Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.444 views

Demokrasi, Politik Transaksional dan Problem Social Inertia

Oleh: Emma LF*

Demokrasi sarat dengan politik transaksional yang terbukti telah membuka kran korupsi selebar-lebarnya. Bagi orang-orang yang pragmatis politik transaksional ini menjadi candu yang sangat menggiurkan dan membuat pelakunya ‘ketagihan’. Yang ada di benak pelaku politik transaksional adalah kekuasaan, kekuasaan dan kekuasaan. Dan lagi-lagi, back up terbesar untuk sebuah kekuasaan adalah uang. Apalagi kalau bukan itu? Terjadilah hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penguasa dan pengusaha. Dimana ada penguasa maka di situ pasti ada pengusaha yang bermain, benar-benar dua sejoli.

Politik transaksional muncul akibat dari mahalnya biaya pemilu yang harus dikeluarkan oleh calon pejabat politik. Mahalnya “mahar politik” ini tentu mendorong orang-orang yang telah menduduki kursi yang didapatkan melalui pemilu ingin mengembalikan ‘modal’ uang yang telah digelontorkannya secara habis-habisan. Apalagi caranya kalau bukan dengan korupsi? Perilaku korupsi masih membudaya di negeri ini. Tak ada yang bisa menampik itu semua.

Padahal mahar politik telah dilarang sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Dalam Pasal 47 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 disebutkan adanya tiga bentuk sanksi bagi pelanggarnya. Pertama, jika terbukti dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka partai politik yang bersangkutan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama. Kedua, terhadap pelaku yang terbukti membayar mahar politik maka KPU dapat membatalkan penetapan dirinya sebagai calon kepala daerah. Ketiga, partai politik atau gabungan partai politik yang terbukti menerima imbalan atau mahar akan didenda sepuluh kali lipat dari nilai yang diterima.

Selain pada persoalan pemilihan kepala daerah, mahar politik juga dilarang pada pemilihan presiden. Pada Pasal 228 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan umum dijelaskan bahwa partai politik dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun pada proses pencalonan presiden dan wakil presiden. Jika partai politik terbukti menerima imbalan sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, maka partai politik yang bersangkutan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya. Meskipun sudah ada peraturan perundang-undangan yang tegas sebagaimana tersebut diatas, kenapa pelanggaran terus bisa terjadi?

Demokrasi dengan jargon “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat” mengandung unsur sekularisme yang meniadakan peran Tuhan di ruang publik. Tuhan ‘ditempatkan’ hanya di tempat-tempat ibadah sedangkan urusan negara dan pemerintahan menjadi urusan akal manusia yang tidak lagi memikirkan halal-haram. Yang menjadi ‘raja’ adalah uang dan kekuasaan.

Saling sikut antarpolitisi dan atau antarpartai politik sudah biasa terjadi. Yang awalnya kawan bisa menjadi lawan, yang mulanya lawan tiba-tiba menjadi kawan baik. Sistem demokrasi menjadi ajang akrobat politik oleh orang-orang yang haus kekuasaan. Kita tak perlu heran dan terkejut melihat para politikus bak kutu loncat, berpindah-pindah dari satu partai ke partai yang lain. Bagaimana nasib negara? Negara menjadi seperti sepetak tanah yang siap dikavling-kavling dibagi-bagi di kalangan segelintir penguasa dan pemilik modal (kapital). Dampaknya? Rakyat cuma bisa gigit jari. Rakyat tidak lagi percaya kepada pemerintah.

Demokrasi menimbulkan ketimpangan ekonomi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Hasil penelitian Oxfam dan Infid (International NGO Forum on Indonesia Development) beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Indonesia menempati berpredikat negara terburuk keenam dunia. Hal ini karena kesenjangan ekonomi yang semakin menganga terjadi di negeri ini.

Laporan tersebut mencatat bahwa kekayaan empat orang terkaya di Indonesia sama dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin. Sedangkan laporan lembaga keuangan Credit Suisse 2016 menyampaikan bahwa 1% penduduk terkaya Indonesia menguasai 49,3% kekayaan Nasional dan 10% penduduk terkaya menguasai 75,7% kekayaan Nasional. Berbanding lurus dengan hal tersebut, data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per April 2017 menyebutkan, sekitar 57,6% total simpanan yang ada di perbankan Indonesia dikuasai oleh sekitar 0,12% masyarakat terkaya Indonesia (aceh.tribunnews.com, 10/08/2017)

Survei Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait pemetaan kondisi, problem dan kinerja institusi demokrasi dalam bidang politik, para ahli menyatakan ada beberapa problem yang berpotensi muncul pada Pemilu Serentak 2019 nanti, antara lain: politik uang (89%), sengketa hasil pemilu (76,6%), ketidaknetralan birokrasi (66,2%), tidak menggunakan hak suara alias golput (53,1%), intimidasi dalam pemilu (46,2%), dan penggunaan kekerasan dalam pemilu (32,4%) (lipi.go.id).

