Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.997 views

OPM Terus Beraksi, Kemana “Penjaga NKRI”?

 

Oleh:

Ifa Mufida, pemerhati masalah sosial

 

DISKURSUS dan dakwah syariat Islam sering "dipojokkan" sebagai faktor pemecah belah kesatuan NKRI. Hal tersebut juga menjadikan serangan demi serangan terus dihembuskan untuk menyerang dakwah Ilal Islam. Serangan itu bukan hanya dari pemerintah pemegang kedaulatan negeri, tetapi juga oleh kelompok yang mengaku sebagai "penjaga NKRI". Mereka dengan slogan nya NKRI harga mati akhirnya "menyerang" kelompok yang menyeru untuk menjadikan syariat Islam sebagai problem solving terhadap permasalahan negeri Indonesia yang multidimensi. Mereka yang mendakwahkan penerapan syariat akhirnya dinilai sebagai kelompok yang radikal bahkan disebut sebagai teroris.

Bahkan gelaran 212 yang spektakuler dan berhasil mengumpulkan jutaan orang tanpa aksi kekerasan, penuh kedamaian dan menebar rahmat kasih sayang tidak mengubah sedikitpun stigma negatif tersebut. Islam tetap saja di mata mereka sebagai agama radikal dan intoleran.

Sikap yang bertolak 180 derajat jika ada gerakan yang jelas-jelas melakukan pemberontakan bahkan gerakan  separatisme yang dilakukan oleh mereka yang bukan Islam. Contoh terdekat mengenai sebutan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) untuk OPM pimpinan Egianus Kogoya. OPM tidak dikategorikan kelompok teroris, meski sudah beberapa kali melakukan teror dan pembunuhan secara nyata di tengah masyarakat. Bulan Desember tahun lalu kelompok ini membunuh 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua  di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua. Sebelumnya penembakan di Bandara Kenyam, Nduga pada 25Juni, serta penyekapan dan kekerasan seksual terhadap belasan guru dan paramedis di Distrik Mapenduma, Nduga pada 3-17 Oktober. (CNN Indonesia.com).

Dan kini, OPM kembali membuat kondisidi Papua tidak kondusif. Hal tersebut karena Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka(TPNPB-OPM), mengeluarkan ultimatum. Isi ulitimatum tersebut adalah mengancam kepada warga sipil non-Papua, agar meninggalkan wilayah Kabupaten Nduga, pertanggal 23Februari 2019. Ultimatum tersebut disampaikan pentolan TPNPB-OPM, Egianus Kogeya melalui media sosial Facebook TPNPB pada Sabtu(23/2/2019). Setidaknya ada 7 poin ultimatum yang Egianus kepada pihak Indonesia. Satu diantara ultimatum berisi ancaman tembak kepada warga non-Papua yang masih ada di Nduga. Selain itu, Egianus yang menyebut dirinya Panglima Kodap III Ndugama, menegaskan bahwa TPNPB tidak akan pernah berhenti perang sampai ada pengakuan kemerdekaan Papua dari RI (Tribunbali.com).

Di sini telah nyata, OPM telah melakukan tindakan teror, pembunuhan dan mengancam kesatuanNKRI. Lebih dari itu, menurut Kolonel Muhammad Aidi, KKB memiliki senjata ilegal dengan standar militer dan bahkan standar organisasi The North Atlantic Treaty Organization (NATO). Meski begitu, Aidi mengaku belum memiliki informasi rinci seputar kekuatan senjata yang dimiliki kelompok Egianus saat ini termasuk negara mana saja yang mensuplai.

Sedangkan menurut Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, ada dimensi politis dibalik gerakan ini yang terlihat dari tiga tuntutan. Pertama, bubarkan Freeport. Kedua, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan Keamanan PBB. Ketiga, Pemerintah Indonesia harus menyetujui pemilihan bebas atau referendum. Artinya rakyat Papua bisa menentukan nasib sendiri. Dari tuntutannya tersebut terindikasi bahwa OPM merupakan kelompok yang disokong beragam komponen. Gejala campur tangan asing terbaca dari setiap gejolak di Papua yang selalu diikuti dengan suara dari beberapa negara. Mereka mendorong bahkan memberi tekanan yang target utamanya adalah lepasnya Papua dari Indonesia.

