Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.923 views

Memahami Jaringan Islam Liberal; Sebagai Sebuah Persoalan Da'wah (Bagian 2-Selesai)

Oleh: DR. Masri Sitanggang

Pertanyaan-pertanyaan Kritis

Pemikiran, pemahaman dan sikap keislaman Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti telah diuraikan pada Bagian I dari tulisan ini mengundang berbagai pertanyaan kritis, yang antara lain :

Bagaimana kaidah yang digunakan untuk menafsirkan kalimatin sawa (QS 3:64) sehingga bisa dijadikan sandaran bahwa semua agama (ahli kitab) adalah sama ? Bukankah kalimatin sawa (dalam ayat tersebut) itu adalah kalimat tauhid ?

Jikalau memang semua agama adalah sama, tepat berada pada jalan panjang menuju Yang Maha Bena (meminjam istilah Ulil Absar Abdalla), buat apa lagi Rasulullah diperintah menyeru kepada kalimatin sawa itu?

Selanjutnya, (kalau memang semua agama adalah sama dan benar) apakah seseorang boleh (dalam arti masih Islam) hari ini menjadi Kristiani, besok Budhis dan lusa Islam agar lebih kontekstual karena ia berpindah-pindah alamat yang komunitas masyarakatnya berbeda-beda agama ? Leih mendasar lagi (sebagai konsekuensi pemahaman bahwa semua agama adalah benar) : Apakah pengusung Islam Liberal bersedia, ketika meninggal, jenazahnya tidak urus secara Islam tetapi cukup dipakaikan jas mewah dan dimasukkan peti lalu dikubur seperti Kristen, atau malah dibakar seperti agama Hindu ?

Aspek-aspek apa sajakah –selain jilbab, qishas, potong tangan-- yang tak usah diikuti karena merupakan cermin budaya Arab ? Bagaimana dengan shalat, azan yang menggunakan bahasa Arab? atau haruskah kita shalat menghadap Jakarta agar terasa lebih kontekstual dengan ke-Melayu-annya dan agar bercita rasa Nusantara ? bagaimana pula dengan ibadah haji ? juga perlukah khitan, qurban ? Bagaimana pula dengan sistem mahram, hukum janaiz, halal dan haram ? dan, masih perlukah al-Qur’an yang ditulis dengan bahasa Arab ?

Apakah kita masih perlu percaya pada adanya surga dan neraka, padahal keberadaannya tidak dapat diuji secara empiris? atau, untuk siapa lagi neraka jika semua agama adalah benar ?

Bagaimanakah kongkretnya bentuk Islam yang mengikuti denyut jantung nadi peradaban manusia yang terus berubah sambil mengakui semua agama adalah benar serta membuang bahagian-bahagian Islam yang tidak diperlukan lagi --seperti yang dimaksud Ulil Absar Abdalla?

Sejarah boleh berulang dan peradaban manusia bisa jadi maju-mundur. Masih akan eksiskah Islam dan agama-agama lain jika aturan-aturan formalnya dihilangkan sesuai kemauan jaman ? ataukah agama-agama itu melebur dan hilang eksistensinya ? Selanjutya peradaban seperti apa yang akan dibangun dengan faham ini, akankah diserahkan sepenuhnya kepada zaman ?

 

Inconsistency Sikap dan Pemikiran JIL

Di samping pertanyaan-pertanyaan kritis, ada kesan kuat yang menunjukkan inconsistency atau bahkan double standard sikap dan pemikiran JIL.

Ungkapan Ulil Absar Abdalla dalam artikelnya Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam ( Harian Kompas 18/11/2002 ) berikut ini adalah satu contoh. “Jalan satu-satunya (cetak tebal oleh penulis) menuju kemajuan Islam adalah dengan mempersoalkan cara kita menafsirkan agama ini.

Untuk menuju ke arah itu, kita memerlukan beberapa hal….” (Ulil menguraikan hal-hal dimaksud). “… Mengajukan Syariat Islam sebagai solusi atas semua masalah adalah sebentuk kemalasan berfikir, atau lebih parah lagi, sebentuk eskapisme dengan memakai hukum Tuhan.” Komunitas JIL ternyata justeru terjebak pada sikap yang selama ini mereka “tolak”, yakni klaim atas kebenaran, merasa benar sendiri. Di sini Ulil telah mengklaim bahwa teorinya adalah jalan satu-satunya kebenaran menuju kemajuan Islam.

Dengan klaim seperti ini, Ulil telah terjebak oleh apa yang disebut Nurcholish Majid sebagai “Dilema Wilson”. Padahal, gagasam pluralisme JIL adalah dalam rangka keluar dari dilema itu.

(Nurcholis Majid menyebut Dilema Wilson sebagai berikut _“…bahwa agama mengajak kepada kebaikan, dan semakin orang yakin kepada agamanya, adalah semakin baik; tapi justeru “orang baik” itu semakin kuat membenarkan dirinya untuk tidak toleran kepada orang lain, bahkan merasa berhak mengejar-ngejar orang yang tidak sepaham dengan dirinya. Ia justru menjdi sumber keonaran sendiri”. Majalaht Ulumul Qur’an No.1 Vol IV tahun 1993. Hal 7 ).

