Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.283 views

Mengapa ILC TV One Harus Dibuat Mati Suri?

 

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan Media dan Politik

 

Whoever controls the media, controls the mind

—Jim Morisson—

Naga-naganya rezim pemerintahan Jokowi akan menempuh kembali jalan lama. Jalan gelap yang menjadi catatan kelam dalam sejarah media di Indonesia: Pembredelan!

Sebuah langkah yang diambil para pemimpin tiran dimanapun di seluruh dunia, untuk membungkam kelompok oposisi.

“Media mana yang nyata-nyata membantu pelanggaran hukum, kalau perlu kami shutdown, kami hentikan. Kami tutup demi keamanan nasional,” kata Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto di Jakarta Senin (6/4).

Wiranto menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi terbatas terkait kondisi setelah Pemilihan Umum atau Pemilu 2019. Rapat digelar untuk menyikapi adanya pelanggaran hukum selama dan sesudah pemilu.

Pernyataan Wiranto adalah statemen resmi pertama seorang pejabat tinggi negara, tentang kemungkinan dilakukan langkah keras pemberangusan media.

Langkah yang akan diambil Wiranto ini cukup mengejutkan. Mengingat sebelumnya dengan penuh percaya diri Presiden Jokowi mengaku pemerintah bisa mengontrol dan mengendalikan media massa.

“Kita bisa kendalikan media mainstream, media sosial tidak bisa dikendalikan,” kata Jokowi saat kunjungan kerja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/10/2017).

Jokowi benar, media massa arus utama sejauh ini nyaris bisa dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah. Pemilik kerajaan media —merangkap pemilik partai politik— sebagian besar berada di barisan pendukungnya.

Mereka yang masih coba-coba menentang, berhasil ditundukkan melalui berbagai cara. Mulai dari kasus pidana, masalah pajak, maupun tekanan hukum lainnya.

Pemerintah tampaknya meniru gaya yang pernah diterapkan Presiden George W Bush Jr “you’re either with us, or against us.” Kalian bersama kami. Atau melawan kami.

Tidak perlu kaget ketika media massa tidak pernah kritis dan selalu membebek, apapun yang dikatakan pemerintah. Sebaliknya memelintir, mem-framing, dan kalau perlu tidak menayangkan ( black out ) berita dan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok oposisi.

Sangat sulit kita menemukan berita-berita tentang kecurangan pilpres, atau berita perlawanan rakyat. Berita semacam itu hanya bisa kita temukan bertebaran di media sosial.

Kasus perlawanan warga Limus Pratama, Cileungsi, Bogor yang mempertahankan baliho ucapan terima kasih kepada para pendukung Prabowo-Sandi, tidak muncul di media mainstream.

Dari sisi nilai berita, peristiwa itu sangat kuat. Memenuhi semua unsur kelayakan berita. Ada heroisme, unik, aktual, dan sisi human interest-nya sangat kuat. Tapi siapa yang peduli?

Ketika Relawan IT Prabowo-Sandi melaporkan temuan mereka ke Bawaslu, ada 73.000 lebih kesalahan entry data Situng KPU, hanya beberapa media yang melaporkan. Padahal puluhan wartawan media cetak, online, dan televisi meliput peristiwa tersebut.

Fenomena wartawan muntaber (muncul tanpa berita) belakangan ini sangat banyak ditemukan. Bukan mereka enggan membuat berita. Tapi mereka memahami ada kebijakan redaksi untuk tidak memuat berita sejenis itu. Mungkin ada wartawan yang tetap melaporkan beritanya, tapi redaksi memutuskan tidak memuatnya.

Contoh terbaru adalah kegiatan Ijtima Ulama 3 di Hotel Lor In, Sentul, Bogor Selasa (2/5). Tidak banyak media menayangkannya. Mobil satelit (SNG) TV One sudah bersiap melakukan siaran langsung, tiba-tiba harus dibongkar dari lokasi.

Ada kekuatan besar yang menekan para pemilik media agar tidak memberitakan apapun yang bersumber dari oposisi, dan merugikan penguasa.

Para pemilik media tidak punya pilihan lain, selain menekan awak redaksi. Semua itu menyangkut kelangsungan bisnis media, maupun kepentingan bisnis mereka yang lebih besar.

TV One jadi sasaran utama

Sesuai dengan slogan, TV One sering tampil sedikit berbeda. Sebagai televisi berita, mereka tetap mencoba menyelam di antara dua karang.

Ketika sejumlah media memutuskan mem-black out Reuni Akbar Alumni 212 (2/12/2018), stasiun TV milik keluarga Bakrie ini malah membuat siaran langsung. Begitu juga beberapa Aksi Bela Islam sebelumnya.

