Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.023 views

Reuni 212 Gagal?

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Pro-kontra itu biasa. Termasuk tentang Reuni 212. Yang kontra bilang: untuk apa diadakan reuni 212. Gak ada guna. Politis!

Meme dibuat, spanduk dipasang, video didesign yang intinya tak setuju dan mempertanyakan Reuni 212.Tak sampai disitu, akun-akun kabarnya juga diberangus. Siapa pelakunya? Hati-hati jika anda menuduh. Karena ini terkait dengan delik hukum.

Apakah akan ada lagi penghadangan peserta demo sebagaimana masa-masa sebelumnya? Ancaman terhadap perusahaan transportasi? Intimidasi dan penangkapan kepada pengurus masjid yang menyediakan tempat menginap? Dan semua upaya penggagalan Reuni 212? Inilah yang selalu dikhawatirkan.

Bagi yang pro 212, mereka punya alasan tersendiri mengapa peristiwa 212 terus direunukan. Pertama, 212 adalah peristiwa besar dan fenomenal. Tak saja untuk ukuran Indonesia, tapi juga untuk standar dunia. Nyaris tak pernah ada demonstrasi yang diikuti "tujuh juta" massa, tapi tetap aman dan damai. Di sisi ini, mesti secara obyektif harus diakui.

Kedua, ingin memberikan pesan kepada dunia bahwa sebuah perjuangan mesti dilakukan dengan cara-cara yang konstitusional. Tak boleh melanggar hukum dan aturan

Ketiga, menyuarakan semangat toleransi. Dimana setiap umat beragama harus dijaga kenyamanannya dari segala bentuk penghinaan dan penistaan. Protes massa 212 diarahkan tidak hanya kepada Ahok, tapi juga kepada setiap orang, apapun agamanya, yang menghina agama. Termasuk Sukmawati? Biarlah hukum yang bertindak.

Massa 212 juga membuktikan toleransinya. Diantaranya mereka bantu keamanan dan kenyamanan pasangan yang saat itu akan melangsungkan akad nikah di gereja. Dimana halaman sekitar gereja sedang dipadati massa 212. Mereka bilang: "Apalagi manusia, rumput pun aman".

Keempat, mendorong hukum tegak di atas semua kelompok, golongan, partai dan kepentingan. Keadilan di negeri pancasila ini masih menjadi harapan semu, kata mereka. Dan ini PR terbesar yang perlu terus menerus diperjuangkan.

Lepas semua pro-kontra terkait Reuni 212, dimana ada ruang untuk berbeda pendapat dan argumen, tapi yang harus menjadi dasar adalah konstitusi. Bahwa UUD pasal 28E ayat 3 memberi ruang kebebasan bagi setiap warga untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Selama tidak melanggar ketentuan hukum, maka kebebasan berkumpul dan berpendapat tak boleh ada yang menghalangi. Ini harus jadi dasar dan pegangan bersama.

Reuni 212, atau apapun nama dan mimbarnya, siapapun penyelenggaranya, harus dilihat dari sisi undang-undang yang berlaku. Jika tak ada aturan dan hukum yang dilanggar, maka negara harus memastikan bahwa acara tersebut mendapat ijin untuk diselenggarakan.

Terkait hal ini, pihak kepolisian kabarnya telah mengeluarkan ijin. Begitu juga Pemprov DKI juga telah mempersilahkan Monas sebagai tempat diselenggarakannya acara Reuni 212. Ini fakta awal yang positif.

Tapi, ijin saja belum cukup. Ada satu lagi tugas negara yang tak boleh dilewatkan. Yaitu memastikan bahwa tak ada pihak-pihak yang berniat mengganggu, apalagi menghalangi dan menggagalkan terselenggaranya acara Reuni 212. Siapapun yang punya rencana dan berupaya menggagalkan acara tersebut, maka dapat dipastikan bahwa itu adalah pelanggaran. Disini negara harus hadir untuk menindak secara tegas kepada para pengganggu tersebut.

Bagaimana jika yang berupaya menggagalkan adalah oknum dari aparat negara? Tetap saja hukum harus ditegakkan di atas semua institusi dan golongan. Jika tidak, maka akan berlaku hukum rimba. Masing-masing dengan kekuatannya akan adu nekat. Jika ini terjadi, maka, konfllik terbuka bisa mengalirkan darah kembali. Akibatnya?Indonesia gaduh dan energi bangsa terkuras untuk hal-hal yang tak semestinya terjadi.