Persoalannya adalah, semakin yakin Ulil (dan pengusung Islam Liberal lainnya) akan kebenaran gagasannya, semakin kuat ia membenarkan dirinya dan merasa berhak untuk menyerang dan mengejar-ngejar gagasan lain yang tidak sepaham. “…Ia justeru menjadi sumber keonaran sendiri”. Di sini, JIL ternyata tidak liberal dan tidak demokratis, melainkan penindas pemikiran lain yang berbeda.

Satu sisi JIL berpandangan semua agama adalah benar dengan variasi, tingkat dan kedalaman yang berbeda-beda dalam menghayati jalan religiusitas itu (sekali lagi meminjam istilah Ulil Abshor Abdalla). Tapi di sisi lain, JIL (Ulil, Munawir, Nurcholis, dll) merasa perlu memangkas ajaran Islam dengan membuang jilbab, kawin beda agama, hukum waris, istilah kafir dls. Bukankah pemangkasan ini menunjukkan bahwa Islam (dalam pandangan Ulil) belum pada jalan yang benar ? (Kalau sudah benar, tentu tak perlu modefikasi).

Ketika mengatakan “larangan kawin beda agama sudah tidak relevan lagi”, Ulil berargumen bahwa “Al-Qur’an pun tidak pernah tegas melarang itu” (tidak tegas atau tidak mau mematuhi ? Baca QS 2 : 221). Tetapi dalam hal menyamakan semua agama, Ulil tidak menyandarkan argumennya pada Alqur’an; padahal, Alqu’an jelas menyatakan “telah kafirlah orang yang menyebut Allah ialah Al-masih anak Maryam", dan juga yang menyatakan Uzair anak Tuhan” (Lihat QS 5: 72 dan 9 : 30).

Menurut Amin Abdullah, ”kalau masih pada level manusia pastilah terbatas, parsial kontektual pemahamannya serta bisa saja keliru”. Ini sejalan dengan pandangan relativitas JIL terhadap tafsir dan faham keagamaan. Namun dalam kenyataannya, para pengusung JIL gencar menyalahkan dan menyerang faham lain dan menudingnya sebagai fundamentalis dan skriptualis. Bukankah semestinya mereka wajib ragu terhadap pemikirannya sendiri karena baik Harun Nasution, Nurcholis, Ulil dan tokoh-tokoh JIL lainnya adalah juga manusia yang berarti berpotensi besar untuk keliru ?

Kalangan JIL mengaku mengusung dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Tetapi dalam waktu yang sama begitu antipati terhadap ide kelompok masyarakat yang ingin memperjuangkan tegaknya Syariat Islam. Ingat, misalnya, tahun 2001 ketika Partai Bulan Bintang –PBB berjuang di Sidang Umum DPR/MPR untuk mengambalikan 7 kata yang dicoret dari Piagam Jakarta ke UUD 1945. Mereka-mereka yang berfaham Islam Liberal justeru menentang sangat keras; dan sejak itu partai ini diwaspadai sebagai “ekstrim kanan” dan berlanjut hingga saat ini. Sikap JIL ini ambivalen. Bukankah di alam demokrasi setiap kelompok masyarakat punya hak untuk memperjuangkan konsep kehidupan yang diyakininya? Mengapa untuk hal-hal yang mungkar mereka bela dan untuk penegakan Syariat Islam mereka lawan dengan keras ?

Pengusung JIL mendakwakan diri berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas dalam arti luas mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi. Tetapi, kapankah JIL menyerang (ajaran) Kristen, Hindu, Yahudi dan membela Ummat Islam yang minoritas dan tertindas di Eropa, India dan Israel? Bahkan di negeri ini, partai Islam dan posisi politik ummat Islam berada pada posisi minoritas, kapan JIL membela ? Kenyataannya bahkan menghujat dan Ulil Absar Abdallah beserta tokoh-tokoh JIL lainnya kini menjadi petinggi partai berkuasa (mayoritas). Ulil Abshar Abdalla adalah salah satu petinggi Partai Demokrat.

 

Kesimpulan

Kekacauan pemikiran, sikap dan paham keislaman pengusung Islam Liberal berpangkal dari pandangan mereka terhadap Islam itu sendiri, yakni sebagai fenomena sosial. Kajian terhadap Islam dengan dilandasi oleh keraguan –seperti yang dilakukan JIL, niscaya menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang juga meragukan dan diragukan. Oleh karena itulah MUI mengeluarkan fatwa : “Pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran Agama Islam”.

Paham liberal dalam Islam adalah persoalan dakwah yang harus dipandang serius. Lebih-lebih jika diteliti dan direnungkan dalam-dalam –sikap JIL yang konsisten melawan mainstream paham dan kepentingan ummat Islam serta membela kemungkaran dan kepentingan “minoritas”, maka sesungguhnya faham JIL tentang Islam bukan faham yang dibangun atas dasar akademis tetapi patut diduga adalah gerakan perlawanan dan kebencian yang ingin menghancurkan Islam.

