Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.179 views

Pemerintah Tak Serius Melindungi Rakyatnya?

 

Oleh:

Hana Sheila

Mahasiswi tinggal di Depok, Jawa Barat

 

PENINGKATAN jumlah pasien positif Covid-19 kian hari cukup signifikan. Sejak diumumkan presiden per- 2 Maret lalu hingga kini per-Selasa 31 Maret sudah 1.528 orang yang tersebar di 27 provinsi positif Covid-19 dan pasien meninggal mencapai 136 orang dan 81 orang sembuh. Padahal, sejak awal penyebarannya, banyak pihak telah mendesak Indonesia untuk memastikan keberadaan Covid-19. Namun pemerintah lambat dan tidak serius melindungi rakyatnya dari wabah ini. 

Lambannya pemerintah Indonesia menangani corona ini bisa dilihat dari bertambahnya jumlah pasien positif corona yang melonjak setiap harinya. Bisa dilihat fakta yang tersebar di sosial media terkait pemerintah yang tetap enggan melakukan lockdown tapi hanya menghimbau untuk kepada masyarakat untuk menutup tempat hiburan, meliburkan sekolah, menunda ujian nasional, dan lain-lain. Serta mewajibkan masyarakat untuk social distancing, hidup sehat dan di rumah saja apabila tidak ada kepentingan mendesak, sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit ini. 

Hingga kini juga banyak pihak yang mendesak pemerintah untuk lockdown sebagai upaya penanganan corona, namun pemerintah tetap bersikukuh dan tidak menggubris. Bahkan pemerintah menyayangkan rencana beberapa kepala daerah yang akan melakukan lockdown di wilayahnya. Yang membuat masyarakat tambah bingung pemerintah terkesan plin plan dalam membuat kebijakan terkait penanganan corona, sebelumnya presiden menetapkan dirinya sebagai gugus tugas penanganan corona, tetapi berikutnya kebijakan diserahkan kepada masing-masing kepala daerah. 

Sungguh mengherankan pemerintah masih enggan untuk melakukan lockdown dalam keadaan mendesak seperti ini, bukankah sudah banyak yang menyarankan hal tersebut serta banyak negara lain juga yang menerapkan lockdown. Padahal banyak negara saat ini yang menerapkan lockdown, karena dinilai mampu secara cepat memutus rantai penyebaran wabah ini. Apakah pemerintah ragu menerapkan lockdown? Apakah memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya dinilai beban negara? Atau masih ada kepentingan lain demi keuntungan semata? 

Menurut pemerintah upaya, lockdown akan memberi dampak yang sangat besar untuk sektor ekonomi, para pekerja harian, para wirausaha dan lain-lain. Sebagai gantinya pemerintah mengupayakan hal lain agar wabah ini segera berakhir yakni dengan dilakukannya rapid test secara masal agar masyarakat lebih dini mengetahui apakah tubuhnya terjangkit Covid-19 atau tidak. Karena rapid test yang dinilai mampu mendeteksi corona secara cepat. Padahal rapid test keakuratannya hanya 75%. Selain dampak ekonomi, alasan pemerintah tidak melakukan lockdown karena harus memberi makan rakyatnya dan menyediakan kebutuhan lainnya. Pemerintah pun berdalih tidak punya uang untuk membiayainya. Bahkan berencana untuk meminta bantuan pada rakyatnya. Enggak salah tuh? 

Sangat terlihat sekali pemerintah kita seakan lepas tangan, tidak peduli dan tak ada tanggung jawabnya sama sekali untuk melindungi rakyatnya dari wabah Covid-19 ini. Padahal, seharusnya tugas pemerintahlah yang melindungi serta mengurusi semua urusan rakyatnya apalagi di tengah wabah ini. Inilah yang terjadi di negeri yang menerapkan sistem kapitalis sekuler yang hanya mementingkan kepentingan para pemilik modal dan hubungan dengan rakyat pun seperti bisnis saja antara penjual dan pembeli 

Padahal, dalam sistem Islam pemerintah/negara adalah pengurus urusan umat. Ia bertanggung jawab penuh pada kesejahteraan rakyatnya, yang diukur dari terpenuhinya kebutuhan pokok setiap warga negara yaitu sandang, pangan dan papan. Juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan kolektif seperti kesehatan, keamanan dan pendidikan.  Apalagi ketika wabah datang melanda, negara mengeluarkan biaya yang berasal dari baitul mal untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan rakyat selama mereka di isolasi. Sehingga wabah penyakit seperti Covid-19 ini bisa ditangani dengan cepat dan tidak menyebar ke wilayah lain.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Sabtu, 19 Sep 2020 20:45

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Sabtu, 19 Sep 2020 20:35

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

Sabtu, 19 Sep 2020 20:07

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Sabtu, 19 Sep 2020 15:25

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 15:04

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Sabtu, 19 Sep 2020 11:43

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X