Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.659 views

Fakta Liputan 'Predator Seksual Setan' Reynhard Sinaga

JAKARTA (voa-islam.com)--Senin 6 Januari 2020 lalu, BBC News Indonesia menggemparkan jagat pemberitaan. Hari itu, situs BBC Indonesia menurunkan laporan lengkap mengenai vonis kasus pemerkosaan homoseksual terbesar dalam sejarah Inggris, bahkan dunia, yang dilakukan seorang WNI di Inggris, Reynhard Sinaga (36). Dalam berita pertamanya BBC Indonesia mengutip hakim yang menyebut Reynhard sebagai 'predator seksual setan'.

Apa yang terjadi bila hal itu terjadi di Indonesia? Pertama, secara normatif, kasus ini akan menjadi persoalan besar. Sebab menyangkut sikap bangsa Indonesia sebagai bangsa beragama yang menolak homoseksual (LGBT), apalagi tindak pemerkosaan. Kedua, dari sisi pemberitaan. Pers Indonesia yang bebas dan tak terkendali, memungkinkan akan melakukan vonis sebelum vonis pengadilan dijatuhkan (trial by press).

Fakta-fakta menarik seputar kasus Reynhard, baik dari kasusnya sendiri maupun model peliputan dan publikasi berita di Inggris atas kasus ini, yang diulas secara menarik oleh Produser BBC Indonesia di London, Mohamad Susilo, dalam diskusi jurnalistik yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Menara 165, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/01/2020).

“Reynhard ditangkap pada Juni 2017, tetapi tidak ada yang tahu sama sekali. Pengadilan Manchester menyidangkan kasus ini sejak Juni 2018 hingga Desember 2019, informasinya juga tidak rembes (bocor, red) sama sekali,” kata Susilo, yang terus mengikuti persidangan Reynhard bersama koleganya, Endang Nurdin.

Ternyata, kata Susilo, secara resmi Kepolisian meminta agar dilakukan pembatasan (limitasi) pemberitaan dengan sejumlah alasan.

Pertama, skala kasus yang sangat besar. Seperti yang juga dilaporkan BBC Indonesia, pejabat kepolisian menyebut perkosaan berantai yang dilakukan RS sebagai "kasus perkosaan terbesar dalam sejarah hukum Inggris".

Sementara Ian Rushton, dari Kantor Kejaksaan yang memimpin penyidikan kasus, mengatakan Reynhard bahkan adalah "pemerkosa berantai terbesar di dunia."

“Video rekaman yang dilakukan dengan menggunakan dua handphone, jarak pendek dan jauh, hampir 3,5 Terabyte. Ini yang jadi bukti utama. Seandainya tidak ada rekaman, bisa jadi kejahatannya tidak dapat diungkap,” kata Susilo.

Alasan berikutnya kenapa ada pembatasan pemberitaan adalah untuk melindungi korban dan memudahkan penyidikan. Sebab, korban-korban tindakan bejat sama sekali tidak mengetahui jika mereka telah menjadi korban pemerkosaan. Mereka baru tahu setelah diberitahu polisi.

Ini karena saat pelaku melakukan aksi bejatnya, semua korban dalam keadaan tertidur setelah diberi minuman yang telah dicampur obat bius GHB (Gamma Hydroxybutyrate).

Menurut polisi, korban dapat mencapai 190 orang termasuk 48 orang yang kasusnya telah disidangkan melalui empat persidangan terpisah mulai Juni 2018 sampai Desember 2019.

Alasan berikutnya adanya pembatasan pemberitaan adalah agar peradilan dapat berjalan dengan jujur dan adil (menjaga fair trial).

Media-media mainstream di Inggris, kata Susilo, mematuhi betul aturan itu. Sebab jika tidak, mereka juga akan terkena hukuman. Bahkan bukan hanya media, semua orang yang mengetahui kasus itu juga tidak diperkenankan bicara ke publik. Baik hakim, juri, maupun polisi.

“Kami di BBC, sampai menyimpan semua data dan dokumen tentang kasus ini ke sebuah lemari khusus. Tak boleh ada satu informasi pun yang tercecer sebelum waktunya dikeluarkan,” kata dia.

Bahkan, kata Susilo, karena dirinya sangat syok atas kasus yang sedang dikawalnya, kantornya sampai menawarkan jasa konseling.

Saat ditanya bagimana dengan media sosial di Inggris atas kasus Reynhard, Susilo menjawab, media sosial di Inggris sumber informasinya tetap dari media mainstream. Sehingga, saat media arusutama belum menurunkan berita tentang Reynhard, media sosial pun juga belum mengetahui. “Jadi sama sekali tidak menetes infonya,” kata mantan wartawan Jawa Pos di Jakarta itu.

Dalam kesempatan yang sama, mantan wartawan Majalah Gatra Ahmad Husein, mengapresiasi cara kerja dan model pemberitaan yang dilakukan oleh BBC Indonesia.

Menurut Husein, kasus Reynhard ini akan sangat berbeda sekali pemberitaannya bila terjadi di Indonesia. “Kalau di Inggris, setelah divonis baru diberitakan. Di sini bisa jadi sebelum pengadilan sudah divonis (oleh media),” kata dia.

