Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.125 views

Ironi Gaji 51 Juta versus 300 Ribu

 

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

LAGI-LAGI publik dibuat kebingungan. Tujuh Staf khusus milenial kini menjadi perbincangan. Dari usia muda, prestasi, pengalaman, hingga gaji mereka menarik perhatian. Terpilihnya staf khusus milenial memunculkan kontroversi di tengah publik. Pertama, masalah besaran gaji. Staf khusus presiden mendapat gaji sebesar 51 juta per bulan. Besaran gaji ini dianggap terlalu besar untuk ukuran seseorang yang hanya bertugas sebagai pemberi gagasan dan masukan kepada Presiden.

Bahkan jam kerja mereka tak harus berada di kantor setiap hari. Artinya, fleksibel dan bisa dipanggil atau dibutuhkan  sewaktu-waktu sesuai kehendak Presiden, tidak full time. Meski besaran gaji sesuai dengan Perpres No. 144 Tahun 2015, tetap saja dinilai berlebihan. Tak hanya itu, staf khusus juga diperbolehkan memiliki paling banyak lima asisten yang terdiri dari paling banyak dua pembantu asisten.  Mereka juga tidak memiliki bidang kerja khusus. Maka wajar jika masyarakat mempertanyakannya gajinya yang fantastis sedangkan kerjanya minimalis.

Kedua, inkonsistensi reformasi birokrasi. Saat pelantikan 29 Oktober lalu, Jokowi sesumbar melakukan pemangkasan pejabat eselon. Namun di sisi lain, ia justru menambah jabatan  wakil menteri di lembaga kementerian dan staf khusus yang terbilang banyak. Ketidakkonsistenan ini disinyalir hanya untuk menampung para pendukungnya di pilpres 2019 lalu. Bagi-bagi kursi kekuasaan sebagai upeti atas dukungan mereka kepada Jokowi-Ma'ruf.

Ketiga, Pemborosan. Untuk menggaji pejabat, negara seolah surplus anggaran. Sangat loyal memberi besaran gaji fantastis. Sementara, anggaran untuk rakyat seringkali dibilang defisit. Seolah uang negara hanya diperuntukkan mengenyangkan para penguasa dan pejabat pemerintah. Kikir kepada rakyat, dermawan kepada para pejabat.

Dikatakan defisit bila menyangkut kepentingan rakyat. Dikatakan surplus bila menyangkut gaji para pejabat. Miris dan ironis. Alangkah eloknya bila penguasa sedikit berempati kepada rakyat yang tengah dilanda kesusahan. Setidaknya berhemat dengan mengurangi gaji pejabat yang terkesan seperti pemborosan. Lalu berfokus untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Faktanya justru berkebalikan. Rakyat pun hanya tertegun mengelus dada melihat gaji boros penguasa.

Sedangkan disisi lain para guru honorer yang dituntut bekerja keras mendidik generasi seolah tidak pernah lelah menuntut peningkatan kesejahteraan. Di kabupaten Bandung Barat misalnya, para guru honorer tersebut sudah lama menuntut kenaikan gaji. Diketahui bahwa mereka selama ini hanya mendapatkan gaji sebesar 300 ribu perbulan yang dibayarkan per tiga bulan sekali.

Sungguh ironis, Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah ruah bahkan tidak sanggup menghargai jasa seorang guru dengan layak. Padahal guru adalah salah satu pihak yang berperan besar demi mencetak generasi-generasi unggul harapan bangsa. Namun jika kesejahteraannya tidak diperhatikan khususnya oleh pemerintah, bagaimana bisa mereka mengajar dengan baik sementara batinnya menjerit karena gajinya tak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya. 

Bahkan, di beberapa daerah ditemukan fakta guru-guru yang selama berbulan-bulan bahkan tahun tidak menerima gaji. Sungguh memilukan! Di sisi lain pemerintah sibuk memberikan gaji staf khusus Presiden yang cukup besar yaitu sebesar 51 juta per bulan.

Inilah realita hidup dalam sistem kapitalisme. Kesejahteraan hanya berlaku untuk mereka para penguasa dan pengusaha (kapital). Sedangkan untuk rakyat biasa jauh dari kata kesejahteraan. Kesejahteraan rakyat dalam butir Pancasila hanyalah bualan, hanya berlaku bagi mereka para pemilik kekuasaan.

Maka belajarlah melihat akar permasalahan. Negeri ini membutuhkan solusi fundamental untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Solusi mendasar yang benar-benar akan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sebab sampai detik ini kapitalisme masih saja gagal mencapainya. Andaikata mereka mau melirik Islam sebagai solusi, mungkin kedukaaan negeri ini bisa berkurang bahkan hilang kezaliman. Wallahu a’lam bish-shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Kamis, 27 Feb 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X