Melalui talkshow Indonesia Lawyers Club, TV One juga sering menampilkan tokoh-tokoh yang sangat kritis terhadap pemerintah. Sebutlah sejumlah nama seperti Said Didu, Haikal Hasan, Fahri Hamzah, dan tentu saja sang ikon akal sehat Rocky Gerung. Mereka secara rutin tampil di ILC.

Pilihan sikap redaksi TV One ini membuat mereka diposisikan berada dalam kelompok oposisi. Berhadapan dengan penguasa. Padahal sesungguhnya bila mengikuti pakem media yang tidak memihak ( imparsial ) meliput kedua belah pihak secara seimbang ( cover both side ), TV One sudah berada di jalur yang benar.

Di luar para tokoh oposisi, sejumlah tokoh pendukung pemerintah seperti Akbar Faizal, Ali Mochtar Ngabalin, Adian Napitulu, Irma Suryani, dan Budiman Sujatmiko selalu mendapat porsi yang sama besarnya.

Mereka juga tak kalah cerdasnya. Bedanya karena mendukung rezim, mereka harus sering kehilangan, atau menghilangkan akal sehatnya. Sehingga mereka sering tampak kedodoran dalam adu argumentasi.

Jadilah terkesan ILC sering menjadi ajang pembantaian pendukung pemerintah.

Sebagai program talkshow, ILC sangat populer. Jumlah penontonnya ( share audience ) sangat tinggi. Dalam beberapa episode, jumlah pemirsanya bisa mengimbangi sinetron kejar tayang di sejumlah stasiun televisi hiburan.

Popularitas dan jumlah penonton yang sangat besar, pilihan topik yang sensitif, membuat program ini menjadi momok dan mimpi buruk pemerintah.

Dengan jangkauan pemirsa yang sangat luas, televisi menjadi media yang harus sepenuhnya dikontrol pemerintah. Seperti dikatakan Jim Morrison vokalis group band legendaris The Doors, siapa yang mengontrol media, akan mengontrol pikiran publik.

Melalui siaran televisi, Jokowi bisa tetap mempertahankan loyalitas pendukungnya, terutama di kawasan pedesaan. Berbeda dengan penduduk di perkotaan yang terpaan medsosnya sangat besar.

Beberapa kali ILC menjadi korban tarik ulur antara pemerintah dengan pemilik TV One. Selama hiruk pikuk Aksi Bela Islam (ABI) dan Pilkada DKI 2017, ILC beberapa kali tidak tayang.

Cuti panjang ILC kali ini adalah puncak tawar menawar dan kompromi politik antara pemerintah, pemilik, dan Karni Ilyas sebagai pembawa acara sekaligus Pemimpin Redaksi TV One.

Di tengah meluasnya pengungkapan kecurangan pilpres, tak ada pilihan lain bagi keluarga Bakrie dan Karni Ilyas selain mengistirahatkan ILC.

Semoga benar seperti dikatakan Karni, ini cuti panjang, tapi bukan mati suri. end

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Ahad, 15 Sep 2019 23:15

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Ahad, 15 Sep 2019 22:30

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Ahad, 15 Sep 2019 22:01

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Ahad, 15 Sep 2019 20:51

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Ahad, 15 Sep 2019 20:10

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 19:51

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Ahad, 15 Sep 2019 19:36

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 18:01

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Ahad, 15 Sep 2019 17:43

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Ahad, 15 Sep 2019 16:31

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Ahad, 15 Sep 2019 16:17

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Ahad, 15 Sep 2019 07:26

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Ahad, 15 Sep 2019 06:46

Kristen Radikal

Kristen Radikal

Ahad, 15 Sep 2019 06:36

Astronom Temukan Air di Planet Luar Tata Surya

Astronom Temukan Air di Planet Luar Tata Surya

Ahad, 15 Sep 2019 01:00

Trump Konfirmasi Kematian Putra Syaikh Usamah Bin Ladin, Hamza

Trump Konfirmasi Kematian Putra Syaikh Usamah Bin Ladin, Hamza

Ahad, 15 Sep 2019 00:30

OKI Gelar KTT Luar Biasa Bahas Rencana Aneksasi Netanyahu

OKI Gelar KTT Luar Biasa Bahas Rencana Aneksasi Netanyahu

Ahad, 15 Sep 2019 00:00

Satu dari Setiap 5 Anak Menderita Penyakit Kulit Eksim

Satu dari Setiap 5 Anak Menderita Penyakit Kulit Eksim

Ahad, 15 Sep 2019 00:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X