Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.271 views

Memahami Jaringan Islam Liberal; Sebagai Sebuah Persoalan Da'wah (Bagian 2-Selesai)

Oleh: DR. Masri Sitanggang

Pertanyaan-pertanyaan Kritis

Pemikiran, pemahaman dan sikap keislaman Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti telah diuraikan pada Bagian I dari tulisan ini mengundang berbagai pertanyaan kritis, yang antara lain :

Bagaimana kaidah yang digunakan untuk menafsirkan kalimatin sawa (QS 3:64) sehingga bisa dijadikan sandaran bahwa semua agama (ahli kitab) adalah sama ? Bukankah kalimatin sawa (dalam ayat tersebut) itu adalah kalimat tauhid ?

Jikalau memang semua agama adalah sama, tepat berada pada jalan panjang menuju Yang Maha Bena (meminjam istilah Ulil Absar Abdalla), buat apa lagi Rasulullah diperintah menyeru kepada kalimatin sawa itu?

Selanjutnya, (kalau memang semua agama adalah sama dan benar) apakah seseorang boleh (dalam arti masih Islam) hari ini menjadi Kristiani, besok Budhis dan lusa Islam agar lebih kontekstual karena ia berpindah-pindah alamat yang komunitas masyarakatnya berbeda-beda agama ? Leih mendasar lagi (sebagai konsekuensi pemahaman bahwa semua agama adalah benar) : Apakah pengusung Islam Liberal bersedia, ketika meninggal, jenazahnya tidak urus secara Islam tetapi cukup dipakaikan jas mewah dan dimasukkan peti lalu dikubur seperti Kristen, atau malah dibakar seperti agama Hindu ?

Aspek-aspek apa sajakah –selain jilbab, qishas, potong tangan-- yang tak usah diikuti karena merupakan cermin budaya Arab ? Bagaimana dengan shalat, azan yang menggunakan bahasa Arab? atau haruskah kita shalat menghadap Jakarta agar terasa lebih kontekstual dengan ke-Melayu-annya dan agar bercita rasa Nusantara ? bagaimana pula dengan ibadah haji ? juga perlukah khitan, qurban ? Bagaimana pula dengan sistem mahram, hukum janaiz, halal dan haram ? dan, masih perlukah al-Qur’an yang ditulis dengan bahasa Arab ?

Apakah kita masih perlu percaya pada adanya surga dan neraka, padahal keberadaannya tidak dapat diuji secara empiris? atau, untuk siapa lagi neraka jika semua agama adalah benar ?

Bagaimanakah kongkretnya bentuk Islam yang mengikuti denyut jantung nadi peradaban manusia yang terus berubah sambil mengakui semua agama adalah benar serta membuang bahagian-bahagian Islam yang tidak diperlukan lagi --seperti yang dimaksud Ulil Absar Abdalla?

Sejarah boleh berulang dan peradaban manusia bisa jadi maju-mundur. Masih akan eksiskah Islam dan agama-agama lain jika aturan-aturan formalnya dihilangkan sesuai kemauan jaman ? ataukah agama-agama itu melebur dan hilang eksistensinya ? Selanjutya peradaban seperti apa yang akan dibangun dengan faham ini, akankah diserahkan sepenuhnya kepada zaman ?

 

Inconsistency Sikap dan Pemikiran JIL

Di samping pertanyaan-pertanyaan kritis, ada kesan kuat yang menunjukkan inconsistency atau bahkan double standard sikap dan pemikiran JIL.

Ungkapan Ulil Absar Abdalla dalam artikelnya Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam ( Harian Kompas 18/11/2002 ) berikut ini adalah satu contoh. “Jalan satu-satunya (cetak tebal oleh penulis) menuju kemajuan Islam adalah dengan mempersoalkan cara kita menafsirkan agama ini.

Untuk menuju ke arah itu, kita memerlukan beberapa hal….” (Ulil menguraikan hal-hal dimaksud). “… Mengajukan Syariat Islam sebagai solusi atas semua masalah adalah sebentuk kemalasan berfikir, atau lebih parah lagi, sebentuk eskapisme dengan memakai hukum Tuhan.” Komunitas JIL ternyata justeru terjebak pada sikap yang selama ini mereka “tolak”, yakni klaim atas kebenaran, merasa benar sendiri. Di sini Ulil telah mengklaim bahwa teorinya adalah jalan satu-satunya kebenaran menuju kemajuan Islam.

Dengan klaim seperti ini, Ulil telah terjebak oleh apa yang disebut Nurcholish Majid sebagai “Dilema Wilson”. Padahal, gagasam pluralisme JIL adalah dalam rangka keluar dari dilema itu.

