Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.384 views

Awas, Virus Hipersensi!

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Jangan posting politik! Ini bukan group politik! Kalau gak bisa ditegur, tolong admin remove. Bikin gaduh. Group jadi gak adem. Politik bikin bertengkar anggota!  Kalimat ini sering kita temui di sejumlah group WA. Anda pasti pernah juga membacanya. Atau anda pernah jadi korbannya?

Kalau anda pernah menemukan kalimat itu di group WA, berarti group itu sudah tersasar virus hipersensi. Hipersensi adalah perasaan sensitif yang mudah tersinggung ketika tersentuh sesuatu yang tak sesuai dengan perasaan dan pikirannya.

Orang yang mengidap penyakit hipersensi hampir selalu pendukung fanatik paslon, baik di pilkada maupun pilpres. Ada juga pengikut fanatik ormas. Coba perhatikan, protes keras selalu muncul ketika ada postingan yang tidak sesuai dengan pilihan politik orang yang protes. Kalau postingan itu sesuai pilihan politiknya, dia diem. Mungkin malah mesem-mesem.

Di dunia politik, pendukung sensitif ini biasa disebut dengan istilah die hard. Pokoknya pilih dia. Mati hidup pilih dia. Tutup mata, tutup telinga, tutup hati. Tak akan mau berubah. Konsisten. Tapi, konsistensi buta. Informasi positif mengenai tokoh, paslon atau ormasnya, ia percaya dan terima. Informasi negatif? Dia tolak. Dan biasanya sambil marah. Standarnya bukan benar atau salah, tapi info, berita dan data itu memperkuat tokoh, paslon dan ormasnya atau tidak.

Soal pembelaan, mirip orang-orang parpol. Siapapun paslon yang diusung parpol, akan didukung mati-matian. Semua potensi kecerdasan dan kemampuan dikerahkan untuk mendukung. Asal, MoU-nya jelas. Asal, transaksinya clear. Asal, biaya operasional dan jatah kemenangan sudah disepakati.

Bedanya, jika orang-orang yang kena virus hipersensi berpegang pada "kebenaran buta," maka, bagi parpol, prinsip moralnya bukan benar atau salah. Tapi menang atau kalah. Jika kira-kira menguntungkan, dukung. Gak menguntungkan, hajar.

Bagi politisi parpol, imannya adalah kemenangan, koalisi dan negosiasi. Media adalah panggung untuk mencari kemenangan, memperkuat soliditas koalisi dan menaikkan daya tawar dalam negosiasi. Apapun akan dilakukan untuk tiga hal itu.

Ganti pilkada, ganti koalisi dan berubah dalam bernegosiasi. Itu biasa. Bila perlu, ganti partai. Lumrah terjadi. Bagi politisi, Gonta ganti partai itu sesuatu yang wajar-wajar saja. Maka, jika politisi bicara platform, jangan terlalu percaya. Pindah partai, platform berubah.

Surya Paloh, dulu di Golkar. Kalah di munas, mendirikan Nasdem. Priyo Budi Santoso, dulu juga di Golkar, sekarang pindah ke Partai Berkarya. Ngabalin dulu di PBB, sekarang di Golkar. 2014 dukung Prabowo dan hajar Jokowi. Sekarang, dukung Jokowi dan hajar Prabowo. Lumayan, jadi komisaris. Negonya jelas. Gak usah heran.

2004 TGB di PBB. 2011 pindah ke Demokrat. 2018, TGB pindah lagi ke Golkar. Pindah parpol dalam siklus tujuh tahunan. Entah nanti mau pindah ke partai apalagi. Itulah politisi. Tak ada kawan dan musuh abadi. Yang ada adalah kepentingan abadi. Maka, jangan terlalu percaya juga jika ada politisi mengatasnamakan rakyat dan umat. Dobol!

Beda politisi, beda pendukung. Tidak sedikit pendukung yang fanatik. Nah, yang fanatik inilah rentan tersasar virus hipersensi. 1998 di Jepara ada sejumlah pendukung PKB dan PPP saling bunuh. 2018 kemarin di Madura ada pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo saling bunuh. Ini diantara dampak dari virus hipersensi itu. Kenapa terjadi? Karena imun (daya tahan dan kekebalan otaknya) lemah.

Dampak yang paling sering dan nyata dari virus hipersensi adalah kegaduhan di medsos. Twitter, Instagram, Facebook dan WA, lumayan banyak adu perasaan terjadi. Berbagai kata dan kalimat irasional bermunculan. Karena menggunakan perasaan, maka nalar sehat dan daya intelektualitas gak bisa bekerja.

Virus hipersensi ini tidak hanya menyerang kelompok menengah ke bawah. Tapi tak jarang juga menular di kalangan menengah atas, termasuk para sarjana dan dosen. Aneh bukan?

Kaum akademisi yang mestinya punya akses data dan matang dalam perbedaan, masih tersasar virus hipersensi. Tak sanggup menerima perbedaan. Mudah terpancing dan gampang menyerang personal dengan mencari-cari argumen, seolah-olah ilmiah. Bila perlu obral ayat atau hadis. Dukung pakai pasal-pasal di bible. Biar kelihatan ada legitimasi samawi.  Punya nilai eskatologis.

Orang yang tersasar virus hipersensi selalu mengkambinghitamkan politik. Apa yang salah dengan politik? Kalau otak kita waras, yang salah bukan politiknya. Bukan obyeknya. Politik itu netral. Tapi yang salah dan tidak netral itu otak orangnya. Salah mindsetnya.

Otak yang gak netral ini diakibatkan oleh menyempitnya jaringan saraf yang tersumbat oleh berbagai unsur fanatisme. Bisa fanatisme tokoh, bisa paslon, ormas, partai, dan bisa apa saja. Akibatnya, darah di otak beku karena kekurangan oksigen. Setiap oksigen yang datang dan mengalir ke otaknya ditolak, karena dianggap tidak sesuai dengan jenis darah yang ia punya. Darah fanatisme. Disinilah istilah "jahiliyah" itu oleh agama seringkali disematkan kepada mereka yang fanatik. Sebab, fanatisme adalah sumber kebodohan.

Otak yang jarang dipakai untuk bersujud, akan kekurangan oksigen yang membuat seseorang jadi hipersensi. Sujud itu simbol kerendahan hati. Orang yang rendah hati selalu memberi ruang di otaknya bagi oksigen-oksigen perbedaan untuk hadir.

Jadi, virus hipersensi ini hanya menular pada orang-orang yang darah di otaknya beku karena tak pernah memberi ruang oksigen bagi perbedaan. Dan virus hipersensi ini menyerang dengan ganas ketika musim pilkada dan pilpres datang. Awas, hati-hati. Jangan-jangan Anda juga termasuk yang tersasar virus ini. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 29/1/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Jum'at, 22 Feb 2019 23:09

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Jum'at, 22 Feb 2019 22:31

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Jum'at, 22 Feb 2019 17:00

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Jum'at, 22 Feb 2019 16:45

Misteri 'Earpice'

Misteri 'Earpice'

Jum'at, 22 Feb 2019 16:42

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Jum'at, 22 Feb 2019 16:21

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Jum'at, 22 Feb 2019 16:15

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Jum'at, 22 Feb 2019 14:50

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Jum'at, 22 Feb 2019 14:21

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Jum'at, 22 Feb 2019 12:21

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Jum'at, 22 Feb 2019 11:38


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X