Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.205 views

Tiket Meroket, Liberalisasi Kian Menguat

Oleh : Roro Ery*

Transportasi via udara termasuk kebutuhan yang begitu urgent dalam memenuhi segala aspek kehidupan di masyarakat. Karena transportasi -termasuk via pesawat- merupakan hal yang terpenting dalam dunia perdagangan maupun industri.  Namun ketika harga avtur naik, tetiba harga tiket pesawat pun melambung.  Setelah kemarin, masih belum reda  gejolak konsumen akibat bagasi yang berbayar.

Jokowi pun mengatakan kaget mengetahui harga avtur di Indonesia mahal. Capres petahana ini menuding semua  karena pemain dimonopoli Pertamina saja. (Jawapos.com, 12/2).  “Bandingkan harga avtur di situ dengan yang dekat-dekat kita terpaut kurang kebih 30% dan itu harus dibenahi”, ujar Jokowi dalam Gala Dinner Peringatan HUT ke 50 Perhimpunan Hotel dan Restoran  Indonesia (PHRI) yang digelar di Grand Sahid Jakarta, Senin(11/2/2019).  Menurutnya, harga avtur harus sama dengan negara lain untuk daya saing atau competitiveness.   Jika tidak disamakan, berakibat pada kenaikan harga tiket pesawat.  Ujung-ujungnya, pemerintah berencana akan memasukkan pemain swasta untuk menjual avtur di bandara, dengan persaingan yang sehat. Pasti akan ada efisien cost.

Padahal sudah ada Keputusan Menteri ESDM (Nomor 17 K/10/MEM/2019) tentang Formula Harga Dasar bagijenis BBM Avtur yang disalurkan melalui depot pengisian pesawat udara. Poinnya, telah ditetapkan batas atas margin sebesar 10% dari harga dasar.  Tercantum dalam lampiran peraturan dengan formula hitungan harga avtur adalah sebagai berikut : Mean of Platts Singapore (MOPS) + Rp. 3.581/Liter + Margin (10% dari harga dasar). Dengan ketentuan sebagai berikut; MOPS dihitung dengan rata-rata dalam US$ pada tanggal 25 pada 2 bulan sebelumnya sampai tanggal 24 satu bulan sebelumnya, MOPS  jenis avtur didasarkan harga publikasi MOPS dengan formula 100% dikalikan MOPS Jet Kerosene. Sementara untuk hitungan Rp. 3.581/liter didapat dari : Alpha BBM Avtur dari produksi kilang dalam negeri/impor sampai dengan terminal/depot BBM yang mencerminkan biaya pengadaan di luar harga produk biaya penyimpanan dan biaya distribusi.

Artinya dengan adanya harga avtur yang dijual Pertamina di Bandara Soekarno Hatta pada batas atas margin berarti sudah lebih besar mencapai 30% dari yang dijual di Bandar udara lain.

Dalam hal ini External Comunication Manager PT. Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita mengatakan Pertamina pada prinsipnya mematuhi ketentuan (pemerintah) yang sudah ditetapkan, dan komitmen ini juga menjadi bukti nyata bahwa Pertamina sangatlah mendukung pertumbuhan industri penerbangan khususnya di dalam negeri.

“Pertamina di bidang aviasi selalu mengusahakan harga kompetitif terbukti dari realisasi harga jual yang secara historis selalu berada di bawah batas atas. Kami cukup kompetitif” ujar Arya kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Jum’at (8/2).

Memang, menurut National Air Carrrier Association (Inaca)  penyebab harga tiket pesawat tinggi dari semua maskapai penerbangan dan semua rute, tidak hanya satu.  Namun  Aviatur Turbine Fuel (Avtur) atau bahan bakar pesawat, menyumbang porsi terbesar.  Selain soal avtur, penyebab lainnya yaitu biaya sewa pesawat terbang yang dilakukan maskapai.  “Leasing pesawat 20%. Ini juga menggunakan dollar AS, jadi kurs itu yang menyebabkan penambahan biaya operasional maskapai dan biaya lainnya untuk fasilitas terminal dan bandara sekitar 2-10%” jelas Ari Askhara, Ketua Umum Inaca. (Republika.co.id).

