Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.293 views

OPM Terus Beraksi, Kemana “Penjaga NKRI”?

 

Oleh:

Ifa Mufida, pemerhati masalah sosial

 

DISKURSUS dan dakwah syariat Islam sering "dipojokkan" sebagai faktor pemecah belah kesatuan NKRI. Hal tersebut juga menjadikan serangan demi serangan terus dihembuskan untuk menyerang dakwah Ilal Islam. Serangan itu bukan hanya dari pemerintah pemegang kedaulatan negeri, tetapi juga oleh kelompok yang mengaku sebagai "penjaga NKRI". Mereka dengan slogan nya NKRI harga mati akhirnya "menyerang" kelompok yang menyeru untuk menjadikan syariat Islam sebagai problem solving terhadap permasalahan negeri Indonesia yang multidimensi. Mereka yang mendakwahkan penerapan syariat akhirnya dinilai sebagai kelompok yang radikal bahkan disebut sebagai teroris.

Bahkan gelaran 212 yang spektakuler dan berhasil mengumpulkan jutaan orang tanpa aksi kekerasan, penuh kedamaian dan menebar rahmat kasih sayang tidak mengubah sedikitpun stigma negatif tersebut. Islam tetap saja di mata mereka sebagai agama radikal dan intoleran.

Sikap yang bertolak 180 derajat jika ada gerakan yang jelas-jelas melakukan pemberontakan bahkan gerakan  separatisme yang dilakukan oleh mereka yang bukan Islam. Contoh terdekat mengenai sebutan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) untuk OPM pimpinan Egianus Kogoya. OPM tidak dikategorikan kelompok teroris, meski sudah beberapa kali melakukan teror dan pembunuhan secara nyata di tengah masyarakat. Bulan Desember tahun lalu kelompok ini membunuh 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua  di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua. Sebelumnya penembakan di Bandara Kenyam, Nduga pada 25Juni, serta penyekapan dan kekerasan seksual terhadap belasan guru dan paramedis di Distrik Mapenduma, Nduga pada 3-17 Oktober. (CNN Indonesia.com).

Dan kini, OPM kembali membuat kondisidi Papua tidak kondusif. Hal tersebut karena Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka(TPNPB-OPM), mengeluarkan ultimatum. Isi ulitimatum tersebut adalah mengancam kepada warga sipil non-Papua, agar meninggalkan wilayah Kabupaten Nduga, pertanggal 23Februari 2019. Ultimatum tersebut disampaikan pentolan TPNPB-OPM, Egianus Kogeya melalui media sosial Facebook TPNPB pada Sabtu(23/2/2019). Setidaknya ada 7 poin ultimatum yang Egianus kepada pihak Indonesia. Satu diantara ultimatum berisi ancaman tembak kepada warga non-Papua yang masih ada di Nduga. Selain itu, Egianus yang menyebut dirinya Panglima Kodap III Ndugama, menegaskan bahwa TPNPB tidak akan pernah berhenti perang sampai ada pengakuan kemerdekaan Papua dari RI (Tribunbali.com).

Di sini telah nyata, OPM telah melakukan tindakan teror, pembunuhan dan mengancam kesatuanNKRI. Lebih dari itu, menurut Kolonel Muhammad Aidi, KKB memiliki senjata ilegal dengan standar militer dan bahkan standar organisasi The North Atlantic Treaty Organization (NATO). Meski begitu, Aidi mengaku belum memiliki informasi rinci seputar kekuatan senjata yang dimiliki kelompok Egianus saat ini termasuk negara mana saja yang mensuplai.

Sedangkan menurut Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, ada dimensi politis dibalik gerakan ini yang terlihat dari tiga tuntutan. Pertama, bubarkan Freeport. Kedua, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan Keamanan PBB. Ketiga, Pemerintah Indonesia harus menyetujui pemilihan bebas atau referendum. Artinya rakyat Papua bisa menentukan nasib sendiri. Dari tuntutannya tersebut terindikasi bahwa OPM merupakan kelompok yang disokong beragam komponen. Gejala campur tangan asing terbaca dari setiap gejolak di Papua yang selalu diikuti dengan suara dari beberapa negara. Mereka mendorong bahkan memberi tekanan yang target utamanya adalah lepasnya Papua dari Indonesia.

Nah, sudah jelas bukan bahwa arah gerakan ini adalah untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sungguh ini sudah mengancam kedaulatan Negara. Namun kemana mereka yang berkoar-koar sebagai penjaga NKRI? Yang selama ini sangat membenci jika ada dakwah penerapan syariat dalam bingkai negara. Dakwah ini pun dituduh sebagai pemecah kesatuan negara. Padahal dakwah hanya sekedar dakwah. Dakwah ini pun adalah tuntutan dari aqidah atau keimanan seseorang kepada Allah SWT. Dakwah penerapan syariah Islam juga menjadi tuntutan dari aqidah Islam yang mengharuskan kita terikat kepada seluruh aturan Allah SWT. Lalu, kenapa mereka yang hanya dakwah dengan lisan senantiasa dipojokkan sebagai gerakan radikal dan teroris?

