Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.114 views

Menelan Hoax Pengobatan Covid

 

Oleh:

Mahrita Julia Hapsari || Komunitas Muslimah untuk Peradaban

 

VIRAL video wawancara antara artis Anji dan Hadi Pranoto. Video yang diunggah dari kanal Dunia Manji milik Anji pada 31 Juli lalu, kini telah dihapus oleh pihak youtube. Namun sudah terlanjur beredar di tengah masyarakat, termasuk ke akun facebook Anji. Video yang berujung permintaan maaf dari Anji itu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Siapakah Hadi Pranoto yang menjadi bintang tamu di video itu? Dia menyebut dirinya seorang profesor dan ahli mikrobiologi. Dia juga mengaku sebagai ketua tim riset formula antibodi covid-19, dan mengklaim telah menemukan cairan antibodi itu. Dalam waktu 2-3 hari, obat tersebut bisa menyembuhkan pasien covid. Dan telah ribuan pasien di wisma atlet yang sembuh setelah meminum obatnya.

Liputan6.com menemukan 8 fakta hoax di video itu, sedangkan Pikiran Rakyat Cirebon.com mengulas 10 hoax dari wawancara Anji dan Hadi. Kontroversi yang keluar dari mulut seorang Hadi Pranoto telah memaksa semua ahli turun gunung. Mulai dari pihak IPB yang dicatut namanya sebagai almamater, hingga para doktor dan ahli mikrobiologi dan molekuler juga satgas penanganan covid.

Kesimpulannya, wawancara Anji dan Hadi telah menyesatkan publik, mereka berdua pun terancam pidana. Meskipun demikian, klaim obat covid terlanjur dipercaya masyarakat.  Setidaknya ada tiga alasan mengapa hoax obat covid-19 senantiasa viral di masyarakat.

Pertama, lambannya pemerintah menangani wabah. Kelambanan ini telah membawa dampak ekonomi yang menjalar pada permasalahan sosial. Buah simalakama yang harus ditelan masyarakat, antara tetap bekerja, bertaruh nyawa terpapar virus. Atau di rumah saja tanpa ada jaminan terpenuhinya basic need.

Jelas kebutuhan perut tak bisa menunggu. Pilihan tetap bekerja harus diambil. Untuk melindungi diri dari virus, maka dikonsumsilah apa-apa saja yang katanya bisa meningkatkan antibodi melawan covid.

Kedua, rendahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Bukan tanpa sebab mengapa rakyat nyaris tak percaya pada pemerintah. Ketidakseriusan pemerintah terlalu nyata terlihat.

Awal pandemi, ketika semua negara bersiap menghadapi covid, Menkes justru sibuk menampik hasil penelitian dari Harvard yang menyebutkan corona sudah ada di Indonesia. Sibuk juga menolak tawaran alat tes covid dari Singapura.

Lain Menkes, lain lagi Menteri Pariwisata (Menpar). Ketika sejumlah negara menutup pintu gerbang negaranya, dana Rp72 M justru dikucurkan untuk influencer. Agar mereka bisa promosikan wisata di Indonesia. Adapula Menteri Pertanian yang mestinya berpikir menjaga ketahanan pangan semasa pandemi. Justru memproduksi kalung ekaliptus yang diklaim anti virus corona. Apa bedanya dengan si Hadi?

Bagaimana dengan anggota dewan yang terhormat, yang katanya wakil rakyat? Sekali tiga uang. Saat parlemen negara lain sibuk membahas corona, di negeri kita justru membahas RUU yang tak ada hubungannya dengan corona. Seperti dikejar setoran. Sebutlah UU Minerba yang telah disahkan. RUU Omnibus Law yang selalu ditolak rakyat tapi tetap kekeuh dibahas. RUU HIP yang mubazir dan mengundang kontroversi, tetap ngotot diadakan dan ganti nama jadi RUU BPIP.

Ada UU Corona, ternyata jadi jubah sakti pemerintah untuk bebas menggunakan dana covid tanpa takut diproses hukum. Menteri Keuangan sibuk menambah utang, sementara tak ada yang berubah dari peliknya kehidupan rakyat.

Gonta-ganti istilah, bermain diksi, tanpa menyentuh esensi dari persoalan yang ada. Hanya bikin bingung rakyat bahkan jadi bahan guyonan dan menjatuhkan kredibilitas pemerintah di mata rakyat.

Konser di tengah pandemi, ternyata di prank oleh rakyat sendiri dan berujung rugi pada pihak penyelenggara yaitu BPIP. Eh, kok BPIP ngurusin konser? Itu lagi yang mbingungin rakyat.

Tetap ngotot mengadakan Pilkada dengan biaya yang pasti tak sedikit. Jelas sangat tak elok di mata rakyat. Seperti menari di atas penderitaan rakyat. Jadi, bagaimana rakyat bisa percaya?

Ketiga, mahalnya biaya kesehatan. Iuran BPJS dinaikkan dengan sistem pelayanan yang jauh dari kata manusiawi. Ribetnya urusan administrasi dan klaim pengobatan, menambah buruk wajah pelayanan kesehatan di negeri ini. Sampai-sampai ada pameo: orang miskin dilarang sakit.

Pengobatan alternatif pun dipilih. Teringat dengan Ponari dan celupan batunya, yang viral beberapa tahun lalu. Banyak sekali masyarakat yang antri membawa gelas berisi air. Antri untuk mendapat celupan batu dari tangan si Ponari. Hingga yang demikian pun dipercaya oleh masyarakat kita. Demi pengobatan yang murah.

Memang, untuk mengadakan fasilitas pelayanan kesehatan yang manusiawi dan berkualitas tidaklah murah. Diperlukan sistem yang memiliki political will melayani rakyat, bukan mencari untung dari rakyat.

Mengapa ketiga alasan tersebut bisa senantiasa ada? Bercokolnya sistem kapitalisme menjadi pangkal persoalannya. Sistem yang mencetak manusia individualis dengan standar manfaat dan ukuran materi sebagai kebahagiaan. Hal ini meniscayakan munculnya orang-orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan hoax demi keuntungan pribadi.

Kondisi ini diperparah dengan nihilnya peran negara dalam mencegah munculnya hoax. Sistem informasi komunikasi dan penyiaran dibuka untuk swasta, tanpa ada standar baku. Saat itulah akan muncul berita-berita bohong demi meraup uang. Lemahnya sanksi hukum juga menambah subur hoax di negeri ini.

Demi menghentikan hoax yang merugikan rakyat, perlu peran negara dalam pengaturan sistem penyiaran. Dalam kitab Ajhizah Ad-Daulah Al-Khilafah pada bab Penerangan (hal. 245) menjelaskan strategi pengaturan informasi oleh Negara. Standar pengaturannya adalah hukum-hukum syariah. Hal ini dalam rangka memastikan negara menjalankan kewajibannya melayani kemaslahatan umat, juga untuk membangun masyarakat Islami yang kuat dan menyebarluaskan kebaikan. Wallahu a'lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Rabu, 16/09/2020 22:09

Sembuh dari Pengkhianatan