Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.565 views

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Anies Baswedan. Sosok Gubernur DKI yang satu ini cukup fenomenal. Fenomenal terkait dengan proses politiknya, kebijakan-kerjanya, dan dinamika/tantangan yang dihadapinya. Pertama, Anies diberhentikan mendadak dari mendikbud. Padahal, ia masuk tiga besar sebagai menteri terbaik. Belakangan diketahui bahwa Jokowi butuh kekuatan dukungan dari partai dan ormas. Maka, posisi mendikbud dipindahkan ke partai/ormas. Nasib yang sama dialamai Rizal Ramli dan Sudirman Said. Keduanya juga gak punya dukungan partai dan ormas.

Ada juga yang mengkaitkan pencopotan Anies karena namanya semakin populer dan berkibar. Ini berpotensi jadi ancaman buat presiden yang saat itu lagi gencar iklan untuk pilpres 2019. Setidaknya ini menurut pengakuan sejumlah pejabat internal Kemendikbud.

Kedua, Anies lahir di tengah perseteruan keras antara Ahok dengan Umat Islam. Perseteruan makin seru ketika Anies berlimpah dukungan rakyat melawan Ahok yang diback up full oleh kekuasaan. Baik aparat maupun logistiknya. Kondisi seperti inilah yang membuat diantaranya Prof. Mahfudz MD gak yakin Ahok bisa dikalahkan. Wajar, karena saat itu Ahok betul-betul kuat elektabilitas dan logistiknya.

Ketiga, tak lama setelah dilantik, Anies bikin gebrakan. Pidato pertamanya sebagai gubernur dilaporkan ke polisi. Gara-gara Anies menyebut kata "pribumi". Bukan soal kata "pribumi"-nya yang dipolisikan, tetapi dari narasinya terbaca tekat Anies untuk memperjuangkan pribumi agar bisa menikmati haknya secara layak di tanah air sendiri. Itulah yang dipersoalkan. 

Dan jika kita perhatikan dari banyak rangkaian program kerja DKI dan kebijakan Anies, tekat untuk memperjuangkan hak-hak pribumi betul-betul direalisasikan. Inilah yang membuat para taipan yang selama ini menikmati dan dengan mudah bisa mengakses fasilitas negara merasa terganggu. Mereka berupaya menggunakan kaki-kakinya di struktur kekuasaan untuk terus melakukan perlawanan terhadap Anies.

Berangkat dari sini mari kita bedah apa yang ada di otak Anies terkait dengan posisinya sebagai gubernur DKI yang berhadapan dengan dinamika dan tantangan politik di tengah kekuatan kapital yang sedang gerah terhadapnya. Dalam situasi seperti itu bagaimana Anies tetap konsisten membangun ibu kota dan terus berkomitmen memperjuangkan kelayakan hidup bagi warganya.

Pertama, Anies memproteksi Jakarta agar tak dikuasai oleh segelintir orang. Dengan menyegel reklamasi, Anies mengawali langkahnya untuk menjaga Jakarta dari berdirinya kota di dalam kota. Jika 17 pulau reklamasi dibangun dan penghuninya mayoritas adalah pendatang dari luar Indonesia, maka pulau reklamasi akan jadi kota tersendiri. Kota di dalam kota. Sebelum ada penyegelan, pulau reklamasi sangat eksklusif dan tidak bisa diakses oleh warga. Kedepan, merekalah yang akan menentukan siapa gubernur DKI. Bahkan juga siapa presiden RI. Tentu yang bisa mereka dikendalikan.

Pergub no 42/2019 tentang pembebasan pajak PBB diterbitkan Anies juga untuk memproteksi agar para guru, purnawirawan, dan keluarga para pahlawan tidak dengan terpaksa menjual rumahnya karena mahalnya pajak. Begitu juga pergub no 132/2018 tentang apartemen. Dengan pergub ini Anies ambil alih pengelola apartemen dari pengembang dan diserahkan ke penghuni. Pengembang yang selama ini memeras penghuni dengan mahalnya iuran bulanan, kini tak lagi punya dasar regulasinya. Meski dalam proses peralihannya para pengembang yang umumnya nakal ini masih terus bermanuver untuk mempertahankan keserakahan bisnisnya dengan memanfaatkan para oknum di dinas perumahan yang selama jadi virus di DKI. 