Lalu,kemana mereka ketika ada kelompok yang jelas-jelas mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI? Menjaga kedaulatan dan kesatuan negara bukanlah perkara yang bisa ditawar. Intervensi dan tekanan yang berasal dari kelompok, individu, dan negara lain (asing) harus ditolak. Baik yang nyata-nyata telah menimbulkan korban jiwa  maupun tidak menimbulkan korban jiwa dari warga negara yang berdaulat.

Intervensi lembaga internasional (PBB) sekalipun bukanlah pengecualian yang bisa diterima, jika berdampak pada lepasnya sebagian wilayah negara kesatuan meski atas nama referendum penduduk lokal. Pelajaran berharga dari lepasnya Timor-Timor seharusnya mampu menjadikan pemerintah Indonesia bertindak tegas memberantas KKSB ataupun OPM. Ketegasan ini wajib dalam bentuk kebijakan nyata, bukan sebatas retorika para pejabat negara.

Ada dua solusi yang harus dipikirkan pemerintah untuk menanggulangi OPM ini, yakni solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang. Solusi jangka pendek ini berkenaan bagaimana pemerintah bisa memberantas gerakan ini sampai ke akar, sedang solusi jangka panjang adalah bagaimana pemerintah bisa memberikan jaminan kesejahteraan bagi rakyat Papua, yang memang kondisinya selama ini jauh berbeda dengan kesejahteraan penduduk Indonesia di belahan yang lain.

Untuk solusi yang pertama,syariat Islam dalam perkara penjagaan kesatuan wilayah Negara memandang operasi KKSB atau OPM sebagai representasi bughat (pemberontakan). Gerakan semacam ini dalam wilayah negara Islam, bisa membawa konsekuensi lepasnya satu atau beberapa wilayah. Pemberontakan menurut syariat Islam hukumnya haram.Meskipun Indonesia bukanlah negara Islam, status Indonesia sebagai wilayah negeri berpenduduk muslim mayoritas cukup menjadikan haram lepasnya sejengkal tanah dari kesatuan wilayah sah negara Indonesia.

Dalam syariat, kelompok bughatharus dikembalikan loyalitasnya terhadap pemerintahan dan negara yang sah. Di mana militer dengan senjata berperan melumpuhkan kekuatan mereka dalam rangka ta’dib (pendidikan), mengembalikan ke pangkuan pemerintahan (Islam) yang sah. Bukan menumpas untuk dihabisi jiwanya. Hukuman fisik berupa diperangi dengan menghilangkan nyawa hanya dilakukan jika kelompok pemberontak melawan dengan senjata dan jika mereka tidak mau untuk kembali sembari terus melakukan serangan militer secara brutal.

Terhadap negara asing yang terlibat intervensi langsung maupun tidak langsung maka syariat memberlakukan politik luar negeri dakwah dan jihad. Agar negara asing menghormati kedaulatan negeri kaum muslimin. Kebijakan politik luar negeri dalam Islam dilakukan dalam rangka menjaga kesatuan wilayah dan kedaulatan negara serta dakwah menebar rahmat ke seluruh dunia.

Sedangkan solusijangka panjang adalah  bagaimana pemerintah mau mengupayakan agarada pemerataan pembangunan di segala bidang untuk rakyat Papua.Kita ketahui selama ini pembangunan di Papua sangat jauh tertinggal dibanding wilayah yang lain.Hal ini pula yang menjadikan Papua tidak terpuaskan dengan hidup berada di bawah pemerintahan Indonesia. Sungguh Kapitalis-liberal telah menjadikan ketimpangan yang luar biasa antara yang kaya dan yang miskin.Adanya eksploitasi besar-besaran oleh negara asing juga menjadikan penduduk negeri ini menjadi buruh di negeri nya sendiri. Contoh nyata penduduk Papua yang sejatinyamemiliki tanah yang kaya raya, namun tidak bisa menikmati kekayaan tersebut, bahkan justru mendapat kerusakan alam dan menumpuknya limbah akibat pertambangan, misal tambang emas yang selama ini dikelola oleh Freeport.

