Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.785 views

9 Pengunjuk Rasa Tewas Ketika Penguasa Militer Sudan Berupaya Bubarkan Aksi Duduk

KHARTOUM, SUDAN (voa-islam.com) - Penguasa militer Sudan, Senin (3/6/2019), bergerak untuk membubarkan aksi duduk selama berminggu-minggu di luar markas tentara Khartoum, menewaskan sedikitnya sembilan pengunjuk rasa, kata komite dokter ketika suara tembakan terdengar bergema dari situs tersebut.

Pasukan keamanan bersenjata berat dalam truk pick-up yang dipasang dengan senapan mesin dikerahkan dalam jumlah besar di seluruh ibukota, sementara tembakan terdengar dari lokasi protes oleh seorang wartawan AFP.

Amerika Serikat dan Inggris menyerukan diakhirinya tindakan keras terhadap demonstran, yang menginginkan para jenderal di belakang penggulingan presiden veteran Omar al-Bashir untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil.

Korban tewas "dari pembantaian hari ini telah meningkat menjadi sembilan martir," Komite Sentral Dokter Sudan, yang dekat dengan pengunjuk rasa, menulis di Facebook.

Laporan itu juga melaporkan "sejumlah besar korban kritis" dan menyerukan "dukungan mendesak" dari Komite Internasional Palang Merah dan organisasi kemanusiaan lainnya untuk membantu yang terluka.

Dewan militer telah membantah banyak laporan tentang pasukan mereka membubarkan aksi duduk di depan markas tentara dengan kekerasan.

'Pembantaian berdarah'

"Sekarang sebuah upaya sedang dilakukan untuk membubarkan aksi duduk di markas besar angkatan bersenjata dengan paksa  oleh dewan militer," kata Asosiasi Profesional Sudan (SPA), kelompok yang mempelopori protes nasional yang dimulai pada bulan Desember.

SPA mengatakan itu merupakan "pembantaian berdarah" dan menyerukan orang Sudan untuk mengambil bagian dalam "pembangkangan sipil total" untuk menggulingkan dewan militer.

Komite dokter mengatakan pasukan juga melepaskan tembakan di dalam Rumah Sakit East Nile kota dan "mengejar pengunjuk rasa damai."

Dikatakan sebuah rumah sakit lain di dekat lokasi aksi duduk itu dikepung dan sukarelawan dicegah untuk mencapainya.

Unjuk rasa menentang otoriter Bashir, pemerintahan tiga dasawarsa menyebabkan penggulingannya pada April, tetapi pengunjukrasa tetap berada di luar markas tentara yang menyerukan para jenderal untuk menyerahkan kekuasaan kepada otoritas transisi.

Di dekat tempat demonstrasi, seorang saksi mata yang tinggal di lingkungan Burri mengatakan dia bisa "mendengar suara tembakan dan saya melihat kepulan asap membubung dari area aksi duduk."

Seorang penduduk lain di daerah itu, di Khartoum timur, mengatakan dia melihat pasukan berseragam polisi berusaha mengusir para demonstran.

Dewan militer "tidak membubarkan aksi duduk dengan paksa," kata jurubicara mereka.

"Tenda ada di sana, dan kaum muda bergerak bebas," kata Shamseddine Kabbashi kepada Sky News Arabia.

'Tembakan berat'

Duta besar Inggris untuk Khartoum, Irfan Siddiq, mengatakan ia telah mendengar "tembakan keras" dari kediamannya.

"Sangat prihatin dengan ... laporan bahwa pasukan keamanan Sudan menyerang tempat protes duduk yang mengakibatkan korban. Tidak ada alasan untuk serangan semacam itu. Ini. Harus. Berhenti. Sekarang," tulisnya di Twitter.

Kedutaan AS di Khartoum mengatakan, "serangan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa dan warga sipil lainnya adalah salah dan harus dihentikan."

"Tanggung jawab jatuh pada TMC. TMC tidak dapat secara bertanggung jawab memimpin rakyat Sudan," tambahnya merujuk pada dewan militer transisi.

Aliansi untuk Kebebasan dan Perubahan, kelompok payung dari gerakan protes, mendesak "pawai dan demonstrasi damai" secara nasional dan agar barikade disiapkan termasuk di ibukota.

Para pengunjuk rasa telah mulai membangun barikade bata dan membakar ban dan batang pohon di Street 60 - salah satu jalan utama di ibukota.

SPA mengatakan pada hari Sabtu bahwa ada alasan untuk percaya bahwa dewan militer sedang "merencanakan dan bekerja untuk mengakhiri aksi damai di markas dengan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan" setelah tiga orang terbunuh dalam insiden di pinggiran demonstrasi terakhir minggun lalu.

