Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.930 views

9 Pengunjuk Rasa Tewas Ketika Penguasa Militer Sudan Berupaya Bubarkan Aksi Duduk

KHARTOUM, SUDAN (voa-islam.com) - Penguasa militer Sudan, Senin (3/6/2019), bergerak untuk membubarkan aksi duduk selama berminggu-minggu di luar markas tentara Khartoum, menewaskan sedikitnya sembilan pengunjuk rasa, kata komite dokter ketika suara tembakan terdengar bergema dari situs tersebut.

Pasukan keamanan bersenjata berat dalam truk pick-up yang dipasang dengan senapan mesin dikerahkan dalam jumlah besar di seluruh ibukota, sementara tembakan terdengar dari lokasi protes oleh seorang wartawan AFP.

Amerika Serikat dan Inggris menyerukan diakhirinya tindakan keras terhadap demonstran, yang menginginkan para jenderal di belakang penggulingan presiden veteran Omar al-Bashir untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil.

Korban tewas "dari pembantaian hari ini telah meningkat menjadi sembilan martir," Komite Sentral Dokter Sudan, yang dekat dengan pengunjuk rasa, menulis di Facebook.

Laporan itu juga melaporkan "sejumlah besar korban kritis" dan menyerukan "dukungan mendesak" dari Komite Internasional Palang Merah dan organisasi kemanusiaan lainnya untuk membantu yang terluka.

Dewan militer telah membantah banyak laporan tentang pasukan mereka membubarkan aksi duduk di depan markas tentara dengan kekerasan.

'Pembantaian berdarah'

"Sekarang sebuah upaya sedang dilakukan untuk membubarkan aksi duduk di markas besar angkatan bersenjata dengan paksa  oleh dewan militer," kata Asosiasi Profesional Sudan (SPA), kelompok yang mempelopori protes nasional yang dimulai pada bulan Desember.

SPA mengatakan itu merupakan "pembantaian berdarah" dan menyerukan orang Sudan untuk mengambil bagian dalam "pembangkangan sipil total" untuk menggulingkan dewan militer.

Komite dokter mengatakan pasukan juga melepaskan tembakan di dalam Rumah Sakit East Nile kota dan "mengejar pengunjuk rasa damai."

Dikatakan sebuah rumah sakit lain di dekat lokasi aksi duduk itu dikepung dan sukarelawan dicegah untuk mencapainya.

Unjuk rasa menentang otoriter Bashir, pemerintahan tiga dasawarsa menyebabkan penggulingannya pada April, tetapi pengunjukrasa tetap berada di luar markas tentara yang menyerukan para jenderal untuk menyerahkan kekuasaan kepada otoritas transisi.

Di dekat tempat demonstrasi, seorang saksi mata yang tinggal di lingkungan Burri mengatakan dia bisa "mendengar suara tembakan dan saya melihat kepulan asap membubung dari area aksi duduk."

Seorang penduduk lain di daerah itu, di Khartoum timur, mengatakan dia melihat pasukan berseragam polisi berusaha mengusir para demonstran.

Dewan militer "tidak membubarkan aksi duduk dengan paksa," kata jurubicara mereka.

"Tenda ada di sana, dan kaum muda bergerak bebas," kata Shamseddine Kabbashi kepada Sky News Arabia.

'Tembakan berat'

Duta besar Inggris untuk Khartoum, Irfan Siddiq, mengatakan ia telah mendengar "tembakan keras" dari kediamannya.

"Sangat prihatin dengan ... laporan bahwa pasukan keamanan Sudan menyerang tempat protes duduk yang mengakibatkan korban. Tidak ada alasan untuk serangan semacam itu. Ini. Harus. Berhenti. Sekarang," tulisnya di Twitter.

Kedutaan AS di Khartoum mengatakan, "serangan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa dan warga sipil lainnya adalah salah dan harus dihentikan."

"Tanggung jawab jatuh pada TMC. TMC tidak dapat secara bertanggung jawab memimpin rakyat Sudan," tambahnya merujuk pada dewan militer transisi.

Aliansi untuk Kebebasan dan Perubahan, kelompok payung dari gerakan protes, mendesak "pawai dan demonstrasi damai" secara nasional dan agar barikade disiapkan termasuk di ibukota.

Para pengunjuk rasa telah mulai membangun barikade bata dan membakar ban dan batang pohon di Street 60 - salah satu jalan utama di ibukota.

SPA mengatakan pada hari Sabtu bahwa ada alasan untuk percaya bahwa dewan militer sedang "merencanakan dan bekerja untuk mengakhiri aksi damai di markas dengan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan" setelah tiga orang terbunuh dalam insiden di pinggiran demonstrasi terakhir minggun lalu.

Negosiasi antara para pemimpin protes dan dewan militer yang berkuasa telah hancur, karena kedua belah pihak telah gagal untuk menyetujui apakah badan transisi yang direncanakan akan dipimpin oleh seorang sipil atau seorang tokoh militer. (st/AFP)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Empat Mitos Sertifikasi Halal

Empat Mitos Sertifikasi Halal

Jum'at, 22 Nov 2019 22:44

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

Jum'at, 22 Nov 2019 22:40

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Jum'at, 22 Nov 2019 22:20

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Jum'at, 22 Nov 2019 22:00

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Jum'at, 22 Nov 2019 21:31

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

Jum'at, 22 Nov 2019 21:30

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

Jum'at, 22 Nov 2019 20:12

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Jum'at, 22 Nov 2019 19:19

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Jum'at, 22 Nov 2019 17:06

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Jum'at, 22 Nov 2019 13:31

Suara untuk Anak-anak Gaza

Suara untuk Anak-anak Gaza

Jum'at, 22 Nov 2019 12:18

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jum'at, 22 Nov 2019 11:25

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023  Dilantik

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023 Dilantik

Jum'at, 22 Nov 2019 10:42

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Jum'at, 22 Nov 2019 08:45

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Jum'at, 22 Nov 2019 07:30

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Jum'at, 22 Nov 2019 06:17

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Kamis, 21 Nov 2019 22:08

Rindu untuk Gaza

Rindu untuk Gaza

Kamis, 21 Nov 2019 22:07

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Kamis, 21 Nov 2019 21:50

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Kamis, 21 Nov 2019 21:07


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 21/11/2019 16:59

Genderuwo Radikalisme