Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.371 views

Ada Diskriminasi dalam UU Kewarganegaraan India

 

Oleh:

Ainul Mizan

 

UNDANG-UNDANG kewarganegaraan India hasil amandemen telah disahkan. UU ini memberikan pengakuan kewarganegaraan kepada orang non muslim yang mengungsi ke India dari 3 negeri muslim yakni Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan. Asalkan mereka bisa menunjukkan adanya pengekangan agama yang diterimanya.

Sedangkan kepada warganya sendiri yang muslim diperlakukan dengan adanya pembuktian atas status kewarganegaraannya di India. Hal tersebut berpotensi untuk mengabaikan hak-hak warga muslim yang jumlahnya sekitar 200 juta jiwa.

Wajar bila UU tersebut disebut sebagai UU anti muslim. Jika warga minoritas non muslim dari Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan diakui hak kewargaannya, mengapa hal demikian juga tidak berlaku kepada warga minoritas muslim yang berada di India dari Sri Lanka?

Pihak Amnesti Internasional meminta agar UU kewarganegaraan tersebut dicabut. UU tersebut menciderai HAM dan pluralisme agama.

Memang sejak masa Perdana Menteri Narendra Modi, kebijakan - kebijakan pemerintah terlihat tidak memihak kepada kaum muslim.Narendra Modi pernah mengangkat seorang pendeta Hindu anti Islam yang bernama Yogi Adityanath sebagai pemimpin di Uttar Pradesh. Bahkan waktu Modi menjabat sebagai Menteri Utama di Gujarat disinyalir terlibat insiden pada tahun 2002. Insiden tersebut telah menewaskan 1000 orang muslim. Hal itu terjadi ketika ada sebuah penyerangan oleh kelompok Hindhu nasionalis terhadap pemukiman muslim Gujarat.

Narendra Modi diidentikkan dengan sebuah gerakan Hindutva. Sebuah gerakan nasionalis Hindhu yang ekstrim. Mereka menginginkan tanah India itu dikuasai oleh orang - orang Hindhu. Seorang pemimpin senior Dewan Hindhu dunia, Praveen Togadia menyatakan bahwa prosentase orang Hindhu mesti menjadi 100 persen.

Pada tahun 1925, organisasi Hindhu nasionalis, Rashtriya Swayasemvak Sangh (RSS) melancarkan propaganda Hindutva. Sebelumnya propaganda Hindutva diawali pada tahun 1923 oleh Vinayar Davordak Sanarkar, yang merupakan ideolog Hindutva lewat tulisannya "Who is a Hindhu".

Ideologi Hindutva semakin menguat ketika partai sayap kanannya, yakni Baratiya Janata memerintah pada tahun 1998. Baratiya Janata yang merupakan partainya Narendra Modi. Hal itu juga menyebabkan serangan terhadap warga kristen meningkat, di samping terhadap warga muslim.

Keadaan diskriminasi demikian tidak pernah terjadi di dalam sejarah Islam. Kaum non muslim yang mau hidup damai sebagai warga negara di dalam naungan keKhilafahan Islam mendapatkan perlindungan harta, jiwa dan kehormatannya. Merekalah yang kemudian disebut dengan warga dzimmi. Bahkan Rasululloh Saw sendiri menegaskan bahwa barangsiapa yang menganiaya seorang kafir dzimmi, maka sesungguhnya kata Rasulullah, orang tersebut telah menganiaya Rasul. Demikianlah jaminan yang didapatkan oleh warga non muslim tatkala berada di dalam naungan kekuasaan Islam.

Adalah rakyat kota Homs Syria yang notabenenya beragama Nasrani ikut berjuang bersama pasukan keKhilafahan Islam guna menghadapi serbuan pasukan salib. Mereka telah merasakan keadilan Islam.

Begitu pula tatkala terjadi penaklukan Konstantinopel, Sultan Muhammad al Fatih memperlakukan penduduknya dengan sangat manusiawi. Padahal notabenenya penduduk Konstantinopel beragama Nasrani. Entoh, Islam tidak menempatkan mereka sebagai penduduk jajahan. Mereka bukanlah sapi perah bagi sang penakluk.

Penaklukan Islam itu bersifat sebagai pembuka jalan hidayah bagi manusia. Dengan pandangan demikianlah, Islam mampu melebur penduduk asli dan warga Islam yang jadi pendatang untuk bersama membangun wilayahnya menuju kemakmuran.

Demikianlah yang dilakukan oleh Muhammad al Fatih. Dalam waktu sekejap, Konstantinopel disulap menjadi wilayah yang makmur dan maju sehingga layak menjadi ibukota bagi sebuah keKhilafahan Utsmaniy yang agung dan berwibawa.

Tentunya diskriminasi yang menimpa umat Islam termasuk umat kristen yang terjadi di India, termasuk pula yang menimpa muslim Uighur sangatlah bertentangan dengan nilai-nilai kebebasan yang diagungkan selama ini. Bukankah diskriminasi demikian merupakan contoh bentuk penjajahan terhadap hak manusiawi. Karena sesungguhnya Allah menciptakan manusia itu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Memang, manusia membutuhkan keadilan dari aturan Sang Pencipta keberagaman manusia itu sendiri, Allah. Dengan demikian kerahmatan bagi alam semesta bisa terwujud.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Sepertiga Pemuda Israel Tidak Mendaftar Wajib Militer Karena Alasan 'Kesehatan Mental'

Senin, 20 Jan 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Serang 76 Masjid Sunni di Yaman

Senin, 20 Jan 2020 22:07

Menjadi Hamba yang Beriman

Menjadi Hamba yang Beriman

Senin, 20 Jan 2020 21:29

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

Senin, 20 Jan 2020 21:07

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Senin, 20 Jan 2020 21:00

Corruption Unfinished

Corruption Unfinished

Senin, 20 Jan 2020 20:27

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Senin, 20 Jan 2020 20:14

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Senin, 20 Jan 2020 14:47

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Senin, 20 Jan 2020 14:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X