Oleh karena itu, da’wah yang berorientasi kepada penguatan ketahanan Ummat, memperteguh komitmen keislaman dan perjuangan menegakkan sistem tatanan kehidupan Islam –Syariat Islam (QS 9:63; 61:9) harus menjadi perhatian serius. Selesai. Wallahu a’lam bish shawab. 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Saat Penyesalan tak lagi Berguna

Saat Penyesalan tak lagi Berguna

Selasa, 23 Jul 2019 22:33

Agama Biang Radikalisme?

Agama Biang Radikalisme?

Selasa, 23 Jul 2019 22:28

Bloger Saudi Pro-Israel Diludahi dan Dilempari Kursi oleh Bocah Palestina Saat Berkunjung ke Al-Aqsa

Bloger Saudi Pro-Israel Diludahi dan Dilempari Kursi oleh Bocah Palestina Saat Berkunjung ke Al-Aqsa

Selasa, 23 Jul 2019 21:20

Suga: Jepang Tidak Punya Rencana Kirim Pasukan Militer untuk Koalisi Maritim Usulan AS

Suga: Jepang Tidak Punya Rencana Kirim Pasukan Militer untuk Koalisi Maritim Usulan AS

Selasa, 23 Jul 2019 21:00

Jadi Antek Israel, Pria Saudi Diusir dari Kompleks Masjid Al-Aqsha oleh Warga Palestina

Jadi Antek Israel, Pria Saudi Diusir dari Kompleks Masjid Al-Aqsha oleh Warga Palestina

Selasa, 23 Jul 2019 20:47

AILA Curiga Ada Hidden Agenda Dibalik Kampanye Berkebaya Tapi Menyerang Muslimah Berjilbab

AILA Curiga Ada Hidden Agenda Dibalik Kampanye Berkebaya Tapi Menyerang Muslimah Berjilbab

Selasa, 23 Jul 2019 20:08

Korban Serangan Rezim Suriah dan Rusia di Pasar Idlib Naik Jadi 38 Orang

Korban Serangan Rezim Suriah dan Rusia di Pasar Idlib Naik Jadi 38 Orang

Selasa, 23 Jul 2019 13:15

Inggris Akan Bentuk Pasukan Perlindungan Maritim Pimpinan Eropa di Teluk

Inggris Akan Bentuk Pasukan Perlindungan Maritim Pimpinan Eropa di Teluk

Selasa, 23 Jul 2019 13:15

Turki Deportasi Sekitar 1000 Pengungsi Suriah ke Wilayah Dilanda Perang  Idlib

Turki Deportasi Sekitar 1000 Pengungsi Suriah ke Wilayah Dilanda Perang Idlib

Selasa, 23 Jul 2019 12:15

Bom Mobil Meledak di Dekat Bandara Mogadishu Somalia

Bom Mobil Meledak di Dekat Bandara Mogadishu Somalia

Selasa, 23 Jul 2019 12:12

Pemimpin Partai Islam Ennahda Tunisia akan Maju dalam Pemilu Parlemen

Pemimpin Partai Islam Ennahda Tunisia akan Maju dalam Pemilu Parlemen

Selasa, 23 Jul 2019 12:04

Pasukan Nigeria Bentrok dengan Demonstran Syiah, 4 Orang Tewas

Pasukan Nigeria Bentrok dengan Demonstran Syiah, 4 Orang Tewas

Selasa, 23 Jul 2019 11:56

Utusan AS akan Kembali ke Afghanistan dan Qatar untuk Negosiasi Damai dengan Taliban

Utusan AS akan Kembali ke Afghanistan dan Qatar untuk Negosiasi Damai dengan Taliban

Selasa, 23 Jul 2019 11:49

Fenomena Banyaknya Anggota Polri Ikut Capim KPK

Fenomena Banyaknya Anggota Polri Ikut Capim KPK

Selasa, 23 Jul 2019 11:47

Tentara AS Kirimkan Puluhan Truk Logistik dan Peralatan Militer ke Milisi Kurdi di Hasaka

Tentara AS Kirimkan Puluhan Truk Logistik dan Peralatan Militer ke Milisi Kurdi di Hasaka

Selasa, 23 Jul 2019 11:15

Jokowi, Melawan Hukum, dan Kehutanan

Jokowi, Melawan Hukum, dan Kehutanan

Selasa, 23 Jul 2019 10:47

Kalimat Tauhid: Simbol untuk Mati

Kalimat Tauhid: Simbol untuk Mati

Selasa, 23 Jul 2019 09:47

Viral Bandara Soeta Dijual, Ini Kata Kemkominfo

Viral Bandara Soeta Dijual, Ini Kata Kemkominfo

Selasa, 23 Jul 2019 09:47

Utang, Cina, dan Jebakan

Utang, Cina, dan Jebakan

Selasa, 23 Jul 2019 09:47

Benarkah Ali bin Abi Thalib Pernah ke Garut?

Benarkah Ali bin Abi Thalib Pernah ke Garut?

Selasa, 23 Jul 2019 09:22


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X