Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.989 views

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

 

Oleh:

Ifa Mufida

Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Kebijakan Publik

 

REVISI UU Pernikahan Nomor 1 Tahun 1974 tentang  usia pernikahan yang sudah digodog beberapa bulan ini akhirnya disahkan. Pemerintah, Badan Legislatif dan Panitia Kerja DPR menyepakati bahwa batasan usia yang dibolehkan melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah sama, usia 19 tahun.

Revisi ini dianggap oleh beberapa pihak akan bisa menyelesaikan masalah pernikahan dini pada anak. Mereka menganggap bahwa pernikahan dini akan menghilangkan hak anak untuk  mengenyam pendidikan dan mencari pengalaman bekerja khususnya untuk remaja perempuan. Pernikahan dini juga digadang menjadi penyebab maraknya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sebagaimana penjelasan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nihayatul Wafiroh mengenai pentingnya mengubah batas usia perkawinan. Perubahan tersebut sangat penting untuk menghapus diskriminasi, mengurangi kematian ibu dan anak, angka perceraian, hingga kekerasan seksual. Menurut beliau juga putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus batas usia perkawinan 16 tahun bagi perempuan akan menghapus diskriminasi (republika.co.id).

Pertanyaannya benarkah pengesahan revisi UU Pernikahan akan menjadi solusi segala permasalahan tersebut?

Faktanya penyumbang pernikihan dini terbanyak pada remaja adalah karena married by accident (MBA), karena hamil duluan. Bahkan bisa jadi hal ini adalah fenomena gunung es, karena yang tidak diberitakan jauh lebih banyak. Belum lagi kasus ikutan setelah terjadi MBA, seperti aborsi dan pembuangan bayi cukup sering terjadi. Begitu juga merebaknya penyakit Infeksi menular seperti HIV/AIDS yang sekarang lebih banyak menyerang remaja.

Selain itu, maraknya kekerasan dalam rumah tangga bukan semata-mata karena pernikahan dini. Akan tetapi justru karena faktor lain. Menurut menteri perdagangan perempuan dan perlindungan anak, Yohana Yembise yang mengutip Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) pada tahun 2016 menunjukkan bahwa satu dari setiap tiga perempuan usia 15 hingga 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual, satu dari setiap empat perempuan yang pernah/sedang menikah mengalami kekerasan berbasis ekonomi, dan satu dari lima perempuan menikah mengalami kekerasan psikis (republika.co.id).

Dari sini, bisa kita lihat bahwa pembatasan usia pernikahan tidak punya arti apapun bila perilaku seks bebas di tengah-tengah remaja tidak dicegah. Sebab seks bebas ini justru yang menyumbang angka paling besar terjadinya pernikahan dini. Sungguh Ironi, ketika pernikahan dini terus dipermasalahkan sedang perzinaan dan seks bebas justru dibiarkan dan dianggap hal yang biasa. Padahal ada ancaman besar ketika ada perzinaan yang merebak di suatu negeri.  Rasulullah Saw bersabda, “Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu negeri, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri” (HR al Hakim, al Baihaqi dan at Thabrani).

Kemudian berkenaan dengan kekerasan dalam rumah tangga maka sesungguhnya hal ini tidak berhubungan secara signifikan dengan usia pernikahan. Akan tetapi, terkait erat dengan kedewasaan dari pasangan tersebut dan sejauh mana mereka memegang teguh ajaran agama (syariat Islam). Faktor ekonomi juga berperan besar terhadap terjadinya KDRT ini. Faktor ekonomi ini selain dari kemampuan laki-laki untuk mencari nafkah, juga tidak bisa dilepaskan dari tata kelola dan kebijakan dari pemerintah.

Di dalam Islam tidak pernah disebutkan secara pasti batas minimum usia pernikahan, yang disebutkan hanyalah ukuran kemampuan menikah. Hal ini didasarkan hadist riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Mas'ud. Rosulullah bersabda, " Hai pemuda, siapa diantara kalian yang telah mampu maka menikahlah. Menikah itu menundukkan pandangan dan lebih baik untuk kemaluan. Namun siapa yang belum mampu maka hendaknya ia puasa, karena itu lebih baik baginya."

Dari hadist di atas menjelaskan bahwa batasan syarat menikah adalah kemampuan secara finansial, meski tidak harus kaya. Selanjutnya juga harus siap mental, yaitu siap menjalankan kewajiban baik sebagai suami maupun istri. Terkait batasan usia, hal itu bergantung pada kondisi masing-masing orang, dan tidak bisa disamakan. Hal ini pun juga sangat dipengaruhi oleh pendidikan mereka, baik pendidikan mereka di lingkup keluarga dan masyarakat (non-formal) atau pendidikan mereka di lingkup sekolah formal.

Kondisi pendidikan formal kita saat ini harusnya bisa mecetak generasi yang gemilang. Namun faktanya justru pendidikan  saat ini dibangun dari asas sekuler-liberal. Bahkan kurikulum agama beberapa kali ingin dihapuskan dari pendidikan kita.  Wajar jika potret anak didik negeri ini adalah anak didik yang cenderung bebas, rusak adabnya, dan minim tanggung jawab.

