Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.639 views

RUU PKS: Merancang Upaya Untuk Merongrong Institusi Keluarga Lewat Legislasi (Bagian-1)

Oleh: Dina Wachid

Paham liberalisme-sekulerisme sampai saat ini terus-menerus dicekokkan ke tengah masyarakat oleh para penyokongnya. Kehidupan yang bebas tanpa aturan dengan mengagungkan materi senantiasa mereka propagandakan dengan berbagai cara.

Agama, yang menjadi penghalang terbesar mereka, terus menjadi sasaran. Mereka mencoba untuk menyingkirkan aturan agama dalam kehidupan keluarga.

Pintu masuknya adalah dengan melalui Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Di dalam RUU ini banyak celah bagi masuknya nilai-nilai liberalisme-sekulerisme yang berbahaya bagi masyarakat, khususnya keluarga yang menjadi tempat lahir dan tumbuhnya generasi.

Dengan berlindung di balik upaya perjuangan membela kaum perempuan, namun sejatinya mereka tengah menawarkan racun dengan kemasan semanis madu. Masyarakat harus jeli dan cerdas dalam melihat isu ini agar tak terperosok semakin dalam ke jurang kehancuran akibat paham-paham menyesatkan anti Islam.

Dalam RUU PKS ini ada beberapa pasal kontroversial yang berpotensi diboncengi para penumpang gelap:

Pasal 5

(1) Setiap orang dilarang melakukan kekerasan seksual dalam segala bentuknya.

(2) Bentuk Kekerasan seksual sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) meliputi; a. Pelecehan seksual, b. Kontrol seksual, c. Perkosaan, d. Eksploitasi seksual,  e. Penyiksaan seksual, dan f. Perlakuan atau penghukuman lain tidak manusiawi yang menjadikan tubuh, seksualitas dan/atau organ reproduksi sebagai sasaran

(3) Setiap tindakan persetujuan diam-diam atau pembiaran yang dilakukan oleh lembaga negara, korporasi, dan lembaga masyarakat, yang berakibat terjadinya kekerasan seksual sebagaimana dimaksud ayat (2) merupakan tindak pidana kelalaian. Perlakuan atau penghukuman lain tidak manusiawi yang menjadikan tubuh dan seksualitas atau organ reproduksi sebagai sasaran, dan/atau merendahkan martabat kemanusiaan

Pasal 7

(1) Tindak pidana kontrol seksual sebagaimana pasal 5 ayat (2) huruf b adalah tindakan yang dilakukan dengan paksaan, ancaman kekerasan, atau tanpa kesepakatan dengan tujuan melakukan pembatasan, pengurangan, penghilangan dan atau pengambilalihan hak mengambil keputusan yang terbaik atas diri, tubuh dan seksualitas seseorang agar melakukan atau berbuat atau tidak berbuat.

(2) Kontrol Seksual sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi: a. Pemaksaan menggunakan atau tidak menggunakan busana tertentu; b. Pemaksaan kehamilan; c. Pemaksaan aborsi;d. Pemaksaan sterilisasi; dan e. Pemaksaan perkawinan.

Pasal 8

(1) Tindak pidana perkosaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf c adalah tindakan seksual dengan menggunakan alat kelamin atau anggota tubuh lainnya atau benda ke arah dan/atau ke dalam organ tubuh yaitu pada vagina, anus, mulut, atau anggota tubuh lain, dilakukan dengan cara paksa, atau kekerasan, atau ancaman kekerasan, atau tekanan psikis, atau bujuk rayu, atau tipu muslihat, atau terhadap seseorang yang tidak mampu memberikan persetujuan yang sesungguhnya.

(2) Tindak pidana perkosaan meliputi perkosaan di dalam dan di luar hubungan perkawinan.

 

Pasal-pasal ini dianggap bermasalah karena sarat aroma liberalisme yang berbahaya bagi kelangsungan kehidupan masyarakat. Ditelisik lebih dalam ada upaya untuk meruntuhkan nilai-nilai agama dalam keluarga. Menjadikan keluarga sebagai tempat untuk membenihkan paham sekulerisme dan liberalism yang kental. Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa saat ini kelompok feminis radikal telah mengusung RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) untuk mengelabui masyarakat Indonesia. Perjuangan menghapus kekerasan bagi perempuan dimanfaatkan oleh mereka untuk semakin men-sekulerkan keluarga. Menjauhkan agama dari kehidupan keluarga.

 

Upaya Liberalisasi-Sekulerisasi Keluarga Melalui RUU PKS

Jika mencermati Frasa kontrol seksual  pada pasal 5 ayat (2) huruf b yang dikategorikan kekerasan seksual artinya mendorong setiap orang untuk bebas memilih aktivitas seksual tanpa ada kontrol dari pihak lain. Pihak yang melakukan kontrol seksual justru bisa dipidanakan. Siapapun yang melarang orang lain untuk tidak melakukan aktivitas zina dianggap melakukan kontrol seksual dan bisa dilaporkan. Termasuk orang tua yang melarang anak lajangnya berpacaran atau melakukan hubungan seks bebas, bisa saja dilaporkan oleh sang anak karena dianggap melakukan kontrol seksual.

