Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.339 views

Menjadi Silent Killer Tanpa Sadar

 

Oleh:

Zuhrufah Adnan

 

MUSIM mudik tentunya menjadi musim yang sangat membahagiakan bagi para perantau. Hal itu jika dilakukan pada waktu yang tepat, seperti momen Hari Raya dan perayaan keagamaan lainnya. Namun bagaimana jadinya jika kegiatan mudik tersebut dilakukan pada musim wabah seperti saat ini? Akankan hal tersebut menjadi kegiatan yang membahagiakan? 

Selama delapan hari belakangan banyak para perantau yang memutuskan untuk pulang kampung atau mudik, sedikitnya ada sekitar 4 ribu orang yang mudik menggunakan bus. Hal ini diberitakan oleh  detikNews. Senin, 30 Mar 2020.Presiden RI Jokowi menyebut sekitar 876 bus antar provinsi sudah melayani para pemudik dengan total 14 ribu.Ia juga menambahkan, "Laporan yang saya terima dari Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya dan sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta telah terjadi percepatan arus mudik terutama dari para pekerja informal di Jabodetabek menuju ke provinsi Jawa Barat, provinsi Jawa Tengah, dan DIY, serta ke Jawa Timur". 

Dengan banyaknya pemudik yang kembali ke kampung halaman, hal tersebut memiliki kemungkinan besar akan terjadinya penularan yang lebih massif. Karena akan banyaknya masyarakat yang berada di zona merah, dimana zona ini merupakan zona terbanyak dengan kasus kejadian positif covid-19. Sudah barang tentu masyarakat di daerah tersebut memiliki kemungkinan sebagai pembawa virus, walau orang yang mudik tersebut dalam keadaan sehat dan tidak memiliki tanda dan gejala dari penderita covid-19. Hal itu tidak menjamin jika orang tersebut tidak membawa virus di tubuhnya. 

Bisa jadi orang yang memiliki kekebalan tubuh yang baik akan mampu terhindar dari serangan virus ini, namun dia bisa menjadi carrier atau pembawa virus. Dimana jika virus tersebut ing-invasi atau masuk kedalam tubuh orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, virus ini akan mudah menyerang orang tersebut dan sudah dapat dipastikan jika orang tersebut akan menderita penyakit yang disebabkan oleh virus covid-19 ini. 

Apalagi jika penularan tersebut terjadi di desa, dengan kapasitas layanan kesehatan yang sangat minim ditunjang dengan mayoritas masyarakat desa yang sudah berumur, akan semakin muda bagi virus covid-19 menyebar dan menginvasi banyak orang. 

Hal inilah yang akan menjadikan terjadinya lonjakan atau peningkatan kasus covid-19. Dan secara tidak langsung, para pemudik, memiliki kemungkinan untuk menularkan virus covid-19 dan bisa jadi, tanpa mereka sadari mereka menjadi perantara dalam membunuh orang-orang terdekat mereka atau bahkan orang-orang yang mereka kasihi.

Hal tersebut tidak akan terjadi jika pemerintah dengan tegas, menerapkan ketentuan lockdown sejak awal teridentifikasinya virus ini di Indonesia. Walaupun sudah ada beberapa daerah yang sudah menerapkan local lockdonw dan beberapa pihak sudah banyak yang mendesak agar segera dilakukan lockdown. Seperti yang dilakukan oleh organisasi kesehatan dan masyarakat sipil yang kian mendesak pemerintah untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 (corona).tirto.id. 

Hal senada juga datang dari Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI). Dalam surat pada 14 Maret 2020 lalu, PA PAPDI meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan karantina wilayah di daerah yang telah terjangkit Covid-19. 

Begitu banyak desakan namun pemerintah tetap tidak mengambil kebijakan lockdown setidaknya ada 7 rekomendasi yang mereka berikan, Namun upaya tersebut berakhir gagal setelah pemerintah pusat mengatakan keputusan lockdown adalah "kebijakan pemerintah pusat." 

"Belum diambil oleh pemerintah karena lockdown itu, memiliki implikasi ekonomi, implikasi sosial, dan keamanan," kata Tim Pakar Gugus Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020). 

Dari hal di atas kita dapat melihat jika pemerintah dan pemimpin di negeri kapitalis lebih mementingkan perkara ekonomi dan keuntungan daripada nasib rakyat sendiri.Dan juga, kita dapat melihat jika pemerintahan yang menggunakan sistem kapitalis sekuler tidak mampu menjamin kecukupan sandang, papan, dan pangan bagi masyarakatnya yang notabenenya hal tersebut merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Hal ini akan jauh berbeda dengan ajara Islam. Islam dalam menghadapi wabah sudah sangat jelas dicontohkan langsung oleh Rasulullah Saw: 

“Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasukinya. Jika terjadi wabah di tempat kalian berada, janganlah keluar darinya." (HR al-Bukhari). 

Di dalam Islam, nyawa seorang muslim sangat dijaga dan bahkan lebih berharga dari dunia dan seisinya sebagai mana hadis yang di sampaikan dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Tidak hanya itu, dalam Islam pemerintah juga akan mencukupi seluruh  kebutuhan pokok masyarakatnya karena pemerintah memahami betul tugas yang di embanya sebagi peri'ayah bagi masyarakat yang dipimpinnya. 

Rasulullah Saw bersabda:

“Amir (pemimpin) masyarakat adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas (urusan) rakyatnya.” (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ahmad). 

Jadi sangat jelas bagaimana Islam menjaga dan meri'ayah masyarakatnya saat terjadinya wabah, sehingga kejadian mengerikan seperti menjadi pembunuh bagi orang-orang terkasih kita tidak akan pernah terjadi. Wallahu a'lam bisshawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Sabtu, 19 Sep 2020 20:45

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Sabtu, 19 Sep 2020 20:35

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

Sabtu, 19 Sep 2020 20:07

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Sabtu, 19 Sep 2020 15:25

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 15:04

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Sabtu, 19 Sep 2020 11:43

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Jum'at, 18/09/2020 14:13

Kekacauan Negara di Era Jokowi