Kedua, Anies memberi ruang seluas-luasnya terutama kepada rakyat kecil untuk terus bisa mengakses berbagai kemudahan agar terjadi proses peningkatan kelayakan dan kesejahteraan hidup mereka. Jl. Thamrin dan Soedirman yang semula "verboden" buat kendaraan bermotor, sekarang dibuka. Tak kurang dari 38.000 sepeda motor yang setiap harinya lewat kedua jalan itu. Bicara soal ekonomi, berapa uang yang setiap hari bisa mengalir ke tukang gojek, pengantar makanan, pedagang asongan, dll. Selain itu, Anies juga membangun rumah DP 0% yang semula dianggap hayalan. Ternyata terealisasi. Warga Jakarta kini sudah punya rumah sendiri.

Demikian juga dengan kebutuhan air bersih. Warga yang rumahnya tak terpasang pipa harus keluar 40 ribu perhari untuk kebutuhan air bersih. Ini bisnis air yang bertahun-tahun dinikmati oleh Salim group. Anies gak perpanjang kontrak, dan DKI akan ambil alih. Diharapkan kedepan pipa air bersih bisa menjangkau semua rumah warga DKI dan mereka bisa menikmati air dengan harga yang jauh lebih murah.

Tidak hanya dari aspek ekonomi, Anies juga menghidupkan warisan seni dan budaya warga Jakarta. Lenong, wayang dan perayaan hari besar keagamaan Anies gelar sesering mungkin di lokasi-lokasi strategis di Jakarta, seperti di Ancol, Bundaran HI, Balaikota, Monas, dan Kota Tua.

Ketiga, DKI aktif mengambil peran terhadap persoalan nasional. Dimanapun ada bencana di Indonesia, Anies mengirim tim lengkap dengan bantuan logistiknya. Anies pun mengomandoi langsung program ini. Terkini, Anies mengirim 65 tim untuk membantu bencana kebakaran di Riau. Mungkin karena inilah rakyat menyebut Anies sebagai Gubernur Indonesia.

Keempat, Anies berupaya memotret Ibu Kota dengan kamera global. Dimulai menata kota Jakarta layaknya kota-kota modern di dunia. Lihat Jl. Soedirman dan Thamrin, mungkin gak kalah penampilannya dengan New York di Amerika dan Paris di Eropa. Begitu juga dengan Jakarta Internasional Stadion (JIS) yang sedang dalam proses pembangunan di Jakarta Utara. Stadion ini diibangun tak kalah besar dan moderennya dengan stadion punya Real Madrid di Spanyol. Anies juga menggelar berbagai even internasional diantaranya adalah balap mobil bergensi yaitu Formula E.

Kelima, Anies dengan kemampuannya berkomunikasi berhasil merangkul semua pihak. Emosinya yang stabil mampu menjaga kharismanya sebagai pemimpin untuk semuanya. Bukan hanya pemimpin untuk para pendukungnya. Ini sekaligus juga yang membedakan Anies dari umumnya para pemimpin di Indonesia. Tidak hanya dengan warga, tapi juga kemampuan berkomunikasi dengan dunia internasional. Bagi Anies, cara dan kemampuan berkomunikasi itu menjadi ukuran leadership seseorang. Seseorang layak disebut pemimpin lokal, nasional atau internasional, diantaranya dapat dilihat dari cara dan kemampuannya berkomunikasi. Disinilah orang sering melihat perbedaan antara Anies dengan Jokowi.