Nah, sudah jelas bukan bahwa arah gerakan ini adalah untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sungguh ini sudah mengancam kedaulatan Negara. Namun kemana mereka yang berkoar-koar sebagai penjaga NKRI? Yang selama ini sangat membenci jika ada dakwah penerapan syariat dalam bingkai negara. Dakwah ini pun dituduh sebagai pemecah kesatuan negara. Padahal dakwah hanya sekedar dakwah. Dakwah ini pun adalah tuntutan dari aqidah atau keimanan seseorang kepada Allah SWT. Dakwah penerapan syariah Islam juga menjadi tuntutan dari aqidah Islam yang mengharuskan kita terikat kepada seluruh aturan Allah SWT. Lalu, kenapa mereka yang hanya dakwah dengan lisan senantiasa dipojokkan sebagai gerakan radikal dan teroris?

Lalu,kemana mereka ketika ada kelompok yang jelas-jelas mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI? Menjaga kedaulatan dan kesatuan negara bukanlah perkara yang bisa ditawar. Intervensi dan tekanan yang berasal dari kelompok, individu, dan negara lain (asing) harus ditolak. Baik yang nyata-nyata telah menimbulkan korban jiwa  maupun tidak menimbulkan korban jiwa dari warga negara yang berdaulat.

Intervensi lembaga internasional (PBB) sekalipun bukanlah pengecualian yang bisa diterima, jika berdampak pada lepasnya sebagian wilayah negara kesatuan meski atas nama referendum penduduk lokal. Pelajaran berharga dari lepasnya Timor-Timor seharusnya mampu menjadikan pemerintah Indonesia bertindak tegas memberantas KKSB ataupun OPM. Ketegasan ini wajib dalam bentuk kebijakan nyata, bukan sebatas retorika para pejabat negara.

Ada dua solusi yang harus dipikirkan pemerintah untuk menanggulangi OPM ini, yakni solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang. Solusi jangka pendek ini berkenaan bagaimana pemerintah bisa memberantas gerakan ini sampai ke akar, sedang solusi jangka panjang adalah bagaimana pemerintah bisa memberikan jaminan kesejahteraan bagi rakyat Papua, yang memang kondisinya selama ini jauh berbeda dengan kesejahteraan penduduk Indonesia di belahan yang lain.

Untuk solusi yang pertama,syariat Islam dalam perkara penjagaan kesatuan wilayah Negara memandang operasi KKSB atau OPM sebagai representasi bughat (pemberontakan). Gerakan semacam ini dalam wilayah negara Islam, bisa membawa konsekuensi lepasnya satu atau beberapa wilayah. Pemberontakan menurut syariat Islam hukumnya haram.Meskipun Indonesia bukanlah negara Islam, status Indonesia sebagai wilayah negeri berpenduduk muslim mayoritas cukup menjadikan haram lepasnya sejengkal tanah dari kesatuan wilayah sah negara Indonesia.

Dalam syariat, kelompok bughatharus dikembalikan loyalitasnya terhadap pemerintahan dan negara yang sah. Di mana militer dengan senjata berperan melumpuhkan kekuatan mereka dalam rangka ta’dib (pendidikan), mengembalikan ke pangkuan pemerintahan (Islam) yang sah. Bukan menumpas untuk dihabisi jiwanya. Hukuman fisik berupa diperangi dengan menghilangkan nyawa hanya dilakukan jika kelompok pemberontak melawan dengan senjata dan jika mereka tidak mau untuk kembali sembari terus melakukan serangan militer secara brutal.

Terhadap negara asing yang terlibat intervensi langsung maupun tidak langsung maka syariat memberlakukan politik luar negeri dakwah dan jihad. Agar negara asing menghormati kedaulatan negeri kaum muslimin. Kebijakan politik luar negeri dalam Islam dilakukan dalam rangka menjaga kesatuan wilayah dan kedaulatan negara serta dakwah menebar rahmat ke seluruh dunia.