Negosiasi antara para pemimpin protes dan dewan militer yang berkuasa telah hancur, karena kedua belah pihak telah gagal untuk menyetujui apakah badan transisi yang direncanakan akan dipimpin oleh seorang sipil atau seorang tokoh militer. (st/AFP)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Israel Tahan 900 Warga Palestina di Yerusalem Sejak Awal 2019, Sepertiganya Anak-anak

Israel Tahan 900 Warga Palestina di Yerusalem Sejak Awal 2019, Sepertiganya Anak-anak

Sabtu, 20 Jul 2019 22:00

HCS Sebut Mesir, UEA dan Prancis Dukung Serangan Baru Haftar ke Ibukota Libya Tripoli

HCS Sebut Mesir, UEA dan Prancis Dukung Serangan Baru Haftar ke Ibukota Libya Tripoli

Sabtu, 20 Jul 2019 21:15

India dan Filipina Minta Iran Bebaskan Awak Kapal Warga Negara Mereka yang Ditangkap IRGC

India dan Filipina Minta Iran Bebaskan Awak Kapal Warga Negara Mereka yang Ditangkap IRGC

Sabtu, 20 Jul 2019 20:45

Pejuang AQAP Tewaskan 5 Tentara Pemerintah Yaman di Wilayah Mudiya Abyan

Pejuang AQAP Tewaskan 5 Tentara Pemerintah Yaman di Wilayah Mudiya Abyan

Sabtu, 20 Jul 2019 20:30

AS akan Kerahkan Pasukan ke Arab Saudi

AS akan Kerahkan Pasukan ke Arab Saudi

Sabtu, 20 Jul 2019 19:46

Inggris Peringatkan Kapal-kapal Tidak Masuki Selat Hormuz

Inggris Peringatkan Kapal-kapal Tidak Masuki Selat Hormuz

Sabtu, 20 Jul 2019 19:15

Iran Sita Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

Iran Sita Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

Sabtu, 20 Jul 2019 18:57

Pemilu Bersejarah Sedang Berlangsung di Bekas Distrik Suku Pakistan

Pemilu Bersejarah Sedang Berlangsung di Bekas Distrik Suku Pakistan

Sabtu, 20 Jul 2019 18:45

Drone Tak Dikenal Serang Markas MIlisi Syiah Irak Hashd al-Sha'abi

Drone Tak Dikenal Serang Markas MIlisi Syiah Irak Hashd al-Sha'abi

Sabtu, 20 Jul 2019 17:35

AILA: Berkebaya Itu Pilihan, Bagi Muslimah yang Paling Penting Ikut Perintah Allah Menutup Aurat

AILA: Berkebaya Itu Pilihan, Bagi Muslimah yang Paling Penting Ikut Perintah Allah Menutup Aurat

Sabtu, 20 Jul 2019 17:19

Pelecahan Hukum

Pelecahan Hukum

Sabtu, 20 Jul 2019 14:25

Bau Otoriter

Bau Otoriter

Sabtu, 20 Jul 2019 13:21

Bahaya UU ITE di Depan Mata, Pegiat: Lagi Pada Sadar?

Bahaya UU ITE di Depan Mata, Pegiat: Lagi Pada Sadar?

Sabtu, 20 Jul 2019 13:07

Sah, Inilah 3 Bentuk Kurban Untuk yang Sudah Wafat

Sah, Inilah 3 Bentuk Kurban Untuk yang Sudah Wafat

Sabtu, 20 Jul 2019 13:00

Anies, Icon Kerakyatan dan Ke-Indonesiaan

Anies, Icon Kerakyatan dan Ke-Indonesiaan

Sabtu, 20 Jul 2019 12:54

TransJakarta Buatan Cina, Kemanakah Kini?

TransJakarta Buatan Cina, Kemanakah Kini?

Sabtu, 20 Jul 2019 12:07

Waspadai Pelangi Buatan Manusia dalam Simbol Sexual Menyimpang

Waspadai Pelangi Buatan Manusia dalam Simbol Sexual Menyimpang

Sabtu, 20 Jul 2019 11:20

Fahri Hamzah: Bahayanya Kekuasaan di Tangan Orang Dungu

Fahri Hamzah: Bahayanya Kekuasaan di Tangan Orang Dungu

Sabtu, 20 Jul 2019 11:07

Suap Menyuap dan Korupsi sebagai Akarnya

Suap Menyuap dan Korupsi sebagai Akarnya

Sabtu, 20 Jul 2019 10:07

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Sabtu, 20 Jul 2019 05:44


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X