Dari lima kategori di atas kita bisa melihat apa isi otak Anies untuk Ibu Kota dan Indonesia. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 17/9/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Sabtu, 19 Oct 2019 23:46

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Sabtu, 19 Oct 2019 22:00

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Sabtu, 19 Oct 2019 21:07

Turki: Teroris YPG Lancarkan 14 Serangan dalam 36 Jam Pertama Gencatan Senjata

Turki: Teroris YPG Lancarkan 14 Serangan dalam 36 Jam Pertama Gencatan Senjata

Sabtu, 19 Oct 2019 21:05

Second Family Life Forum: Upayakan Ketahanan Keluarga di Daerah Konflik

Second Family Life Forum: Upayakan Ketahanan Keluarga di Daerah Konflik

Sabtu, 19 Oct 2019 19:14

Aktivis Antikorupsi dan HAM Minta Jokowi Bentuk TGPF Kasus Novel Baswedan

Aktivis Antikorupsi dan HAM Minta Jokowi Bentuk TGPF Kasus Novel Baswedan

Sabtu, 19 Oct 2019 18:31

Libya Ajukan Komplain Ke Moskow Terkait Tentara Bayaran Rusia yang Membantu Pasukan Haftar

Libya Ajukan Komplain Ke Moskow Terkait Tentara Bayaran Rusia yang Membantu Pasukan Haftar

Sabtu, 19 Oct 2019 17:15

Muhammadiyah Harap Jokowi-Ma'ruf Lebih Rangkul Seluruh Lapisan Masyarakat

Muhammadiyah Harap Jokowi-Ma'ruf Lebih Rangkul Seluruh Lapisan Masyarakat

Sabtu, 19 Oct 2019 16:29

BPJPH Belum Siap, Sejumlah UKM Gagal Daftar Sertifikasi Halal

BPJPH Belum Siap, Sejumlah UKM Gagal Daftar Sertifikasi Halal

Sabtu, 19 Oct 2019 15:38

Bully dan Kekerasan Coreng Citra Pendidikan

Bully dan Kekerasan Coreng Citra Pendidikan

Sabtu, 19 Oct 2019 14:51

Trump Klaim Beberapa Negara Eropa Bersedia Pulangkan Pejuang IS yang Ditahan di Suriah

Trump Klaim Beberapa Negara Eropa Bersedia Pulangkan Pejuang IS yang Ditahan di Suriah

Sabtu, 19 Oct 2019 14:00

Erdogan Ancam Lancarkan Kembali Serangan Jika Milisi Komunis Kurdi Tidak Mundur dari 'Zona Aman'

Erdogan Ancam Lancarkan Kembali Serangan Jika Milisi Komunis Kurdi Tidak Mundur dari 'Zona Aman'

Sabtu, 19 Oct 2019 13:00

Komnas HAM Selidiki Kasus Wafatnya Dua Mahasiswa Kendari

Komnas HAM Selidiki Kasus Wafatnya Dua Mahasiswa Kendari

Sabtu, 19 Oct 2019 08:40

Pak Jokowi, Kenapa Pelantikan Dibuat Tegang?

Pak Jokowi, Kenapa Pelantikan Dibuat Tegang?

Sabtu, 19 Oct 2019 06:31

Soal Fenomena Cross-Hijaber, MUI: Pria Berdandan Menyerupai Wanita Hukumnya Haram

Soal Fenomena Cross-Hijaber, MUI: Pria Berdandan Menyerupai Wanita Hukumnya Haram

Sabtu, 19 Oct 2019 03:55

Ustaz Bachtiar Nasir Disambut Kesultanan Bacan

Ustaz Bachtiar Nasir Disambut Kesultanan Bacan

Jum'at, 18 Oct 2019 22:06

Inilah 4 Tips Agar Berdandan Tidak Jadi Tabarruj

Inilah 4 Tips Agar Berdandan Tidak Jadi Tabarruj

Jum'at, 18 Oct 2019 21:55

Buzzer, Penyebar Kebaikan or Kebohongan?

Buzzer, Penyebar Kebaikan or Kebohongan?

Jum'at, 18 Oct 2019 21:43

Pengamat: Jokowi Harus Buktikan kepada Publik Soal Pilihan Menteri

Pengamat: Jokowi Harus Buktikan kepada Publik Soal Pilihan Menteri

Jum'at, 18 Oct 2019 21:12

Tatkala Kampus Alami Degradasi Intelektualitas

Tatkala Kampus Alami Degradasi Intelektualitas

Jum'at, 18 Oct 2019 21:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X