Aroma Liberalisasi dalam persoalan Avtur

Semua kondisi ini, menguatkan aroma liberalisasi pada dunia industri, bahkan semakin menusuk dalam bisnis minyak dan gas bumi. Setelah sektor hulu dan hilir berupa penjualan solar premium dan pertamax oleh SPBU swsta, kini bisnis avtur pun bakal diliberalisasikan.  Bagi Pertamina sangatlah rugi apabila pemerintah akan benar-benar memasukkan pemain swasta sebagai kompetitor,  untuk menjual avtur di bandara. Walau pun dengan alasan agar harganya dapat turun.  Karena selama ini Pertamina menjadi satu-satunya pemasok.

Namun bila swasta sudah masuk ke bisnis ini apakah ada jaminan harga avtur akan turun?   Yang sudah pasti,  akhirnya terjadi persaingan bisnis yang makin merajalela.  Dampaknya, otomatis harga tiket pun tetap turut naik.

Sejatinya konstitusi Undang Undang Dasar 1945 mengamanatkan kepada negara untuk mengelola hasil tambang yang di bumi Indonesia.  Namun dalam UU No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi justru membuka peluang lebar-lebar bagi perusahaan asing atas eksploitasi migas secara besar besaran. Eksploitasi migas tersebut juga dikuatkan dengan terbitnya UU No.25 Tahun 2007 tentang penanaman modal, yang menyebutkan bahwa setor migas dan pertambangan boleh dikuasai oleh perusahaan asing hingga mencapai 95% (GresNews.com). 

Ke depan, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengusulkan badan usaha lain (selain Pertamina) turut menjual avtur.  Dan saat ini sudah ada beberapa badan usaha yang sudah mengajukan proposal izin, namun masih dipelajari dan dijajaki teknisnya, katanya.   

Sungguh, mahalnya harga tiket saat ini telah dimanfaatkan untuk memuluskan “keinginan” kapital yang berminat jadi pemain di bisnis yang cukup menggiurkan ini.  Padahal tak ada jaminan, ketika kompetitor menjadi banyak dalam penjualan avtur, tiket akan menjadi terjangkau.  Sungguh liberalisasi lah yang menjadi alasan terkuat, bukan memikirkan urusan rakyat!

Solusi Islam: No way Liberalisasi Migas

Islam hadir selain sebagai agama ritual, juga merupakan sistem kehidupan yang mampu memecahkan seluruh problema kehidupan.  Tak terkecuali urusan  pengelolaan kekayaan alam seperti migas.  Allah Swt berfirman : “Kami telah menurunkan kepada kamu (Muhammad) Al-Qur’an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri  (TQS An-Nahl[16]:89).

Rasulullah pernah meminta kembali tambang garam dari Abyadh bin Hammal, karena diketahui ternyata tambang itu “seperti air mengalir” (jumlahnya tidak terbatas). Beliau berkata “Kalau begitu cabut kembali barang tambang tersebut darinya.” (HR. At-Tirmidzi).

Berdasarkan hadits ini, tambang minyak dan gas bumi yang jumlahnya tak terbatas penguasaan pengelolaan pada swasta adalah haram.   Karena sektor hulu ini termasuk harta milik umum (milkiyyah amm). 

Sedangkan untuk sektor hilir atau distribusinnya juga haram diserahkan pada swasta.  Karena keberadaan fasilitas distribusi barang tambang (BBM) seperti SPBU adalah fasilitas umum juga.  Rasul  Saw bersabda:   “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal; air, padang rumput dan api (energi/barang tambang)” (HR. Abu Dawud).

Jadi harusnya minyak dan gas, termasuk avtur sektor hulu dan hilirnya di tangan pemerintah atau negara. Sebagai pengelola kepemilikan umum, yang merupakan harta milik umat.  Haram diserahkan ke investor individu atau swasta.  Pengurusan bidang ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap umat sebagaimana sabda Nabi Saw :

 “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka”.  (HR Ibn Majah dan Abu Nu’aim).

“Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus” (HR al-Bukhari).