Besarnya angka golput di atas (53,1%) menunjukkan bahwa politik demokrasi menyisakan kekecewaan pada rakyat. Rakyat cenderung tidak lagi mempercayai para politisi karena siapapun pemimpinnya, jika masih tetap menggunakan sistem demokrasi seperti ini maka keadaan rakyat tidak akan berubah menjadi lebih baik. Rakyat merasa hanya dipakai sebagai pendulang suara dan dilupakan begitu saja setelah partai memenangi pemilu. Inilah yang disebut sebagai social inertia.

Demokrasi adalah ideologi transnasional yang berasaskan ideologi sekular kapitalisme. Dengan konsep asalnya yang sekular itu, demokrasi anti Tuhan. Kebenaran demokrasi ditentukan oleh suara terbanyak sehingga kebenaran menjadi relatif (nisbi). Tak ada kebenaran mutlak. Maka wajar saja jika ambisi-ambisi untuk meraih kekuasaan negara oleh sejumlah elit politik dilakukan dengan menghalalkan segala cara tanpa melirik aturan agama.

Problem social inertia akan terus ada dalam sistem demokrasi. Problem ini semakin akut dan diperparah dengan tidak adanya pendidikan politik (siyasah) yang benar (sahih) di tengah-tengah masyarakat. Sudah saatnya kita beralih pada sistem politik Islam ideologis yang mampu meniadakan politik transaksional dan meminimalisir problem social inertia. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah aktivis ForMind (Forum Muslimah Indonesia)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

Ahad, 22 Sep 2019 10:13

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Ahad, 22 Sep 2019 09:03

Juni 2020, Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Internasional Formula E

Juni 2020, Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Internasional Formula E

Ahad, 22 Sep 2019 08:08

Kondisi Mesir Memanas, Rakyat Meminta Al-Sisi Mundur

Kondisi Mesir Memanas, Rakyat Meminta Al-Sisi Mundur

Ahad, 22 Sep 2019 07:29

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Ahad, 22 Sep 2019 07:27

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Ahad, 22 Sep 2019 07:09

Wali Kota Bandung Apresiasi Hadirnya Universitas Persis

Wali Kota Bandung Apresiasi Hadirnya Universitas Persis

Ahad, 22 Sep 2019 06:38

Kenapa Harus Halal Tour?

Kenapa Harus Halal Tour?

Ahad, 22 Sep 2019 06:17

Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Wahdah Jakarta Buka Kelas Inkubasi UKM Bersama Trainer Google

Sabtu, 21 Sep 2019 22:07

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Kepala Mossad Israel Bersiap Gantikan Netanyahu sebagai Pimpinan Partai Likud

Sabtu, 21 Sep 2019 21:45

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Aparat Keamanan Mesir Tangkap Ratusan Orang Setelah Demonstrasi Menuntut Pemecatan Al-Sisi

Sabtu, 21 Sep 2019 21:15

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pasukan Israel Tembak 2 Wartawan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sabtu, 21 Sep 2019 20:45

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Ratusan Ribu Tweet Tuntut Abdel Fattah Al-Sisi Dipecat dari Jabatan Presiden Mesir

Sabtu, 21 Sep 2019 20:16

Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah itu Lacut!

Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah itu Lacut!

Sabtu, 21 Sep 2019 19:54

Waketum DMI: Pemuda Islam Harus Siap Meneruskan Tongkat Estapet Kepemimpinan

Waketum DMI: Pemuda Islam Harus Siap Meneruskan Tongkat Estapet Kepemimpinan

Sabtu, 21 Sep 2019 19:36

Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Sabtu, 21 Sep 2019 17:44

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Sabtu, 21 Sep 2019 15:26

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Sabtu, 21 Sep 2019 14:27

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Sabtu, 21 Sep 2019 13:14

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Sabtu, 21 Sep 2019 13:13


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X