(Nurcholis Majid menyebut Dilema Wilson sebagai berikut _“…bahwa agama mengajak kepada kebaikan, dan semakin orang yakin kepada agamanya, adalah semakin baik; tapi justeru “orang baik” itu semakin kuat membenarkan dirinya untuk tidak toleran kepada orang lain, bahkan merasa berhak mengejar-ngejar orang yang tidak sepaham dengan dirinya. Ia justru menjdi sumber keonaran sendiri”. Majalaht Ulumul Qur’an No.1 Vol IV tahun 1993. Hal 7 ).

Persoalannya adalah, semakin yakin Ulil (dan pengusung Islam Liberal lainnya) akan kebenaran gagasannya, semakin kuat ia membenarkan dirinya dan merasa berhak untuk menyerang dan mengejar-ngejar gagasan lain yang tidak sepaham. “…Ia justeru menjadi sumber keonaran sendiri”. Di sini, JIL ternyata tidak liberal dan tidak demokratis, melainkan penindas pemikiran lain yang berbeda.

Satu sisi JIL berpandangan semua agama adalah benar dengan variasi, tingkat dan kedalaman yang berbeda-beda dalam menghayati jalan religiusitas itu (sekali lagi meminjam istilah Ulil Abshor Abdalla). Tapi di sisi lain, JIL (Ulil, Munawir, Nurcholis, dll) merasa perlu memangkas ajaran Islam dengan membuang jilbab, kawin beda agama, hukum waris, istilah kafir dls. Bukankah pemangkasan ini menunjukkan bahwa Islam (dalam pandangan Ulil) belum pada jalan yang benar ? (Kalau sudah benar, tentu tak perlu modefikasi).

Ketika mengatakan “larangan kawin beda agama sudah tidak relevan lagi”, Ulil berargumen bahwa “Al-Qur’an pun tidak pernah tegas melarang itu” (tidak tegas atau tidak mau mematuhi ? Baca QS 2 : 221). Tetapi dalam hal menyamakan semua agama, Ulil tidak menyandarkan argumennya pada Alqur’an; padahal, Alqu’an jelas menyatakan “telah kafirlah orang yang menyebut Allah ialah Al-masih anak Maryam", dan juga yang menyatakan Uzair anak Tuhan” (Lihat QS 5: 72 dan 9 : 30).

Menurut Amin Abdullah, ”kalau masih pada level manusia pastilah terbatas, parsial kontektual pemahamannya serta bisa saja keliru”. Ini sejalan dengan pandangan relativitas JIL terhadap tafsir dan faham keagamaan. Namun dalam kenyataannya, para pengusung JIL gencar menyalahkan dan menyerang faham lain dan menudingnya sebagai fundamentalis dan skriptualis. Bukankah semestinya mereka wajib ragu terhadap pemikirannya sendiri karena baik Harun Nasution, Nurcholis, Ulil dan tokoh-tokoh JIL lainnya adalah juga manusia yang berarti berpotensi besar untuk keliru ?

Kalangan JIL mengaku mengusung dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Tetapi dalam waktu yang sama begitu antipati terhadap ide kelompok masyarakat yang ingin memperjuangkan tegaknya Syariat Islam. Ingat, misalnya, tahun 2001 ketika Partai Bulan Bintang –PBB berjuang di Sidang Umum DPR/MPR untuk mengambalikan 7 kata yang dicoret dari Piagam Jakarta ke UUD 1945. Mereka-mereka yang berfaham Islam Liberal justeru menentang sangat keras; dan sejak itu partai ini diwaspadai sebagai “ekstrim kanan” dan berlanjut hingga saat ini. Sikap JIL ini ambivalen. Bukankah di alam demokrasi setiap kelompok masyarakat punya hak untuk memperjuangkan konsep kehidupan yang diyakininya? Mengapa untuk hal-hal yang mungkar mereka bela dan untuk penegakan Syariat Islam mereka lawan dengan keras ?

Pengusung JIL mendakwakan diri berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas dalam arti luas mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi. Tetapi, kapankah JIL menyerang (ajaran) Kristen, Hindu, Yahudi dan membela Ummat Islam yang minoritas dan tertindas di Eropa, India dan Israel? Bahkan di negeri ini, partai Islam dan posisi politik ummat Islam berada pada posisi minoritas, kapan JIL membela ? Kenyataannya bahkan menghujat dan Ulil Absar Abdallah beserta tokoh-tokoh JIL lainnya kini menjadi petinggi partai berkuasa (mayoritas). Ulil Abshar Abdalla adalah salah satu petinggi Partai Demokrat.

