Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.253 views

Upaya Antisipasi Corona Terganjal Devisa?

 
Oleh: Nurwati
 
Wabah Corona yang melanda kota Wuhan, China, telah menjadi kekhawatiran banyak negara. Pasalnya, penyebaran virus ini sangat masif dan sudah menjangkau 16 negara. Namun sejauh ini, pemerintah China lebih banyak bungkam terkait kondisi negaranya. Akses internet juga dibatasi, sehingga tidak banyak yang bisa diketahui oleh dunia terkait kondisi riil di sana. Hanya ada sedikit informasi dari netizen yang menggambarkan dahsyatnya wabah Corona. Info ini dibagikan netizen melalui kanal privat vpn dan sangat beresiko ditangkap oleh aparat. 
 
Penyebab mewabahnya virus corona hingga kini masih menjadi tanda tanya. Ada sejumlah berita yang mengaitkan wabah ini dengan kebiasaan masyarakat China yang gemar mengkonsumsi kuliner ekstrim semacam daging kelelawar. Info ini diperkuat dengan dugaan tempat munculnya virus pertama kali berasal dari pasar penjualan hewan liar di Wuhan. Ada pula, isu bahwa wabah corona terjadi akibat kebocoran laboratorium Wuhan dan dikaitkan dengan senjata perang biologis. Entah mana yang benar. Semua masih simpang siur.
 
Korban meninggal akibat virus Corona di China terus naik. Berdasarkan data pada peta pantauan penyebaran virus Corona, sejauh ini tercatat 107 orang meninggal dunia dan 4.474 orang terinfeksi (kompas.com, 28/1/2020).
 
Selain itu, 16 negara telah mengonfirmasi penemuan kasus yang disebabkan virus corona di wilayahnya. Ke-16 negara tersebut yakni China, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Perancis, Australia, Kanada, Jerman, Taiwan, Sri Lanka, dan Kamboja. Di Indonesia, ada beberapa kasus suspect (dugaan) virus Corona. Dan sampai saat ini statusnya masih menunggu hasil uji laboratorium Litbangkes RI.
 
Melihat perkembangan wabah Corona yang makin ganas, ternyata tidak membuat pemerintah bertindak cepat untuk antisipasi penularan. Pemerintah juga tak membatasi wisatawan China ke Indonesia. Terbukti, pemerintah hanya penutup penerbangan langsung ke Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang juga merupakan kota pertama yang terjangkit virus corona. Bahkan, sebanyak 174 turis asal Kunming, China, yang akan berwisata selama lima hari di Sumatera Barat, disambut meriah secara langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno. (detik.com, 26/01/2020)
 
Pemerintah punya alasan tersendiri mengapa wisatawan China ini masih dibiarkan masuk Indonesia. Untuk mendulang devisa, tentunya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menaruh kekhawatiran dengan dampak ekonomi dari adanya virus corona yang mematikan. Menurutnya, isu ini akan menjadi masalah baru bagi perekonomian dunia.
 
Dampak paling terasa dari adanya wabah corona adalah akan berimbas pada kondisi pariwisata Indonesia. Di mana, wisatawan mancanegara asal China akan turun drastis. Sementara, pemerintah sendiri menargetkan devisa dari turis asing dapat mencapai US$20 miliar per tahun atau sekitar Rp280 triliun. Dengan sekitar 13,14% wisatawannya berasal dari negeri China. Jumlah wisatawan  China ini berada di urutan terbesar kedua setelah Malaysia, diantara negara-negara yang mengunjungi Indonesia. 
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan China ke Indonesia setidaknya mencapai 1,91 juta pada Januari-November 2019. Sementara pada Januari-Desember 2018, jumlah kunjungan wisatawan China mencapai 2,13 juta. Sedangkan rata-rata pengeluaran turis China di Indonesia sekitar US$1.000 per kunjungan atau Rp14 juta per kunjungan (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). Tentunya, devisa dari kunjungan wisatawan China sangat menggiurkan.
 
Sektor pariwisata inilah yang membuat pemerintah lamban dalam mengantisipasi penularan virus corona. Hal ini juga nampak pada Pemerintah Indonesia yang baru berani mengeluarkan peringatan kunjungan atau travel warning bagi masyarakat untuk bepergian ke Provinsi Hubei, China, pada 28 Januari 2020.
 
Bagaimana Islam memandang persoalan wabah Corona ini? Rasulullah telah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,"(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
 
Jika mengikuti hadits di atas, maka langkah yang harus ditempuh pemerintah adalah menolak kedatangan wisatawan China, karena dikhawatirkan akan berpotensi membawa virus corona ke Indonesia. Selain itu, travel warning seharusnya sudah dikeluarkan sejak awal wabah terjadi, dan mencakup wilayah-wilayah yang terdampak wabah corona, bukan terbatas pada provinsi Hubei saja. 
 
Inilah kelemahan negara yang menerapkan sistem sekuler kapitalisme. Dimana manfaat materi sebagai tolok ukur aktivitas. Sehingga upaya antisipasi penularan virus corona terganjal oleh semilir devisa. Kapitalisme jugalah yang menjadikan negara bersandar pada pemasukan non strategis, semisal pariwisata. Sementara sumber daya alam dan mineral yang melimpah ruah justru diserahkan kepada swasta dan asing. Padahal, sumber daya ini sangat strategis untuk memakmurkan bangsa.
 
Masalahnya, haruskah nasib sekian ratus juta penduduk negeri dikorbankan demi devisa yang tak seberapa dari turis Cina? Sungguh kebijakan yang sangat tidak bijak. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Ahok Rebranding

Ahok Rebranding

Selasa, 18 Feb 2020 01:57

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Selasa, 18 Feb 2020 00:56

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Senin, 17 Feb 2020 23:49

Hape-krasi

Hape-krasi

Senin, 17 Feb 2020 22:27

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

Senin, 17 Feb 2020 22:23

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Senin, 17 Feb 2020 22:08

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Senin, 17 Feb 2020 22:03

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Senin, 17 Feb 2020 21:15

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Senin, 17 Feb 2020 21:01

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Senin, 17 Feb 2020 20:58

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X