Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.789 views

Pengkhianatan dalam Bingkai Perdamaian UEA-Israel

 

Oleh: Emil Apriani, S.Kom 

Langkah Uni Emirat Arab (UEA) meraih kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel membuat dunia kaget. Reaksi masyarakat internasional terbelah antara mendukung dan menolak kesepakatan tersebut. Namun kesepakatan itu memicu kemarahan di sebagian besar negara Muslim dan dianggap mencederai upaya memerdekakan Palestina.

Palestina merupakan negara pertama yang bereaksi menolak dan mengecam kesepakatan damai tersebut. Menurutnya hal itu merupakan penghianatan dan menyebut kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) ini sebagai ‘tusukan di belakang yang berbahaya’.

Kamis (13/8/2020), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan dari gedung Putih, Washington DC bahwa Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mencapai kesepakatan damai untuk menjalin hubungan resmi diantara mereka.

Kesepakatan dalam normalisasi hubungan Israel-UEA tercapai setelah Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri (Israel) Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed melakukan pembicaraan via telepon. “Terobosan bersejarah ini akan mengarah pada kemajuan proses perdamaian di Timur Tengah.” seperti dilansir Al-Jazirah pada Jumat (14/8). (Republika.co.id, 14/8/2020).

Dari kesepakatan tersebut, Israel akan menangguhkan rencananya untuk menganeksasi sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.

Kesepakatan damai itu serta merta membuat Palestina geram dan kecewa. Gerakan perlawanan Hamas menolak kesepakatan damai tersebut dan menganggapnya sebagai "tikaman" dan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.

Setelah perjanjian damai Mesir-Israel pada 1979, diikuti dengan perjanjian damai Israel-Yordania pada 1994, kesepakatan ini menjadikan UEA sebagai negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan penjajah Israel setelah Oman, Bahrain, dan kemungkinan diikuti Maroko. Hubungan rahasia Uni Emirat Arab dan Israel telah berlangsung lama selama bertahun-tahun, tetapi rincian waktu dan kesepakatan normalisasi ini dirahasiakan hingga menit terakhir.

Untuk rakyat Palestina tidak ada keuntungan dari kesepakatan ini, bahkan akan berimplikasi luas dengan semakin beratnya perjuangan Palestina untuk menjadi negara merdeka dari Israel. Satu per satu negara tetangga di Palestina lebih mengedepankan kepentingan bilateral dengan Israel. Bahkan dengan normalisasi ini, kecaman-kecaman negara tetangga Arab tidak lagi menguat.

Nasib umat Islam, khususnya di Palestina semakin tidak menentu. Kejahatan Israel dengan merampas tanah suci umat Islam seolah makin disepakati oleh negeri-negeri Muslim di sekitarnya.

Sejak runtuhnya Daulah Khilafah Utsmani pada tahun 1924, kaum Muslimin tidak lagi memiliki perisai yang melindungi dari penjajah seperti AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan Israel. Daulah terpecah belah menjadi negara bagian (nation state) dengan memperjuangkan nilai nasionalisme. Negeri kaum Muslim berubah menjadi negara pengekor yang sebagian besar penguasanya diisi oleh para penguasa boneka dari negara penjajah. Negara imperialis inilah yang selama ini merawat dan menjaga entitas penjajah Yahudi di Palestina agar eksis di tanah Palestina.

Dengan demikian, apa yang dilakukan oleh penguasa Uni Emirat Arab (UEA) dan negara-negara Teluk lainnya masih berkontribusi dalam normalisasi secara rahasia, semakin menegaskan kedudukan mereka sebagai penguasa boneka. Maka tidak heran jika mereka dengan mudahnya dan tidak malu membuat berbagai kebijakan dengan para penjajah kaum Muslimin seperti AS maupun Israel. Dan mengkhianati rakyat Palestina, Yerussalem serta Al-Aqsa.

Oleh karena itu, tidak ada cara lain untuk menyelamatkan umat Muslim di Palestina dan negeri Muslim yang lain kecuali dengan mengembalikan Daulah Khilafah sebagai perisai umat Muslim. Khilafah akan mencegah musuh menyakiti kaum Muslim dan melindungi keutuhan Islam. Seperti yang dilakukan Sultan Abdul Hamid II yang menolak sama sekali segala bentuk penyerahan tanah Palestina kepada kaum kafir meskipun hanya sejengkal.

Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang Imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’Azza wa Jalla dan berlaku adil, maka dia (Khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad)

Wallahu'alam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X