 

Kesimpulan

Kekacauan pemikiran, sikap dan paham keislaman pengusung Islam Liberal berpangkal dari pandangan mereka terhadap Islam itu sendiri, yakni sebagai fenomena sosial. Kajian terhadap Islam dengan dilandasi oleh keraguan –seperti yang dilakukan JIL, niscaya menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang juga meragukan dan diragukan. Oleh karena itulah MUI mengeluarkan fatwa : “Pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran Agama Islam”.

Paham liberal dalam Islam adalah persoalan dakwah yang harus dipandang serius. Lebih-lebih jika diteliti dan direnungkan dalam-dalam –sikap JIL yang konsisten melawan mainstream paham dan kepentingan ummat Islam serta membela kemungkaran dan kepentingan “minoritas”, maka sesungguhnya faham JIL tentang Islam bukan faham yang dibangun atas dasar akademis tetapi patut diduga adalah gerakan perlawanan dan kebencian yang ingin menghancurkan Islam.

Oleh karena itu, da’wah yang berorientasi kepada penguatan ketahanan Ummat, memperteguh komitmen keislaman dan perjuangan menegakkan sistem tatanan kehidupan Islam –Syariat Islam (QS 9:63; 61:9) harus menjadi perhatian serius. Selesai. Wallahu a’lam bish shawab. 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Zalim kupada HTI atau Anti Islam?

Zalim kupada HTI atau Anti Islam?

Rabu, 27 Jan 2021 15:33

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Rabu, 27 Jan 2021 15:24

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Rabu, 27 Jan 2021 15:09

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Rabu, 27 Jan 2021 15:00

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Rabu, 27 Jan 2021 14:30

Taubat Politik Jusuf Kalla

Taubat Politik Jusuf Kalla

Rabu, 27 Jan 2021 12:10

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Rabu, 27 Jan 2021 11:51

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Rabu, 27 Jan 2021 11:10

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Rabu, 27 Jan 2021 10:50

Gerakan Wakaf di Tengah Perampokan Uang

Gerakan Wakaf di Tengah Perampokan Uang

Rabu, 27 Jan 2021 10:36

Kadis Koperasi UMKM Kota Bekasi Sambut Kehadiran Koperasi Impala Sejahtera Umat

Kadis Koperasi UMKM Kota Bekasi Sambut Kehadiran Koperasi Impala Sejahtera Umat

Selasa, 26 Jan 2021 21:58

Restoran di Dubai Tawarkan Diskon Untuk Pelanggan Yang Telah Divaksin Virus Corona

Restoran di Dubai Tawarkan Diskon Untuk Pelanggan Yang Telah Divaksin Virus Corona

Selasa, 26 Jan 2021 20:30

Profesor Turki Klaim Temukan Semprotan Hidung Yang Dapat Membunuh Virus Corona Dalam Satu Menit

Profesor Turki Klaim Temukan Semprotan Hidung Yang Dapat Membunuh Virus Corona Dalam Satu Menit

Selasa, 26 Jan 2021 18:05

Joe Biden Tunjuk Arang Palestina-Amerika Sebagai Direktur Intelijen Senior

Joe Biden Tunjuk Arang Palestina-Amerika Sebagai Direktur Intelijen Senior

Selasa, 26 Jan 2021 17:20

Lewat Online, PP Pemudi Persis Usung  Integritas Cerdas dan Berakhlakul Karimah pada Muskernas III

Lewat Online, PP Pemudi Persis Usung Integritas Cerdas dan Berakhlakul Karimah pada Muskernas III

Selasa, 26 Jan 2021 15:54

Dewan Hisbah Persis: Vaksin Sinovac Biofarma Halal

Dewan Hisbah Persis: Vaksin Sinovac Biofarma Halal

Selasa, 26 Jan 2021 15:50

YouTube Hapus 7 Saluran Yang Berafiliasi Dengan Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

YouTube Hapus 7 Saluran Yang Berafiliasi Dengan Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Selasa, 26 Jan 2021 14:06

Tipu Daya Perempuan Lebih Dahsyat Dari Pada Tipu Daya Setan, Benarkah?

Tipu Daya Perempuan Lebih Dahsyat Dari Pada Tipu Daya Setan, Benarkah?

Selasa, 26 Jan 2021 12:00

Ustadz Abu Muhammad Jibriel Meninggal Dunia

Ustadz Abu Muhammad Jibriel Meninggal Dunia

Selasa, 26 Jan 2021 05:50

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Selasa, 26 Jan 2021 05:28


MUI

Must Read!
X