Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.846 views

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Pro "wong cilik" itu tidak harus berpenampilan ndeso, blusukan, pakai sandal jepit, lempar-lempar bingkisan, "andum" sertifikat atau bagi-bagi sepeda.

Pro "wong cilik" itu tidak harus pamer kata "kami pro wong cilik". Gak harus bengak-bengok dan bilang: "kami partainya wong cilik".

Pro "wong cilik" itu BBM murah, listrik murah, Tol juga murah. Ora mahal.

Pro "wong cilik" itu tidak ada impor, kecuali terpaksa. Gak over load dan ugal-ugalan. Kasihan para petani, hasil pertanian kurang laku dan petani pada susah. Mereka itu "wong cilik".

Pro "wong cilik" itu tidak menyusahkan petani.

Pro "wong cilik" itu punya empati kepada mereka yang hidup di kawasan kumuh, bukan menggusurnya, tapi menata dan merapikannya.

Pro "wong cilik" juga tidak rela melihat para nelayan kehilangan mata pencaharian karena proyek "reklamasi". Bukan malah mendukungnya.

"Wong cilik" iku sopo? Ya petani, nelayan, tukang ojek, pedagang kaki lima, warga yang tak punya tempat tinggal alias "ngontrak", anak-anak yang orang tuanya gak mampu membiayai sekolah mereka, keluarga yang hidup di kawasan kumuh, warga yang kesulitan biaya ketika sakit dan para pengangguran yang kalah bersaing dengan tenaga-tenaga kerja dari China. Mereka bukan "komoditas politik". Bukan barang jualan kampanye. Bukan alat pencitraan. Mereka adalah warga negara yang riil adanya. Pro "wong cilik" berarti berpihak kepada mereka, buat program nyata untuk mengatasi problem mereka,  berada di pihak mereka ketika mereka dipinggirkan.

Pro "wong cilik" itu suatu tindakan. Bukti nyata yang bisa dirasakan oleh mereka yang disebut "wong cilik". Tidak sesaat, dan hanya musim kampanye. Tapi konstan, terus menerus, untuk jangka panjang.

Pro "wong cilik" itu kebijakan yang menguntungkan buat hidup mereka, dan masa depan mereka. Pro "wong cilik" itu memberi ruang buat mereka agar berkesempatan hidup layak dan punya harapan masa depan.

Pro "wong cilik" itu berpihak pada mereka ketika mereka tergusur karena menjadi pihak yang lemah. Pro "wong cilik" bukan berhadap-hadapan dengan 'orang besar". Tetapi, memastikan "wong cilik" tidak jadi korban kesewenang-wenangan "orang besar". Pro "wong cilik" itu memberi keadilan bagi mereka yang tidak mampu mengupayakan keadilan bagi dirinya sendiri karena keadaan dan posisinya yang lemah. Itulah pentingnya penguasa dihadirkan.

Anies hadir di Jakarta, dipilih untuk mengurus warga Jakarta. Diantara tugasnya memastikan keadilan itu merata. Jakarta tidak boleh hanya dinikmati oleh mereka yang makmur, tapi juga untuk mereka yang sedang berjuang memperbaiki nasib hidupnya.

Pro "wong cilik" itu ikhtiar memperjuangkan keadilan bagi mereka. Mengupayakan kesetaraan dalam semua aspek kehidupan warga. Urusannya pada kerja cerdas, kerja keras dan kerja terarah. Tidak ada hubungannya dengan penampilan, apalagi pencitraan.

Pro "wong cilik"" sama sekali tidak ada kaitannya dengan wajah, mimik, gaya bicara, model berjalan dan pola berpakaian. Tidak soal jika seorang gubernur berpakaian layak untuk menjaga etika, kehormatan dan formalitas jabatan. Tapi hati, pikiran dan tindakannya tetap untuk mereka yang perlu diperjuangkan. Mereka adalah "wong cilik'.

Hati artinya rasa. Seorang pemimpin mesti bisa merasakan problem yang dihadapi rakyatnya. Hati tukang becak, pedagang kaki lima di Tanah Abang, tukang ojek di jalan Thamrin dan nelayan di kawasan Pantai Utara. Mereka butuh nafkah untuk melanjutkan hidup bagi keluarganya. Anies lindungi mereka, kasih ruang untuk mereka mencari nafkah. Meski dihujani kritik dan sejumlah stigma. Anies hadapi, karena ini risiko keberpihakan dan berjuang untuk keadilan. Anies harus berhadapan dengan pengembang reklamasi demi nelayan di Pantai Utara yang terancam mata pencahariannya.

Pikiran itu gagasan. Rumah DP 0%, kampung aquarium, "Lingko" sebagai program transportasi terintegrasi, Ok Oce, dan sejenisnya adalah buah pikiran yang menyediakan ruang bagi "wong cilik" untuk tumbuh dan berkembang mengejar kesataraan hidup. Nampaknya, Anies serius mengerjakan ini. Hasilnya sudah mulai dirasakan warga Jakarta.