Tujuan pernikahan di dalam Islam selain untuk mencegah perbuatan zina juga memberikan ketentraman suami terhadap istrinya dan memberikan ketentraman istri terhadap suaminya. Oleh karena itu, pernikahan di dalam islam justru mencegah KDRT dan mengokohkan fungsi keluarga. Keluarga yang dilandasi dengan keimanan kepada Allah akan menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah. Hal ini terwujud karena setiap anggota keluarga faham akan tugas dan kewajiban mereka dan senantiasa melandaskan aktifitas mereka untuk terikat dengan syariat Islam.

Dengan demikian, pembatasan usia pernikahan yang diambil pemerintah saat ini sejatinya bukan menjadi solusi hakiki terhadap permasalahan keluarga. Akan tetapi justru akan menjadi ilusi, tersebab kebijakan ini justru menyisakan segudang permasalahan. Seharusnya, merebaknya seks bebas  justru yang harus lebih dahulu dicarikan solusi. Karena seks bebas telah nyata merusak tatanan kehidupan di masyarakat. Harus ada upaya sistemik dan konkret untuk menuntaskan masalah sosial ini.

Dari aspek pencegahan, pemerintah harus membuat regulasi yang ketat terhadap konten pornografi dan pornoaksi yang saat ini bebas berkeliaran di media sosial. Perlu adanya pendidikan pergaulan bagi siswa didik agar faham batasan aurat, faham tentang perintah menundukkan pandangan dan keharaman “mendekati” perbuatan zina semisal pacaran. Bukan seks edukasi versi saat ini yang justru membuat remaja penasaran dan terjebak pada perbuatan tercela. Sedang pada aspek terapi harus ada hukum yang tegas dan memberikan efek jera terhadap perilaku zina.  

Pemerintah juga harus memberikan regulasi pengaturan ekonomi yang benar, mengingat KDRT juga  dipicu oleh faktor ekonomi. Keluasan lapangan pekerjaan harus diupayakan oleh pemerintah agar bisa menyerap tenaga kerja laki-laki. Sebab di pundak bapak (kaum laki-laki) kewajiban memberi nafkah ditambatkan. Bukan seperti sekarang, justru lapangan kerja seolah menyerap tenaga kerja perempuan karena tenaganya dianggap murah.

Sistem pendidikan dan kesehatan juga harus dijamin oleh pemerintah sebagai pelayanan yang mudah dan murah, bahkan bisa digratiskan. Hal ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dalam mengelola kepemilikan umum. Di dalam Islam, kepemilikan umum haram dijual dan dimiliki oleh individu atau swasta. Kepemilikan umum seperti air, hutan, dan barang tambang harus dikelola oleh negara secara penuh dan dikembalikan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat termasuk untuk pembiayaan pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, yang jauh lebih penting adalah bagaimana sistem pendidikan dan pergaulan bisa membentuk insan yang memiliki kepribadian islam yang tangguh. Bahkan banyak dikisahkan di dalam Islam bagaimana pemuda Islam di usia belia bisa membangun keluarga yang bervisi surga dan bermanfaat bagi umat. Kontrol dari masyarakat juga sangat penting. Bagiamana masyarakat harusnya memiliki kepedulian terhadap kondisi yang ada di sekitarnya, bukan masyarakat yang individualistik dan permisif

Sudah saat nya negeri yang mayoritas muslim ini meninggalkan kehidupan sekuler dan kembali kepada tata aturan Islam. Sudah saatnya negeri ini menerapkan syariat Islam secara Kaffah, Insya Allah berkah. Wallahu A’lam bi shawab. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Selasa, 22 Oct 2019 14:30

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Selasa, 22 Oct 2019 14:17

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Selasa, 22 Oct 2019 14:00

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Selasa, 22 Oct 2019 13:19

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Selasa, 22 Oct 2019 12:30

Bukan Periode Menikmati

Bukan Periode Menikmati

Selasa, 22 Oct 2019 12:13

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Selasa, 22 Oct 2019 11:44

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Selasa, 22 Oct 2019 11:30

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Selasa, 22 Oct 2019 09:38

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Selasa, 22 Oct 2019 08:30

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Selasa, 22 Oct 2019 07:33

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Selasa, 22 Oct 2019 01:27

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

Senin, 21 Oct 2019 22:16

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

Senin, 21 Oct 2019 21:27

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Senin, 21 Oct 2019 21:11

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Pernyataan Forum Umat Islam

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Pernyataan Forum Umat Islam

Senin, 21 Oct 2019 18:32

RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, PKS Minta Perjuangkan Palestina, Rohingya dan Uighur

RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, PKS Minta Perjuangkan Palestina, Rohingya dan Uighur

Senin, 21 Oct 2019 16:55

Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong

Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong

Senin, 21 Oct 2019 16:22

Tentara Yaman Rebut Kembali Tal Al-Khadr di Taiz dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Tentara Yaman Rebut Kembali Tal Al-Khadr di Taiz dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Senin, 21 Oct 2019 16:00

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Maju 2045, Mufida Ingatkan PR Periode Sebelumnya

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Maju 2045, Mufida Ingatkan PR Periode Sebelumnya

Senin, 21 Oct 2019 15:21


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X