Kemudian ditambah lagi pada pasal 7 ayat (1) yaitu adanya hak mengambil keputusan yang terbaik atas diri, tubuh dan seksualitas seseorang agar melakukan atau berbuat atau tidak berbuat. Hal ini berarti bahwa kebebasan seksual harus dilindungi. Setiap orang bebas memilih cara untuk mengekspresikan hasrat seksualnya. Entah dengan melakukan seks bebas, kumpul kebo, zina atau seks menyimpang semisal LGBT, apapun itu terserah dirinya. Tak boleh ada pelarangan dari siapapun termasuk dari anggota keluarganya sendiri.

Apa jadinya jika aktivitas yang menyerukan pelarangan zina, seks bebas dan menyimpang seperti LGBT justru malah dihalangi dengan aturan hukum? Keluarga akan semakin sulit dan kewalahan dalam menangkal serangan nilai-nilai barat yang tak sesuai dengan aturan Islam. Kerusakan generasi semakin meningkat, karena tak adanya penjagaan atas mereka. Pergaulan muda mudi yang kian bebas, kehamilan di luar nikah yang mendorong angka aborsi terus naik, putus sekolah, berbagai macam tindak kriminalitas, perilaku menyimpang LGBT yang kian marak dan sederet dampak negatif lainnya.

Kewajiban menutup aurat pun coba dihilangkan melalui pasal 7 ayat (2) yang menyatakan bahwa Kontrol Seksual sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi: a. Pemaksaan menggunakan atau tidak menggunakan busana tertentu.  Orang tua yang mendisiplinkan anaknya untuk menutup aurat akan dianggap melakukan kontrol seksual dan ini melanggar pasal tersebut.

Termasuk juga menasehati atau mengingatkan anak sendiri untuk berpakaian sesuai jenis kelaminnya akan dianggap melakukan kontrol seksual. Akibatnya seorang laki-laki tidak harus berpakaian laki-laki, namun boleh berpakaian perempuan. Demikian juga sebaliknya perempuan boleh berpakaian laki-laki. Mau berpakaian seperti apapun terserah yang memiliki tubuh. Tidak boleh ada paksaan.

Sedangkan pada pasal 8 ayat (2) menyebutkan bahwa Tindak pidana perkosaan meliputi perkosaan di dalam dan di luar hubungan perkawinan. Menurut pasal ini, seorang istri bisa sesuka hatinya memilih untuk melayani suami atau tidak. Jika suami memaksa untuk berhubungan, maka terkategori pemerkosaan. Jika itu dilakukan di luar hubungan pernikahan, tapi didasari suka sama suka dan tidak ada kekerasan, maka tidak mengapa. Meski bukan suami istri asal sukarela tak ada paksaan, maka sah-sah saja dilakukan.

Frasa ‘kontrol seksual’ itu menegaskan daulat atas tubuh sehingga seorang istri berhak menolak hamil atau menolak ajakan suaminya ke tempat tidur. Termasuk hak untuk meluapkan orientasi seksual pada apapun atau siapapun.

Ini sungguh membahayakan kelanggengan hubungan suami istri dalam sebuah keluarga. Aturan agama sebagai panduan dalam membangun kehidupan pernikahan dan keluarga yang harmonis dilecehkan dan hendak dihilangkan melalui RUU ini. Bersambung. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Israel Mulai Bangun Barikade Baru di Sepanjang Sisi Timur Jalur Gaza

Israel Mulai Bangun Barikade Baru di Sepanjang Sisi Timur Jalur Gaza

Selasa, 25 Jun 2019 18:37

Kuwait Akan Boikot Konferensi di Bahrain, Tolak Normalisasi Hubungan  dengan Israel

Kuwait Akan Boikot Konferensi di Bahrain, Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Selasa, 25 Jun 2019 17:35

Terkait Ini, RR Nilai Jokowi Dikibuli

Terkait Ini, RR Nilai Jokowi Dikibuli

Selasa, 25 Jun 2019 17:25

Menyoal Hakim MK

Menyoal Hakim MK

Selasa, 25 Jun 2019 17:10

PKS Loloskan Delapan Kader Perempuan di Senayan, Naik 700 Persen dari Periode Lalu

PKS Loloskan Delapan Kader Perempuan di Senayan, Naik 700 Persen dari Periode Lalu

Selasa, 25 Jun 2019 15:44

Sistem Zonasi PPDB Kisruh, FPKS Minta Mendikbud Bertanggung Jawab

Sistem Zonasi PPDB Kisruh, FPKS Minta Mendikbud Bertanggung Jawab

Selasa, 25 Jun 2019 14:57

8 Anak Yatim Pejuang IS Terkenal Asal Australia Dikeluarkan dari Sebuah Kamp di Suriah

8 Anak Yatim Pejuang IS Terkenal Asal Australia Dikeluarkan dari Sebuah Kamp di Suriah

Selasa, 25 Jun 2019 14:30

Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Selasa, 25 Jun 2019 13:42

Masjid Ramah Anak

Masjid Ramah Anak

Selasa, 25 Jun 2019 13:37

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Selasa, 25 Jun 2019 12:35

Literasi dan Keislaman

Literasi dan Keislaman

Selasa, 25 Jun 2019 11:37

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Selasa, 25 Jun 2019 11:35

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Selasa, 25 Jun 2019 11:27

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Selasa, 25 Jun 2019 10:04

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Selasa, 25 Jun 2019 09:10

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Selasa, 25 Jun 2019 08:02

Zonasi

Zonasi

Selasa, 25 Jun 2019 04:21

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X