Sedangkan solusijangka panjang adalah  bagaimana pemerintah mau mengupayakan agarada pemerataan pembangunan di segala bidang untuk rakyat Papua.Kita ketahui selama ini pembangunan di Papua sangat jauh tertinggal dibanding wilayah yang lain.Hal ini pula yang menjadikan Papua tidak terpuaskan dengan hidup berada di bawah pemerintahan Indonesia. Sungguh Kapitalis-liberal telah menjadikan ketimpangan yang luar biasa antara yang kaya dan yang miskin.Adanya eksploitasi besar-besaran oleh negara asing juga menjadikan penduduk negeri ini menjadi buruh di negeri nya sendiri. Contoh nyata penduduk Papua yang sejatinyamemiliki tanah yang kaya raya, namun tidak bisa menikmati kekayaan tersebut, bahkan justru mendapat kerusakan alam dan menumpuknya limbah akibat pertambangan, misal tambang emas yang selama ini dikelola oleh Freeport.

Sistem Islam memiliki pengaturan yang sempurna untuk seluruh aspek kehidupan.Bagiamana pengelolaan kekayaan sumber daya alam oleh negara,dan pelarangan adanya privatisasi akan menjadikan negara memiliki sumber pendapatan yang pasti untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Di dalam sistem pemerintahan dan perundang-undangan pun Islam memiliki aturan yang jelas dan tegas sehingga bisa memberikan pengaturan yang sama untuk masyarakat. Islam juga telah memberikan contoh nyata penerapan toleransi terhadap penduduk di wilayahnya.

Mereka yang beragama lain diberikan kebebasan menjalankan ibadah mereka secara leluasa, sedang di lingkungan publik baru diterapkan syariat Islam yang sama untuk seluruh warga negara, misal pelarangan untuk berbuat zina dan riba. Inilah bentuk penjagaan syariat Islam dalam menjaga kesatuan wilayah Negara. Dengan Islam kaffah saja,penjagaan kesatuan wilayah Negara bisa terwujud secara hakiki,insya Allah.Jadi,masihkan syariat Islam dianggap monster yang menakutkan? Wallahu a'lam bish shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Israel Mulai Bangun Barikade Baru di Sepanjang Sisi Timur Jalur Gaza

Israel Mulai Bangun Barikade Baru di Sepanjang Sisi Timur Jalur Gaza

Selasa, 25 Jun 2019 18:37

Kuwait Akan Boikot Konferensi di Bahrain, Tolak Normalisasi Hubungan  dengan Israel

Kuwait Akan Boikot Konferensi di Bahrain, Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Selasa, 25 Jun 2019 17:35

Terkait Ini, RR Nilai Jokowi Dikibuli

Terkait Ini, RR Nilai Jokowi Dikibuli

Selasa, 25 Jun 2019 17:25

Menyoal Hakim MK

Menyoal Hakim MK

Selasa, 25 Jun 2019 17:10

PKS Loloskan Delapan Kader Perempuan di Senayan, Naik 700 Persen dari Periode Lalu

PKS Loloskan Delapan Kader Perempuan di Senayan, Naik 700 Persen dari Periode Lalu

Selasa, 25 Jun 2019 15:44

Sistem Zonasi PPDB Kisruh, FPKS Minta Mendikbud Bertanggung Jawab

Sistem Zonasi PPDB Kisruh, FPKS Minta Mendikbud Bertanggung Jawab

Selasa, 25 Jun 2019 14:57

8 Anak Yatim Pejuang IS Terkenal Asal Australia Dikeluarkan dari Sebuah Kamp di Suriah

8 Anak Yatim Pejuang IS Terkenal Asal Australia Dikeluarkan dari Sebuah Kamp di Suriah

Selasa, 25 Jun 2019 14:30

Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Selasa, 25 Jun 2019 13:42

Masjid Ramah Anak

Masjid Ramah Anak

Selasa, 25 Jun 2019 13:37

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Selasa, 25 Jun 2019 12:35

Literasi dan Keislaman

Literasi dan Keislaman

Selasa, 25 Jun 2019 11:37

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Selasa, 25 Jun 2019 11:35

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Selasa, 25 Jun 2019 11:27

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Selasa, 25 Jun 2019 10:04

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Selasa, 25 Jun 2019 09:10

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Selasa, 25 Jun 2019 08:02

Zonasi

Zonasi

Selasa, 25 Jun 2019 04:21

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X