Apalagi jika swasta di sini adalah pihak asing. Tentu lebih membahayakan lagi. Apalagi jika lebih mendalam mencermati berbagai persoalan liberalisasi yang justru mengakibatkan penjajahan non fisik yang dialami oleh negara ini.  Karena dalam sistem ekonomi kapitalis yang liberal, adanya kapital besar bermain di sektor hulu dan hilir migas adalah keniscayaan.  Para pemilik modal (kapital) yang bercokol di sektor strategis ini akan terus melakukan kontrol terhadap negara untuk mengeluarkan kebijakan dsb. Dan yang pasti merugikan rakyat banyak, karena harga BBM jadi turun-naik, sesuai harga pasar.  Termasuk ke depan harga avtur jika rencana ini segera di-follow up pemerintah. Ujung-ujungnya, aroma liberalisasi makin kuat tercium, kepentingan kapital yang dikedepankan.   Bukan kepentingan rakyat.  Harga tiket, makin murah?  Entahlah.

Baginda Rasulullah saw bersabda: “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka”.  (HR Ibn Majah dan Abu Nu’aim).“Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus” (HR al-Bukhari).

Demokrasi yang diterapkan di negri tercinta ini, dalam teorinya adalah sistem yang memberikan ruang kepada kehendak rakyat.  Namun dalam kenyataannya hanya  menjadi jalan bagi segelintir elit politik yang berselingkuh dengan pemilik modal asing, yang akhirnya membuat rakyat menjadi korban.   Sungguh, setiap penerapan sistem sekuler yakni sistem yang tidak bersumber dari Allah Swt sang pencipta manusia, kehidupan dan alam semesta pasti akan menimbulkan kerusakan (fasad) bagi umat manusia.

Semua itu harus menyadarkan kita untuk bersegera kembali ke jalan yang diridhoi oleh Allah Swt.  Campakkan semua sistem dan ideologi busuk terutama kapitalisme yang nyata-nyata telah sangat merusak dan merugikan umat manusia.

Kenyataan ini semestinya memberikan peringatan bagi penguasa dimanapun untuk menjalankan kekuasaannya dengan benar, penuh amanah demi tegaknya kebenaran.  Bukan demi  nafsu serakah kekuasaan dan kesetiaan pada hukum kafir – imprelis. Teguran dan peringatan Allah Swt bagi siapa saja, termasuk para penguasa dalam FirmanNya “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin “ (TQS Al Maidah [5] : 50).

Juga sabda Rasulullah Saw: “ Tidaklah mati seorang hamba yang Allah minta untuk mengurus rakyat, sementara dia dalam keadaan menipu (mengkhianati) rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan surga bagi dirinya “ (HR al-Bukhari dan Muslim).  Na’udzubillah min dzalika (rf/voa-islam.com)

Penulis adalah Member Akademi Menulis Kreatif & Pemerhati Sosial

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

Kamis, 21 Mar 2019 12:56

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

Kamis, 21 Mar 2019 12:31

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Kamis, 21 Mar 2019 11:37

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Kamis, 21 Mar 2019 11:31

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Kamis, 21 Mar 2019 11:05

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Kamis, 21 Mar 2019 10:31

Ilusi Kesetaraan Gender

Ilusi Kesetaraan Gender

Kamis, 21 Mar 2019 10:18

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Kamis, 21 Mar 2019 10:01

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Kamis, 21 Mar 2019 09:19

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Kamis, 21 Mar 2019 09:04

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Kamis, 21 Mar 2019 08:30

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Kamis, 21 Mar 2019 07:46

Menyucikan Kementerian Agama

Menyucikan Kementerian Agama

Kamis, 21 Mar 2019 07:44

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 21 Mar 2019 06:05

Perempuan Mulia

Perempuan Mulia

Kamis, 21 Mar 2019 05:33

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Kamis, 21 Mar 2019 03:27

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Kamis, 21 Mar 2019 01:20

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Rabu, 20 Mar 2019 23:16

Islam Solusi Berantas Korupsi

Islam Solusi Berantas Korupsi

Rabu, 20 Mar 2019 23:08

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Rabu, 20 Mar 2019 22:05


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X