Rabu, 8 Muharram 1448 H / 24 Juni 2026 15:14 wib
126 views
Pengamat Soroti Maraknya Ustaz Terjebak Gelar Doktor Honoris Causa Diduga Palsu
Jakarta (voa-islam.com) – Fenomena maraknya pemberian gelar doktor honoris causa (HC) oleh lembaga pendidikan yang legalitas dan kredibilitasnya dipertanyakan kembali menjadi sorotan publik. Isu tersebut mengemuka dalam perbincangan di Timteng Podcast yang menghadirkan pengamat Timur Tengah, Pizaro Gozali Idrus, jurnalis Surya Fachrizal, serta penulis dan pegiat media sosial Budi Marta Saudin.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas maraknya tokoh agama yang disebut menjadi korban penipuan atau scamming berkedok pemberian gelar doktor honoris causa dari institusi yang tidak memiliki rekam jejak akademik yang jelas.
Menurut Budi Marta Saudin, fenomena tersebut menarik untuk dikaji karena sebagian tokoh yang selama ini dikenal mengusung semangat kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah justru terlihat tertarik menerima gelar kehormatan dari lembaga yang kredibilitasnya dipertanyakan.
"Menarik untuk diteliti. Ustaz-ustaz ini terus bertransformasi. Yang dulunya anti yayasan dan organisasi, sebagian sekarang ikut mengambil doktor honoris causa dari kampus yang tidak jelas keberadaannya," ujar Budi dalam podcast tersebut.
Ia menilai maraknya praktik pemberian gelar kehormatan yang tidak melalui mekanisme akademik yang dapat diverifikasi berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Bahkan, menurutnya, banyak pihak yang kemungkinan tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi sasaran praktik penipuan berkedok penghargaan akademik.
Dalam perbincangan itu juga muncul kekhawatiran bahwa penggunaan gelar akademik yang tidak sah dapat merugikan dunia pendidikan sekaligus menurunkan kepercayaan publik terhadap gelar akademik yang diperoleh melalui proses pendidikan formal.
Ajakan Kembali Mengedepankan Integritas Keilmuan
Menanggapi fenomena tersebut, Budi mengajak para ustaz dan tokoh agama untuk kembali mengedepankan nilai-nilai keilmuan, kesederhanaan, serta integritas yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pendidikan Islam.
"Ayo ustaz-ustaz, kembalilah ke majelis ilmu sebagaimana jargon yang sering kita gaungkan. Amalkan ilmu tentang wara' dan zuhud yang diajarkan kepada masyarakat. Kalau memang ingin bergelar doktor, tempuhlah melalui jalur akademik yang benar, bukan dengan membeli atau menerima gelar dari lembaga yang tidak jelas, apalagi sampai menjadi korban penipuan," katanya.
Menurutnya, gelar akademik seharusnya diperoleh melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karena itu, masyarakat juga diimbau lebih kritis dalam menilai berbagai gelar yang disematkan kepada tokoh publik.
Fenomena gelar doktor honoris causa dari institusi yang tidak terakreditasi atau tidak memiliki pengakuan resmi dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah akademisi menilai perlunya edukasi publik mengenai perbedaan antara gelar akademik yang diperoleh melalui pendidikan formal dan gelar kehormatan yang diberikan oleh perguruan tinggi yang memiliki kewenangan resmi. [PurWD/voa-islam.com]
* Sumber: Pernyataan Budi Marta Saudin dalam Timteng Podcast, sebagaimana diunggah melalui akun Facebook pribadinya.
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!