Jadi, pro "wong cilik" itu mesti dilihat buktinya dalam satunya hati, gagasan, narasi dan tindakan yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh "wong cilik". Dan hasil itu mesti terukur. Dalam setahun, Anies nampak memberi bukti awal yang cukup meyakinkan. Masih ada waktu empat tahun lagi. Rakyat, khususnya yang hidup di Jakarta, sedang dan terus menunggu bukti selanjutnya. Bagaimana gebrakan Anies untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan di Jakarta ini di empat tahun kedepan?  Di hati, pikiran, tangan dan keberanian Anies "wong cilik" Jakarta sedang penuh harapan. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 18/10/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Aroma Busuk Industri Game Online

Aroma Busuk Industri Game Online

Kamis, 25 Apr 2019 01:00

Al-junnah, Penjaga Nyawa Manusia

Al-junnah, Penjaga Nyawa Manusia

Kamis, 25 Apr 2019 00:31

Nasi Padang dan Orang-orang Minang

Nasi Padang dan Orang-orang Minang

Rabu, 24 Apr 2019 23:25

Penyelidikan Sudan Temukan 315 juta riyal Saudi di Rekening Bank Mantan Presiden Omar Al-Bashir

Penyelidikan Sudan Temukan 315 juta riyal Saudi di Rekening Bank Mantan Presiden Omar Al-Bashir

Rabu, 24 Apr 2019 22:45

Pembantaian di Masjid Selandia Baru dan Pemboman di Sri Lanka 'Tidak Terkait'

Pembantaian di Masjid Selandia Baru dan Pemboman di Sri Lanka 'Tidak Terkait'

Rabu, 24 Apr 2019 22:00

Logo Ikhwan Jadi Simbol Terlarang di Austria, Ada Apa?

Logo Ikhwan Jadi Simbol Terlarang di Austria, Ada Apa?

Rabu, 24 Apr 2019 21:49

Polisi Sri Lanka Tangkap Lagi 18 Orang Terkait Pemboman di Hotel dan Gereja

Polisi Sri Lanka Tangkap Lagi 18 Orang Terkait Pemboman di Hotel dan Gereja

Rabu, 24 Apr 2019 21:15

HTS Lancarkan Serangan Balasan ke Posisi Rezim Teroris Assad di Kota Aleppo

HTS Lancarkan Serangan Balasan ke Posisi Rezim Teroris Assad di Kota Aleppo

Rabu, 24 Apr 2019 19:38

Erwin Aksa Klaim Prabowo-Sandi Unggul Telak di Sejumlah Daerah

Erwin Aksa Klaim Prabowo-Sandi Unggul Telak di Sejumlah Daerah

Rabu, 24 Apr 2019 19:34

Anies Bebaskan Rumah Para Pejuang dari PBB

Anies Bebaskan Rumah Para Pejuang dari PBB

Rabu, 24 Apr 2019 19:29

Kisah Saksi PKS Selamatkan Suara PSI

Kisah Saksi PKS Selamatkan Suara PSI

Rabu, 24 Apr 2019 19:22

PBB: Pasukan Afghanistan Tewaskan Ratusan Warga Sipil

PBB: Pasukan Afghanistan Tewaskan Ratusan Warga Sipil

Rabu, 24 Apr 2019 18:57

Ledakan Tewaskan 11 Warga Sipil di Idlib Suriah

Ledakan Tewaskan 11 Warga Sipil di Idlib Suriah

Rabu, 24 Apr 2019 18:53

Israel Kembali Tangkap 5 Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Kembali Tangkap 5 Warga Palestina di Tepi Barat

Rabu, 24 Apr 2019 18:38

Menantu Donald Trump Sebut 'Kesepakatan Abad Ini' Akan Dipresentasikan Akhir Ramadhan

Menantu Donald Trump Sebut 'Kesepakatan Abad Ini' Akan Dipresentasikan Akhir Ramadhan

Rabu, 24 Apr 2019 18:37

Korban Tewas Akibat Pemboman di Sri Lanka Naik Menjadi 359 Orang

Korban Tewas Akibat Pemboman di Sri Lanka Naik Menjadi 359 Orang

Rabu, 24 Apr 2019 18:33

PKS Olah Limbah Kampanye Jadi Produk Kreatif Bermanfaat

PKS Olah Limbah Kampanye Jadi Produk Kreatif Bermanfaat

Rabu, 24 Apr 2019 18:22

Ketika Kejujuran Dianggap Kobarkan Perang Saudara

Ketika Kejujuran Dianggap Kobarkan Perang Saudara

Rabu, 24 Apr 2019 18:01

Gubernur Anies Salurkan Bantuan Rp291 Miliar untuk Lansia

Gubernur Anies Salurkan Bantuan Rp291 Miliar untuk Lansia

Rabu, 24 Apr 2019 17:40

Wasekjen MUI Pusat: Polisi Mau Menembak Siapa?

Wasekjen MUI Pusat: Polisi Mau Menembak Siapa?

Rabu, 24 Apr 2019 17:31


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 23/04/2019 12:06

Ketika Lembaga Suvei Terdegradasi