Sebagai informasi, sebelumnya Susilo juga menunjukkan bukti-bukti pemberitaan media Inggris, yang sama sekali tidak menyebut kata “Indonesia” dalam judul berita kasus Reynhard. Alamat apartemen Reynhard di Manchester pun tidak disebutkan secara detail. Artinya, kasus ini benar-benar diberitakan sebagai persoalan terdakwa semata.

Tetapi, kata Hussein, begitu informasi tentang Reynhard dipublikasi BBC Indonesia, media-media Indonesia langsung mengulik berbagai hal pribadi terkait dia. Menyangkut kampus, keluarga, alamat rumah orang tuanya, bahkan foto rumah dari udara. “Termasuk agama, dan afiliasi politik orang tuanya,” kata dia.

Laporan BBC, menurut Hussein, diturunkan memang untuk kepentingan warga. Bukan kepentingan pemerintah. “Demikian pula dengan cara mengemas tulisannya. Menarik tetapi isinya kebenaran,” kata dia.

Media-media Indonesia pun, kata Hussein, harusnya juga bisa melakukan seperti yang dilakukan BBC. Apalagi ketentuan menulis agar tidak melakukan diskriminasi berdasarkan SARA dan tentang kesusilaan juga sudah tercantum dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Hanya saja ketentuan itu selama ini dilanggar. Terutama dalam pemberitaan tentang terorisme. Media selalu mengulik hal pribadi terkait pelaku. Seperti terkait orang tua, sekolah atau pesantren, hubungan dengan tetangga, dan lain-lain yang sama sekali tidak terkait dengan kasus.* [Ril/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Sabtu, 08 Aug 2020 23:24

Fahri Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

Fahri Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

Sabtu, 08 Aug 2020 22:41

Ta’ruf, Cara Perkenalan yang Sesuai dengan Hukum Syara’

Ta’ruf, Cara Perkenalan yang Sesuai dengan Hukum Syara’

Sabtu, 08 Aug 2020 22:06

Obat Virus Corona Dinanti Publik

Obat Virus Corona Dinanti Publik

Sabtu, 08 Aug 2020 21:52

Ahli Bahan Peledak Italia Percaya Ada Gudang Senjata Di Atau Dekat Lokasi Ledakan Beirut

Ahli Bahan Peledak Italia Percaya Ada Gudang Senjata Di Atau Dekat Lokasi Ledakan Beirut

Sabtu, 08 Aug 2020 21:45

Indonesia Halal Watch Sebut Penetapan LPH Sucofindo Langgar UU

Indonesia Halal Watch Sebut Penetapan LPH Sucofindo Langgar UU

Sabtu, 08 Aug 2020 21:30

8 Tentara Somalia Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab di Pangkalan Militer di Mogadishu

8 Tentara Somalia Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab di Pangkalan Militer di Mogadishu

Sabtu, 08 Aug 2020 21:26

Istri Dubes Belanda Untuk Libanon Tewas Setelah Luka Parah Dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Istri Dubes Belanda Untuk Libanon Tewas Setelah Luka Parah Dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Sabtu, 08 Aug 2020 20:45

Lebih Dari 60 Orang Masih Hilang Setelah Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut Libanon

Lebih Dari 60 Orang Masih Hilang Setelah Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut Libanon

Sabtu, 08 Aug 2020 20:22

Mundur... Mundur... Mundur...

Mundur... Mundur... Mundur...

Sabtu, 08 Aug 2020 19:19

Gerindra dan Nepotisme

Gerindra dan Nepotisme

Sabtu, 08 Aug 2020 16:17

Menelisik Dibalik Deklarasi KAMI

Menelisik Dibalik Deklarasi KAMI

Sabtu, 08 Aug 2020 11:10

Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Sabtu, 08 Aug 2020 06:36

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Sabtu, 08 Aug 2020 06:22

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Jum'at, 07 Aug 2020 21:48

Para Pemimpin Desa Kashmir Pro-India 'Diungsikan' Ke Kempat Aman Setelah Gelombang Serangan Jihadis

Para Pemimpin Desa Kashmir Pro-India 'Diungsikan' Ke Kempat Aman Setelah Gelombang Serangan Jihadis

Jum'at, 07 Aug 2020 21:25

Ibarat Desainer, MUI Harus Merajut Benang Perbedaan Menjadi Pakaian Indah

Ibarat Desainer, MUI Harus Merajut Benang Perbedaan Menjadi Pakaian Indah

Jum'at, 07 Aug 2020 21:14

Haedar Nashir: Membangun Kebersamaan Harmoni Islam Wasathiyyah bersama MUI

Haedar Nashir: Membangun Kebersamaan Harmoni Islam Wasathiyyah bersama MUI

Jum'at, 07 Aug 2020 21:11

Kemendikbud Sosialisasikan SIPLah 2020 Lintas Kementerian dan Lembaga Negara

Kemendikbud Sosialisasikan SIPLah 2020 Lintas Kementerian dan Lembaga Negara

Jum'at, 07 Aug 2020 21:06

Prostitusi Online Remaja Marak, Buah Liberalisasi!

Prostitusi Online Remaja Marak, Buah Liberalisasi!

Jum'at, 07 Aug 2020 20:54


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X