Disinilah negara dengan instrumen yang dimiliki dituntut untuk hadir dan memastikan tidak ada gangguan dalam bentuk apapun terhadap mimbar demokrasi. Jangan malah aktif untuk menghalangi. Nah, ini akan jadi ujian pertama bagi Menkopolhukam Mahfudz MD. Masihkan punya idealisme hukum dan obyektivitas konstitusional ketika berhadapan dengan Reuni 212.

Sukses dan damainya mimbar rakyat, termasuk Reuni 212 harus dipahami sebagai kesuksesan negara dan damainya sebuah bangsa. Tapi sebaliknya, gagalnya mimbar kebebasan rakyat akan dinilai sebagai gagalnya negara melindungi hak rakyatnya dan menjaga kedamaian bangsa. Sampai disini, nama baik, reputasi dan dedikasi pemerintah akan dipertaruhkan.

Jakarta, 25/11/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Kamis, 09 Jul 2020 09:26

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Kamis, 09 Jul 2020 08:18

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

Kamis, 09 Jul 2020 07:00

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Rabu, 08 Jul 2020 23:55

Konsep

Konsep "Tangguh Semeru" di Jawa Timur, Solusi Tatanan Baru ?

Rabu, 08 Jul 2020 23:20

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Rabu, 08 Jul 2020 23:06

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Rabu, 08 Jul 2020 22:59

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

Rabu, 08 Jul 2020 21:52

Arab Saudi Berencana Sediakan 1 Juta Lapangan Pekerjaan Bagi Perempuan Pada 2030

Arab Saudi Berencana Sediakan 1 Juta Lapangan Pekerjaan Bagi Perempuan Pada 2030

Rabu, 08 Jul 2020 21:30

Pertempuran Pecah Antara Intelijen Milter dan Angkatan Darat Suriah di Damaskus

Pertempuran Pecah Antara Intelijen Milter dan Angkatan Darat Suriah di Damaskus

Rabu, 08 Jul 2020 20:50

Rusia dan Cina Veto Mandat PBB yang Akan Memperluas Bantuan Lintas Perbatasan ke Suriah

Rusia dan Cina Veto Mandat PBB yang Akan Memperluas Bantuan Lintas Perbatasan ke Suriah

Rabu, 08 Jul 2020 20:30

Dinilai Tak Mampu Urus Sertifikasi Halal, BPJPH Diminta Patuhi KMA Nomor 982/2019

Dinilai Tak Mampu Urus Sertifikasi Halal, BPJPH Diminta Patuhi KMA Nomor 982/2019

Rabu, 08 Jul 2020 19:41

PBB: 138 Orang Tewas Atau Terluka Akibat Ranjau Darat yang Ditanam Pasukan Haftar

PBB: 138 Orang Tewas Atau Terluka Akibat Ranjau Darat yang Ditanam Pasukan Haftar

Rabu, 08 Jul 2020 18:06

Dugaan Perkosaan oleh Pejabat Perlindungan Anak, Fahira: Biadab, Harus Divonis Seumur Hidup

Dugaan Perkosaan oleh Pejabat Perlindungan Anak, Fahira: Biadab, Harus Divonis Seumur Hidup

Rabu, 08 Jul 2020 16:28

Tolak RUU Pengganti dan Bubarkan BPIP!

Tolak RUU Pengganti dan Bubarkan BPIP!

Rabu, 08 Jul 2020 15:49

[VIDEO] Tony Rosyid Ungkap Indikator RUU HIP Ditunggangi Komunis

[VIDEO] Tony Rosyid Ungkap Indikator RUU HIP Ditunggangi Komunis

Rabu, 08 Jul 2020 14:41

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Rabu, 08 Jul 2020 10:21

Anis Byarwati Pesankan Independensi BI Harus Ditegaskan Secara Eksplisit

Anis Byarwati Pesankan Independensi BI Harus Ditegaskan Secara Eksplisit

Rabu, 08 Jul 2020 08:37

Kampanye LGBT Bikin Geger, Boikot Unilever?

Kampanye LGBT Bikin Geger, Boikot Unilever?

Rabu, 08 Jul 2020 07:41

[VIDEO] Pancasila Ingin Diperas, UFS: Maling Juga Gotong Royong

[VIDEO] Pancasila Ingin Diperas, UFS: Maling Juga Gotong Royong

Rabu, 08 Jul 2020 07:32


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X