19:05

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Selasa, 02 Mar 2021 18:35

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

Selasa, 02 Mar 2021 17:45

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Selasa, 02 Mar 2021 17:05

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Selasa, 02 Mar 2021 16:35

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52


MUI

Must Read!
X