Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.124 views

Menyikapi Iklan Selama Anak Belajar Daring

 

Oleh :

Novita Fauziyah, S. Pd || Pendidik Generasi, tinggal Bekasi Jawa Barat

 

BEBERAPA waktu yang lalu warganet ramai memperbincangkan video kemunculan iklan berbau vulgar di situs online belajar anak. Dalam video tersebut tampak pembahasan soal kelas 2 SD, namun tiba-tiba muncul iklan dewasa. Pihak Humas Pemkot Surabaya pun sudah menyampaikan bahwa iklan tersebut bukan berasal dari website Disdik Kota Surabaya. 

Kejadian tersebut tentu menjadi alarm bagi orang tua yang anaknya rata-rata sedang mengikuti belajar daring lantaran kondisi pandemi. Ternyata ada hal yang tidak boleh luput dari perhatian yaitu mengenai iklan yang muncul selama anak belajar daring. 

Di masa pandemi ini memaksa rata-rata anak untuk mengakses internet hampir setiap hari. Dari yang tadinya tidak seintens atau bahkan mungkin tidak dipegangi gawai atau fasilitas sejenisnya kini akrab dengan gawai, laptop, jaringan internet. Pembelajaran daring ini membuat anak harus screen time baik untuk tatap muka saatdi conference room meeting, browsing untuk mengerjakan tugas, mengikuti streaming dan lainnya. Kemunculan iklan-iklan tidak bisa dihindari semisal ketika browsing. Dari situlah memang ada sumber penghasilan bagi pihak tertentu. Namun sayangnya iklan yang tak pantas bagi anakpun bisa berkeliaran. Maka dari itu butuh kerja sama semua pihak agar anak tetap terlindungi dari paparan tayangan yang dapat merusak mereka.

Pihak pertama tentu saja adalah orang tua. Ketika anak belajar di rumah orang tua menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk mengawasi belajar, termasuk ketika anak mengakses internet. Untuk anak jenjang SD dan sederajat masih sangat butuh pengawasan orang tua. Apa saja yang dikerjakan juga diakses di internet sudah sewajarnya orang tua mengetahui. Tanamkan pada diri anak akidah yang kuat, pemahaman terkait perbuatan seorang hamba yang senantiasa diawasi oleh Allah.

Kemudian orang tua juga dapat terjun langsung dengan sesekali melihat history atau riwayat yang ada di gadget maupun perangkat yang dipakai untuk mengakses internet. Kemudian hapus riwayat agar perangkat kembali bersih. Namun orang tua juga tidak bisa sendiri. Butuh dukungan dari pihak lain. 

Pihak kedua adalah sekolah. Di masa pandemi seperti ini diharapkan guru dan pihak sekolah umumnya mendesain pembelajaran yang menyenangkan dan tidak memberatkan peserta didik. Terlebih lagi harus menghabiskan banyak waktu untuk berselancar di internet. Pastikan bahwa media yang dipakai hanya sekali buka, tanpa harus meminta anak membuka banyak link. 

Pihak ketiga adalah negara. Negara adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan selama masa pendemi ini. Setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian yaitu kurikulum dan akses situs online. Dalam hal kurikulum, memang ini menjadi PR besar yang sampai sekarang masih belum terseleseikan. Di waktu tidak ada pandemi saja, problem kurikulum sudah ada yakni lebih ke sekuler kapitalis. Orientasinya pada materi, bahkan di tingkat SMA sederajat lebih berorientasi pada kompetensi untuk memenuhi kebutuhan industri kapitalis. Kurikulum yang adaptif sekarang ini sangat dibutuhkan.  

Selain itu negara juga bertanggung jawab terhadap akses situs online pada warganya. Negaralah yang berhak membatasi apa saja yang boleh dan tidak boleh. Maka jangan sampai situs yang berisi tidak pantas menjadi konsumsi anak-anak kita. Sebaliknya, negara mestinya bisa menjadikan media online tersebut untuk menjadi sarana dalam mengedukasi warga, juga terus menanamkan akidah yang kuat, terlebih pada masa pandemi agar makin mendekatkan diri kepada Rabb nya. Selama belum ada tindakan tegas dari negara maka situs online yang terdapat iklan tak sepantasnya akan terus mengintai anak-anak kita. Jangan sampai terjadi krisis moral yang lebih parah. Semoga kondisi ini dapat diatasi dengan baik.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

Ahad, 19 Sep 2021 20:35

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Ahad, 19 Sep 2021 20:06

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Ahad, 19 Sep 2021 19:53

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Ahad, 19 Sep 2021 15:35

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Ahad, 19 Sep 2021 14:30

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Ahad, 19 Sep 2021 11:46

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Ahad, 19 Sep 2021 09:18

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ahad, 19 Sep 2021 08:20

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Sabtu, 18 Sep 2021 21:31

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

Sabtu, 18 Sep 2021 20:25

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Sabtu, 18 Sep 2021 19:48

 HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

Sabtu, 18 Sep 2021 16:55

Arah Demokrasi Terpimpin

Arah Demokrasi Terpimpin

Sabtu, 18 Sep 2021 16:47

Ah Dudung, Memang Parah

Ah Dudung, Memang Parah

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Sabtu, 18 Sep 2021 15:45

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Sabtu, 18 Sep 2021 15:41

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Sabtu, 18 Sep 2021 09:36


MUI

Must Read!
X