Sistem Islam memiliki pengaturan yang sempurna untuk seluruh aspek kehidupan.Bagiamana pengelolaan kekayaan sumber daya alam oleh negara,dan pelarangan adanya privatisasi akan menjadikan negara memiliki sumber pendapatan yang pasti untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Di dalam sistem pemerintahan dan perundang-undangan pun Islam memiliki aturan yang jelas dan tegas sehingga bisa memberikan pengaturan yang sama untuk masyarakat. Islam juga telah memberikan contoh nyata penerapan toleransi terhadap penduduk di wilayahnya.

Mereka yang beragama lain diberikan kebebasan menjalankan ibadah mereka secara leluasa, sedang di lingkungan publik baru diterapkan syariat Islam yang sama untuk seluruh warga negara, misal pelarangan untuk berbuat zina dan riba. Inilah bentuk penjagaan syariat Islam dalam menjaga kesatuan wilayah Negara. Dengan Islam kaffah saja,penjagaan kesatuan wilayah Negara bisa terwujud secara hakiki,insya Allah.Jadi,masihkan syariat Islam dianggap monster yang menakutkan? Wallahu a'lam bish shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Terpapar Radikalisme versus Terpapar 'Abu Janda'

Terpapar Radikalisme versus Terpapar 'Abu Janda'

Ahad, 20 Oct 2019 23:19

100 NGO dari 40 Negara Kumpul di Istanbul Bahas Krisis Kemanusiaan NNegara Muslim

100 NGO dari 40 Negara Kumpul di Istanbul Bahas Krisis Kemanusiaan NNegara Muslim

Ahad, 20 Oct 2019 21:09

Bangladesh Klaim Pengungsi Rohingya Setuju Direlokasi ke Pulau di Teluk Benggala

Bangladesh Klaim Pengungsi Rohingya Setuju Direlokasi ke Pulau di Teluk Benggala

Ahad, 20 Oct 2019 21:00

Berpesan Aa Gym untuk Jokowi-Ma'ruf: Dekatlah dan Berlaku Adilah kepada Semua Masyarakat

Berpesan Aa Gym untuk Jokowi-Ma'ruf: Dekatlah dan Berlaku Adilah kepada Semua Masyarakat

Ahad, 20 Oct 2019 20:18

Penunjang Keilmuan Auditor Syariah

Penunjang Keilmuan Auditor Syariah

Ahad, 20 Oct 2019 20:10

Teori Abu Zahara dan Praktik Audit Lembaga Keuangan Islam

Teori Abu Zahara dan Praktik Audit Lembaga Keuangan Islam

Ahad, 20 Oct 2019 19:58

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh?

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh?

Ahad, 20 Oct 2019 19:42

Menangani Cross Hijaber

Menangani Cross Hijaber

Ahad, 20 Oct 2019 19:16

PKK Biayai Kejahatan di Turki dengan Uang yang Didapat dari Aktivitas Ilegal di Eropa

PKK Biayai Kejahatan di Turki dengan Uang yang Didapat dari Aktivitas Ilegal di Eropa

Ahad, 20 Oct 2019 19:15

Panggung Politik Ala Artis

Panggung Politik Ala Artis

Ahad, 20 Oct 2019 18:19

India dan Pakistan Terlibat Baku Tembak dengan Mortir dan Senapan Serbu di Kashmir

India dan Pakistan Terlibat Baku Tembak dengan Mortir dan Senapan Serbu di Kashmir

Ahad, 20 Oct 2019 18:15

Pentagon: Semua Pasukan AS yang Ditarik dari Timur Laut Suriah Akan Pindah ke Irak Barat

Pentagon: Semua Pasukan AS yang Ditarik dari Timur Laut Suriah Akan Pindah ke Irak Barat

Ahad, 20 Oct 2019 17:15

PKS: Banyak Janji Periode Pertama Jokowi yang Belum Dituntaskan

PKS: Banyak Janji Periode Pertama Jokowi yang Belum Dituntaskan

Ahad, 20 Oct 2019 16:07

Al-Qassam Ingatkan Israel bahwa Tentara Mereka Masih (Ditahan) di Gaza

Al-Qassam Ingatkan Israel bahwa Tentara Mereka Masih (Ditahan) di Gaza

Ahad, 20 Oct 2019 14:00

Studi: Lemak Juga Bisa Menumpuk di Paru-paru

Studi: Lemak Juga Bisa Menumpuk di Paru-paru

Ahad, 20 Oct 2019 12:38

Aisyiyah Siap Sebarkan Mubalighot di Seluruh Pelosok Tanah Air

Aisyiyah Siap Sebarkan Mubalighot di Seluruh Pelosok Tanah Air

Ahad, 20 Oct 2019 10:34

Buku Merah

Buku Merah

Ahad, 20 Oct 2019 09:26

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Sabtu, 19 Oct 2019 23:46

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Sabtu, 19 Oct 2019 22:00

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Sabtu, 19 Oct 2019 21:07


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X