Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.334 views

Upaya Antisipasi Corona Terganjal Devisa?

 
Oleh: Nurwati
 
Wabah Corona yang melanda kota Wuhan, China, telah menjadi kekhawatiran banyak negara. Pasalnya, penyebaran virus ini sangat masif dan sudah menjangkau 16 negara. Namun sejauh ini, pemerintah China lebih banyak bungkam terkait kondisi negaranya. Akses internet juga dibatasi, sehingga tidak banyak yang bisa diketahui oleh dunia terkait kondisi riil di sana. Hanya ada sedikit informasi dari netizen yang menggambarkan dahsyatnya wabah Corona. Info ini dibagikan netizen melalui kanal privat vpn dan sangat beresiko ditangkap oleh aparat. 
 
Penyebab mewabahnya virus corona hingga kini masih menjadi tanda tanya. Ada sejumlah berita yang mengaitkan wabah ini dengan kebiasaan masyarakat China yang gemar mengkonsumsi kuliner ekstrim semacam daging kelelawar. Info ini diperkuat dengan dugaan tempat munculnya virus pertama kali berasal dari pasar penjualan hewan liar di Wuhan. Ada pula, isu bahwa wabah corona terjadi akibat kebocoran laboratorium Wuhan dan dikaitkan dengan senjata perang biologis. Entah mana yang benar. Semua masih simpang siur.
 
Korban meninggal akibat virus Corona di China terus naik. Berdasarkan data pada peta pantauan penyebaran virus Corona, sejauh ini tercatat 107 orang meninggal dunia dan 4.474 orang terinfeksi (kompas.com, 28/1/2020).
 
Selain itu, 16 negara telah mengonfirmasi penemuan kasus yang disebabkan virus corona di wilayahnya. Ke-16 negara tersebut yakni China, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Perancis, Australia, Kanada, Jerman, Taiwan, Sri Lanka, dan Kamboja. Di Indonesia, ada beberapa kasus suspect (dugaan) virus Corona. Dan sampai saat ini statusnya masih menunggu hasil uji laboratorium Litbangkes RI.
 
Melihat perkembangan wabah Corona yang makin ganas, ternyata tidak membuat pemerintah bertindak cepat untuk antisipasi penularan. Pemerintah juga tak membatasi wisatawan China ke Indonesia. Terbukti, pemerintah hanya penutup penerbangan langsung ke Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang juga merupakan kota pertama yang terjangkit virus corona. Bahkan, sebanyak 174 turis asal Kunming, China, yang akan berwisata selama lima hari di Sumatera Barat, disambut meriah secara langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno. (detik.com, 26/01/2020)
 
Pemerintah punya alasan tersendiri mengapa wisatawan China ini masih dibiarkan masuk Indonesia. Untuk mendulang devisa, tentunya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menaruh kekhawatiran dengan dampak ekonomi dari adanya virus corona yang mematikan. Menurutnya, isu ini akan menjadi masalah baru bagi perekonomian dunia.
 
Dampak paling terasa dari adanya wabah corona adalah akan berimbas pada kondisi pariwisata Indonesia. Di mana, wisatawan mancanegara asal China akan turun drastis. Sementara, pemerintah sendiri menargetkan devisa dari turis asing dapat mencapai US$20 miliar per tahun atau sekitar Rp280 triliun. Dengan sekitar 13,14% wisatawannya berasal dari negeri China. Jumlah wisatawan  China ini berada di urutan terbesar kedua setelah Malaysia, diantara negara-negara yang mengunjungi Indonesia. 
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan China ke Indonesia setidaknya mencapai 1,91 juta pada Januari-November 2019. Sementara pada Januari-Desember 2018, jumlah kunjungan wisatawan China mencapai 2,13 juta. Sedangkan rata-rata pengeluaran turis China di Indonesia sekitar US$1.000 per kunjungan atau Rp14 juta per kunjungan (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). Tentunya, devisa dari kunjungan wisatawan China sangat menggiurkan.
 
Sektor pariwisata inilah yang membuat pemerintah lamban dalam mengantisipasi penularan virus corona. Hal ini juga nampak pada Pemerintah Indonesia yang baru berani mengeluarkan peringatan kunjungan atau travel warning bagi masyarakat untuk bepergian ke Provinsi Hubei, China, pada 28 Januari 2020.
 
Bagaimana Islam memandang persoalan wabah Corona ini? Rasulullah telah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,"(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
 
Jika mengikuti hadits di atas, maka langkah yang harus ditempuh pemerintah adalah menolak kedatangan wisatawan China, karena dikhawatirkan akan berpotensi membawa virus corona ke Indonesia. Selain itu, travel warning seharusnya sudah dikeluarkan sejak awal wabah terjadi, dan mencakup wilayah-wilayah yang terdampak wabah corona, bukan terbatas pada provinsi Hubei saja. 
 
Inilah kelemahan negara yang menerapkan sistem sekuler kapitalisme. Dimana manfaat materi sebagai tolok ukur aktivitas. Sehingga upaya antisipasi penularan virus corona terganjal oleh semilir devisa. Kapitalisme jugalah yang menjadikan negara bersandar pada pemasukan non strategis, semisal pariwisata. Sementara sumber daya alam dan mineral yang melimpah ruah justru diserahkan kepada swasta dan asing. Padahal, sumber daya ini sangat strategis untuk memakmurkan bangsa.
 
Masalahnya, haruskah nasib sekian ratus juta penduduk negeri dikorbankan demi devisa yang tak seberapa dari turis Cina? Sungguh kebijakan yang sangat tidak bijak. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Selasa, 11 Aug 2020 21:45

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Selasa, 11 Aug 2020 21:43

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Selasa, 11 Aug 2020 21:19

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Selasa, 11 Aug 2020 21:15

TNI dan Proyek Corona

TNI dan Proyek Corona

Selasa, 11 Aug 2020 21:06

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Selasa, 11 Aug 2020 21:05

Masihkah Kita Layak Menyebut Pertumbuhan Ekonomi?

Masihkah Kita Layak Menyebut Pertumbuhan Ekonomi?

Selasa, 11 Aug 2020 21:00

Dewan Dakwah Jabar Bersama Ormas Islam Laporkan Penista Agama

Dewan Dakwah Jabar Bersama Ormas Islam Laporkan Penista Agama

Selasa, 11 Aug 2020 20:54

PBB: Facebook Belum Membagikan 'Bukti' Kejahatan Myanmar

PBB: Facebook Belum Membagikan 'Bukti' Kejahatan Myanmar

Selasa, 11 Aug 2020 20:53

Sekjen PBB Antonio Gutteres Serukan Penyelidikan Independen Untuk Ledakan Beirut

Sekjen PBB Antonio Gutteres Serukan Penyelidikan Independen Untuk Ledakan Beirut

Selasa, 11 Aug 2020 19:45

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Selasa, 11 Aug 2020 14:10

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Selasa, 11 Aug 2020 10:14

Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X